Rintangan Dan Kesempatan

Rintangan Dan Kesempatan

Rintangan Dan Kesempatan

Rintangan Dan Kesempatan

Sayangku Ellen, Kemarin malam kamu bertanya pada ibu, “Apakah berat menjadi seorang ibu?” Kamu lihat sendiri, malam itu ibu harus buru-buru menyiapkan makan di meja, dimana satu telinga mendengarkanmu, sementara telinga yang lain menangkap suara adik-adikmu yang berisik sedang berdebat di gudang. Waktu itu ibu menjawab, “Kadang-kadang ya, tetapi semuanya berharga. Sekarang pergi dan cari mainan sendiri.” Jawaban ibu terlihat buru-buru dan sembarangan, tetapi kamu cukup puas mendengarnya.
“Bagus,” kamu berkata. “Karena saya ingin menjadi seperti ibu saat besar nanti.” Dan dengan senyum lebar kamu menghilang untuk bergabung dengan suara ribut adik-adikmu di gudang.

Setelah kamu tidur, ibu memikirkan lagi pertanyaanmu dan jawaban yang ibu katakan. Memang benar, menjadi seorang ibu adalah pekerjaan yang berat. Kadang-kadang sangat berat. Ibu hanya punya waktu beberapa tahun (walaupun kadang terasa seperti selamanya) untuk mengajarimu menyeberang jalan dan memakai helm saat bersepeda. Mengajar untuk bisa mengucapkan “terima kasih” atau menjawab telpon dengan benar.

Menjadi seorang ibu berarti menjadi seorang pelindung, pengelola, wasit, kepala juru masak dan pencuci botol. Daftarnya bisa sangat panjang dan tanggung jawabnya seolah tidak ada habisnya. Tapi tiap hari ibu harus membuat pilihan terhadap semuanya itu: seharian penuh dengan rintangan atau menyingkirkan semua beban itu dengan menganggapnya sebagai suatu kesempatan yang menantang. Sangat mudah untuk melihat semua rintangan itu.

Pegangan tangga penuh bekas tangan. Noda di karpet. Jaring laba-laba di sudut rumah. Boneka berdebu di barwah tempat tidur. Mainan yang berserakan. Sampah yang bau. Hidung ingusan. Rambut gimbal. Kaus kaki bolong. Makanan basi. Jika masalah itu melimpah, hari-hari ibu sangat berat dan penuh air mata. Pada hari itu ibu memakai baju yang lusuh, karena jika tidak terkena muntahan si kecil, kamu mengoleskan tangan kotormu di baju ibu. Akhirnya setelah sepanjang hari yang melelahkan ibu mencoba tidur singkat di tengah malam, tetapi kadang masih terdengar suara teriakan dari kamar kalian, “Bu, kasurnya basah. Adek ngompol.” Akan tetapi jika ibu memandang itu semua sebagai suatu kesempatan, maka segala sesuatu menjadi terasa indah dan menyenangkan.

Tepukan di punggung atau kepala kalian menyandar di bahu ibu. Tenda yang kalian buat di ruang makan. Pengumuman bahwa pameran lukisan dibuka dengan pajangan gambar tangan anak-anak umur empat tahun. Diskusi rahasia di gudang untuk membuat taktik bagaimana caranya memata-matai ibu. Sentuhan di tangan ibu di tengah malam dan suara kalian berkata, “Apa malam ini saya bisa tidur di sini bersama ibu?”

Ibu suka tertawa saat melihat mulutmu belepotan krim coklat, karena ibu tahu kamu paling suka kue brownis yang baru saja diangkat dari oven. Ibu juga bisa tersenyum saat menemukan sarung tangan yang basah kuyup, karena ibu tahu bahwa kamu sangat bangga dengan benteng salju yang kalian buat di halaman belakang.

