Pokok-Pokok Pembahasan Psikologi Pendidikan

Pokok-Pokok Pembahasan Psikologi Pendidikan

Pokok-Pokok Pembahasan Psikologi Pendidikan
Psikologi pendidikan adalah pengetahuan pengetahuan yang memperlajari tingkah laku yang berjalan di dalam proses pendidikan. Pengertian perihal psikologi pendidikan akan lebih konkret, jikalau kita mengkaji perihal hal-hal apa saja yang dipelajari di dalam psikologi pendidikan. Tiap-tiap buku yang mengkaji perihal psikologi berisikan pokok-pokok sajian yang berbeda-beda, namun inti mengisi penyajiannya tidak jauh berbeda.

Sejauh pengamatan penulis terhadap berbagai buku psikologi pendidikan, bahwa psikologi pendidikan meliputi pokok-pokok pembahasan sebagai berikut;
Pengetahuan perihal “psikologi pendidikan”
Pentingnya psikologi pendidikan
Hereditas
Lingkungan fisiologis
Pertumbuhan dan perkembangan
Sifat dan hakikat kejiwaan manusia
Proses-proses tingkah laku
Hakikat dan area lingkup belajar
Faktor-faktor yang merubah belajar
Prinsip-prinsip dan teori-teori belajar
Pengukuran dan evaluasi hasil belajar
Tranfer belajar atau latihan
Teknik-teknik pengukuran dan evaluasi
Statistik dasar
Kesehatan mental
Pendidikan watak
Apabila psikologi pendidikan di dalam metodologi pengajaran modern
Dari sejumlah pokok pembahasan psikologi pendidikan yang dikemukakan di atas, ternyata perihal belajar menjadi sentral pembahasan di dalam psikologi pendidikan. Hal ini disebabkan, gara-gara belajar mengajar merupakan perilaku inti di dalam proses pendidikan di mana anak didik dan pendidik berinteraksi. Interaksi belajar mengajar ditunjang oleh sebagian faktor lain di dalam pendidikan, pada lain; obyek pendidikan, pendidik, anak didik, alat dan layanan pendidikan, metode mengajar, materi pelajaran, dan lingkungan. Psikologi pendidikan mengusahakan untuk mewujudkan tindakan psikologis yang pas di di dalam hubungan antar tiap tiap faktor pendidikan itu.

Inti masalah psikologis di dalam proses pendidikan adalah terdapat terhadap anak didik, gara-gara pendidikan terhadap hakikatnya adalah pelayanan bagi anak didik. Agar pelayanan itu mengubah tingkah laku anak didik ke arah perkembangan khusus yang optimal, maka pelayanan itu hendaknya sesuai dengan cii-ciri dan hakikat anak didik. Hal ini merupakan inti pembahasan berasal dari psikologi pendidikan. teks eksplanasi

Demikianlah ulasan perihal Pokok-Pokok Pembahasan Psikologi Pendidikan, yang terhadap kesempatan ini sanggup dibahas dengan lancar. Untuk tidak cukup lebihnya mohon maaf dan semoga berfungsi bagi para pengunjung dan pembaca. Cukup sekian dan sampai jumpa!

Baca Juga :

Pola Interaksi Manusia yang Mempengaruhi Ekosistem

Pola Interaksi Manusia yang Mempengaruhi Ekosistem

Pola Interaksi Manusia yang Mempengaruhi Ekosistem
Keanekaragaman jenis hewan & tumbuhan, ternyata, terdapat beragam variasi pada hewan & tumbuhan yang terdiri dari ribuan jenis anggotanya.

1. Penyebab berkurangnya keanekaragaman makhluk hidup
Pada zaman sementara ini, keadaan alam beserta flora & fauna terlampau memprihatinkan, mereka terancam keberadaan dan juga kehidupannya, sebab lingkungan yang sudah jadi berubah.
Secara umum punah & terancam kepunahan flora & fauna ini disebabkan oleh 2 hal;
a. Disebabkan oleh bencana alam
sebuah bencana alam merupakan salah satu penyebab terjadinya kepunahan sebuah flora & fauna & juga bisa menyebabkan kerusakan lingkungan. Misalnya; gunung yang melutus, kemudian mengeluarkan lahar yang bisa memicu punahnya makhluk hidup yang bertempat tinggal/makhluk hidup yang beradaptasi di lingkungan lebih kurang gunung. Selain itu juga bisa disebabkan sebab flora & fauna yang hidup di lingkungan gunung, tidak bisa beradaptasi bersama lingkungan yang sudah berubah yang disebabkan meletusnya gunung.

