Unpak Siapkan Lulusan Berkarakter

Unpak Siapkan Lulusan Berkarakter

Unpak Siapkan Lulusan Berkarakter

Unpak Siapkan Lulusan Berkarakter

Universitas Pakuan (Unpak) menggelar wisuda gelombang pertama 2019

di Gedung Braja Mustika, kemarin.

Berbeda dengan wisuda sebelumnya, dalam sidang senat terbuka gelombang pertama tahun ini, Unpak menyiapkan lulusan yang memiliki kemampuan society 5.0 dilengkapi pendidikan agama dan karakter. Hal tersebut, kata Rektor Bibin Rubini, untuk mewujudkan Indonesia emas 2045.

Usia emas tersebut, kata Bibin, harus diisi generasi milenial dan alpha, memiliki kemampuan komponen-komponen revolusi industri yang harus disiapkan dari sekarang. Perkembangan teknologi semakin tak terbendung, sehingga memaksa untuk mengasah kompetensi diri dan dapat mengimbanginya.

“Siapkan lulusan yang punya kemampuan 5.0, yang dibekali pendidikan agama

dan karakter . Karena tidak menutup kemungkinan, kemajuan teknologi akan semakin liar dan bisa digunakan ke hal negatif,” ungkap Bibin kepada Radar Bogor, kemarin. Dengan pendidikan agama dan karakter, katanya, sebagai kontrol dan soft skills yang akan membawa kepentingan bersama.

Salah satu cara menanamkan karakter, menurut Bibin, dengan menularkan kearifan lokal, Jawa Barat, sebagai trilogi yang masih relevan hingga saat ini. “Yakni silih asih, asah, asuh dan silih wangi, merupakan trilogi yang harus dijadikan pegangan dan nasehat untuk semua. Bila semuanya dapat diterapkan akan tercipta harmonisasi antar manusia,” jelasnya.

Trilogi tersebut adalah pegangan hidup dan bermasyarakat, yang merupakan warisan leluhur

. Sehingga, memasuki era 5.0, Indonesia lebih siap dengan berbagai kemampuan yang dimiliki dan mampu menerapkan dengan benar. Mampu mengendalikan teknologi, agar perkembangannya selalu ke arah yang lebih baik dan positif.

“Kalo punya rasa jujur, displin, bisa bergaul , itu bagian dari soft skills, kebutuhan dan penyeimbang pengetahuan serta mampu membawa pada kesuksesan,” tambah Bibin.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IV, Prof Dr. Uman Suherman. Menurutnya, lulusan yang dapat bersaing di dunia kerja dan sukses tidak hanya memiliki ilmu, mengantongi IPK tinggi, juga memiliki karakter yang baik dan siap bersaing.

“Saya setuju dengan Rektor, Bibin Rubini. Lulusan ga cuma punya IPK tinggi, pintar dan cerdas tapi punya jaringan, semangat kompetensi,” ungkap Uman Suherman.

Gelombang pertama tahun ini, Unpak mewisuda 515 lulusan. Terdiri dari, program Pascasarjana S3 empat wisudawan, S2 ada 21 orang, S1 dari berbagai fakultas berjumlah 485 dan lulusan dari Diploma 3 (D3) lima orang

 

Sumber :

https://www.sudoway.id/

komutoku event

komutoku event

komutoku event

komutoku event

CLAS:H (Costume Live Action Show : Hybrid)
Start: Jan 31, ’09 3:00p
End: Jan 31, ’09 8:00p
Location: Fashion Hub, Mal Kelapa Gading 3
KOMUTOKU is baack!
Di awal tahun 2009 ini, Komutoku kembali membawa acara cosplay dengan konsep baru. Kali ini kita ngga ngadain lomba, tapi Cosplay Show yang dipadukan dengan Talk Show. Karena itu kita sebut acara ini dengan tambahan kata “HYBRID” yang merupakan gabungan lebih dari 1 ide.
Acara ini merupakan pilot project Komutoku dengan Mal Kelapa Gading yang menggunakan tempat di Fashion Hub. Tujuannya : memperkenalkan Cosplay kepada masyarakat awam dengan menghadirkan Bintang Tamu Team Cosplay ternama sebagai nara sumbernya.
Mereka akan memamerkan koleksi kostumnya dan yang paling seru tentu Talk Shownya di mana kita bisa tanyain apa aja sama mereka soal Cosplay dan profile teamnya.
Team Cosplay Undangan (in Alphabetical Order)
1. Euphoria
2. Machipot
3. Oblivion
4. Seraphim