Hari-hari ibu penuh dengan kejutan dan hal-hal yang menantang. Ibu sering berbicara sendiri untuk membangkitkan semangat: Ya, ibu bisa berjaga tengah malam sekali lagi untuk mengurus adikmu yang masih bayi – dia baunya sedap. Ya ibu bisa membaca tulisan ‘Kucing di kepala’ sekali lagi – saat dia tertidur di gendongan ibu. Ya – ibu bisa mendengar sekali lagi pertengkaran kalian tanpa kehilangan kesabaran karena ibu tahu suatu hari kalian akan menjadi sahabat yang baik satu dengan yang lain.

Kemarin malam, setelah makan selesai, kalian bertiga segera berlari ke ruang keluarga dengan rencana yang hebat untuk membuat sebuah benteng terbesar dari Lego. Kalian begitu saja melupakan pertengkaran selama makan malam. Kemudian dari balik bungkusan koran kalian membawa potongan kayu bakar ke dalam rumah. “Kita perlu banyak kayu bakar,” kamu memberi tahu ibu, “Karena kami akan membuat api unggun yang sangat besar.” Kemudian kamu masukkan semuanya ke perapian dan mulai menyanyi di depan adik-adikmu.

Ibu mendengar suara gemeretak kayu yang terbakar, dan debu beterbangan dari nyala api yang keluar dari lubang perapian. Melihat itu ibu tahu bahwa sukacita menjadi seorang ibu jauh lebih besar dari tantangan yang harus ibu hadapi. Apakah berat menjadi seorang ibu? Kadang-kadang. Apakah menyenangkan? Selalu.

Baca Juga : 

Cara Menangkap Kera

Cara Menangkap Kera

Cara Menangkap Kera

Cara Menangkap Kera

Konon, ada seekor kera yang sangat suka makan buah ceri. Pada suatu hari ia melihat ceri yang menerbitkan liur. Iapun turun dari pohon untuk memetiknya. Tetapi ternyata buah itu berada dalam sebuah botol gelas yang sangat bening. Setelah beberapa kali dicoba, kera itu mengetahui bahwa ia bisa memasukkan tangannya, ia mengepalkannya untuk memegang buah ceri itu. Namun, kemudian disadarinya bahwa tangannya yang terkepal itu tidak bisa ditariknya ke luar karena ternyata lebih besar dari leher botol. Itu semua memang disengaja; buah ceri tersebut dipasang oleh seorang pemburu kera yang mengetahui cara berpikir kera. Si Pemburu mendengar rengekan kera, datang mendekat dan kerapun berusaha melarikan diri. Tetapi karena, menurut pikiran kera, tangannya lekat ke botol iapun tidak bisa lari kencang. Namun, begitu pikirnya, ia masih menggenggam buah ceri itu. Si Pemburupun menangkapnya. Sesaat kemudian siku kera itupun dipukulnya sehingga genggamannya mengendor. Kera itu bebas dari botol, tetapi ia tertangkap. Si Pemburu telah mempergunakan ceri dan botol. dan kini kedua benda itupun masih menjadi miliknya.

Catatan
Kisah ini adalah salah satu kisah-kisah dalam kumpulan yang disebut Buku Amu Daria
Sungai Amu atau Jihun di Asia Tengah dikenal dalam peta modern sebagai Oxus. Bagi mereka yang berfiikiran harafiah, agak membingungkan bahwa kata itu merupakan istilah untuk bahan-bahan tertentu seperti kisah ini, dan juga untuk kelompok tanpa nama guru-guru keliling yang pusat kegiatannya di dekat Aubshaur, di pegunungan Hindukush, Afganistan.

Versi ini diceritakan oleh Khwaja Ali Ramitani, yang meninggal tahun 1306

Sumber : https://mayleneandthesonsofdisaster.us/

Pertemuan Dengan Manatee

Pertemuan Dengan Manatee

Pertemuan Dengan Manatee

Pertemuan Dengan Manatee

(Catatan : Manatee atau lembu laut adalah hewan mamalia yang hidup di laut. Tubuhnya lebih besar dari anjing laut atau singa laut. Panjang tubuh manatee dewasa sekitar 3 meter dengan berat badan 500 kilogram. Manatee bernafas dengan paru-paru, melahirkan dan menyusui anaknya)

