3 Langkah Meningkatkan Rasa Bahagia

3 Langkah Meningkatkan Rasa Bahagia

 3 Langkah Meningkatkan Rasa Bahagia

3 Langkah Meningkatkan Rasa Bahagia

Apa yang sebenarnya membuat kita paling bahagia? Menurut para periset psikologi positif, yang membuta kita bahagia ternyata bukan barang-barang mahal, tapi menciptakan lebih banyak kenyamanan dan kedekatan di dalam hidup kita. Berikut, 3 langkah super mudah.

1st. Hirup aroma nostalgia

Panggang macaroni and cheese, kue kering cokelat, goring roti Prancis atau makanan favorit masa kanak-kanak lainnya yang memicu kenangan manis yang terkait dengan makanan ini.

2nd. Pasang sesuatu yang empuk di bawah kaki

Kaki membawa kita rata-rata 3000 langkah sehari. Jadi, berikan ucapan terima kasih tertinggi dengan meletakkan lapik (mat) empuk di dapur, kamar mandi dan tempat-tempat lain yang permukaannya dingin dan keras.

3rd. Tebarkan cinta

Para ahli menegaskan, cinta menyembuhkan. Peluk anak, traktir teman makan siang, telepon kerabat jauh, dekapan dengan pasangan, atau pangku hewan peliharaan. Anda akan merasa lebih senang dalam seketika.

Sumber : https://jilbabbayi.co.id/soccer-cup-2020-apk/

Belum Lulus SNMPTN ? Daftar Ini Saja, 9 Sekolah Kedinasan Indonesia

Belum Lulus SNMPTN ? Daftar Ini Saja, 9 Sekolah Kedinasan Indonesia

Belum Lulus SNMPTN Daftar Ini Saja, 9 Sekolah Kedinasan Indonesia

Belum Lulus SNMPTN Daftar Ini Saja, 9 Sekolah Kedinasan Indonesia

Bagi Anda yang yang merencanakan melanjutkan kuliah, ada banyak pilihan yang bisa diambil.

Salah satunya adalah melanjutkan kuliah di sekolah kedinasan Indonesia. Berikut 9 sekolah kedinasan Indonesia yang bisa Anda coba.

1. Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN

PKN STAN merupakan lembaga pendidikan yang berada di bawah Kementerian Keuangan. Prospek kerjanya seperti bekerja di lingkup bea cukai, kebendaharaan negara, perpajakan, dan akuntasi negara. Informasi lebih jelas dapat membuka website:

2. Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN)

 

Ini adalah lembaga pendidikan yang mencetak di bawah kader pemerintah,

baik di tingkat daerah maupun di tingkat pusat. Mahasiswa yang dipanggil Praja akan diberi pengetahuan seputar kepemimpinan, manajemen pembangunan, keuangan, dan pemerintah. Informasi lebih jelas dapat membuka website:

3. Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD)

Sekolah tinggi ini berada di bawah naungan Kementerian Perhubungan yang nantinya para mahasiswanya akan diajarkan seputar pengetahuan yang berhubungan dengan sistem perhubungan transportasi darat. Informasi lebih jelas dapat membuka website:

4. Politeknik Ilmu Kemasyarakatan (POLTEKIP)

 

Politeknik yang ada di bawah Kementerian Hukum dan HAM ini akan mendidik mahasiswanya

menjadi CPNS yang memiliki keahlian khusus di bidang kemasyarakatan. Informasi lebih jelas dapat membuka website:

5. Politeknik Imigrasi (POLTEKIM)

Politeknik yang juga berada di bawah komando Kemenkumham ini akan membekali mahasiswa seputar keimigrasian. Lulusannya memiliki prospek kerja menjadi seorang CPNS di Ditjen Keimigrasian. Informasi lebih jelas dapat membuka website:

