Mengenal apa itu Raudhatul Athfal disingkat RA?

Mengenal apa itu Raudhatul Athfal disingkat RA?

Jika anda mendengar istilah Raudathul Athfal atau yang biasa disingkat RA mungkin anda tidak merasa asing lagi dengan istilah tersebut. Akan namun tidak seluruh orang tau apa tersebut RA, lagipula jika penyebutannya Raudathul Athfal barangkali sebagian bakal bertanya-tanya tersebut apa ya. Nah Raudhatul Athfal tersebut seperti telah pernah saya jelaskan, adalahsalah satu unsur dari PAUD. Jadi RA ini adalahsalah satu jenis edukasi formal untuk anak umur dini. Jenjang usia guna RA ini yakni 4-6 tahun sama laksana TK. Nah ada sejumlah ciri khas dari RA ini sendiri:

Jika anda tahu bahwa lembaga sah yang menaungi pendidikan tersebut pada lazimnya ada dua yakni Depdiknas dan Depag. Nah guna RA ini sendiri tidak dianungi oleh Depdiknas namun oleh Depag. Mengapa? Karena RA adalahpendikan guna anak umur dini yang mempunyai sifat islami, atau menekankan mengenai keagamaan.

Oleh sebab RA itu mempunyai sifat Islami maka otomatis anak-anak atau muridnya juga beragama Islam seluruh dengan jenjang umur yang telah dilafalkan di atas yakni 4-6 tahun.

Baju seragam anak-anak yang Sekolah di RA pun merupakn baju seragam yang islami, yakni bajunya panjang laksana baju muslim.

Pelajaran nya juga andai di RA lebih ditekankan untuk pelajaran keagamaan. Jadi di samping belajar mengenai pengetahuan umum di RA pun anak akan tidak sedikit mempelajari mengenai keagamaannya, Jadi RA ini berjuang menyeimbangkan antara latihan dunia dan akhirat.

Guru, guru di RA pun adalahguru-guru yang basik agamanya kuat. Ini disebabkan di samping pengetahuan umum yang mereka ajarkan mereka pun akan melatih tentang agama, sekalipun pengetahuan umum sebisa barangkali harus dikaitkan dengan pengetahuan keagamaan. Selain tersebut tentu dari penampilan pun mereka mesti islami.

Nah, itulah diantaranya sejumlah ciri khas dari RA. Jika kamu ingin anak kamu lebih dalam pemahaman agamanya. Maka hendaknya kamu tanamkan urusan itu dari semenjak ia kecil, nah di antara tempat yang dapat menunjang kamu dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan tersebut ialah melalui RA.

Sumber : https://www.gra.co.nz/Redirect.aspx?destination=http%3A%2F%2Fwww.pelajaran.co.id

Pengertian Sistem Informasi Sumber Daya Manusia

Pengertian Sistem Informasi Sumber Daya Manusia

Pengertian Sistem Informasi Sumber Daya Manusia

Pengertian Sistem Informasi Sumber Daya Manusia

Definisi Sistem Informasi Sumber Daya Manusia (SISDM/HRIS)

Human Resources Information System (HRIS) adalah program aplikasi komputer yang mengorganisir tatakelola dan tatalaksana manajemen SDM di perusahaan guna mendukung proses pengambilan keputusan atau biasa disebut dengan Decision Support System dengan menyediakan berbagai informasi yang diperlukan.

Pengertian menurut wikipedia.com, yang dimaksud HRIS adalah sebuah bentuk interseksi/pertemuan antara bidang ilmu manajemen sumber daya manusia (MSDM) dan teknologi informasi. sistem ini menggabungkan MSDM sebagai suatu disiplin yang utamanya mengaplikasikan bidang teknologi informasi ke dalam aktivitas-aktivitas MSDM seperti dalam hal perencanaan, dan menyusun sistem pemrosesan data dalam serangkaian langkah-langkah yang terstandarisasi dan terangkum dalam aplikasi perencanaan sumber daya perusahaan/enterprise resource planning (ERP). Secara keseluruhan sistem ERP bertujuan mengintegrasikan informasi yang diperoleh dari aplikasi-aplikasi yang berbeda ke dalam satu sistem basisdata yang bersifat universal. Keterkaitan dari modul kalkulasi finansial dan modul MSDM melalui satu basisdata yang sama merupakan hal yang sangat penting yang membedakannya dengan bentuk aplikasi lain yang pernah dibuat sebelumnya, menjadikan aplikasi ini lebih fleksibel namun juga lebih kaku dengan aturan-aturannya.