Saat berjalan sendiri di pantai terpencil di Florida selatan, saya dikejutkan dengan suara deburan air dan desahan nafas yang dalam dari arah lepas pantai.Saya memicingkan mata ke arah suara itu, melihat mahluk laut dengan punggung warna kelabu muncul ke permukaan, berputar dan menyelam lagi di teluk. Beberapa saat kemudian hidung yang besar muncul dari air menghirup udara dan menyemburkan uap air ke udara dari nafasnya. Itu adalah manatee, dan melihat dari warna air yang kemerahan dan caranya menggelepar di air, tampaknya dia ada dalam masalah.Saya sering melihat manatee di perairan hangat ini, tetapi tidak pernah melihat yang bertingkah seperti itu sebelumnya. Biasanya hanya cuping hidung yang muncul ke permukaan air untuk menghirup udara, kemudian mereka menyelam dengan lambat di antara rumput laut untuk mencari makanan. Tetapi saya juga tahu, bahwa raksasa yang lamban ini sering terluka karena baling-baling kapal atau perangkap kepiting.Saya ingin menolong, tapi apa yang bisa saya lakukan? Tidak ada seorang pun di pantai saat itu, dan telpon yang terdekat untuk memanggil patroli pantai jaraknya beberapa kilometer jauhnya.

Saya melemparkan ransel ke pasir, dan mulai berlari ke arah binatang itu, yang menggeliat dengan gelisah. Air masih setinggi pinggang saat saya cukup dekat untuk mendorong moncong menatee yang berbulu keluar laut. Kemudian, saya dikejutkan dengan munculnya moncong menatee yang lebih kecil, menyembul disampingnya.Saya mendorongnya ke tempat yang lebih dalam, tetapi sekarang beberapa menatee datang ke arah saya. Sebelum memahami apa yang terjadi, saya yang sekarang berada di air setinggi dada dikelilingi bukan hanya satu atau dua, tetapi paling sedikit tiga manatee. Saya merasa kegirangan dan sedikit pusing seperti seorang anak yang bermain putar-putaran di halaman sekolah.Sebuah hidung bulat muncul di samping saya. Di air yang tembus cahaya, saya bisa melihat dengan jelas tubuh dari mamalia laut yang besar itu, dan tepat disampingnya ada tubuh kecil yang berenang mengikuti.Kemudian, dengan gerakan lambat yang anggun dari sebuah mahluk laut yang besar, manatee yang lebih besar mendorong bayi menatee dengan siripnya yang berbentuk dayung ke permukaan air di samping saya. Saya ingin memeluk dan menyentuh bayi itu, tetapi saya mengurungkannya karena tidak paham aturan yang ada diantara menatee.

Saat kedua tubuh besar itu menyelam ke air, dua menatee yang lain bergerak dari belakang dan saling berputar, menyentuh tubuh saya dari samping. Mereka berputar dan mengulangi gerakannya, kali ini diikuti oleh si ibu dan anaknya. Merasa lebih berani karena gerakan awal mereka, dan saya membiarkan tangan saya terentang untuk menyentuh bayi menatee yang menempel di punggung ibunya saat mereka melintas. Kulitnya terasa elastis dan kuat seperti botol air panas jaman dulu.Kelompok menatee itu membuat beberapa putaran lengkap lagi. Ketika saya melihat mereka senang menyentuh saya, saya juga memegang tubuhnya saat mereka berenang melintas. Ketika mereka memutar badannya setelah itu, saya tahu bahwa mereka menyukai apa yang saya lakukan.Akhirnya, teman-teman baru saya berenang menjauh ke air yang lebih dalam. Saya berdiri mematung sampai ada gelombang besar yang datang memaksa saya kembali ke pantai.Saya masih tidak menyadari apa yang terjadi pagi itu. Saya berpikir bahwa para manatee itu mengikutsertakan saya dalam merayakan kelahiran anaknya; dimana saya diijinkan untuk bertemu dengan anggota baru dari kelompok mereka. Saya melewatkan semua pengalaman menarik itu tanpa keragu-raguan.