6. Sekolah Tinggi Intelejen Negara (STIN)

Badan Intelijen Nasional (BIN) merupakan organisasi intel yang membawahi sekolah kedinasan ini. Di sekolah tinggi ini, mahasiswa akan belajar menjadi seorang intel, agen, serta analis intelijen. Informasi lebih jelas dapat membuka website:

7. Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS)

Lembaga pendiidkan di bawah naungan Badan Pusat Statistik (BPS) ini memiliki dua program stud, yaitui Statistik dan Komputasi Statistik. Prospek kerjanya bisa diangkat sebagai PNS di BPS atau calon aparatur sipil negara di beberapa wilayah di Indonesia. Informasi lebih jelas dapat membuka website:

8. Sekolah Tinggi Metereologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG)

STMKG yang dinaungi oleh BMKG ini merupakan perguruan tinggi kedinasan yang mempersiapkan lulusannya untuk mendukung tugas BMKG.Kita akan mempelajari seputar pengetahuan metereologi, klimatologi, geofisika, dan instrumentasi. Informasi lebih jelas dapat membuka website: http://ptb.stmkg.ac.id.

9. Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN)

STSN adalah sekolah kedinasan yang diselenggarakan oleh Lembaga Sandi Negara. Program studinya meliputi Studi Teknik Persandian dan Program Studi Manajemen Persandian. Informasi lebih jelas dapat membuka website:

 

Baca Juga :

Gara-gara Takut Lihat Komputer, Tiga Siswa SMP Ini Tidak Jadi UNBK

Gara-gara Takut Lihat Komputer, Tiga Siswa SMP Ini Tidak Jadi UNBK

Gara-gara Takut Lihat Komputer, Tiga Siswa SMP Ini Tidak Jadi UNBK

Gara-gara Takut Lihat Komputer, Tiga Siswa SMP Ini Tidak Jadi UNBK

Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMP yang berlangsung sejak Senin lalu

(24/4) tidak sepenuhnya berjalan mulus. Seperti di Bantul, pelaksanaannya terhambat karena kendala dari siswanya sendiri.

Tiga siswa berkebutuhan khusus di Kabupaten Bantul tidak bisa mengerjakan UNBK. Mereka terpaksa mengerjakan soal ujian menggunakan kertas karena ketiganya takut dengan komputer.

“Siswa tidak bisa menggunakan komputer, karena jika menggunakan

perangkat itu ketiganya akan takut dan drop mentalnya. Oleh karenanya kami minta dispensasi khusus ke dinas kabupaten maupun provinsi,” kata Kepala SMP Negeri 2 Sewon Harjiman kepada wartawan.

Dalam pelaksanaan ujian bagi tiga siswa ini, sekolah mengunduh soal UNBK kemudian dikerjakan secara manual. Selain itu, dalam pelaksanaan ketiganya juga akan mendapatkan pendamping khusus dari guru Sekolah Luar Biasa.

Tidak hanya tiga siswa, SMP N 2 Sewon sebenarnya memiliki lima siswa berkebutuhan khusus

peserta ujian tahun ini. Hanya saja, dua siswa lainnya masih dapat mengikuti ujian dengan komputer.

“Yang dua bisa mengerjakan seperti siswa normal sehingga bisa mengerjakan dengan komputer,” pungkasnya. (Andi)

 

Sumber :

https://memphisthemusical.com/

UN Matematika Sulit, Instagram Kemendikbud Banjir Komentar Pedas

UN Matematika Sulit, Instagram Kemendikbud Banjir Komentar Pedas

 

UN Matematika Sulit, Instagram Kemendikbud Banjir Komentar Pedas

UN Matematika Sulit, Instagram Kemendikbud Banjir Komentar Pedas

Akun instagram @kemdikbud.ri milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) terus dibanjiri komentar pedas dari peserta Ujian Nasional. Siswa mengeluhkan tentang soal UN Matematika yang sulit karena pemerintah menerapkan HOTS.