Karakteristik informasi yang dipersiapakan dalam Sistem Informasi Sumberdaya Manusia adalah:

  1. Timely (tepat waktu)
  2. Accurate (akurat)
  3. Concise (ringkas)
  4. Relevant (relevan)
  5. Complete (lengkap)

Baca Juga :

Aku Adalah Juara

Aku Adalah Juara

Aku Adalah Juara

Aku Adalah Juara

Dalam hidup, setiap orang ingin menjadi sang juara. Bukan sekadar soal menjadi lebih unggul daripada orang lain, namun ini soal cara meraih tujuan yang hendak dicapai. Seorang juara selalu memiliki tujuan yang jelas.  Para juara tidak dibuat di arena. Arena hanya alat atau media untuk menjadi juara. Muhammad Ali, petinju paling berpengaruh di dunia pernah memberitahu resep menjadi juara. Ia berkata, bahwa para juara dibuat dari sesuatu yang ada di dalam diri mereka – sebuah hasrat, sebuah impian, sebuah visi. Mereka memiliki keterampilan dan kemauan, tetapi kemauanlah yang terbesar. Bukan hanya mengikuti pertandingan, karena akan percuma tanpa hasrat, impian, dan visi. Maka, tentukanlah tujuan hidupmu. Tentukanlah mimpi, cita-citamu dan gapailah. Terus jadikan setiap langkah hidup untuk mencapai tujuan itu.

Kita bisa belajar dari para atlet yang selalu berburu gelar juara yang berbekal semangat dan mental juara. Watak dan kepribadian atlet “sang juara” akan terlihat saat dia berjuang di medan laga. Seorang juara akan selalu memegang semangat ini: “Setiap hari, di dalam hidup, saya mau memberikan yang terbaik dari hidup saya.” Seorang juara tidak mencapai kemenangannya secara instan, melainkan melalui sebuah perjuangan dan kerja keras yang ia bentuk sejak jauh hari. Entah itu dalam bentuk belajar, menjaga pergaulan, dan menjaga doa lewat ibadah-ibadah rutin yang ia lakukan. Bahkan sering kali gelar juaranya sudah dibangun dari aktivitas-aktivitas positif yang justru terlihat tidak berhubungan dengan gelar juara yang ia raih.

Seorang juara, telah membangun gelar juaranya sedikit demi sedikit melalui apa yang telah ia lakukan dalam setiap detik yang dilaluinya dengan melakukan hal terbaik- Apapun itu. Karena seorang juara telah terbiasa melakukan hal sebaik mungkin, berhasil dalam hal-hal yang bahkan tampak remeh, justru dengan inilah menjadikannya memiliki mental pemenang yang percaya diri.

Pandanglah realitanya, lihatlah seorang yang telah berhasil menjadi juara. Mereka adalah orang-orang yang mampu bersinergi (berjamaah) dengan sesama, belajar lebih rajin, bekerja lebih keras, dan bersikap lebih baik daripada kebanyakan orang disekitarnya. Seorang juara berani berkorban dengan membayar harga kenyamanan untuk sebuah kerja keras yang membuahkan kemajuan. Tak mudah menjadi manusia istiqomah. Ini menandakan Ia mampu memanajemen hatinya, untuk senantiasa dalam keadaan yang baik. Rasulullah SAW bersabda “Ingatlah dalam tubuh manusia itu ada segumpal daging. Kalau segumpal daging itu baik, maka akan baiklah seluruh tubuhnya, tetapi bila rusak, niscaya akan rusak pula seluruh tubuhnya. Segumpal daging itu bernama hati” (HR. Bukhari – Muslim).

Ada sebuah kisah tentang Houtman Zainal Arif, Vice President Citibank. Dia mengawali kariernya sebagai seorang office boy. Houtman selalu melakukan hal di luar pekerjaannya, melebihi tugasnya yang hanya mengurusi kebersihan. Sebagai seorang office boy, ia belum piawai melakukan tugas menggandakan data saat itu. Namun, dia justru mengurusi fotokopi juga di tahun 1960-an. Dia mau belajar usai menuntaskan pekerjaannya. Alhasil, dia dipercaya untuk bertugas sebagai penanggung jawab fotokopi kantor.