Selama pertemuan yang tak terduga itu, saya merasa lebih bisa memahami irama kehidupan dari planet yang luas ini lebih dari sebelumnya. Ingatan itu berubah menjadi lagu yang saya nyanyikan jika saya sedang gembira dan ingin menari bersamanya.Selanjutnya setiap tahun, di minggu terakhir bulan Mei, saya membungkus makan siang dan pergi ke pantai yang tepencil itu lagi untuk merayakan kelahiran bayi manatee. Setelah semua yang terjadi, anda tidak akan pernah tahu siapa yang akan muncul di pesta itu.

Sumber : https://icanhasmotivation.com/

Kekerasan Terhadap Perempuan

Kekerasan Terhadap Perempuan

Kekerasan Terhadap Perempuan

Kekerasan Terhadap Perempuan

Kecamatan Waris merupakan sebuah kecamatan di perbatasan antara Indonesia dengan Papua Nugini. Anak perempuan di sini rata – rata tidak bisa menyelesaikan pendidikannya karena adat mengharuskan mereka kawin dengan Oom – nya. Jadi, mereka biasanya menerima pinangan itu, karena bila mereka berani menolak ketentuan adat, terdapat kepercayaan bahwa perempuan tersebut tidak akan sehat tubuh dan alat reproduksinya.
Laki – laki juga boleh mempunyai istri lagi saat dia mempunyai banyak babi atau sudah mempunyai anak laki – laki. Ketika perempuan sudah dinikahi laki – laki, maka pria tersebut berhak melakukan apapun atas diri istrinya. Kekerasan dalam rumah tangga menjadi kejadian yang sudah umum terjadi. Banyak perempuan yang kemudian kabur karena sudah tidak tahan lagi diperlakukan semena – mena oleh suaminya. Namun, kaburnya istri untuk menghindari KDRT ini justru dianggap melanggar adat dan dituduh telah melakukan selingkuh.

Lima Cara Mengatasi Rasa Cemas

Lima Cara Mengatasi Rasa Cemas

Lima Cara Mengatasi Rasa Cemas

Lima Cara Mengatasi Rasa Cemas

Pernah merasa bahwa ada dua sisi dalam dirimu? Satu sisi yang keren, terbuka_dan sisi lain yang pemalu, gugup, dan nggak seberapa keren? Apakah dari luar kamu tampak percaya diri, tapi sebenarnya nggak yakin pada diri sendiri? Apakah kamu khawatir nggak bakal diterima di lingkunganmu kalau orang – orang tahu siapa kamu sebenarnya? Cobalah kiat – kiat di bawah ini untuk mengatasi rasa nggak yakin pada diri sendiri serta rasa cemas dalam dirimu.

Buat daftar kelebihanmu
Kamu mungkin bisa memasukkan hal – hal semacam,”Orang – orang tahu mereka bisa mengandalkanku,” atau “Aku adalah pendengar yang baik.” Kamu bisa juga memasukkan ketrampilan – ketrampilan khusus yang kamu punya, seperti gemar bikin lelucon, pandai menggambar, menyanyi, main sepak bola, atau bahkan kalau kamu adalah seorang murid yang baik.
Buat daftar kelemahanmu
Sifat – sifat apa saja yang menghalangi kebahagiaan atau keyakinanmu? Lupakan sejenak tentang penampilan. Pusatkan perhatian pada sifat – sifatmu yang perlu diubah, atau keahlian – keahlian yang perlu dikembangkan. Contoh: “Aku selalu menunda – nunda pekerjaan.” “Aku nggak selalu jujur tentang apa yang kurasakan.”
Pastikan kedua daftar yang kamu buat sama panjangnya
Kalau kamu menulis lima kelemahan, cari juga lima kelebihan dalam dirimu. Kalau merasa sulit menemukan kelebihanmu, minta masukan dari orang tua atau temanmu.
Tinjau ulang kelebihan – kelebihanmu
Bagaimana perasaanmu tentang kelebihan – kelebihan itu? Apakah dalam daftar yang kamu buat tercantum hal – hal yang sebelumnya nggak kamu anggap berarti? Kalau ya, sekarang juga beri dirimu pujian. Kemudian, pikirkan cara supaya kamu bisa lebih banyak memanfaatkan kelebihan – kelebihanmu. Tulis gagasan – gagasan yang muncul supaya nanti bisa diolah menjadi tujuan yang hendak kamu capai.
Tinjau ulang kelemahanmu
Pisahkan mana kelemahan yang masih bisa kamu toleransi sampai saat ini, dan mana yang harus dihadapi sekarang juga. Jangan langsung mengatasi semuanya. Sebaliknya, pilih satu kelemahan dan susun rencana untuk menghadapinya. Contoh, kalau kamu ingin membuang kebiasaan menunda – nunda pekerjaan sampai saat – saat terakhir, cari cara untuk lebih terorganisasi dalam menghadapi tenggat waktu. Mungkin kamu bisa memecahkan tugas jangka panjang jadi bagian – bagian lebih kecil. Dengan begitu, besar kemungkinan buatmu untuk bergerak dengan pasti menuju tujuan akhir. Ketika sukses menyelesaikan sebuah tugas, kamu akan merasa lebih memotivasi untuk memulai tugas berikutnya tanpa menunda – nunda lagi. Dalam waktu singkat,”Aku bisa hidup dengan teratur” mungkin bisa menjadi salah satu kelebihanmu.