b. Disebabkan oleh tingkah manusia
Ada beragam macam langkah yang di melakukan manusia, memang manusia tidak berfikir kedepannya, yang manusia pikir semata-mata keuntungan teristimewa tanpa mengayalkan efek yang bakal di terima, & manusia tidak menyadari bahwa perbuatannya itu untuk menyebabkan kerusakan suatu lingkungan yang ditempati flora & fauna yang ada di Indonesia.
Penebangan hutan secara liar, penangkapan ikan, & perburuan hewan secara konsisten menerus hanya bakal mendatangkan keuntungan yang sebentar bagi manusia, hal ini disebabkan sebab pemakaian tumbuhan & hewan secara berlebihan didalam sementara singkat bisa memicu jenis-jenis itu tidak bakal bisa berkembangbiak untuk menggantikan yang sudah mati. Hal itu disebabkan jumlahnya dari th. ke th. bakal jadi berkurang, & pada akhirnya bakal punah.
Penangkapan udang & ikan secara liar bersama pakai bahan peledak, bahan kimia, maupun listrik, & pukat harimau. Perbuatan manusia ini terlampau tidak bijaksana, memang kita wajib pakai alam & makhluk hidup lainnya untuk kebutuhan saja & tidak berlebihan didalam mengambilnya. Cara-cara yang dikerjakan di atas terlampau merugikan manusia itu sendiri, sebab hewan dewasa, kecil, & telurnya pun juga bakal ikut mati.
Perburuan & penangkapan jenis hewan tertentu secara terus-menerus bakal memicu kepunahan. Oleh sebab itu pemerintah merawat sebagian hewan yang jumlahnya di alam jadi berkurang, & sudah dibuatkan Undang-undang untuk hewan yang nyaris punah.
2. Usaha pelestarian keanekaragaman makhluk hidup
Hal ini terlampau mutlak dikerjakan oleh setiap manusia, sehingga keanekaragaman makhluk hidup bisa konsisten berlanjut & bisa memberi fungsi bagi manusia yang membutuhkannya.
Berikut ini sebagian usaha yang bisa dikerjakan oleh manusia untuk mencegah terjadinya kepunahan kepada makhluk hidup;
Sistem tebang pilih, bersama pilih tanaman yang terlampau sudah waktunya untuk di tebang, hal ini tidak bakal pengaruhi ekosistem
Penangkapan musiman dikerjakan pada sementara populasi hewan paling banyak & tidak pada sementara keadaan yang bisa memicu kepunahan
Peremajaan tanaman, hal ini wajib dikerjakan untuk menjaga & tingkatkan hasil bersama buat persiapan tanaman pengganti
Membudidayakan hewan yang sudah langka keberadaannya bersama memicu penangkaran & kultur jaringan
Pembuatan & perbaikan pengaturan spesimen tumbuhan & hewan guna mempermudah proses informasi.

Demikianlah ulasan tentang Pola Interaksi Manusia Yang Mempengaruhi Ekosistem, yang pada kesempatan kali ini bisa di bahas bersama lancar. Semoga ulasan di atas bisa berfaedah bagi kita seluruh & kiranya memadai sekian, tidak cukup lebihnya mohon maaf. Terima kasih atas kunjungannya & hingga jumpa!!!

Baca Juga :

Jadikan Museum Ruang Belajar Dan Perenungan Generasi Muda

Jadikan Museum Ruang Belajar Dan Perenungan Generasi Muda

Jadikan Museum Ruang Belajar Dan Perenungan Generasi Muda

Jadikan Museum Ruang Belajar Dan Perenungan Generasi Muda

Museum Nasional Indonesia bekerja sama dengan Dapoerdongeng dan Teater

Koma kembali menggelar pentas dongeng sejarah bertajuk AkhirPekan@MuseumNasional Season 6.