Sebelumnya, banjir komentar datang dari siswa Sekolah Menengah Atas

(SMA). Mereka mengeluhkan sulitnya soal matematika yang tidak sesuai dengan kisi-kisi. Bahkan ada yang mengeluhkan hanya bisa menjawab benar 4 sampai 8 soal dari 40 soal yang ditawarkan.

Hingga saat ini, akun Kemendikbud terus dihujani komentar dari peserta UN Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang mengeluhkan sulitnya soal matematika. Seperti pada salah satu unggahan, yaitu foto Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy melakukan pemantauan UN di Timika, Papua, jumlah komentar mencapai 20.300 lebih.

Komentar yang ada diantaranya, seperti yang dituliskan akun @ridapatreciaa. “Pak, kami yang kelas 9 tahun ini di sekolah saya saja masih pakai kurikulum 2006 pak-_-. Masa segala pake HOTS sama kurikulum 2013? Sedangkan kurikulum 2013 aja baru berjalan angkatan kelas 7 tahun ini. Bagaimana dengan nilai kami nanti yang rendah pak? Yang berprestasi saja belum tentu bisa menjawab pak. Sedangkan sekolah lanjutan yang diimpikan meminta nilai nem yang tinggi. Jangan gara-gara 10 persen HOTS jadi kami yang imbasnya pak, kemampuan anak di Indonesia itu berbeda-beda loh pak, 10 persen itu bukan main main loh pak, lain kali kalau mau menjalankan kurikulum 2013 irisan 2006 dijalankan pada saat memang seluruh sekolah di Indonesia sudah melaksanakan kurikulum tersebut. Ini kan nyatanya masih banyak sekolah yang melaksanakan kurikulum 2006, bagaimana nasib kami?”

 Banjir komentar yang mengeluhkan sulitnya soal matematika tersebut,

terjadi hampir di setiap unggahan di akun @kemdikbud.ri. Selain itu, keluhan serupa juga disampaikan pada akun milik Mendikbud yakni @muhadjir_effendy.

Sebelumnya Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemdikbud, Hamid Muhammad, mengatakan metode HOTS merupakan metode keterampilan berpikir tingkat tinggi yang dituangkan dalam soal-soal yang diujikan. Tahun ini, Kemdikbud memasukkan sekitar 10 persen soal yang membutuhkan daya nalar tingkat tinggi pada soal UN.

“Soal yang diributkan itu hanya 10 persen dari jumlah keseluruhan.

Hanya empat soal saja dengan kategori seperti itu,” ucapnya. Hamid menargetkan ke depan soal kategori HOTS tersebut bisa ditingkatkan jumlahnya mencapai 20 persen.

 

Sumber :

https://appliedanimalbehaviour.com/

Istri Nadiem Makarim Hadiri Acara Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia

Istri Nadiem Makarim Hadiri Acara Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia

Istri Nadiem Makarim Hadiri Acara Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia

Istri Nadiem Makarim Hadiri Acara Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia

Franka Nadiem Makarim,siapa yang tidak mengenalnya pada era digitalisasi ini.

 

Istri dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini, menghadiri acara peringatan Hari Antikorupsi sedunia, Hari Ibu sekaligus Haru Ulang Tahun ke-20 Dharma Wanita Persatuan (DWP).

Baca Juga: 5 Kebiasaan Buruk Perempuan Saat Bermakeup

Acara yang diselengarakan pada Selasa 17 Desember 2019 ini, bertempat di kantor Kemendikbud, Jakarta.

Dilansir oleh Pikiran-Rakyat.com pada instagram resmi Kemendikbud

(@Kemdikbud.ri), nampak Franka mengenaikan baju Dharma Wanita sedang memberikan pidatonya didepan para anggota DWP dilingkungan Kemendikbud.

Baca Juga: Mohamed Salah dan Piala Dunia Antarklub Jadi Lentera di Tengah Pusaran Konflik Timur Tengah

Pada acara kali ini, tema dari acara HUT ke-20 DWP adalah

“Optimalisasi Kinerja Dharma Wanita Persatuan (DWP) sebagai Mitra Strategis Pemerintah untuk Suksesnya Pembangunan Nasional.”