komutoku event

komutoku event

komutoku event

komutoku event

CLAS:H (Costume Live Action Show : Hybrid)
Start: Jan 31, ’09 3:00p
End: Jan 31, ’09 8:00p
Location: Fashion Hub, Mal Kelapa Gading 3
KOMUTOKU is baack!
Di awal tahun 2009 ini, Komutoku kembali membawa acara cosplay dengan konsep baru. Kali ini kita ngga ngadain lomba, tapi Cosplay Show yang dipadukan dengan Talk Show. Karena itu kita sebut acara ini dengan tambahan kata “HYBRID” yang merupakan gabungan lebih dari 1 ide.
Acara ini merupakan pilot project Komutoku dengan Mal Kelapa Gading yang menggunakan tempat di Fashion Hub. Tujuannya : memperkenalkan Cosplay kepada masyarakat awam dengan menghadirkan Bintang Tamu Team Cosplay ternama sebagai nara sumbernya.
Mereka akan memamerkan koleksi kostumnya dan yang paling seru tentu Talk Shownya di mana kita bisa tanyain apa aja sama mereka soal Cosplay dan profile teamnya.
Team Cosplay Undangan (in Alphabetical Order)
1. Euphoria
2. Machipot
3. Oblivion
4. Seraphim

Baca Juga :

Kisah Penjaga Kebun Buah-buahan

Kisah Penjaga Kebun Buah-buahan

Alkisah ada seorang penjaga kebun buah-buahan bernama Mubarok. Dia adalah orang jujur dan amanah. Sudah bertahun-tahun ia bekerja di kebun tersebut.

Suatu hari majikannya, sang pemiliki kebun, singgah datang ke kebunnya. Ia sedang mengalami kasus yang pelik dan sulit untuk dicarikan jalur keluarnya. Putrinya yang udah beranjak dewasa tumbuh jadi seorang gadis yang cantik dan banyak pria yang dambakan mempersuntingnya.

Yang jadi permasalahan baginya adalah semua laki-laki yang dambakan mempersunting putrinya adalah kerabat dan rekan dekatnya. Ia mesti menentukan salah satu dari mereka, namun ia risau jika menyinggung bagi kerabat yang tidak terpilih.

Sambil beristirahat dan menenangkan pikiran, ia mencoba mencicipi hasil kebunnya. Dipanggillah Mubarok, penjaga kebun itu.

“Hai Mubarok, kemarilah! Tolong ambilkan aku buah yang manis!” perintahnya.

Dengan sigap Mubarok segera menuai buah-buahan yang diminta, lantas diberikan kepada majikannya.

Ketika buah selanjutnya dimakan sang majikan, ternyata rasanya masam sekali. Majikan Mubarok berkata, “Wahai Mubarok! Buah ini masam sekali! Berikan aku buah yang manis!” pinta sang majikan lagi.

