Hubungan Antara Agama Dan Negara

Hubungan Antara Agama Dan Negara

Hubungan Antara Agama Dan Negara

Hubungan Antara Agama Dan Negara

Indonesia adalah negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, tetapi indonesia bukanlah negara islam seperti Iran dan Pakistan, indonesia juga bukan seperti negara yang memisahkan agama dan negara (sekuler). Dengan pancasila Indonesia dapat menata kehidupan berbangsa yang plural dalam kebudayaannya.

Meskipun Indonesia bukan negara berdasarkan agama, tetapi sepertinya agama di Indonesia mendapat perhatian penting. Hal itu dapat dilihat ketika agama mendapat perhatian khusus oleh pemerintah berupa institusionalisasi sebagai bentuk bahwa Negara memberi perhatian lebih untuk agama yaitu dengan adanya departemen agama yang tugasnya mengatur segala urusan kehidupan beragama. Departemen agama mendapatkan anggaran tersendiri untuk urusan-urusan agama yang diaturnya. Meskipun pada masa orde baru departemen ini tidak mendapat anggaran yang mencukupi tetapi kini departemen agama sudah mendapat anggaran yang cukup dari pemerintah untuk mengatur urusan umat beragama yang ada di indonesia ini.

Dalam melaksanakan kebijakannya, Departemen Agama memiliki beberapa direktorat jendral sesuai dengan jenis tugas dan agama yang hidup dan berkembang di Indonesia. Sementara ini, ada dirjen pendidikan Islam, dirjen haji, dirjen pembinaan masyarakat Islam, dirjen pembinaan agama kristen Kantholik, dirjen pembinaan agama kristen protestan, dirjen pembinaan agama Hidndu, dirjen agama budha. Agama Kong Hu Cu, sementara masih berada di bawah Sekretaris Jendral Departemen Agama.

Jika dilihat dalam pendidikan formal yang ada di sekolah dapat terlihat bahwa hubungan agama yaitu islam dengan Negara seperti menyatu karena ada kewajiban untuk tiap sekolah negeri harus mengikutsertakan pelajaran agama islam disetiap kurikulumnya. Serta kantor-kantor pemerintah termasuk lembaga pendidikan, disediakan tempat ibadah. Setiap kantor pemerintah dilengkapi masjid, termasuk juga sekolah-sekolah pemerintah dan juga perguruan tinggi atau universitas.

Pelaksanaan ritual keagamaan pun ikut diurusi oleh Negara, contohnya pelaksanaan ibadah haji, pelaksanaan puasa bulan ramadhan sampai pada penetapan waktu bulan ramadhan pemerintah juga ikut ambil bagian dalam menentukannya. Selain itu juga symbol-simbol keagamaan sering terlihat dalam acara kenegaraan, seperti dalam pidato presiden dan alat kelengkapan negara yang selalu menyisipkan salam khas agama dan memuji tuhan. Serta terkadang ayat-ayat alqur’an pun  dijadikan referensi dalam berbagai pidato oleh para pejabat pemerintah. Demikian pula pada peringatan hari besar keagamaan semua agama dijadikan sebagai hari libur nasional.

Tidak dapat dipungkiri memang dalam beberapa hal ada sebagian kalangan yang menginginkan agar hukum islam dapat dijadikan sebagi dasar Negara Indonesia ini tetapi aspirasi itu sampai sekarang sulit untuk direalisasikan karena selain indonesia bukan Negara agama tetapi hal itu juga jelas-jelas bertentangan dengan adanya pancasila dan UUD 1945.

Melihat kenyataan yang ada dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ini dapat disimpulkan bahwa hubungan agama dan negara di Indonesia adalah baik-baik saja. Dari kalangan pemerintah itu sendiripun sudah tidak memandang sinis agama yang ada melainkan agama sudah dijadikan sebagai seperangkat pedoman untuk hidup dalam berbangsa tanpa meninggalkan dasar-dasar yang ada di pancasila serta isi dari bhineka tunggal ika yang telah menjadi nilai luhur bangsa Indonesia.

Baca Juga :