Lakon Mangan Ora Mangan, Gempur! mengangkat sejarah dramatis periode tahun 1628-1629 saat Sultan Agung mengerahkan 250 ribu prajuritnya untuk menghancurkan Benteng Batavia yang dipimpin Gubernur Jenderal Jan Pieterszoon Coen.

Direktur Museum Nasional Indonesia Siswanto menjelaskan, tema-tema dari lakon AkhirPekan

@MuseumNasional bertujuan untuk mendukung pendidikan karakter bangsa.

“Di tengah-tengah upaya segelintir pihak mengancam keutuhan NKRI,, museum bisa menjadi ruang yang baik bagi anak-anak dan keluarga untuk belajar sekaligus merenungkan hal-hal yang menjadi kekuatan kita,” tuturnya di Museum Nasional, Jakarta Pusat, Minggu (29/4).

Menurut Siswanto, sebanyak 140 ribu lebih artefak koleksi Museum Nasional

yang berasal dari zaman pra sejarah menjadi bukti kebhinnekaan dan keterbukaan bangsa Indonesia.

 

Baca Juga :

Ustadz Somad: UISU Lahirkan Pemimpin Beriman

Ustadz Somad: UISU Lahirkan Pemimpin Beriman

Ustadz Somad UISU Lahirkan Pemimpin Beriman

Ustadz Somad UISU Lahirkan Pemimpin Beriman

Ustadz Abdul Somad, LC, MA menyatakan rasa optimisnya bahwa Universitas Islam

Sumatera Utara mampu melahirkan pemimpin muda masa depan yang beriman untuk bangsa dan negara Republik Indonesia.

Kalau mau mendapatkan generasi muda yang baik dan beriman, maka masukkanlah anak-anak kita kuliah ke UISU,” kata Ustazd Somad pada kegiatan tabligh akbar dalam rangka syukuran UISU memperoleh peringkat I Perguruan Tingkat Swasta di Kopertis wilayah I Sumatera Utara, Jumat (13/4), di kampus UISU Jalan SM Raja Medan.

Sekitar 5000 an jamaah yang terdiri dari mahasiswa, ibu-ibu pengajian dan masyarakat

dari berbagai daerah hadir dalam kegiatan itu. Sedangkan dari UISU hadir Rektor UISU, Prof. Dr. Mhd Asaad, Msi, Ketua Umum Yayasan Prof. Dr. Zainuddin, MPd, Ketua Pembina Raja Muda, Ketua Umum DPP IKA UISU, Musa Rajeksha, Selain itu juga hadir seluruh pimpinan Universitas, Lembaga, Fakultas dan Program Studi di lingkungan UISU.

Menurut Somad, berbicara Indonesia ke depan, maka negeri ini perlu menghadirkan kembali pemimpin berusia muda yang cerdas untuk membawa bangsa ini kepada kemajuan, menuju suatu peradaban gemilang, mengangkat citra, harkat dan martabat di mata dunia.

Indonesia perlu sosok pemimpin muda cerdas, religious dan visioner untuk menghantarkan

bangsa ini menjadi kuat dan bermartabat di mata dunia. Sosok pemimpin muda yang mampu membangkitkan semangat juang rakyatnya untuk membangun peradaban.

 

Sumber :

https://seotornado.net/faktor-faktor-yang-berpengaruh-pada-terjadinya-fotosintesis/

Sebelas SMK Lampung Kerjasama Penyelarasan Kurikulum Dengan Astra

Sebelas SMK Lampung Kerjasama Penyelarasan Kurikulum Dengan Astra

Sebelas SMK Lampung Kerjasama Penyelarasan Kurikulum Dengan Astra

Sebelas SMK Lampung Kerjasama Penyelarasan Kurikulum Dengan Astra

Sebanyak 11 SMK dari 11 kabupaten menandatangi kerjasama (MOU)

agar kurikulum selaras dengan kebutuhan industri yang diwakilkan PT Astra Daihatsu Motor.

Penandatanganan kerjasama upaya penyelarasan antara kurikulum SMK dengan kebutuhan industri di Hotel Emersia, Bandarlampung, Sabtu (20/10). Semua SMK yang MOU memiliki jurusan teknik kendaraan ringan (TKR).

Dalam acara tersebut, SMKN Marga Sekampung meraih hadiah undian doorprize

enginestand seharga Rp20 juta dari PT. Astra Daihatsu Motor).