Usai menuntaskan pekerjaannya, dia membantu pula proses administrasi, seperti mengerjakan proses stempel dan hal-hal administrasi lainnya. Sehingga pada satu kesempatan dia diangkat menjadi staf kantor hingga kemudian merintis karier sampai puncak sebagai vice president bank kelas dunia. Untuk mendapatkan apa yang kita tidak pernah miliki, maka kita harus melakukan apa yang tidak pernah kita lakukan.

Sumber : https://downloadapk.co.id/

Makin Berisi Semakin Merunduk

Makin Berisi Semakin Merunduk

Makin Berisi Semakin Merunduk

Makin Berisi Semakin Merunduk

(Andrie Wongso)

Pada zaman pemerintahan Khalifah Syaidina Umar bin Khatab, ada seorang panglima perang yang disegani lawan dan dicintai kawan. Panglima perang yang tak pernah kalah sepanjang karirnya memimpin tentara di medan perang. Beliau adalah Jenderal Khalid bin Walid.

Namanya harum, termahsyur dimana-mana. Semua orang memujinya. Kemanapun beliau pergi selalu disambut dengan teriakan penuh pujian. Ya! Bahkan beliau mendapat gelar langsung dari Rasulullah SAW yang menyebutnya sebagai Pedang Allah yang Terhunus (Saifullah Al-Maslul).

Dalam suatu peperangan beliau pernah mengalahkan pasukan tentara Byzantium dengan jumlah pasukan 240.000. Padahal pasukan muslim yang dipimpinnya saat itu hanya berjumlah 46.000 orang. Lawannya lebih banyak dari 5 kali lipatnya. Namun, dengan kejeliannya mengatur strategi, pertempuran itu bisa dimenangkan begitu mudah. Pasukan musuh lari terbirit-birit. Itulah Khalid bin Walid, beliau bahkan tak gentar sedikitpun menghadapi lawan yang jauh lebih banyak.

Ada satu kisah menarik dari Khalid bin Walid. Dia memang sangat sempurna di bidangnya; ahli siasat perang, mahir segala senjata, piawai dalam berkuda, dan karismatik di tengah prajuritnya. Dia juga tidak sombong dan lapang dada walaupun berada dalam puncak popularitas.

Pada suatu ketika, di saat beliau sedang berada di garis depan, memimpin peperangan, tiba-tiba datang seorang utusan dari Amirul mukminin -Syaidina Umar bin Khatab, yang mengantarkan sebuah surat. Di dalam surat tersebut tertulis pesan singkat, “Dengan ini saya nyatakan Jenderal Khalid bin Walid di pecat sebagai panglima perang. Segera menghadap!”

Menerima kabar tersebut, tentu saja sang jenderal sangat gusar hingga tak bisa tidur. Beliau terus-menerus memikirkan alasan pemecatannya. Kesalahan apa yang telah saya lakukan? Kira-kira begitulah yang berkecamuk di dalam pikiran beliau kala itu.

Sebagai prajurit yang baik, taat pada atasan, beliaupun segera bersiap menghadap Khalifah Umar Bin Khatab. Sebelum berangkat beliau menyerahkan komando perang kepada penggantinya.

Sesampai di depan Umar, beliau memberikan salam, “Assalamualaikum ya Amirul mukminin! Langsung saja! Saya menerima surat pemecatan. Apa betul saya di pecat?”

“Walaikumsalam warahmatullah! Betul Khalid!” Jawab Khalifah.

“Kalau masalah dipecat itu hak Anda sebagai pemimpin. Tapi, kalau boleh tahu, kesalahan saya apa?”

“Kamu tidak punya kesalahan.”

“Kalau tidak punya kesalahan kenapa saya dipecat? Apa saya tak mampu menjadi panglima?”

“Pada zaman ini kamu adalah panglima terbaik.”

“Lalu kenapa saya dipecat?” tanya Jenderal Khalid yang tak bisa menahan rasa penasarannya.

Dengan tenang Khalifah Umar menjawab, “Khalid, Anda itu jenderal terbaik, panglima perang terhebat. Ratusan peperangan telah Anda pimpin, dan tak pernah satu kalipun Anda kalah. Setiap hari Masyarakat dan prajurit selalu menyanjung Anda. Tak pernah saya mendengar orang menjelek-jelekkan Anda. Tapi, ingat Khalid, Anda juga adalah manusia biasa. Terlalu banyak orang yang memuji bukan tidak mungkin akan timbul rasa sombong dalam hatimu. Sedangkan Allah sangat membenci orang yang memiliki rasa sombong. Seberat debu rasa sombong di dalam hati maka neraka jahanamlah tempatmu. Karena itu, maafkan aku wahai saudaraku, untuk menjagamu terpaksa saat ini Anda saya pecat. Supaya Anda tahu, jangankan di hadapan Allah, di depan Umar saja Anda tak bisa berbuat apa-apa!”