Franka Nadiem Makarim sebaga Penasihat DWP Kemendikbud menyampaikan arahannya terkait peran anggota DWP sebagai istri dan ibu.

 

Baca Juga :

PR Institute Gelar Pelatihan Penerjemahan

PR Institute Gelar Pelatihan Penerjemahan

PR Institute Gelar Pelatihan Penerjemahan

PR Institute Gelar Pelatihan Penerjemahan

PR Institute menginisiasi penyelenggaraan Workshop

Penerjemahan dan Penyuntingan untuk melayani kebutuhan masyarakat atas bidang tersebut. Pelatihan pertama digelar di kantor Pikiran Rakyat, Jalan Asia Afrika 77 Kota Bandung, Sabtu (14/12/2019) dari pagi sampai sore.

Peserta berasal dari berbagi kalangan, mulai dari ASN

, dosen, serta penerjemah senior dan yunior. Sebagian peserta merupakan anggota penuh dan anggota muda Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI). Fasilitator ialah Imam JP, wartawan senior Pikiran Rakyat yang juga instruktur PR Institute dan anggota penuh Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI) . Pelatihan dikelola Evi Djiun.

Manajer Business Development Solution Pikiran Rakyat, Ricky Primansyah menyebutkan, pelatihan ini terbuka bagi siapa saja yang berminat mendalami ilmu penerjemahan dan sekaligus penyuntingan teks. ”Sesuai dengan perkembangan zaman, kemampuan menerjemahkan akan sangat dibutuhkan. Untuk para akademisi pun pelatihan ini akan sangat berguna untuk menulis karya ilmiah,” ujar Ricky di kantornya, Senin (16/12/2019).

Menurut Ricky, pelatihan seperti ini juga tentu akan bermanfaat

bagi para penerjemah, penulis buku, pewara, penulis iklan, serta para pemandu wisata atau pihak-pihak yang terlibat dalam bisnis pariwisata. ”Untuk selanjutnya, pelatihan ini rencananya akan dikerjasamakan dengan Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI), dalam hal ini HPI Komisariat Jawa Barat,” ujar Ricky.

Sebelum pelatihan ini digelar, sudah ada pembicaraan antara unsur PR Institute dan Ketua HPI Jabar Eki Qushay Akhwan. Salah satu tujuannya agar narasumber lebih bervariasi, disesuaikan dengan kebutuhan peserta karena HPI memiliki banyak narasumber potensial dan berpengalaman untuk bidang keahlian masing-masing.

 

Sumber :

https://www.belajarbahasainggrisku.id/

Fenomena PAUD Ajarkan Calistung, Mendikbud Nadiem Makarim Beri Kritik soal Kebahagiaan Anak

Fenomena PAUD Ajarkan Calistung, Mendikbud Nadiem Makarim Beri Kritik soal Kebahagiaan Anak

Fenomena PAUD Ajarkan Calistung, Mendikbud Nadiem Makarim Beri Kritik soal Kebahagiaan Anak

Fenomena PAUD Ajarkan Calistung, Mendikbud Nadiem Makarim Beri Kritik soal Kebahagiaan Anak

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menegaskan

, pendidikan anak usia dini (PAUD) dilarang memaksa anak untuk membaca, menulis dan berhitung (Calistung). Pasalnya, hal tersebut akan membuat anak tidak bahagia saat berada di sekolah.

Proses pembelajaran di tingkat PAUD harusnya lebih kepada menemukan potensi dari setiap anak yang berbeda-beda. Mendikbud mengatakan, PAUD yang ideal harus memiliki pendidik yang betul-betul mencintai anak.