Ada 87 kepala sekolah se-MOU usai para peserta menyimak sejumlah pemateri dalam Focus Group Discussion (FGD) Kesiapan SMK Dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0.

Mereka yang jadi pembicara adalah Sulistiyo Muti Cahyono dari Kemendikbud,

peneliti Saifudin, Balitbang Ridwan, Kasi SDM Bappeda Irma, Kadis Pendidikan Drs Sulpakar. MM, Kasi Informasi LPMP Zabidin, S.sos. M.pd, Kadis Perindustrian Toni L Tobing.

Jika tak berani keluar dari comfort zone (zona nyaman), generasi muda akan menjadi generasi idiot, kata Sulistiyo Muti Cahyono pada FGD Kesiapan SMK Dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0.

 

Sumber :

https://peacetaiwan.com/dampak-negatif-terjadinya-globalisasi-bagi-aspek-sosial/

Kunci Internet Sehat Diregulasi

Kunci Internet Sehat Diregulasi

Kunci Internet Sehat Diregulasi

Kunci Internet Sehat Diregulasi

Internet sehat seperti ekspektasi, harus ada regulasi yang tegas

mengaturnya karena tidak bisa mengandalkan orangtua atau keluarga saja.

Kuncinya ada diregulasi, regulasi sifatnya memaksa dan mendorong. Goal utamanya internet sehat,” jelas Pemerhati Perempuan dan Pendidikan Keluarga, Rizki Ika Sahana dalam diskusi publik bertemakan Internet Sehat Generasi Milenial di inisiasi Komunitas Media Online Indonesia (Komodo) di Pondok Dahar Mbah Beres, Bekasi Barat, Sabtu (15/12).

Menurutnya, orangtua ingin anak menggunakan internet secara positif atau sehat

. Padahal gelombang kerusakan sedang mengintai anak yang menggunakan internet secara negatif.

“Namun pada realitanya, belum dari kita semua memahami internet sehat. Baru sikap individual, belum komunal dan baru sekedar pilihan dan bukan sesuatu yang wajib. Sehingga mereka bebas gunakan mindset masing-masing,” tegas Rizki.

Sementara itu Pakar Jurnalistik Nasional, Sapto Waluyo menuturkan,

internet yang sehat pasti akan berdampak baik bagi manusia dan lingkungannya.

“Memang saat ini teknologi sudah berbeda dan canggih. Namun itu dapat pengaruhi sikap atau attitude seseorang dan tergantung diri sendiri dalam menggunakan internet,” pungkasnya.

 

Baca Juga :

Dimakan Usia, Gedung SMKN 1 Purwakarta Terancam Ambruk

Dimakan Usia, Gedung SMKN 1 Purwakarta Terancam Ambruk

Dimakan Usia, Gedung SMKN 1 Purwakarta Terancam Ambruk

Dimakan Usia, Gedung SMKN 1 Purwakarta Terancam Ambruk

Satu unit gedung di SMK Negeri 1 Purwakarta terpaksa dikosongkan karena kondisi bangunan

yang dikhawatirkan ambruk secara tiba tiba.

Kondisi bangunan dalam keadaan lapuk, dan diperparah karena musim hujan yang dikhawatirkan mempercepat ambruknya bangunan.

“Gedung itu sejak beberapa hari sudah dikosongkan, dan seluruh staf yang biasa menempatinya, diungsikan. Kami khawatir ambruk secera tiba-tiba,” ujar Adjat Sudrajat, Ketua Komite SMKN 1 Purwakarta, Rabu (12/12).

Menurutnya, bangunan tersebut dibangun tahun 1980-an, terletak di bagian depan SMKN 1 Purwakarta.

Namun hingga berusia puluhan tahun gedung tersebut belum pernah mendapatkan perbaikan dari pemerintah.

“Dulu (sebelum beralih kelola oleh Provinsi) Pemkab Purwakarta pernah menjanjikan memberikan bantuan untuk perbaikan, namun tak kunjung terealisasi,” kata Adjat.

Selama ini gedung reyot tersebut dipergunakan untuk pelayanan administrasi, sekretariat dan beberapa ruang Wakil Kepala Sekolah.