Mendengar jawaban itu, Jenderal Khalid tertegun, bergetar, dan goyah. Dan dengan segenap kekuatan yang Ada beliau langsung mendekap Khalifah Umar. Sambil menangis beliu berbisik, “Terima kasih ya Khalifah. Engkau saudaraku!”

Bayangkan, jenderal mana yang berlaku mulia seperti itu? Mengucapkan terima kasih setelah dipecat. Padahal beliau tak berbuat kesalahan apapun. Adakah jenderal yang mampu berlaku mulia seperti itu saat ini?

Hebatnya lagi, setelah dipecat beliau kembali ke medan perang. Tapi, tidak lagi sebagai panglima. Beliau bertempur sebagai prajurit biasa, sebagai bawahan, dipimpin oleh mantan bawahannya kemarin.

Beberapa orang prajurit terheran-heran melihat mantan panglima yang gagah berani tersebut masih mau ikut ambil bagian dalam peperangan. Padahal sudah dipecat. Lalu, ada diantara mereka yang bertanya, “Ya Jenderal, mengapa Anda masih mau berperang? Padahal Anda sudah dipecat.”

Dengan tenang Khalid bin Walid menjawab, “Saya berperang bukan karena jabatan, popularitas, bukan juga karena Khalifah Umar. Saya berperang semata-mata karena mencari keridhaan Allah.”

Sebuah kisah yang sangat indah. Kita bisa mengambil banyak hikmah dari kisah ini. Betapa rendah hati Sahabat Nabi yang mulia ini. Beliau penuh kemuliaan, punya jabatan, populer, dan tak pernah berbuat kesalahan. Namun, ketika semua itu dicabut beliau sedikitpun tak terpengaruh. Beliau tetap berbuat yang terbaik. Karena memang tujuannya semata-mata hanya mencari keridhaan Allah SWT.

pepatah yang mengatakan “Jadilah seperti padi, semakin berisi semakin merunduk”.Ketika kita memiliki suatu kelebihan yang diberikan Allah, kita seringkali berbangga diri dengan kelebihan itu. kita merasa bahwa keberhasilan itu, merupakan usaha kita sendiri, atau bahkan kita merasa diri lebih hebat dari orang lain. Tapi apa yang ada dikehidupan nyata? kita memiliki bagian masing-masing dengan kelebihan dan kekurangannya. Allah telah menetapkan kehidupan di dunia ini dengan segala kadarnya yang terbaik.

Maka dari itu jika kita merasa diberikan kelebihan oleh Allah, hendaknya jangan terlalu berbangga hati atau pun terlalu gembira dengan kelebihan itu. Apalagi merasa lebih dari orang lain. Karena kelebihan kita hanyalah pemberian dari Allah. Coba kita bayangkan bagaimana jika bukan kita yang diberi kelebihan itu, misalnya kita diberi kelebihan dengan otak yang cerdas, kemudian kita merasa diri kita lebih pintar dari teman kita yang kurang cerdas. Bagaimana jika Allah menukarnya, kita yang menjadi orang yang kurang cerdas itu dan teman kita menjadi yang cerdas, apa yang akan kita lakukan?

Tapi, padi bukan lantas menyuruh kita, kalau sudah pintar, merunduk saja. Diam-diam, jangan sampai kelihatan orang. “Semakin berisi, semakin merunduk” Bukan! Ketahuilah, orang yang punya potensi, keahlian dan ilmu tetapi tidak dioptimalkan itu namanya “kufur nikmat” alias tidak bersyukur. Maka segera tuliskan ide dan gagasan Anda, sebarkan dan realisasikan. Hasilkan karya nyata dari tangan dan kaki Anda. Karena harusnya, orang-orang pintar dan penuh pengalaman inilah yang lantang bersuara, berbagi ilmunya pada sesama, bahkan menggerakkan peradaban ke arah yang lebih baik.

