Kurcaci dan Tukang Sepatu

Kurcaci dan Tukang Sepatu

Alkisah, ada seorang lelaki yang hidup sederhana bersama dengan istrinya. Meskipun demikian, lelaki itu tak pernah mengeluh. Ia sangat baik. Ia bahkan kerap membantu orang yang membutuhkannya.

Laki-laki itu bekerja sebagai pembuat sepatu. Setiap malam, ia membuat sepatu.

Paginya, ia menjual sepatu buatannya ke pasar.

Suatu hari, lelaki itu baru pulang saat hari sudah petang. Ia tampak kelelahan. Rupanya siang tadi, ia menolong orang yang membutuhkan bantuan. Hal tersebut membuat lelaki itu kelelahan.

“Aku harus membuat sepatu, agar besok bisa kujual,” ucap lelaki itu.

Malam pun tiba. Lelaki itu harus membuat sepatu untuk dijual. Namun, badannya yang sangat lelah, membuat ia mengantuk. Saat sedang membuat sepatu, lelaki itu pun tertidur.

Olala, tiba-tiba sekelompok kurcaci datang. Mereka tahu bahwa lelaki itu adalah orang yang sangat balk. Para kurcaci ingin menolong lelak Saat malam datang, lelaki itu. Mereka bekerja sama membuatkan sepatu untuk lelaki itu.

Pagi pun tiba. Saat lelaki itu bangun, ia sangat terkejut. Bagaimana tidak? Semua sepatunya sudah jadi. Bahkan, lebih bagus dari yang ia buat. Karena penasaran, ia bertanya kepada istrinya.

“Apakah kau yang menyelesaikan pekerjaanku?” tanya lelaki itu.

“Mana mungkin aku membuatnya. Kau tahu kan, aku tak bisa membuat sepatu,” jawab sang istri.

Lelaki itu pun mengabaikan rasa penasarannya.

Ia segera pergi ke pasar untuk menjual sepatunya. Karena sangat bagus, sepatu itu laku dengan harga yang mahal. Kejadian itu berlangsung setiap malam. Alhasil, kehidupan lelaki itu menjadi lebih baik.

Lama-kelamaan, rasa penasaran lelaki itu timbul kembali.

Ia kemudian mengajak istrinya untuk melihat siapa yang membuat sepatu.

Saat malam datang, lelaki itu dan istrinya pura-pura tidur. Namun, ketika tengah malam, mereka bangun. Betapa terkejutnya mereka saat melihat sekelompok kurcaci membuat sepatu. Tapi, mereka tak mau mengejutkan kurcaci-kurcaci itu. Mereka pun melanjutkan tidur.

Esok harinya, lelaki itu ingin mengucapkan terima kasih kepada kurcaci. Tapi, tak mungkin ia langsung mengucapkannya kepada kurcaci.

“Istriku, bagaimana jika kita buatkan mereka baju? Bukankah mereka tidak menggunakan baju?” usul lelaki itu kepada istrinya.

Istrinya pun setuju. Dengan senang hati, istri lelaki itu membuat baju untuk para kurcaci. Setelah baju itu jadi, lelaki itu meletakkannya di tempat biasa kurcaci bekerja.

Saat malam datang, para kurcaci kaget. Di tempat mereka bekerja, sudah ada baju yang sangat bagus Ternyata para kurcaci menyukainya. Mereka pun langsung memakai baju itu. Lelaki si pembuat sepatu sangat senang melihat para kurcaci menerima hadiahnya.

Sejak saat itu, para kurcaci tak lagi datang ke rumah lelaki si pembuat sepatu. Mungkin mereka sudah kembali ke hutan. Namun berkat para kurcaci itu, kehidupan lelaki si pembuat sepatu menjadi semakin baik.

Baca Juga :