Adjat mengatakan, pihak sekolah telah berkoordinasi dengan Komite untuk berupaya mengatasi permasalahan tersebut.

“Gedung itu harus segera dipugar untuk kembali dibangun. Akan tetapi biaya

yang diperlukan cukup besar,” ucapnya.

Ia berharap pemerintah merespon atas usulan perbaikan yang telah disampaikan pihak sekolah. SMKN 1 Purwakarta, adalah SMK pertama (STM) di Kabupaten Purwakarta.

Sementara, Kepala SMKN 1 Purwakata, Dudi Setiadi, menyebutkan pihaknya telah melaporkan ke Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, dan Kemendiknas, sekaligus menyampaikan permohonan bantuan untuk perbaikan gedung yang tinggal menghitung hari akan ambruk itu.

Namun, lanjut Dudi, bantuan dari pemerintah belum tentu terpenuhi sesuai keperluan, disamping proses yang memakan waktu cukup lama. Sedangkan perbaikan gedung terasa mendesak unuk kelancaran belajar mengajar.

 

Sumber :

https://www.emailmeform.com/builder/form/c0jbsCdefue2OHhUvmiEl

Tawuran Pelajar, Pj. Walkot Cirebon Ingatkan Program Jabar Masagi

Tawuran Pelajar, Pj. Walkot Cirebon Ingatkan Program Jabar Masagi

Tawuran Pelajar, Pj. Walkot Cirebon Ingatkan Program Jabar Masagi

Tawuran Pelajar, Pj. Walkot Cirebon Ingatkan Program Jabar Masagi

Ribuan siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Kota Cirebon

dapatkan arahan dan bimbingan langsung dari Pj. Wali Kota Cirebon. Pasalnya, mereka terlibat tawuran pelajar pada Kamis (6/12) kemarin.

Ribuan siswa SMKN 1 duduk bersila, berkumpul di lapangan basket yang ada di sekolah tersebut. Sementara, Pj Walikota Cirebon Dedi Taufik, berdiri di depan, ditemani Kepala SMKN 1 Kota Cirebon, D. Kimono serta Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Jaja Sulaeman.

Tak ketinggalan, guru-guru yang ada di sekolah tersebut juga terlihat di lapangan basket tersebut. Diawali dengan yel-yel semangat pagi, Pj Wali Kota Cirebon Dedi Taufik, memuji semangat dari anak-anak SMKN 1 Kota Cirebon.

“Spirit dan semangatnya luar biasa. Mata-matanya pun menatap dengan penuh senyuman,

” ungkap Dedi.

Di hadapan ribuan anak-anak itu, Dedi pun memuji jiwa korsa yang dimiliki oleh mereka. Spirit tersebut, kata Ia, sesuai dengan jiwa anak-anak muda, setia dengan teman, serta memiliki jiwa korsa yang kuat.

“Ini yang harus kita tanamkan sejak muda,” kata Dedi.

Dalam kesempatan itu, Dedi meminta jiwa korsa yang ada dan rasa setia kawan

yang telah terbangun sejak muda hendaknya bisa disalurkan dengan baik.

“Bukan dengan cara yang negatif,” kata Dedi.

Apalagi dengan cara tawuran dengan sekolah lain. Karena tawuran hanya akan menimbulkan kerugian. Bukan hanya kerugian untuk orang lain dan lingkungan, tapi juga kerugian untuk diri sendiri

Karena itu, Dedi kembali meminta agar jiwa korsa dan semangat setia kawan lebih disalurkan untuk bersama-sama membangun cita-cita. Untuk masa depan yang lebih baik di masa yang akan datang. Karena mereka adalah tunas-tunas muda, generasi penerus bangsa.

“Apalagi saat ini kita sudah menerapkan Jabar Masagi,” ujarnya.

Yaitu generasi muda yang beriman, berilmu, berakhlak dan sehat. Jika masih ada yang memancing mereka untuk melakukan tawuran, Dedi meminta lebih baik dilaporkan kepada kepolisian.

Sementara itu Kepala SMKN 1 Kota Cirebon, D. Kimono menjelaskan, sebenarnya saat kejadian penyerangan kemarin, siswa di SMKN 1 Kota Cirebon tengah melakukan kegiatan Maulid Nabi.

“Tapi ke depannya akan terus kita evaluasi,” ungkap Kimono.