Nah, lain lagi saat potensi kita sudah melejit. Keahlian kita sudah dirasakan manfaatnya oleh banyak orang. Ilmu kitatelah menginspirasi dan mencerahkan orang di berbagai penjuru. Saat itulah pergunakan “ilmu padi”. Rendahkan hati, tundukkan ego.

Kita tidak berhak untuk berbangga diri atau merasa lebih dari orang lain, karena pada dasarnya kelebihan yang kita miliki hanyalah pemberian, titipan dari Allah SWT. Bisa saja suatu saat nanti ternyata Allah mentakdirkan kita kehilangan semua kelebihan kita, sehingga tidak memiliki lagi apa-apa yang dulu kita bangga-banggakan.

Demikian pula bagi yang merasa memiliki banyak kekurangan dalam hidupnya. Jangan pernah merasa rendah diri, karena sesungguhnya kehidupan yang kita miliki memang itu lah yang ditakdirkan Allah. Jadi jangan merasa bahwa level kita di bawah, sehingga kita menjadi minder. Asalkan kita selalu berusaha menjadi yang terbaik, maka urusan takdir adalah urusan Allah. Kita memang wajib berusaha, tapi jika usaha keras yang dilakukan belum membuat level kita naik, itu memang sudah kehendak Allah. Artinya itulah yang terbaik untuk kita. Allah Maha Tahu yang terbaik untuk hambaNya. Yang penting tugas kita adalah selalu berusaha dan berdoa dengan tulus dan ikhlas.

Semakin tinggi ilmu maka semakin rendah hati dan semakin kuat menerima ujian dan cobaan yang ada. “Semakin tinggi pohon maka semakin angin bertiup”. Walaupun ilmunya tinggi tetapi Iman dan jiwa tidak menyikapi dengan baik maka kita hanya akan di ombang-ambingkan angin.

Sumber : https://filehippo.co.id/

SMAN Babakan Madang 1 Cetak Prestasi

SMAN Babakan Madang 1 Cetak Prestasi

SMAN Babakan Madang 1 Cetak Prestasi

SMAN Babakan Madang 1 Cetak Prestasi

Siswa SMAN 1 Babakan Madang mencetak prestasi membang gakan

di tingkat Provinsi Jawa Barat.

Yaitu Syalsabila Vahira Irmawan atau yang akrab disapa Rara, siswi kelas XI IPA 3 SMAN 1 Babakan Madang, meraih juara pertama pada O2SN tingkat provinsi, cabang olahraga bulu tangkis tunggal putri.
Selain Rara, Muhammad Iqbal, siswa kelas X IPS 2 SMAN 1 Babakan Madang, juga meraih juara I pada cabang olahraga bulu tangkis tunggal putra.

Cabang bulu tangkis merupakan satu­satunya cabang olahraga

yang dipertandingkan yang menyumbangkan emas untuk Kabupaten Bogor.

Ditemui di sela kegiatan PPDB, Kepala SMAN 1 Babakan Madang, Elis Nurhayanti mengatakan bahwa keduanya melanjutkan prestasi kakak kelasnya, Tri Haryanto di O2SN 2015, yang bisa meraih juara O2SN tingkat nasional.

“Saya berharap Rara dan Iqbal dapat menjadi juara O2SN tingkat

nasional seperti Tri. Makanya saat ini mereka pun diberi kelonggaran waktu dari sekolah untuk terus berlatih dan mendapatkan pembinaan menuju pertandingan tingkat nasional,” beber Elis. Sementara, mengenai PPDB, Elis menambahkan, kuota SMAN 1 Babakan Madang tercapai sebanyak sembilan rombongan belajar (rombel) melalui jalur akademik.

 

Baca Juga :

Smavo Bagikan 3.000 Paket

Smavo Bagikan 3.000 Paket

Smavo Bagikan 3.000 Paket

Smavo Bagikan 3.000 Paket

SMAN 2 Cibinong yang dikenal dengan nama Smavo, membagikan 3.000 paket

makanan berbuka puasa bagi masyarakat di jalan sekitar jembatan layang Cibinong, kemarin (14/6).

Kepala SMAN 2 Cibinong Bambang Supriyadi mengatakan, kegiatan tersebut dinamakan Iftor, yaitu kegiatan kerohanian Islam dari anak-anak OSIS Smavo untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan para peserta didik. “Kegiatan ini kegiatan kedua anak-anak Rohis,” kata Bambang kepada Radar Bogor.

