Lima Cara Mengatasi Rasa Cemas

Lima Cara Mengatasi Rasa Cemas

Lima Cara Mengatasi Rasa Cemas

Lima Cara Mengatasi Rasa Cemas

Pernah merasa bahwa ada dua sisi dalam dirimu? Satu sisi yang keren, terbuka_dan sisi lain yang pemalu, gugup, dan nggak seberapa keren? Apakah dari luar kamu tampak percaya diri, tapi sebenarnya nggak yakin pada diri sendiri? Apakah kamu khawatir nggak bakal diterima di lingkunganmu kalau orang – orang tahu siapa kamu sebenarnya? Cobalah kiat – kiat di bawah ini untuk mengatasi rasa nggak yakin pada diri sendiri serta rasa cemas dalam dirimu.

Buat daftar kelebihanmu
Kamu mungkin bisa memasukkan hal – hal semacam,”Orang – orang tahu mereka bisa mengandalkanku,” atau “Aku adalah pendengar yang baik.” Kamu bisa juga memasukkan ketrampilan – ketrampilan khusus yang kamu punya, seperti gemar bikin lelucon, pandai menggambar, menyanyi, main sepak bola, atau bahkan kalau kamu adalah seorang murid yang baik.
Buat daftar kelemahanmu
Sifat – sifat apa saja yang menghalangi kebahagiaan atau keyakinanmu? Lupakan sejenak tentang penampilan. Pusatkan perhatian pada sifat – sifatmu yang perlu diubah, atau keahlian – keahlian yang perlu dikembangkan. Contoh: “Aku selalu menunda – nunda pekerjaan.” “Aku nggak selalu jujur tentang apa yang kurasakan.”
Pastikan kedua daftar yang kamu buat sama panjangnya
Kalau kamu menulis lima kelemahan, cari juga lima kelebihan dalam dirimu. Kalau merasa sulit menemukan kelebihanmu, minta masukan dari orang tua atau temanmu.
Tinjau ulang kelebihan – kelebihanmu
Bagaimana perasaanmu tentang kelebihan – kelebihan itu? Apakah dalam daftar yang kamu buat tercantum hal – hal yang sebelumnya nggak kamu anggap berarti? Kalau ya, sekarang juga beri dirimu pujian. Kemudian, pikirkan cara supaya kamu bisa lebih banyak memanfaatkan kelebihan – kelebihanmu. Tulis gagasan – gagasan yang muncul supaya nanti bisa diolah menjadi tujuan yang hendak kamu capai.
Tinjau ulang kelemahanmu
Pisahkan mana kelemahan yang masih bisa kamu toleransi sampai saat ini, dan mana yang harus dihadapi sekarang juga. Jangan langsung mengatasi semuanya. Sebaliknya, pilih satu kelemahan dan susun rencana untuk menghadapinya. Contoh, kalau kamu ingin membuang kebiasaan menunda – nunda pekerjaan sampai saat – saat terakhir, cari cara untuk lebih terorganisasi dalam menghadapi tenggat waktu. Mungkin kamu bisa memecahkan tugas jangka panjang jadi bagian – bagian lebih kecil. Dengan begitu, besar kemungkinan buatmu untuk bergerak dengan pasti menuju tujuan akhir. Ketika sukses menyelesaikan sebuah tugas, kamu akan merasa lebih memotivasi untuk memulai tugas berikutnya tanpa menunda – nunda lagi. Dalam waktu singkat,”Aku bisa hidup dengan teratur” mungkin bisa menjadi salah satu kelebihanmu.