Atap Sekolah Ambruk, 28 Murid Luka-luka dan 2 Meninggal Dunia di Bekasi, DPR: Pemda Harus Usut Kejadian Ini

Atap Sekolah Ambruk, 28 Murid Luka-luka dan 2 Meninggal Dunia di Bekasi, DPR: Pemda Harus Usut Kejadian Ini

Atap Sekolah Ambruk, 28 Murid Luka-luka dan 2 Meninggal Dunia di Bekasi, DPR Pemda Harus Usut Kejadian Ini

Atap Sekolah Ambruk, 28 Murid Luka-luka dan 2 Meninggal Dunia di Bekasi, DPR Pemda Harus Usut Kejadian Ini

Atap ruang kelas SMAN 1 Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat

, ambruk di saat para murid sedang belajar. Akibat insiden ini, 22 murid mengalami luka-luka dan dua siswa dinyatakan meninggal dunia.

Menurut keterangan Camat Muara Gembong, Fahruroji, insiden terjadi sekitar pukul 08.25 WIB, saat murid sedang melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) di dalam kelas.

“Tadi kejadian pagi, saat lagi belajar. Ada dua kelas yang terdampak,” ujar Fahruroji, Selasa (28/2/2017).

Dua ruang sekolah yang berlokasi di jalan Pantai Laut Nomor 1, Desa Pantai Mekar,

Kecamatan Muara Gembong, t?ampak hancur berantakan. Atap yang terbuat dari genting dan ditopang rangka baja ringan ambruk ke lantai.

Menurut informasi yang diperoleh, gedung sekolah ini belum lama direnovasi, sekitar 2014. Belum diketahui, penyebab pasti atap gedung tersebut ambruk.

Terdata, ada sekitar 15 murid mengalami luka ringan. Meskipun begitu, tidak ada korban meninggal.? “Hanya korban luka ringan telah dirawat ke Puskesmas dan klinik terdekat? dan mereka sudah dibawa pulang ke rumah,” katanya.

Hingga saat ini, anggota Polsek Muaragembong, Polrestro Bekasi,

masih menyelidiki penyebab ambruknya atap roboh itu.

Terkait hal itu, Angota Komisi X DPR Dapil Jabar, Dadang Rusdiana mengaku prihatin dan meminta pemda Jabar segera mengusutnya.

“Kita prihatin sedalam-dalamnya atas musibah ini. Perlu ditelusuri lebih lanjut kenapa bisa terjadi seperti ini. Apalagi ada 28 orang siswa yg luka-luka. Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan tentunya harus segera melakukan investigasi atas kejadian ini,” ujarnya saat dimintai tanggapan GoNews.co di DPR RI.

“Kita berharap ke depan tidak terulang kembali,” pungkasnya.

 

Baca Juga :