Kisah Penggembala Domba

Table of Contents

Kisah Penggembala Domba

Amirul Mukminin Umar bin Khaththab r.a mendengar tersedia seorang penggembala cilik yang jujur. Beliau pun tertarik untuk membuktikan kejujuran anak itu.

Suatu hari Amirul Mukminin menjumpainya saat penggembala berikut tengah menggiring domba-dombanya. Umar langsung menegurnya, “Hai anak kecil! Kamu menggembalakan dombamu bersama terlalu baik. Aku menginginkan belanja lebih dari satu dari domba-dombamu yang sehat ini bersama harga dua kali lipat!”

Sang anak tidak paham bahwa yang menegurnya itu adalah Amirul Mukminin sebab pakaiannya terlalu simpel dan merakyat. Ia menjawab, “Maaf, Tuan, domba-domba ini bukan milikku! Aku tidak mampu menjualnya!”

Ternyata anak itu tidak tergiur bersama tingginya harga yang Umar tawarkan. Umar lagi membujuk, “Ia tidak bakal paham jikalau lebih dari satu dombanya saya membeli sebab domba-domba peliharaannya begitu banyak!”

Dengan cii-ciri kejujurannya itu, si penggembala cilik tidak bergeming. Ia berkata, “Tidak, ia bakal paham jikalau domba yang ia titipkan padaku menyusut jumlahnya!”

Umar tidak putus asa untuk tawarkan ide lain, “Katakan saja kepada majikanmu bahwa dombanya dimakan serigala!”

Sang penggembala cilik terdiam. Umar merasa bahwa kali ini ia berhasil meruntuhkan kejujuran sang penggembala cilik. Tiba-tiba anak itu berkata, “Mungkin majikanku tidak paham apa yang sesungguhnya berjalan terhadap domba-dombanya. Akan tetapi, Allah Maha tahu!” jawab penggembala cilik singkat.

Subhanallah, Umar begitu terharu menyaksikan kejujuran seorang anak kecil penggembala domba tersebut. Amirul Mukminin langsung menemui majikan anak itu dan membayar sejumlah duit untuk melepas penggembala jujur itu dari perbudakannya. Sang Amirul Mukminin pun melepasnya sebagai seorang hamba Allah yang merdeka.

Sumber : tutorialbahasainggris.co.id

Baca Juga :