Tambahan Anggaran Dinkes Jember Bikin Anggota Komisi D Tercengang

Tambahan Anggaran Dinkes Jember Bikin Anggota Komisi D Tercengang

Tambahan Anggaran Dinkes Jember Bikin Anggota Komisi D Tercengang

Tambahan Anggaran Dinkes Jember Bikin Anggota Komisi D Tercengang

– Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, Jawa Timur, menganggarkan tambahan anggaran dalam program

kesehatan masyarakat sebesar Rp 31 miliar dalam APBD awal menjadi Rp 63 miliar dalam Perubahan APBD 2019.

“Ini mencengangkan saya. Tambahan Rp 30 miliar lebih dalam Perubahan APBD. Perubahan APBD sudah terlambat. Yang delapan sampai sembilan bulan butuh anggaran Rp 31 miliar, kenapa yang tiga bulan terahir melonjak menjadi ada tambahan Rp 30 miliar sekian lagi. Ini programnya seperti apa,” kata Wakil Ketua Komisi D Nur Hasan, dalam rapat dengar pendapat Komisi D dengan Dinas Kesehatan dan manajemen tiga rumah sakit daerah, di gedung DPRD Jember, Selasa (8/10/2019).

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Jember Dyah Kusworini membenarkan adanya

tambahan anggaran kegiatan promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. “Upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat meningkat dari Rp 12 miliar menjadi Rp 22 miliar untuk memenuhi honor kader. Karena awalnya Rp 12 miliar hanya cukup untuk tujuh bulan. Rp 22 miliar ini dihitung untuk kebutuhan satu tahun,” katanya.
Baca Juga:

Anggaran Rp 25 M Irigasi Tersier Dialihkan, Dewan: Kasihan Petani Jember

FPI Minta JFC Dihentikan, Begini Respon Wabup Jember
September, 161 Pilkades Serentak di Jember
NU: Jember Perlu Bupati Baru, Minimal yang Bisa Disarungi

Tambahan anggaran juga ada pada pos bantuan operasional kesehatan yang berasal dari dana alokasi khusus non fisik dari Rp 18 miliar menjadi Rp 40 miliar. “Itu sesuai hasil desk (rapat pembahasan kegiatan, red) terakhir di Jakarta. Sebenarnya dalam penjabaran sudah jadi Rp 40 miliar. Tapi ada beberapa kegiatan yang dimasukkan dalam penjabaran tidak sesuai hasil desk, sehingga puskesmas tak bisa mempertanggungjawabkan kegiatan yang dilaksanakan. Contohnya kegiatan di posyandu tidak muncul dalam penjabaran. Hasil desk dengan penjabaran yang diusulkan di awal belum sesuai. Tapi kegiatannya pada dasarnya sudah berjalan. Saat ini harus ada percepatan penyerapan (anggaran), karena kegiatannya sudah dilaksanakan,” kata Kusworini

 

Sumber :

https://www.disdikbud.lampungprov.go.id/projec2014/sejarah-pramuka/