“Itu yang terpenting. Walaupun kondisi prasarana juga penting

, tetapi hubungan kebatinan antara pendidik dan kualitas pendidik merupakan yang paling penting,” ujar Nadiem didampingi istri Franka Nadiem Makarim saat meresmikan penggunaan gedung baru PAUD KM “0” di gedung E Kemendikbud, Jakarta, Senin, 23 Desember 2019.

“Karena kalau tidak begitu, ujung-ujungnya nanti jadi tempat penitipan saja tanpa ada kualitas guru yang baik dan memiliki hubungan batin,” tutur Nadiem.

Baca Juga: Cetak Biru Pendidikan Dibuat Fleksibel, Mendikbud Nadiem Makarim Janjikan Guru dan Murid Lebih Merdeka

Ia berharap, PAUD KM “0” menjadi contoh bagi lembaga PAUD lainnya.

Menurut dia, ada beberapa hal yang perlu diperbaiki dalam menyelenggarakan PAUD. Terutama dari sisi sumber daya manusia, fasilitas, dan kualitas buku-buku.

“Salah satu hal penting dalam SDM adalah adanya sistem penunjang antar pendidik PAUD, karena di jenjang PAUD tidak bisa hanya belajar melalui buku, melainkan suatu proses ilmiah di mana guru-gurunya harus bereksperimen dan mencoba hal-hal yang lebih inovatif,” ujarnya.

 

Sumber :

https://www.kakakpintar.id/

Beri Pengalaman Belajar Tak Terlupakan

Beri Pengalaman Belajar Tak Terlupakan

Beri Pengalaman Belajar Tak Terlupakan

Beri Pengalaman Belajar Tak Terlupakan

KB-TK Islam Al-Azhar 11 Kemang Pratama menghelat Open House mulai 2-7 Desember mendatang.

Beragam rangkaian kegiatan dalam acara ini memberi pengalaman tak terlupakan bagi siswa.

Kepala Sekolah KB-TK Islam Al-Azhar 11 Kemang Pratama Milasari Widaningsih menjelaskan, Open House merupakan bagian dari rencana program kerja sekolah yang sudah terselenggara selama dua tahun. Acara ini melibatkan siswa, guru, serta orang tua murid.

”Open House kali ini adalah pelaksanaan tahun kedua,” jelas Milasari,

saat pembukaan Open House di halaman KB-TK Islam Al-Azhar 11 Kemang Pratama, Senin (2/12).

Rangkaian Open House dimulai dengan penampilan tari dan menyanyi dari masing-masing kelas. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan Al Kafa Cup 2019, pertandingan sepak bola antar siswa Al-Azhar se-Jabodetabek, yang berjumlah 180 peserta.

Selain itu, juga ada Market Day. Dalam kegiatan ini, para siswa akan mempraktikkan cara menjual dan membeli olahan makanan yang sudah dibuat oleh masing-masing siswa. Acara juga dimeriahkan dengan pameran kreasi dan cara belajar murid aktif yang melibatkan fisik motorik.

”Didalam kegiatan ini kita berikan pengalaman belajar yang tidak terlupakan oleh anak-anak

ke dalam pendidikan selanjutnya, karena kenangan masa indah dimasa kecil itu sulit untuk dilupakan. Sebab pendidikan di Taman Kanak-kanak lah mereka bisa merasakan bermain sambil belajar,” tuturnya.

Dalam acara ini, para siswa dan guru juga mendesain kelasnya dengan menggunakan tema tanaman dan hewan peliharaan. Setiap kelas sudah ditentukan temanya.

Untuk kelompok bermain, tema pembelajarannya adalah ikan buntal. Kemudian untuk kelompok A bertemakan hewan peliharaan seperti sapi, burung kakak tua, dan kelinci. Selanjutnya, kelompok B bertemakan buah-buahan seperti jeruk, mangga dan apel.