Diantaranya dengan membuat berbagai macam kegiatan yang mendidik. Sehingga, waktu anak-anak didik mereka akan tersita untuk berbagai macam kegiatan yang bermanfaat untuk menghindari terulangnya kembali tawuran tersebut.

Di saat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon Jaja Sulaeman, mengungkapkan untuk menghentikan persoalan tawuran ini harus dilakukan secara komprehensif.

“Awalnya mungkin hanya pancingan, lalu timbullah tawuran. Atas nama pembelaan diri dan atas nama sekolah,” ungkap Jaja.

Karena itu, menurut Jaja memang perlu dibuatkan jaringan antar siswa, misalnya antar ketua OSIS saling berkumpul, sehingga nantinya akan meningkatkan kebersamaan diantara siswa.

 

Sumber :

http://www.disdikbud.lampungprov.go.id/perencanaan/pengertian-ihsan.html

Pendidikan Nonformal Miliki Peran Penting Dalam Pembangunan Manusia Indonesia

Pendidikan Nonformal Miliki Peran Penting Dalam Pembangunan Manusia Indonesia

Pendidikan Nonformal Miliki Peran Penting Dalam Pembangunan Manusia Indonesia

Pendidikan Nonformal Miliki Peran Penting Dalam Pembangunan Manusia Indonesia

Pendidikan nonformal memiliki peran yang penting dalam pembangunan manusia Indonesia. Anggota anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Ferdiansyah mengatakan bahwa pendidikan nonformal adalah pendidikan alternatif yang saling melengkapi dengan pendidikan formal.

“Pendidikan nonformal ini merupakan pendidikan alternatif. Perannya juga penting, bukan hanya pengganti pendidikan formal. Peran pendidikan nonformal dalam mendukung program wajib belajar sangat terasa,” kata Ferdiansyah dalam acara Diskusi Kelompok Terpumpun Pendidikan Kesetaraan Solusi Dalam Memenuhi Standar Pelayanan Minimal, di Favehotel Cimanuk Garut Jawa Barat, Senin (10/12/2018).

Ditinjau dari beberapa aspek, pendidikan nonformal memiliki sejumlah kelebihan

seperti waktunya yang lebih fleksibel, bahan ajar yang bisa dikembangkan sesuai kebutuhan warga belajar, usia warga belajar tidak dibatasi, dan peserta yang heterogen. “Kelebihan-kelebihan ini harus ditonjolkan dan dijual oleh pengelola pendidikan nonformasi seperti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP),” tambah anggota Komisi X DPR tersebut.

Ferdiansyah juga mendorong PKBM untuk melengkapi fasilitas dan administrasinya agar terakreditasi. “Akreditasi Pendidikan Anak usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Nonformal ini penting. Akreditasi ini juga bermanfaat dalam penyaluran bantuan pemerintah dan upaya peningkatan mutu,” kata anggota DPR dari Fraksi Golkar tersebut. Di Kabupaten Garut, jumlah PKBM yang terakreditasi masih kecil, yaitu 7 PKBM dari 137 PKBM yang ada di kabupaten ini.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pembinaan Pendidikan Keaksaraan

dan Kesetaraan (Direktur Bindiktara) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Abdul Kahar, meminta pengelola PKBM melaporkan data pokok pendidikan (dapodik) dengan jujur dan teliti. “Dapodik ini sangat penting. Penyaluran Bantuan Operasional Pendidikan Kesetaraan (BOP Kesetaraan) semua berdasarkan dapodik ini. Semua pihak harus bekerja sama menjaga agar data ini valid,” kata Abdul Kahar.

Abdul Kahar menambahkan bahwa perhatian Pemerintah terhadap pendidikan nonformal

terus ditingkatkan. Anggaran yang disiapkan untuk BOP Kesetaraan terus ditingkatkan. “Tahun 2017 BOP Kesetaraan dianggarkan untuk 171.620 peserta didik, tahun 2018 ini meningkat menjadi 413.094 peserta didik. Tahun 2019 nanti naik lagi lebih dari 100 persen dibandingkan tahun ini,” tambah Abdul Kahar.