Kegiatan pertama, kata dia, yaitu berbentuk bazar, menjual berbagai barang murah

bagi masyarakat sekitar sekolah menjelang bulan Ramadan lalu. Setelah ini, mereka juga akan mengadakan kegiatan santunan anak yatim-piatu, kaum duafa dan janda tua sekitar sekolah sebagai puncak acara dan penutupan kegiatan sanlat Kamis mendatang.

Kata ketua MKKS SMA untuk Kabupaten Bogor itu, semua dana yang digunakan merupakan hasil dari usaha anak-anak, para donatur yang sudah bekerja sama dengan sekolah. “Dengan kegiatan ini, memang sudah ada anggarannya, sama dengan pendidikan karakter, di mana dengan kegiatan seperti ini, memberikan pemahaman bahwa sedekah itu dalam bulan Ramadan pahalanya berlipat ganda.

“Kegiatan pun didukung oleh orang tua, karena mereka membagikan bingkisan

makanan dari jam 4 sore hingga Magrib dan berbuka di jalan, tentu harus sepengetahuan orang tua masing-masing bahwa anak mereka ke mana saja, ngapain saja, dan buka puasa di mana,” ungkap Bambang.

Ia berharap, semua peserta didiknya tertanam jiwa saling berbagi, tidak hanya Ramadan, tapi setiap hari jika mereka mendapatkan rezeki. “Pendidikan karakternya semoga selaku tertanam dan menjadi sebuah budaya yang mereka lakukan tiap saat,” tutup Bambang.(ran/c)

 

Sumber :

https://www.pesawarankab.go.id/pages/sejarah-komputer/

Siswa Ummul Quro Juara KIR Provinsi

Siswa Ummul Quro Juara KIR Provinsi

Siswa Ummul Quro Juara KIR Provinsi

Siswa Ummul Quro Juara KIR Provinsi

Dua siswa Ummul Quro, Kurniawan Dwi Nov- anto dan M Taufik Azra Haro- main,

menjuarai lomba karya ilmiah remaja (KIR) tingkat provinsi. Mereka tak meny- angka bakal juara, meski masuk 10 besar KIR di UPI Bandung, beberapa hari lalu.

Keduanya aktif mengikuti ekstrakurikuler KIR di sekolah. Mereka memiliki kesamaan. Hingga akhrinya memutuskan menjadi satu tim dalam lomba KIR tersebut. Mendaftar dan mengumpulkan sebuah makalah berupa hard copy, selang beberapa hari mereka pun mendapatkan undangan yang bertuliskan lolos 10 besar se-Provinsi Jawa Barat dan Banten.

“Diumumkan kami masuk 10 besar dan berkesempatan presentasi

dengan peserta lainnya di Bandung,” jelas Kurniawan.

Dalam presentasi, mereka sempat gugup dan pesimis menang melawan sembilan kontestan lainnya yang berasal dari berbagai kota di Jawa Barat. Salah satunya dari Purwakarta. “Melihat presentasi mereka membuat kami pesimis, mereka bagus-bagus, kami saja melihatnya kagum, makanya tidak kepikiran menang,” ungkap pria kelahiran Jakarta, 9 November 2001 itu.

Tapi perasaan tersebut ternyata salah. Mereka justru meraih juara 1

mengalahkan semua kontestan dengan nilai yang baik. Di luar dari lomba, alasan mereka membuat brominplas, yaitu inovasi membran film antiluka berbasis zat aktif dari campuran eksrak bonggol nanas dan sebuk cangkang telur sebagai koagulan dan pembalut luka primer diungkap oleh Taufik.

Kata Taufik, waktu ia duduk di bangku SMP, ia pernah mem- buat obat luka tradisional yang simpel dari daun katuk. “Maka- nya pas ada lomba dan ingin mengikuti, saya langsung mengembangkan yang sudah saya buat waktu itu,” ucapnya.

Pria kelahiran Bogor, 14 November 2000 itu mengungkap- kan bahwa saat ini, sangat sering terjadi kecelakaan yang dialami pengendara diiringi dengan meningkatnya volume kendaraan.

“Makanya kami ingin mengembangkan ini, ingin menjadikan solusi mengobati luka primer dengan obat atau bahan yang alami,” tutupnya.