Baca Juga :

Guru, Ujung Tombak Penyiapan Calon Generasi Emas

Guru, Ujung Tombak Penyiapan Calon Generasi Emas

Guru, Ujung Tombak Penyiapan Calon Generasi Emas

Guru, Ujung Tombak Penyiapan Calon Generasi Emas

Ketika saya membaca dan berkunjung ke blog sahabat, salah satunya milik adjatwiratma (adjatwiratma.wordpress.com), sebelumnya saya sudah sering mendengar cerita tentang Kaisar Akihito yang menanyakan berapa jumlah guru setelah Perang Dunia II. Berikut petikannya:
Ketika Jepang (nyaris) luluh-lantak akibat Perang Dunia II, Kaisar Jepang saat itu bertanya kepada Jenderal Angkatan Perang-nya, “Berapa jumlah guru yang masih tersisa?”
(Kaisar tidak bertanya tentang jumlah prajurit yang masih tersisa). Kaisar Jepang sepertinya sadar bahwa untuk membangun masa depan negara yang dipimpinnya, peran guru tidak dapat diabaikan. Perhatian Kaisar terhadap pendidikan itu pula membuat Jepang tumbuh dan berkembang menjadi bangsa yang maju, beradab dan berbudaya.
 
Kalau pemimpin negara kita yang terpilih akan bertanya seperti Kaisar Akihito, berapa jumlah guru di Indonesia? Maka jawabannya kita tidak kekurangan jumlah guru. Jumlah guru di Indonesia banyak apalagi bila ditambah guru swasta dan guru honorer atau wiyata bakti. Lantas bagaimana mewujudkan Indonesia menjadi bangsa yang maju, beradab dan berbudaya? Nah, pertanyaan ini dijawab: dibutuhkan guru-guru yang profesional dan berdedikasi.
Berdedikasi adalah kemampuan guru dalam menjalankan tugas pekerjaaannya melalui peran dan fungsinya, kinerja, pengabdian, kesetiaan pada lembaga, berjasa pada negara, maupun menciptakan karya yang bermanfaat (inovatif) atau kreatif untuk memecahkan permasalahan dalam pelaksanaan tugasnya dengan ikhlas dan penuh tanggungjawab melaui pendidikan serta mempunyai nilai manfaat untuk mencerdaskan dan membangun karakter generasi bangsa berwawasan NKRI.
Dalam UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dinyatakan bahwa: “Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengrahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada jalur pendidikan formal, pada jenjang pendidikan dasar dan pendidikan menengah”.
Ada 4 macam kompetensi yang harus dimiliki seorang pendidik dan pengajar profesional diantaranya:
1. Kompetensi Pedagogik
2. Kompetensi Kepribadian
3. Kompetensi Profesional
4. Kompetensi Sosial

Guru profesional memiliki 10 ciri utama yaitu :
1. Selalu Memiliki Energi untuk Siswanya
2. Memiliki Tujuan Jelas untuk Pelajaran
3. Menerapkan Kedisiplinan
4. Memiliki Manajemen Kelas yang Baik
5. Menjalin Komunikasi dengan Orangtua siswa
6. Menaruh Harapan Tinggi pada Siswa
7. Mengetahui Kurikulum Sekolah
8. Menguasai Materi yang Diajarkan
9. Selalu Memberikan yang Terbaik bagi Siswa
10. Memiliki Hubungan Berkualitas dengan Siswa (www.jembersantri.com/2013/08/10-ciri-ciri-guru-profesional).

Guru berdedikasi dan profesional sebagaimana di atas harus tetap dapat menjawab tantangan jaman dan globalisasi, karena ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang pesat. Sebagaimana dimuat dalam website ISPI (ispi.or.id), menurut Makagiansar (1996) memasuki abad 21 pendidikan akan mengalami pergeseran perubahan paradigma yang meliputi pergeseran paradigma:
  • (1) dari belajar terminal ke belajar sepanjang hayat,
  • (2) dari belajar berfokus penguasaan pengetahuan ke belajar holistik,
  • (3) dari citra hubungan guru-murid yang bersifat konfrontatif ke citra hubungan kemitraan,
  • (4) dari pengajar yang menekankan pengetahuan skolastik (akademik) ke penekanan keseimbangan fokus pendidikan nilai,
  • (5) dari kampanye melawan buta aksara ke kampanye melawan buta teknologi, budaya, dan komputer,
  • (6) dari penampilan guru yang terisolasi ke penampilan dalam tim kerja,
  • (7) dari konsentrasi eksklusif pada kompetisi ke orientasi kerja sama.
Dengan memperhatikan pendapat ahli tersebut jelas terlihat bahwa pendidikan dihadapkan pada tantangan menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas dalam menghadapi berbagai tantangan dan tuntutan yang bersifat kompetitif. Oleh karena itu Guru profesional dan berdedikasi jangan tertinggal sebab guru merupakan dambaan siswa juga dambaan semua orang. Dengan itu maka cita-cita mewujudkan generasi emas 2045 akan terwujud.