”Siswa dapat belajar bagaimana mengelola serta merawat dari masing-masing tema yang diberikan. Salah satu contohnya mangga, makanan apa saja yang dapat diolah melalui bahan dasar mangga serta bagaimana cara merawat buah tersebut agar matang secara sempurna. Jadi setiap kegiatan memiliki nilai edukasinya masing-masing,” tukasnya.

 

Baca Juga :

Pastikan Tak Ada Soal Bermuatan Materi Khilafah

Pastikan Tak Ada Soal Bermuatan Materi Khilafah

Pastikan Tak Ada Soal Bermuatan Materi Khilafah

Pastikan Tak Ada Soal Bermuatan Materi Khilafah

Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bekasi memastikan tak ada soal bermuatan materi Khilafah

pada penilaian akhir sekolah (PAS) yang diselenggarakan sejak 2 Desember 2019 di sekolah madrasah.

Humas Kemenag Kota Bekasi Raden Deden Taufiqurrahman mengatakan, bahwa pada pelaksanaan PAS tahun ajaran 2018/2019 yang diikuti siswa madrasah pihaknya tidak mendapatkan laporan mengenai materi soal bermuatan Khilafah.

”Sampai saat ini tidak ada laporan mengenai soal-soal yang bersifat Khilafah dan radikalisme

yang dikerjakan oleh siswa tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI). Jadi sampai saat ini aman,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Kamis (5/11).

Lebih lanjut Deden mengatakan, materi soal PAS dibuat oleh kelompok kerja madrasah (KKM) tingkat pusat. Oleh sebab itu, jika materi soal bermasalah maka pihaknya akan mendapatkan laporan.

Sementara, Wakil Kepala SD Al-Huda Pondok Hijau Rawalumbu Didin Fahruddin

mengatakan, bahwa sejumlah soal yang dikerjakan oleh seluruh siswanya tidak ada yang mengandung unsur-unsur materi Khilafah. Sebelum kegiatan PAS dilaksanakan, pihaknya sudah melakukan pengecekan.

”Tidak ada soal yang menyangkut unsur-unsur seperti itu, karena kami pihak sekolah sudah mengecek terlebih dahulu lembar soal yang akan dikerjakan oleh seluruh siswa kami,” katanya.

 

Sumber :

https://www.caramudahbelajarbahasainggris.net/

Jago Membaca dan Menulis Puisi

Jago Membaca dan Menulis Puisi

Jago Membaca dan Menulis Puisi

Jago Membaca dan Menulis Puisi

Siswa kelas 11 SMAN Kota Bekasi bernama lengkap Ani Nuraini

(16) ini memiliki keahlian dalam membaca dan menulis puisi. Gadis yang akrab disapa Ani ini bercerita, bakatnya ini baru disadari saat dia duduk dibangku SMP.

Saat itu, Ani diminta oleh gurunya untuk mewakili sekolah dalam ajang menulis dan membaca puisi. ”Aku nggak sadar punya keahlian dalam menulis dan membaca puisi, tapi dengan kepercayaan salah satu guru dulu, sehingga sampai saat ini aku baru sadar bahwa menulis dan membaca puisi adalah salah satu kelebihan aku,” ungkap Ani kepada Radar Bekasi, Selasa (10/12).

Berbagai penghargaan pernah diraih oleh gadis berpostur cukup tinggi ini.

Antara lain juara 1 lomba menulis dan membaca puisi pada ajang Bulan Bahasa dan FLS2N Kabupaten Bogor.

Ani punya kuote motivasi agar dirinya tetap semangat mengasah kemampuannya

dalam membaca dan menulis puisi. Yakni ”Karena Hanya dengan Kata Aku Mampu Berbicara, dan Hanya dengan Kata Aku Bebas Jatuh Cinta”.

”Motivasi yang aku buat sendiri itu jadi salah satu penyemangat aku dalam membuat sebuah karangan puisi dan dapat terus berkarya,” ungkap gadis yang bercerita menjadi penulis hebat ini. (dew)

 

Sumber :

https://ruangseni.com/