Startup Penyalur Tenaga Kerja Workmate Disuntik Rp73 Miliar

Startup Penyalur Tenaga Kerja Workmate Disuntik Rp73 Miliar

Startup Penyalur Tenaga Kerja Workmate Disuntik Rp73 Miliar

Startup Penyalur Tenaga Kerja Workmate Disuntik Rp73 Miliar

Perusahaan rintisan atau Startup asal Singapura, Workmate mendapatkan kucuran dana sebesar US$5,2 juta

atau sekitar Rp73 miliar. Saat ini, total dana yang telah dikumpulkan Workmate sebesar Rp104 miliar sejak diluncurkan pada 2016.

Investasi ini dipimpin oleh Atlas Ventures bersama Gobi Partners dan Beacon Venture Capital dari Kasikom Bank.

“Dana dari investor akan digunakan untuk meningkatkan investasi dalam penjualan,

memperbesar tim teknologi, dan memperluas bisnis ke kota-kota baru,” tulis Co-founder dan CEO Workmate, Mathew Ward dikutip dari keterangan rilis yang diterima .com, Selasa (12/11).

Workmate sendiri merupakan layanan tenaga kerja end-to-end dan on-demand yang menyediakan ratusan juta pekerja informal di Asia Tenggara.

Lihat juga:Ambisi Startup Lokal Ekspor Kepiting Nelayan Hingga Amerika

Ward menyoroti metode pencarian tenaga kerja di Asia Tenggara, termasuk Indonesia

, yang masih berkutat pada cara tradisional, seperti sosialisasi mulut-ke-mulut. Oleh karena itu, masih terdapat hambatan untuk mendapatkan pekerjaan yang konsisten dan dapat dipercaya.

Saat ini memang makin banyak lowongan pekerjaan informal khususnya di bidang jasa. Namun, layanan teknologi yang ada masih terlalu berfokus pada tenaga kerja formal (pekerja kerah putih) saja.

Lebih lanjut, Ward mengatakan di Indonesia sendiri, para pekerja Workmate tersebar di sejumlah perusahaan seperti Ismaya Group, Grab, NinjaVan, Kopi Kenangan, dan STOQO. Bahkan saat perhelatan Asian Games 2018 Jakarta-Palembang, Workmate mengirimkan lebih dari 1.000 pekerja.

 

Sumber :

https://zalala.co.id/