SMA Swasta YPKPM Ambon Gelar Bina Karakter Gudep

SMA Swasta YPKPM Ambon Gelar Bina Karakter Gudep

SMA Swasta YPKPM Ambon Gelar Bina Karakter Gudep

SMA Swasta YPKPM Ambon Gelar Bina Karakter Gudep

SMA Swasta Yayasan Pendidikan Kristen Protestan Maluku (YPKPM) Ambon

, untuk kedua kalinya menggelar kegiatan Bina Karakter Gugus Depan Pramuka (Gudep).

Kegiatan Bina Karakter Gugus Depan Pramuka ini berlokasi di Bumi Perkemahan Lori Tua, desa Suli kecamatan Salahutu kabupaten Maluku Tengah terhitung tanggal 16 sampai 18 Pebruari 2018.

“Ini merupakan angkatan kedua dan sudah 300 lebih siswa pada sekolah ini yang dididik melalui kegiatan Bina Karakter Gugus Depan Pramuka,”kata Kepala SMA Swasta YPKPM Ambon Dra. Lani Laturiuw, M.Si di Ambon, Jumat (16/2/2018).

Sebanyak 196 siswa/siswa SMA Swasta YPKPM Ambon akan dididik karakter mereka pada kegiatan Bina Karakter Gugus Depan Pramuka di desa Suli selama tiga hari.
Para Pembina Pramuka

Sebelumnya dilakukan upacara pelepasan di halaman SMA Swasta YPKPM

Ambon pada Jumat (16/2/2018), dengan inspektur upacara Dra. Lani Laturiuw, M.Si.

Laturiuw katakan, sebagai sekolah pelaksana Kurikulum 2013 (K-13) dan Pramuka sebagai scool wajib, maka even ini merupakan salah satu kegiatan Pramuka blok.

Menurutnya, melalui kegiatan ini maka siswa/siswi SMA Swasta YPKPM Ambon bisa di bina karakternya, walaupun pihak sekolah sudah menuansa spiritualitas namun itu bukan satu satunya, melainkan perlu ditambah dengan kegiatan Pramuka untuk bisa membina karakter siswa.

Sesuai amanat PP Nomor 87 Tahun 2017 tentang Pendidikan Muatan Karakter

, maka sekolah ini dapat mewujudkannya melalui kegiatan Bina Karakter Gugus Depan Pramuka seperti ini.

“Tujuannya, agar nilai-nilai karakter dapat teraktualisasi dalam kehidupan para siswa,”ucapnya.
Peserta Bina Karakter Gudep

Sebanyak 196 siswa/siswi yang mengikuti kegiatan ini semuanya kelas X, dan ini merupakan kegiatan wajib yang dilaksanakan sekali dalam setahun.

Harapannya, kegiatan ini tidak sekedar untuk merealisasikan program saja, melainkan betul-betul nilai karakter dapat terinternalisasi dalam jiwa para siswa, sehingga ke depan mereka menjadi generasi yang kuat dan hebat.(TM02)

 

Baca Juga :

SMPN 4 Siap Laksanakan Implementasi K-13

SMPN 4 Siap Laksanakan Implementasi K-13

SMPN 4 Siap Laksanakan Implementasi K-13

SMPN 4 Siap Laksanakan Implementasi K-13

Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 4 Ambon sudah siap melaksanakan

Implementasi Kurikulum 2013 (K-13) dalam tahun ajaran 2017-2018.

Hal ini karena ditunjang dengan berbagai sarana dan prasarana (Sarpras) seperti; di setiap ruang kelas telah memliki LCD, para guru sudah mempersiapkan diri, termasuk buku-buku penunjang juga sudah dipersiapkan.

Ditemui di ruang kerjanya Kamis (18/1/2018), Kepala SMP Negeri 4 Ambon O

. Sitaniapessy, S.Pd mengungkapkan, tidak ada masalah dalam Implementasi Kurikulum 2013 pada SMP Negeri 4 Ambon dalam tahun ajaran 2017-2018.