Untuk kedua kalinya, buah yang diberikan Mubarok masih jadi masam. Sang majikan terheran-heran, udah sekian lama ia mempekerjakan Mubarok, namun mengapa si penjaga kebun ini tidak sanggup membedakan antara buah masam dan manis? Ah, bisa saja dia lupa, pikir sang majikan. Dimintanya Mubarok untuk memetikkan kembali buah yang manis. Hasilnya serupa saja, buah ketiga masih jadi masam.

Rasa penasaran timbul dari sang majikan. Dipanggillah Mubarok, “Bukankah kau udah lama bekerja di sini? Mengapa kamu tidak memahami buah yang manis dan masam?” tanya sang majikan.

Mubarok menjawab, “Maaf Tuan, aku tidak memahami bagaimana rasa buah-buahan yang tumbuh di kebun ini gara-gara aku tidak dulu mencicipinya!”

“Aneh, bukankah amat mudah bagimu untuk menuai buah-buahan di sini, mengapa tidak ada satu pun yang kaumakan?” tanya majikannya.

“Saya tidak akan memakan sesuatu yang belum memahami kehalalannya bagiku. Buah-buahan itu bukan milikku, jadi aku tidak berhak untuk memakannya sebelum memperoleh izin dari pemiliknya,” memahami Mubarok.

Sang majikan terperanjat bersama penjelasan penjaga kebunnya tersebut. Dia tidak kembali memandang Mubarok sebatas tukang kebun, melainkan sebagai seseorang yang jujur dan tinggi kedudukannya di mata Allah SWT. Ia berpikir bisa saja Mubarok sanggup mencarikan jalur muncul atas permasalahan rumit yang sedang dihadapinya.

Mulailah sang majikan bercerita tentang lamaran kerabat dan teman-teman dekatnya kepada putrinya. Ia mengakhiri ceritanya bersama bertanya kepada Mubarok, “Menurutmu, siapakah yang pantas jadi pendamping putriku?”

Mubarok menjawab, “Dulu orang-orang jahiliah mencarikan calon suami untuk putri-putri mereka berdasarkan keturunan. Orang Yahudi menikahkan putrinya berdasarkan harta, sementara orang Nasrani menikahkan putrinya berdasarkan keelokan fisik semata. Namun, Rasulullah mengajarkan sebaik-baiknya umat adalah yang menikahkan gara-gara agamanya.”

Sang majikan segera tersadar akan kekhilafannya. Mubarok benar, mengapa tidak terpikirkan untuk kembali pada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Islamlah solusi atas semua problematika umat manusia.

Ia pulang dan memberitakan semua perihal tadi kepada istrinya. “Menurutku Mobaroklah yang pantas jadi pendamping putri kita,” usulnya kepada sang istri. Tanpa perdebatan panjang, sang istri segera menyetujuinya.

Pernikahan suka dilangsungkan. Dari keduanya lahirlah seorang anak bernama Abdullah bin Mubarok. Ia adalah seorang ulama, ahli hadis, dan mujahid. Ya, pernikahan yang dirahmati Allah SWT dari dua insan yang taat beribadah, insya Allah, akan diberi keturunan yang mulia.

Sumber : tokoh.co.id

Baca Juga :

Kisah Penggembala Domba

Kisah Penggembala Domba

Amirul Mukminin Umar bin Khaththab r.a mendengar tersedia seorang penggembala cilik yang jujur. Beliau pun tertarik untuk membuktikan kejujuran anak itu.

Suatu hari Amirul Mukminin menjumpainya saat penggembala berikut tengah menggiring domba-dombanya. Umar langsung menegurnya, “Hai anak kecil! Kamu menggembalakan dombamu bersama terlalu baik. Aku menginginkan belanja lebih dari satu dari domba-dombamu yang sehat ini bersama harga dua kali lipat!”

Sang anak tidak paham bahwa yang menegurnya itu adalah Amirul Mukminin sebab pakaiannya terlalu simpel dan merakyat. Ia menjawab, “Maaf, Tuan, domba-domba ini bukan milikku! Aku tidak mampu menjualnya!”