 

Baca Juga :

 

 

Lestarikan Sastra Daerah, Kongres Kebudayaan Bahas Pelestarian Naskah Budaya

Lestarikan Sastra Daerah, Kongres Kebudayaan Bahas Pelestarian Naskah Budaya

Lestarikan Sastra Daerah, Kongres Kebudayaan Bahas Pelestarian Naskah Budaya

Lestarikan Sastra Daerah, Kongres Kebudayaan Bahas Pelestarian Naskah Budaya

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) periode 1993-1998, Wardiman Djojonegoro, memberikan kuliah umum dengan tema “Peningkatan Sastra dan Budaya Daerah: Kasus Naskah dan Panji di hari kedua dalam Kongres Kebudayaan Indonesia 2018. Dalam kuliah umum tersebut, ia mengatakan, warisan budaya daerah dalam sastra memiliki nilai sejarah yang menarik dan harus dilestarikan. Salah satunya adalah peninggalan naskah-naskah kebudayaan, seperti contoh naskah-naskah dari Aceh yang sangat dilirik oleh Malaysia.

“Karena di setiap fakultas budaya universitas-universitas di Malaysia memiliki publikasi

naskah-naskah dari Aceh yang dikaji dengan sejarah,” ujar Wardiman di Graha Utama Kemendikbud, Jakarta, Kamis (6/12/2018).

Ia menuturkan, dari ribuan warisan naskah budaya yang dimiliki Indonesia, tidak semua dapat disimpan dan dipelihara, karena keterbatasan tempat dan dana. Wardiman juga menyayangkan animo masyarakat untuk menyimpan dan memelihara warisan tersebut juga tidak tinggi, sehingga masih banyak warisan yang terbengkalai. Namun ia mengakui, memang tidak mudah untuk memilih dan memilah mana dari warisan itu yang patut disimpan, dipelihara, serta dipublikasikan.

Wardiman memaparkan, pelestarian naskah budaya memiliki beberapa metode, termasuk hambatannya.

Misalnya, untuk memilah dan mengumpulkan naskah, diperlukan kegiatan penyimpanan dan pemeliharaan dari kerusakan, dan penyelamatan dari bencana. Kemudian untuk menyimpan dan memelihara naskah budaya, perlu disediakan gedung tempat menyimpan dengan fasilitas yang mendukung pelestarian, namun seringkali anggaran untuk gedung terbatas.

Dalam kajian/penelitian sejarah dari naskah sebagai dasar penelitian sejarah bangsa, masih terdapat kekurangan jumlah peneliti dan program penelitian. Hal ini menyebabkan semakin sulitnya kajian tentang sejarah dan identitas bangsa. Wardiman pun memberikan salah satu solusi masa kini dalam melestarikan naskah budaya, yaitu dengan digitalisasi dan publikasi melalui web. “Naskah yang dilestarikan harus didigitalkan, karena naskah digital tidak akan rusak dan dapat dipublikasikan di internet,” katanya.

Wardiman kemudian memberikan contoh sukses pelestarian Naskah Panji yang sudah diakui UNESCO

sebagai Memory of The World (MOW). Ia menuturkan, Cerita Panji mulai populer karena terbawa oleh Majapahit, kemudian tersebar ke Bali, Lombok, Makassar, Kalimantan Selatan, dan Palembang. Setiap daerah memiliki cerita panjinya sendiri, seperti di negara Malaysia yang menjadi hikayat. Setelah cerita panji tersebar, hal ini menjadi inspirasi seni tari dan seni pagelaran di daerahnya.

Ia menyayangkan cerita panji memiliki nilai hiburan, tetapi penyebarannya tidak dilakukan di televisi, film, atau internet. “Ada beberapa strategi yang diusulkan kepada Pak Dirjen (Hilmar Farid), salah satunya mengaitkan kegiatan budaya seperti Panji, dengan ekonomi. Industri budaya yang terdiri dari orang kreatif dan masyarakat yang menerima, lalu kagum dan mau membayar. Sehingga ada kinerja yang bagus dikaitkan dengan ekonomi, dan salah satu cabang ekonomi yaitu kepariwisataan,” ujar Wardiman. Dengan adanya strategi ini, ia berharap Cerita Panji dapat dilestarikan dan dibangkitkan kembali.

 

Sumber :

http://devitameliani.blog.unesa.ac.id/jam-tangan-pengukur-tensi