Selain itu, SMPN 4 ditunjuk sebagai Induk Klaster K-13, karena ada penambahan 18 sekolah yang ditunjuk oleh Kemedikbud untuk melaksanakan Implementasi Kurikulum 2013.

“Jadi kami ditunjuk sebagai koordinatornya, dimana kami sudah melakukan Bimbingan Teknis

(Bimtek) untuk 198 guru dari 18 sekolah tersebut, yang nantinya siap melaksanakan Implementasi Kurikulum 2013,”ulasnya.

Pelaksanaan Impelmentasi K-13 di SMP Negeri 4 Ambon dan 18 sekolah lainnya yang ditunjuk Kemendikbud, kata Sitaniapessy tidak ada masalah karena ditunjang dengan sarana dan prasarana yang memadai.(TM04)

 

Sumber :

https://chicagobearsjerseyspop.com/sejarah-gedung-sate/

SMAN 1 Ambon Peroleh Nilai Tertinggi UN Di Maluku

SMAN 1 Ambon Peroleh Nilai Tertinggi UN Di Maluku

SMAN 1 Ambon Peroleh Nilai Tertinggi UN Di Maluku

SMAN 1 Ambon Peroleh Nilai Tertinggi UN Di Maluku

Nilai tertinggi Ujian Nasional (UN) siswa SMA/SMK/MA di Provinsi Maluku

tahun ajaran 2017/2018 jatuh pada SMA Negeri 1 Ambon, dengan pencapaian nilai rengking sekolah 334.00, dengan mata pelajara (Mapel) yang di peroleh untuk Bahasa Indonesia 86.00, Bahasa Inggris 88.00.

Progress hasil UN secara umum di Provinsi Maluku tahun ajaran 2017/2018 yaitu: nilai rata-rata Ujian Nasional tingkat SMA/MA 46,45, sementara nilai rata-rata tingkat SMK 51,19.

Perolehan nilai per jurusan untuk program IPA nilai tertinggi 92,50 dengan rincian untuk mata pelajaran (Mapel) Bahasa Indonesia 94, Bahasa Inggris 94, Matematika 87,50 dan mapel jurusan (minat) 92,50.

Sedangkan nilai terendah adalah untuk mapel Bahasa Indonesia 18,

Bahasa Inggris 12, Matematika 7,5 dan mapel jurusan 7,5,”kata Kepala Dinas Dikbud Maluku Drs. M. Saleh Thio, M.Si di Ambon, Rabu (2/5/2018) kemarin.

Untuk jurusan IPS tertinggi mapel Bahasa Indonesia 94, Bahasa Inggris 92, Matematika 70 dan jurusan 80. Sementara terendahnya Bahasa Indonesia 16, Bahasa Inggris 8, Matematika 7,5 dan jurusan 10.

Tingkat SMK nilai tertinggi mapel Bahasa Indonesia 98, Bahasa Inggris 92, Matematika 92,50 dan jurusan 85. Terendah mapel Bahasa Indonesia 16, Bahasa Inggris 8, Matematika 7,5 dan jurusan 7,5.

Dikatakan, peserta UN di Provinsi Maluku berjumlah 31.342 siswa baik SMA/SMK/MA

dengan sekolah penyelenggaran UN sebanyak 441 sekolah.

Jika dirinci untuk SMA/MA jumah siswa 25.195 dan jumlah sekolah yang melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 82 sekolah dengan jumlah peserta 8.367 siswa. Sedangkan Ujian Nasional Kertas Pinsil (UNKP) 250 sekolah dengan jumlah peserta 16.828 47 siswa.

Untuk SMK jumlah siswa yang mengikuti UN sebanyak 6.147 siswa dengan rincian UNBK 62 sekolah dengan jumlah peserta 4.689 siswa dan UNKP 47 sekolah dengan peserta 1.458 siswa.(TM02)

 

Sumber :

https://chicagobearsjerseyspop.com/niat-mandi-wajib/

Kisah Penjaga Kebun Buah-buahan

Kisah Penjaga Kebun Buah-buahan

Alkisah ada seorang penjaga kebun buah-buahan bernama Mubarok. Dia adalah orang jujur dan amanah. Sudah bertahun-tahun ia bekerja di kebun tersebut.