Ternyata anak itu tidak tergiur bersama tingginya harga yang Umar tawarkan. Umar lagi membujuk, “Ia tidak bakal paham jikalau lebih dari satu dombanya saya membeli sebab domba-domba peliharaannya begitu banyak!”

Dengan cii-ciri kejujurannya itu, si penggembala cilik tidak bergeming. Ia berkata, “Tidak, ia bakal paham jikalau domba yang ia titipkan padaku menyusut jumlahnya!”

Umar tidak putus asa untuk tawarkan ide lain, “Katakan saja kepada majikanmu bahwa dombanya dimakan serigala!”

Sang penggembala cilik terdiam. Umar merasa bahwa kali ini ia berhasil meruntuhkan kejujuran sang penggembala cilik. Tiba-tiba anak itu berkata, “Mungkin majikanku tidak paham apa yang sesungguhnya berjalan terhadap domba-dombanya. Akan tetapi, Allah Maha tahu!” jawab penggembala cilik singkat.

Subhanallah, Umar begitu terharu menyaksikan kejujuran seorang anak kecil penggembala domba tersebut. Amirul Mukminin langsung menemui majikan anak itu dan membayar sejumlah duit untuk melepas penggembala jujur itu dari perbudakannya. Sang Amirul Mukminin pun melepasnya sebagai seorang hamba Allah yang merdeka.

Sumber : tutorialbahasainggris.co.id

Baca Juga :

Kisah Saudagar Perhiasan

Kisah Saudagar Perhiasan

Seorang tabiin bernama Yunus bin Ubaid adalah pedagang yang jujur. Ketika hendak menunaikan shalat berjamaah di masjid, ia menitipkan tokonya kepada saudaranya. Kemudian datanglah seorang Badui hendak membeli perhiasan di toko tersebut.

Ia melacak sebuah permata seharga 400 dirham. Saudara Yunus memperlihatkan batu permata yang harganya cuma 200 dirham. Orang Badui selanjutnya segera membelinya bersama harga 400 dirham tanpa menawar lagi.

Di sedang jalan, dia berpapasan bersama Yunus bin Ubaid. Yunus mengerti bahwa orang Badui selanjutnya baru berkunjung ke tokonya. Ia lantas bertanya barang apa yang sudah ia membeli dari tokonya. Orang Badui itu menjelaskan bahwa ia sudah membeli permata seharga 400 dirham sambil memperlihatkan permata seharga 200 dirham tadi.

Mengetahui perihal itu, Yunus berkata, “Maaf, harga sebetulnya cuma 200 dirham. Mari ke toko saya agar saya mampu mengembalikan duwit selebihnya kepada Anda.”

Orang Badui itu menolak, “Biarlah, tidak perlu. Aku mulai bahagia dan untung bersama harga 400 dirham itu gara-gara di kampungku harga barang ini paling tidak mahal 500 dirham.”

Akan tetapi, saudagar Yunus tidak rela membolehkan orang Badui itu pergi. Ia pun mendesak orang Badui itu agar rela ke tokonya dan ia dapat mengembalikan berlebihan duwit tersebut. Akhirnya, orang Badui selanjutnya menerimanya.

Setelah orang Badui itu pergi, berkatalah Yunus kepada saudaranya, “Apakah anda tidak mulai malu dan risau kepada Allah atas perbuatanmu menjual barang tadi bersama harga dua kali lipat?”

“Tetapi dia sendiri yang rela membelinya bersama harga 400 dirham,” saudara Yunus mencoba membela diri bahwa dialah yang benar.

Yunus berkata, “Ya, tetapi di atas kami terpikul satu amanah untuk memperlakukan saudara kami layaknya memperlakukan terhadap diri kami sendiri.”

baca juga :

Langkah Kecil Untuk Menata Kembali Hidup Lebih Baik

Langkah Kecil Untuk Menata Kembali Hidup Lebih Baik

Sahabat, baik saya maupun Anda semua pasti pernah mengalami fase terburuk dalam hidup. Fase itu yang membuat kita terkesan “ogah-ogahan” menjalani hidup. Bahasa kerennya “mati segan hidup pun tak mau”, ya kan?

