Sikap bukanlah asset

Table of Contents

Sikap bukanlah asset

Sikap bukanlah asset

Sikap bukanlah asset

Sikap
“Sikap bukanlah asset yang menjadikan diri seseorang menjadi pemimpin besar, tetapi tanpa sikap yang baik seseorang tidak akan bisa mencapai potensi sepenuhnya” (Maxwell.1995:102). Setiap orang dalam pekerjaannya pernah mengalami saat-saat ketika perasaan menjadi tidak enak. Sikap seseorang tidak dapat menghentikan perasaannya, tetapi sikap bisa menjaga agar perasaan tidak menghentikan seseorang (Maxwell.1995:104). Sikap seorang pemimpin ditangkap oleh pengikutnya lebih cepat daripada tindakannya. Salah satu sikap yang baik bagi seorang pemimpin adalah bagaimana memiliki pandangan, pikiran dan sikap yang positif dalam menghadapi hidup ini. Sikap positif tidak hanya menentukan tingkat kecukupan diri sebagai seorang individu, melainkan berdampak pada bagaimana orang lain berinteraksi dengan dirinya. “Ketika otak dijarah dengan pemikiran negatif, kemungkinan seseorang untuk mendapatkan sukses jangka
panjang lenyap karena harapan dan semangat tidak ada, cepat atau lambat sikap akan menyeret diri ke bawah” (Maxwell.1995:105). Seorang pemimpin bisa mencapai tujuan kalau menetapkannya, dengan tidak mempedulikan apa yang dikatakan orang lain. Jika pemimpin mengatakan bisa berarti pasti bisa. Dengan pikiran dan sikap positif seorang pemimpin dapat lebih tangguh, lebih baik, dan lebih bekerja keras. Sebagai seorang pemimpin penting sekali memiliki sikap yang baik yang dapat dilihat oleh pengikutnya, karena hal itu dengan sendirinya akan menjadi daya tarik dari seorang pemimpin. Di dalam kebanyakan situasi pemimpin menarik orang-orang yang memiliki kualitas yang sama dengan dirinya. Orang-orang yang didapatkan oleh sang pemimpin bukanlah ditentukan oleh apa yang diinginkannya, melainkan oleh siapa pemimpin itu sendiri, itulah hukum daya tarik “siapa anda sesungguhnya menentukan siapa yang anda tarik” (Maxwell.2001:169).
Dari uraian di atas dapat dilihat bahwa sikap merupakan pilihan dalam hidup manusia dari hari ke hari. Penting bagi pemimpin untuk memiliki sikap positif karena dengan sikap yang demikian pemimpin akan menjadi lebih tangguh, lebih kuat, dan juga memiliki pikiran yang positif dalam menghadapi persoalan yang dihadapi dan penting untuk diingat bahwa pemimpin pasti mempengaruhi para bawahannya; dengan memiliki sikap yang baik maka pemimpin pun akan menarik orang-orang untuk bersikap baik, demikian pula sebaliknya. Jadi pemimpin secara tidak langsung pasti mempengaruhi bawahannya.

3 Kompetensi
“Adalah kemampuan seorang pemimpin untuk mengatakannya, merencanakannya, dan melakukannya dengan sedemikian rupa sehingga orang lain akan mengetahui bahwa pemimpin mengetahui caranya dan mengetahui bahwa orang lain ingin menjadi pengikutnya” (Maxwell.2001:47).
Ada beberapa cara untuk mengembangkan kompetensi :
a. Perlu ada atau tampil setiap hari
Maksudnya adalah orang yang berkompetensi tinggi tidak hanya muncul secara jasmani, tetapi datang dalam keadaan siap setiap hari bagaimanapun perasaannya, keadaan apapun yang hadapi, atau seberapa sulit pun tantangan yang diperkirakan akan timbul (Maxwell.2001:51).
b. Memperbaiki diri secara berkesinambungan
Semua orang yang berkompetensi tinggi terus mencari cara untuk terus belajar, bertumbuh, serta memperbaiki diri (Maxwell.2001:51).
c. Tindak-lanjutilah dengan sempurna
Hal ini perlu bagi seorang pemimpin karena pemimpin akan cenderung dituntut oleh bawahannya lebih banyak lagi dari yang sebelumnya (Maxwell.2001:52).
d. Mencapai sesuatu lebih dari yang diharapkan
Orang yang berkompetensi tinggi selalu menempuh jarak ekstra. Pemimpin perlu untuk melakukan tugasnya serta lebih banyak lagi, hari demi hari (Maxwell.2001:52).
e. Memberi inspirasi kepada orang lain.
Para pemimpin berkompetensi tinggi melakukan lebih dari sekedar berprestasi tinggi. pemimpin menginspirasikan serta memotivasi orang untuk melakukan hal yang sama. Pemimpin yang efektif memadukan ketrampilan dengan kompetensi yang tinggi untuk membawa organisasinya ke tingkat kesempurnaan (Maxwell.2001:53).
Dari uraian di atas dapat dilihat bahwa kompetensi perlu dimiliki oleh setiap pemimpin dimana kompetensi merupakan kemampuan pemimpin yang lebih dari sekedar kata-kata tetapi juga kemampuan untuk merencanakannya dan melakukannya sehingga pemimpin memperoleh kepercayaan dari pengikutnya.

Sumber : https://usgsprojects.org/