Suatu hari majikannya, sang pemiliki kebun, singgah datang ke kebunnya. Ia sedang mengalami kasus yang pelik dan sulit untuk dicarikan jalur keluarnya. Putrinya yang udah beranjak dewasa tumbuh jadi seorang gadis yang cantik dan banyak pria yang dambakan mempersuntingnya.

Yang jadi permasalahan baginya adalah semua laki-laki yang dambakan mempersunting putrinya adalah kerabat dan rekan dekatnya. Ia mesti menentukan salah satu dari mereka, namun ia risau jika menyinggung bagi kerabat yang tidak terpilih.

Sambil beristirahat dan menenangkan pikiran, ia mencoba mencicipi hasil kebunnya. Dipanggillah Mubarok, penjaga kebun itu.

“Hai Mubarok, kemarilah! Tolong ambilkan aku buah yang manis!” perintahnya.

Dengan sigap Mubarok segera menuai buah-buahan yang diminta, lantas diberikan kepada majikannya.

Ketika buah selanjutnya dimakan sang majikan, ternyata rasanya masam sekali. Majikan Mubarok berkata, “Wahai Mubarok! Buah ini masam sekali! Berikan aku buah yang manis!” pinta sang majikan lagi.

Untuk kedua kalinya, buah yang diberikan Mubarok masih jadi masam. Sang majikan terheran-heran, udah sekian lama ia mempekerjakan Mubarok, namun mengapa si penjaga kebun ini tidak sanggup membedakan antara buah masam dan manis? Ah, bisa saja dia lupa, pikir sang majikan. Dimintanya Mubarok untuk memetikkan kembali buah yang manis. Hasilnya serupa saja, buah ketiga masih jadi masam.

Rasa penasaran timbul dari sang majikan. Dipanggillah Mubarok, “Bukankah kau udah lama bekerja di sini? Mengapa kamu tidak memahami buah yang manis dan masam?” tanya sang majikan.

Mubarok menjawab, “Maaf Tuan, aku tidak memahami bagaimana rasa buah-buahan yang tumbuh di kebun ini gara-gara aku tidak dulu mencicipinya!”

“Aneh, bukankah amat mudah bagimu untuk menuai buah-buahan di sini, mengapa tidak ada satu pun yang kaumakan?” tanya majikannya.

“Saya tidak akan memakan sesuatu yang belum memahami kehalalannya bagiku. Buah-buahan itu bukan milikku, jadi aku tidak berhak untuk memakannya sebelum memperoleh izin dari pemiliknya,” memahami Mubarok.

Sang majikan terperanjat bersama penjelasan penjaga kebunnya tersebut. Dia tidak kembali memandang Mubarok sebatas tukang kebun, melainkan sebagai seseorang yang jujur dan tinggi kedudukannya di mata Allah SWT. Ia berpikir bisa saja Mubarok sanggup mencarikan jalur muncul atas permasalahan rumit yang sedang dihadapinya.

Mulailah sang majikan bercerita tentang lamaran kerabat dan teman-teman dekatnya kepada putrinya. Ia mengakhiri ceritanya bersama bertanya kepada Mubarok, “Menurutmu, siapakah yang pantas jadi pendamping putriku?”

Mubarok menjawab, “Dulu orang-orang jahiliah mencarikan calon suami untuk putri-putri mereka berdasarkan keturunan. Orang Yahudi menikahkan putrinya berdasarkan harta, sementara orang Nasrani menikahkan putrinya berdasarkan keelokan fisik semata. Namun, Rasulullah mengajarkan sebaik-baiknya umat adalah yang menikahkan gara-gara agamanya.”

Sang majikan segera tersadar akan kekhilafannya. Mubarok benar, mengapa tidak terpikirkan untuk kembali pada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Islamlah solusi atas semua problematika umat manusia.

Ia pulang dan memberitakan semua perihal tadi kepada istrinya. “Menurutku Mobaroklah yang pantas jadi pendamping putri kita,” usulnya kepada sang istri. Tanpa perdebatan panjang, sang istri segera menyetujuinya.

Pernikahan suka dilangsungkan. Dari keduanya lahirlah seorang anak bernama Abdullah bin Mubarok. Ia adalah seorang ulama, ahli hadis, dan mujahid. Ya, pernikahan yang dirahmati Allah SWT dari dua insan yang taat beribadah, insya Allah, akan diberi keturunan yang mulia.

Sumber : tokoh.co.id

Baca Juga :

Kisah Penggembala Domba

Kisah Penggembala Domba

Amirul Mukminin Umar bin Khaththab r.a mendengar tersedia seorang penggembala cilik yang jujur. Beliau pun tertarik untuk membuktikan kejujuran anak itu.

