Guru Harus Dilatih agar Paham Konsep Pembelajaran HOTS

Guru Harus Dilatih agar Paham Konsep Pembelajaran HOTS

Guru Harus Dilatih agar Paham Konsep Pembelajaran HOTS

Guru Harus Dilatih agar Paham Konsep Pembelajaran HOTS

Seiring perkembangan teknologi, sistem pembelajaran di kelas tidak hanya menghafal materi,

tetapi anak harus memahami masalah dengan berpikir kritis. Bahkan Kementerian Pendidikan Kebudayaan (Kemdikbud) mengimbau para guru untuk terus mengembangkan belajar di sekolah dengan skema higher order thingking skills (HOTS)

Rektor Univeritas Terbuka (UT) Ojat Darojat mengatakan, model berpikir kritis atau HOTS ini tidak dapat langsung dimiliki siswa. Semua harus dimulai dari guru. “Untuk itu, guru harus dilatih bagaimana cara mendidik siswa,” kata dia, Sabtu (10/11).

Menurut Ojat, saat ini berpikir kritis di kalangan guru masih minim. Untuk itu, diperlukan pembinaan yang mengarahkan cara berpikir guru. “HOTS yang dimaksud bukan sekedar tingkat kesulitan soal, tetapi, bagaimana siswa memahami materi yang disampaikan,” kata dia.

Guru kata dia, bukan hanya menguasai materi kurikulum, tetapi harus memahami bagaimana

cara membangun anak agar berpikir kritis. “Yang sangat penting bukan hanya hafalan, tetapi memahami. Ini tentu harus ada pembinaan bagi para guru,” kata Guru Besar bidang Kurikulum UT ini.

Ojat menambahkan, UT sejak awal mendesain kurikulum pembelajaran mengarah pada model berpikir kritis. Pengembangan model tersebut, dapat menghasilkan anak-anak berpikir kritis, keterampilan berkomunikasi yang baik, berkolaborasi, berpikir kreatif, dan percaya diri.

Secara terpisah, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan(Mendikbud) Muhadjir Effendy

mengatakan, untuk menyiapkan siswa berpikir kritis, pemerintah melakukan evaluasi kurikulum setiap semester. Pemerintah juga mendapat masukan dari lapangan yang dijadikan patokan untuk membenahi diri. “Sistem evaluasi semakin disederhanakan dari perubahan perencanaan belajar menjadi rencana pembelajaran di sekolah,” kata dia.

Dijelasksan dia, sistem pembinaan kepada guru ini menjadi bagian dari tahap evaluasi. Pasalnya, kurikulum apa pun yang digunakan saat ini hanya masalah nama. Tetapi fokus utama adalah guru. Untuk itu, Kemdikbud berupaya melakukan penguatan pada guru melalui berbagai kebijakan.

Muhadjir mengajak para guru untuk memperkuat perilaku siswa dengan komponen berpikir kritis, bersikap, dan bertindak. “Ajak siswa untuk berpikir kreatif dan kritis membangun kerja sama atau kolaborasi. Mohon guru jangan berikan pendidikan yang tidak kreatif, harus memberikan yang terbaik pada anak,” kata mantan rektor Univeritas Muhammadiyah Malang (UMM) ini.

 

Sumber :

https://daftarpaket.co.id/