 

Sumber :

https://www.pesawarankab.go.id/pages/sejarah-perkembangan-teknologi/

Cara Meningkatkan Minat Belajar Anak

Cara Meningkatkan Minat Belajar Anak

Menumbuhkan dan menambah minat belajar anak bukan perkara yang sulit. Hanya diperlukan kesabaran dan ketekunan guna mewujudkannya. Bukan tidak barangkali seorang anak dengan minat belajar yang tinggi, bakal menjadi individu yang berhasil di lantas hari.

Dunia anak ialah dunia bermain. Sepertinya bakal sulit menyarankan anak guna belajar, tanpa mengetahui dunia mereka. Karenanya, orang tua butuh mengetahui teknik yang sangat tepat dalam menambah minat belajar anak.

Jika orang tua hendak mendapati putra putrinya mempunyai motivasi tinggi dan tidak malas-malasan dalam belajar, orang tua dapat mencoba kiat-kiat berikut:

Komunikasi yang Baik

Dalam mendidik anak, komunikasi dapat dilakukan dengan memanfaatkan intonasi bicara. Saat berkata pada anak, usahakan pakai intonasi yang berubah-ubah, cocok dengan apa yang hendak disampaikan. Jika terdapat sesuatu yang penting, berilah tidak banyak penekanan memakai nada tinggi, atau dengan tidak banyak memperkeras suara.

Biasanya anak mempunyai rasa hendak tahu yang besar. Tentu urusan tersebut akan membuatnya tidak sedikit bertanya. Orang tua atau guru mesti dapat menjawab segala pertanyaan anak dengan sabar.

Namun, betapa baiknya andai pendidik dapat mengarahkan anak untuk jawaban yang diinginkan. Jadi tidak saja berperan sebagai kunci jawaban. Ini dapat melatih keterampilan analisis, meningkatkan keterampilan berpikir, dan mengembangkan potensi anak secara maksimal.

Mengenalkan Hal Baru
seorang anak tentu mempunyai rasa hendak tahu yang besar. Mereka selalu hendak mencoba urusan baru, menggali tahu segala sesuatu yang unik minat mereka.

Hal tersebut dapat dimanfaatkan guna mengajarkannya pengalaman-pengalaman baru yang bermanfaat. Namun demikian perlu diacuhkan bahwa, proses pengenalan ini usahakan jangan dilaksanakan secara terburu-buru.

Suasana Belajar yang Menyenangkan

Menghadirkan keadaan belajar yang menyenangkan dapat dilakukan dengan mendekorasi ruang belajar. Berilah dekorasi yang menarik, contohnya dengan ornamen bertajuk tokoh kartun favorit, atau poster-poster unik bertajuk pelajaran. Tujuannya, supaya anak tidak cepat bosan, yang dapat membuatnya malas belajar.

Di samping itu, dapat juga dengan memakai media interaktif ketika mengajar. Misalnya, video dan perangkat peraga. Cara lainnya, yakni dengan lebih sering menyuruh anak belajar praktik, seperti menciptakan kerajinan, praktik berkebun, dan sebagainya.

Dengan belajar praktik, anak bakal menghadapi persoalan secara langsung dan berlatih menggali solusi dari masalah tersebut. Dengan begitu, diinginkan minat belajar anak pun akan meningkat.

Demikianlah sejumlah siasat yang dapat dilakukan untuk menambah minat belajar anak. Semoga bermanfaat, baik untuk orang tua maupun guru di sekolah.

Sumber : https://lista-directoare.helponline.ro/pelajaran.co.id

205 Tim Ramaikan Redconic SMANIC

205 Tim Ramaikan Redconic SMANIC

205 Tim Ramaikan Redconic SMANIC

205 Tim Ramaikan Redconic SMANIC

Ekskul PMR SMAN 1 Ciampea merayakan Hari Palang Merah Remaja (PMR)

, yang tahun ini memasuki ke 69. Sekolah ini menggelar kegiatan dengan tema energik dan kreatif dalam ikatan persaudaraan palang merah remaja, akhir pekan lalu.

Ketua Panitia Redconic SMAN 1 Ciampea, Agneta Deli Fiana mengatakan, peringatan hari PMR ke 69 dilakukan dengan berbagai lomba, yang masih terkait dengan PMR.

Peserta tidak hanya dari SMAN 1 Ciampea, ada pula dari sekolah lain di Kota dan Kabupaten Bogor. Lomba diperuntukkan bagi dua tingkat, Madya dan Wira. Total peserta dari SMA ada 26 sekolah, sedangkan dari SMP ada sembilan sekolah.

