Tangkal Radikalisme, Pemerintah Berdayakan Asosiasi Masjid Kampus

Tangkal Radikalisme, Pemerintah Berdayakan Asosiasi Masjid Kampus

Tangkal Radikalisme, Pemerintah Berdayakan Asosiasi Masjid Kampus

Tangkal Radikalisme, Pemerintah Berdayakan Asosiasi Masjid Kampus

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan,

pemerintah melakukan berbagai upaya untuk mencegah masuknya paham radikal dan intoleran ke lingkungan kampus. Salah satunya adalah dengan meminta pimpinan perguruan tinggi (PT) memberikan pengawasan kepada masjid yang berada di lingkungan kampus.
Nasir juga berharap kepengurusan masjid kampus berasal dari pihak kampus dan tidak oleh pihak luar kampus agar tidak disisipi paham-paham radikal dan intoleran.

“Keberadaan Asosiasi Masjid Kampus Indonesia (AMKI) ini sangat penting bagi penguatan pengelolaan masjid di PT. Dengan adanya asosiasi ini, masjid-masjid kampus dapat bersinergi. Masjid kampus juga dapat melakukan inovasi seperti membuat sistem informasi jadwal pengajian, siapa yang menjadi penceramah,” ujar Nasir usai kegiatan workshop nasional AMKI bersama Wakil Presiden RI Jusuf Kalla yang bertemakan “Penguatan Fungsi Masjid Kampus dalam Pembangunan Karakter Mahasiswa” di Gedung Kemristekdikti, Jakarta, Sabtu (10/11).

Nasir menuturkan, pengawasan terhadap masjid kampus bertujuan agar pimpinan PT mengetahui

segala jenis kegiatan yang ada di kampus. Ia mencontohkan, dulu di Universitas Gadjah Mada (UGM), seluruh kegiatan masjid kampus berada di bawah kendali orang luar kampus. Namun kini sudah bisa diambil alih setelah muncul organisasi AMKI yang disertai dorongan dari pemerintah.

“Tujuannya apa, supaya kegiatannya bisa dikontrol dengan baik oleh rektor. Asosiasi ini (AKMI, red) memiliki fungsi penguatan terhadap kampus dengan masjid untuk bersinergi,” terangnya.

Meski begitu, Nasir menuturkan, Kemristekdikti hanya memberi arahan dan imbauan. Sedangkan terkait dengan regulasi, pemerintah menyerahkan kembali kepada pimpinan PT masing-masing sehingga semua kegiatan dikoordinasikan dengan rektor.

Selain itu, Nasir juga meminta para pengurus masjid kampus untuk saling berkoordinasi dan berkolaborasi.

Menurutnya, masjid dengan pengelolaan yang baik dapat menjadi contoh bagi masjid kampus lainnya.

“Jangan jadikan masjid itu sebagi pusat radikalisme, tapi pusat peradaban, ilmu pengetahuan, dan pengembangan kesehatan, teknologi, dan ekonomi yang bisa memajukan bangsa. Semua biar berkembang dalam peradaban Islam, pengetahuan yang bisa diimplentasikan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Nasir

 

Sumber :

https://vidmate.co.id/