Suatu hari Amirul Mukminin menjumpainya saat penggembala berikut tengah menggiring domba-dombanya. Umar langsung menegurnya, “Hai anak kecil! Kamu menggembalakan dombamu bersama terlalu baik. Aku menginginkan belanja lebih dari satu dari domba-dombamu yang sehat ini bersama harga dua kali lipat!”

Sang anak tidak paham bahwa yang menegurnya itu adalah Amirul Mukminin sebab pakaiannya terlalu simpel dan merakyat. Ia menjawab, “Maaf, Tuan, domba-domba ini bukan milikku! Aku tidak mampu menjualnya!”

Ternyata anak itu tidak tergiur bersama tingginya harga yang Umar tawarkan. Umar lagi membujuk, “Ia tidak bakal paham jikalau lebih dari satu dombanya saya membeli sebab domba-domba peliharaannya begitu banyak!”

Dengan cii-ciri kejujurannya itu, si penggembala cilik tidak bergeming. Ia berkata, “Tidak, ia bakal paham jikalau domba yang ia titipkan padaku menyusut jumlahnya!”

Umar tidak putus asa untuk tawarkan ide lain, “Katakan saja kepada majikanmu bahwa dombanya dimakan serigala!”

Sang penggembala cilik terdiam. Umar merasa bahwa kali ini ia berhasil meruntuhkan kejujuran sang penggembala cilik. Tiba-tiba anak itu berkata, “Mungkin majikanku tidak paham apa yang sesungguhnya berjalan terhadap domba-dombanya. Akan tetapi, Allah Maha tahu!” jawab penggembala cilik singkat.

Subhanallah, Umar begitu terharu menyaksikan kejujuran seorang anak kecil penggembala domba tersebut. Amirul Mukminin langsung menemui majikan anak itu dan membayar sejumlah duit untuk melepas penggembala jujur itu dari perbudakannya. Sang Amirul Mukminin pun melepasnya sebagai seorang hamba Allah yang merdeka.

Sumber : tutorialbahasainggris.co.id

Baca Juga :

Kisah Saudagar Perhiasan

Kisah Saudagar Perhiasan

Seorang tabiin bernama Yunus bin Ubaid adalah pedagang yang jujur. Ketika hendak menunaikan shalat berjamaah di masjid, ia menitipkan tokonya kepada saudaranya. Kemudian datanglah seorang Badui hendak membeli perhiasan di toko tersebut.

Ia melacak sebuah permata seharga 400 dirham. Saudara Yunus memperlihatkan batu permata yang harganya cuma 200 dirham. Orang Badui selanjutnya segera membelinya bersama harga 400 dirham tanpa menawar lagi.

Di sedang jalan, dia berpapasan bersama Yunus bin Ubaid. Yunus mengerti bahwa orang Badui selanjutnya baru berkunjung ke tokonya. Ia lantas bertanya barang apa yang sudah ia membeli dari tokonya. Orang Badui itu menjelaskan bahwa ia sudah membeli permata seharga 400 dirham sambil memperlihatkan permata seharga 200 dirham tadi.

Mengetahui perihal itu, Yunus berkata, “Maaf, harga sebetulnya cuma 200 dirham. Mari ke toko saya agar saya mampu mengembalikan duwit selebihnya kepada Anda.”

Orang Badui itu menolak, “Biarlah, tidak perlu. Aku mulai bahagia dan untung bersama harga 400 dirham itu gara-gara di kampungku harga barang ini paling tidak mahal 500 dirham.”

Akan tetapi, saudagar Yunus tidak rela membolehkan orang Badui itu pergi. Ia pun mendesak orang Badui itu agar rela ke tokonya dan ia dapat mengembalikan berlebihan duwit tersebut. Akhirnya, orang Badui selanjutnya menerimanya.

Setelah orang Badui itu pergi, berkatalah Yunus kepada saudaranya, “Apakah anda tidak mulai malu dan risau kepada Allah atas perbuatanmu menjual barang tadi bersama harga dua kali lipat?”

“Tetapi dia sendiri yang rela membelinya bersama harga 400 dirham,” saudara Yunus mencoba membela diri bahwa dialah yang benar.

Yunus berkata, “Ya, tetapi di atas kami terpikul satu amanah untuk memperlakukan saudara kami layaknya memperlakukan terhadap diri kami sendiri.”

baca juga :