Dari jumlah tersebut, ada 205 grup atau tim. “Jumlah peserta melebihi target panitia.

Target awal 75 regu. Di luar ekspektasi ternyata peminatnya banyak,” ungkap Agneta Deli Fiana.

Jenis lomba, di antaranya lomba cerdas cermat, lomba ketangkasan pandu dan lomba ketangkasan P3K.

Kegiatan tersebut merupakan perdana yang dilakukan sekolah, sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi panitia. Agneta mengatakan, lomba bisa terlaksana setelah 18 tahun keberadaan ekskul PMR.

Karena perdana, Agneta mengakui banyak kekurangan, dan akan menjadi evaluasi

untuk Redconic di tahun mendatang.

Pembina PMR SMAN 1 Ciampea, M Sukarya Diharja mengaku bangga dengan terlaksananya kegiatan tersebut, apalagi menjadi kegiatan pertama selama ekskul PMR ada di sekolah,

“Kalo ada kekurangan wajar, karena pertama ada di sekolah kami. Tapi anak-anak sudah kompak dan sungguh-sungguh bisa berjalan,” terang M. Sukarya Diharja.

Tidak hanya berjalan lancar, terlihat juga loyalitas para siswa yang tergabung dalam PMR. Kegiatan ini diharapkan, kata Sukarya, mampu memperkuat tali silaturahmi antar PMR Wira dan Madya di Bogor. “Sebagai wadah dan ajang menyalurkan bakat dan prestasi siswa di bidang kepalangmerahan,” tambahnya.

Di lomba tersebut, juara umum tingkat Madya yakni SMPN 1 Leuwisadeng. Sedangkan juara umum tingkat Wira diraih SMAN 1 Leuwiliang.

 

Baca Juga :

Kembangkan Bakat Menulis Siswa, SMP Taruna Andigha Aktifkan Ekskul Jurnalistik

Kembangkan Bakat Menulis Siswa, SMP Taruna Andigha Aktifkan Ekskul Jurnalistik

Kembangkan Bakat Menulis Siswa, SMP Taruna Andigha Aktifkan Ekskul Jurnalistik

Kembangkan Bakat Menulis Siswa, SMP Taruna Andigha Aktifkan Ekskul Jurnalistik

SMP Taruna Andigha (TA) menambah jumlah dan jenis ekstra kulikuler (Ekskul)

untuk siswa. Salah satunya dengan membuka dan mengaktifkan ekskul jurnalistik.

Kepala SMP Taruna Andigha, Aldilah Rahman mengatakan, ekskul jurnalistik merupakan salah satu cara sekolah meningkatkan dan membangun kreativitas serta bakat anak di bidang menulis. Bagian dari sekolah untuk memotivasi anak lebih rajin membaca dan menulis.

“Motivasi anak untuk lebih rajin baca dan belajar menulis. Tingkatkan literasi siswa.

Banyak baca akan banyak ilmu pengetahuan yang didapatkan. Ga hanya dari guru,” terang Aldi Rahman di sela peresmian ekskul Jurnalistik, akhir pekan lalu. Mereka akan belajar menulis dengan berbagai hal.

“Di antaranya, cara menulis berita, cerita pendek (cerpen), puisi hingga artikel,”

terang pria yang disapa Pak Aldi ini. Sebagai tahap awal, yang bergabung dan diwajibkan masuk ekskul adalah anak-anak pengurus OSIS MPK. Lalu, siswa lain yang tertarik, memiliki minat dan bakat di bidang jurnalistik.

Rencananya akan ada pertemuan rutin tiap minggu untuk siswa yang bergabung di ekskul Jurnalistik. Tidak hanya belajar di dalam ruang kelas, pada waktu tertentu siswa juga akan diajak berkunjung ke berbagai media. Sehingga, mereka bisa melihat dan berbagi ilmu secara langsung.

Hal lain yang menjadi alasan ekskul jurnalistik dibuka, yaitu untuk membuka wawasan siswa lebih luas lagi. “Membaca adalah pintu gerbang melihat dunia. Jadi bisa menumbuhkan minat baca juga,” terang Aldi.

Bahkan melalui ekskul tersebut, anak-anak bisa juga belajar membuat laporan kegiatan, terutama bagi pengurus OSIS, MPK dan ekskul lainnya. (mer/c)

 

Sumber :

https://jeffmatsuda.com/