Kita semua pernah mengalami yang namanya fase “berantakan” dalam hidup. Tak tahu tujuan hidup, tak tahu mau apa dalam hidup. Dengan keadaan yang seperti itu, kadang kita “ngedumel” ” Ya Allah, kenapa sih hidup saya begini banget”.

Kalau sudah begini, rasanya kita ingin kembali ke masa kecil, tanpa beban tanpa masalah. Betul apa betul?

Yang perlu Anda garis bawahi, jangan jadikan kejadian buruk di masa lalu mempengaruhi hidup Anda ke depan. Kalau Anda masih berkutat dengan ingatan masa lalu, sulit rasanya untuk Anda lebih leluasa melangkah maju.

Bagaimana agar Anda lepas dari belenggu masa lalu ? Jawabannya, Anda hanya perlu MENATA KEMBALI hidup Anda menjadi lebih terstruktur dan terarah.

Caranya? Anda bisa simak 5 langkah kecil berikut yang bisa Anda terapkan pada diri Anda.

#1 BELAJAR DARI MASA LALU
Sahabat, Anda pasti pernah punya pengalaman buruk dalam hidup. Jangan sampai, trauma dari masa lalu yang buruk itu menjadi penghalang untuk Anda. Yang perlu Anda tahu, ada pelajaran dari masa lalu yqng dapat Anda petik untuk memperbaiki hidup Anda hari ini.

Mengapa? Karena ini akan sangat membantu Anda untuk mengulangi kesalahan yang sama di kemudian hari.

#2 TINGGALKAN KEBIASAAN BURUK
Setiap manusia pasti punya kebiasaan buruk. Namun, tanpa kita sadari, kebiasaan buruk itu yang terkdang menjadi amygdala bagi diri kita sendiri.

Memperbaiki kebiasaan merupakan hal terpenting untuk mengubah hidup Anda menjadi lebih baik. Renungkan, kebiasaan buruk apa yang sering Anda lakukan. Ubah kebiasaan ini secara bertahap.

Anda bisa memulai ini dari hal-hal kecil terlebih dahulu.

#3 BERPIKIR POSITIF
Nah, ini juga merupakan hal penting dalam proses menata diri. Berpikir positif akan membantu Anda untuk fokus pada tujuan hidup bukan pada kesulitan hidup.

Berpikir positif juga merupkan bagian dari afirmasi. Lakuka afirmasi untuk hal-hal yang baik jika Anda ingin mendapatkan hasil yang baik untuk hidup Anda.

#4 LAKUKAN EVALUASI
Selain itu, Anda pu harus berbicar pada diri Anda sendiri. Lakukan evaluasi terhadap hal-hal apa saja yang sudah dan belum Anda lakukan dalam hidup. Coba Anda pikirkan lagi. Apa dampak hal-hal terebut untuk hidup Anda.

Evaluasi lagi apakah selama ini Anda sudah berkomitmen dengan janji-janji pada diri Anda sendiri?

#5 BERGERAK DARI ZONA NYAMAN
Terakhir, yang bisa Anda lakukan adalah dengan bergerak keluar dari zona nyaman Anda. Keluar dari COMFORT ZONE merupakan salah satu cara cepat untuk meningkatkan diri Anda ke satu fase hidup yang lebih baik,

Mengapa?

Karena dengan keluar zona nyaman, Anda akan menemukan banyak tantangan. Dengan banyak tantangan Anda akan banyak berpikir tentang bagaimana cara menghadapi tantangan. Dengan menghadapi tantangan, Anda akan banyak belajar untuk menjadi manusia yang tangguh yang tahan guncangan.

Semoga tips sederhana ini bisa membuka pemikiran Anda untuk berbenah diri menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Anda pun boleh share postingan ini, siapa tahu ada rekan-rekan Anda di luar sana yang meman ternyata butuh masukan untuk memperbaiki hidup.

Baca Juga: