Mahasiswa Norwegia Kunjungi Empat Kampus di Aceh

Mahasiswa Norwegia Kunjungi Empat Kampus di Aceh

Mahasiswa Norwegia Kunjungi Empat Kampus di Aceh

Mahasiswa Norwegia Kunjungi Empat Kampus di Aceh

Sebanyak 12 mahasiswa Inland Norway University of Applied Scinces (UAS) yang sedang melakukan praktek belajar lapangan (PBL) bersama mahasiswa Akper Ibnu Sina (AKIS) di Sabang akan mengunjungi empat perguruan tinggi di provinsi Aceh.

“Sekarang mahasiswa Norwegia itu sedang PBL di Gampong (desa) Batee Shoek, Sukajaya bersama mahasiswa AKIS Sabang dan PBL akan berlangsung selama tiga sepekan. Usai PBL nantinya ke-12 mahasiswa yang turut didampingi seorang dosen akan berkunjung ke Kampus Unsyiah, Poltekkes dan Universitas Muhammadiyah Aceh,” kata Dosen Akper Ibnu Sina di Sabang, Sabtu kemarin, 25 Februari 2017.

Menurutnya, selain mengunjugi empat kampus di Aceh tersebut, Mahasiswa Norwegia juga akan melakukan kunjungan ke Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA), Rumah Sakit Jiwa dan Rumah Sakit Meuraxa Banda Aceh.

Samarullah menjelaskan, ke-12 mahasiswa UAS tersebut berasal dari dua jurusan yakni

, sembilan mahasiswa keperawatan dan tiga mahasiswa perawat gigi PBL bersama di Gampong (desa) Batee Shoek, Sabang terhitung sejak tanggal 18 Februari sampai tiga pekan ke depan dan meraka melakukan pengumpulan data di antaranya kesehatan gigi pada anak-anak serta sampah.

“Semua data yang didapatkan dari masyarakat nantinya akan dijadikan rujukan untuk pembuatan karya ilmiah yang bisa dimanfaatkan untuk peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat dunia khususnya Sabang dan Aceh secara umum,” ujar Samarullah yang sedang mengambil S2 Master Public in Health di Inland Norway UAS itu.

Ia menyampaikan, dosen Inland Norway UAS Trolvik mengakui, mahasiswa Norwegia melakukan PBL ke Sabang, Aceh karena daerah kepulauan paling ujung barat Indonesia itu dianggap kawasan paling aman bahkan, penduduknya ramah dengan semua pendatang yang berkunjung ke daerah tersebut.

“Dosen Inland Norway UAS megakui rakyat Sabang dan Aceh sangat ramah

makanya banyak mahasiswa yang berminat untuk mendaftar PBL ke Sabang namun koutanya terbatas dan mereka pun harus berkompetisi untuk mendapatkan tempat di Sabang,” katanya lagi.

Menurutnya, Akper Ibnu Sina Sabang sudah menjalin kerja sama dengan universitas yang berkedudukan di Austrvegr “tanah di sebelah timur” Rusia itu pascatsunami menerjang Aceh 12 tahun silam dan kerja sama atau pertukaran mahasiswa tersebut terus belanjut sampai sekarang.

“UAS yang dulunya Hedmark University College (HUC) setiap tahun ada pertukaran

mahasiswa dengan AKIS dan PBL bersama sudah berlangsung sejak 10 tahun terakhir dan jumlah mahasiswa Norwegia PBL di Sabang sudah 96 orang dari berbagai jurusan,” sebutnya.

Lebih lanjut ia mengakui, mahasiswa UAS yang berkedudukan di Samudera Atlantik Utara dan Laut Barents semenanjung Skandinavia berbatasan dengan Swedia, Finlandia, dan Rusia itu hampir setiap tahun ada pertukaran mahasiswa dengan AKIS Sabang.

“Di akhir tahun nanti (2017) mahasiswa AKIS akan melakukan praktek ke Norwegia dan diharapkan mereka menjadi lulusan terbaik dan siap bersaing pada bidang pelayanan kesehatan di era globalisasi di masa yang akan datang,” harapnya.**(Antara)

 

Sumber :

http://slamet.blog.st3telkom.ac.id/sejarah-bendera-merah-putih/