Joko Susilo Ciptakan Damkar Mini Multifungsi

Joko Susilo Ciptakan Damkar Mini Multifungsi

Joko Susilo Ciptakan Damkar Mini Multifungsi

Joko Susilo Ciptakan Damkar Mini Multifungsi

CIMAHI- Musibah kebakaran bila terjadi pada bangunan

yang berada di gang-gang sempit di daerah perkotaan cukup sulit untuk diatasi karena tidak terjangkau oleh mobil pemadam kebakaran. Akibatnya, kobaran api menjalar ke gedung lain di sekitarnya.

Dilatarbelakangi permasalahan tersebut, Joko Susilo, warga RT 12 RW 06 Tytyan Kencana, Marga Mulya, Kota Bekasi menciptakan alat teknologi tepat guna pemadam kebakaran berkuruan mini diberi nama Damkar (Pemadam Kebakaran) Mini Multifungsi.

“Alat ini tidak hanya dapat digunakan untuk alat alternative

tindakan darurat pemadam kebakaran saja, melainkan dapat juga digunakan untuk menyiram taman atau tanaman. Jadi, alat ini multifungsi,” kata Joko Susilo ketika mengikuti Gelar Teknologi Tepat Guna Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2015 di Cimahi Convention Hall (CCH), Kota Cimahi, kepada jabarprov.go.id, belum lama ini.

Joko menjelaskan, Damkar Mini Multifungsi buatannya itu, mempunyai keunggulan fungsi dibanding alat sejenis yang berupa apar, tabung pemadam maupun produk lain karena hanya memerlukan air sebagai bahan baku pemadam. Keunggulan lainnya, sparepart yang digunakan untuk membuat Damkar Mini ini mudah didapat, terjangkau harganya dan tidak memerlukan keahlian khusus dalam memasangnya.

Damkar Mini Multifungsi, beber Joko, dibuat dari bahan-bahan terdiri

dari Tangki berkapasitas 200 liter, pompa air dengan kapasitas 1 HP, 6000 RPM, 0,7 KW, 3 BAR, 8M3/JAM, selang sepanjang 8 meter, body kereta terdiri dari rakitan kayu dan pipa diameter 1,5 Inci, spare part fast moving terdiri dari busi, seal2, selang.

Damkar Mini Multifungsi ini memiliki berat kalau isi 250 kilogram, kalau kosong hanya 50 kilogram saja. Bisa menyemprotkan air sejauh 14 meter dengan waktu 10 menit. Tenaga operatornya minimal 2 orang. Untuk membuat satu unit Damkar Mini menghabiskan biaya Rp 6 juta.

“Alat ini sudah kami gunakan di lingkungan kami untuk berbagai keperluan, yaitu untuk damkar darurat di gang sempit dan penghijauan lingkungan,” katanya. (enal)

 

Sumber :

http://linda134.student.unidar.ac.id/2019/05/materi-kingdom-animalia.html

Deddy Mizwar: PPT Tetap Jalan

Deddy Mizwar: PPT Tetap Jalan

Deddy Mizwar PPT Tetap Jalan

Deddy Mizwar PPT Tetap Jalan

BANDUNG – Wagub Jabar Deddy Mizwar mengaku

jika dirinya masih terlibat di sinetron religi Para Pencari Tuhan (PPT), untuk tayangan Ramadhan tahun 2015 ini. Saat ditemuai di rumah dinasnya, Rabu (10/6), Deddy Mizwar menegaskan, pengambilan gambar untuk sinetron PPT itu tidak mengganggu aktivitasnya sebagai Wagub.

“Insya Alloh tidak mengganggu, karena shootingnya

dilakukan di waktu senggang Saya. Jadi jadwal shooting mengikuti jadwal Saya, terutama yang ada scene Saya di situ” tuturnya.
Menurut Deddy Mizwar, shooting sinetron religi PPT sudah dilakuakn sejak Februari 2015, alias dicicil agar tidak mengganggu kinerjanya sebagai Wagub.

“Bang Jek di situ kan tokoh sentral, jadi belum

ada yang menggantikan. Oleh karena itu shootingnya sudah dicicil sejak Februari lalu” jelasnya.

Deddy Mizwar juga menjelaskan, sinteron PPT yang telah dibintanginya sejak tayang perdana itu, akan tayang awal Ramadhan 2015. (Pun)

 

Sumber :

https://www.evernote.com/shard/s418/sh/399fe0a2-0d00-4a35-8e46-e0ba2ce7853e/6ee84b8d25d5f3324ee8277fec16e737

Progress Report Pembangunan Infrastruktur Di Jabar Capai 92 Persen

Progress Report Pembangunan Infrastruktur Di Jabar Capai 92 Persen

Progress Report Pembangunan Infrastruktur Di Jabar Capai 92 Persen

Progress Report Pembangunan Infrastruktur Di Jabar Capai 92 Persen

BANDUNG-Berakhirnya pelaksanaan anggaran tahun 2015

, Komisi IV DPRD Jabar mengggelar evaluasi kepada beberapa OPD. Hal yang dievaluasi diantaranya perihal realisasi penyerapan anggaran.

Dari hasil raker tersebut, penyerapan anggaran pembangunan bidang infrastruktur sudah mencapai 92 persen, ungkap Wakil Ketua Komisi IV DPRD Jabar, Daddy Rohanady dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu sore (6/1).

Menurut Daddy, pekerjaan yang tidak sampai tuntas,

sebagian besar merupakan paket pekerjaan pembebasan lahan. Sebagai contoh untuk pembebasan jalan tol Soroja saja dana yang masih belum terserap mencapai Rp.13 miliar. Namun, di tahun 2016, sisa pembebasan lahan yang belum selesai akan diselesaikan.

Selain pembangunan jalan Tol soroja, pembebasan lahan yang belum tuntas juga ada di pekerjaan pembangunan bandara kertajati, lahan untuk irigasi Caringin di Kabuoaten Sukabumi dan lahan untuk Situ rengrang, Sumedang.

Berkenaan dengan proyek pembangunan infrastruktur

yang belum selesai terutama soal pembebasan lahan, ujar Daddy Komisi IV DPRD Jabar meminta agar dilakukan koordinasi dengan instansi vertikal, seperti BPN. (NR)

 

Baca Juga :

Indonesia Punya Banyak Keunggulan

Indonesia Punya Banyak Keunggulan

Indonesia Punya Banyak Keunggulan

Indonesia Punya Banyak Keunggulan

BANDUNG (8/1) – Di era MEA saat ini Indonesia

sebenarnya punya banyak keunggulan dibanding negera ASEAN lainnya.

Menurut Direktur Kerjasama Ekonomi ASEAN Kementerian Luar Negeri RI, Enny Hagniningtyas Krisnamurthi, salah satu keunggulan yang tak terbantahkan itu adalah sumber daya manusia dan sumber daya alamnya. Hal itu diungkapkan Enny dalam Seminar tentang peluang dan tantangan dalam era MEA yang digelar di kampus USB YPKP Bandung.

“Jumlah penduduk produktif Indonesia

itu melebihi negara-negara Asean lainnya. Sumber daya alamnya juga tak terbantahkan kita unggul. Hanya sayangnya, itu belum bisa dimanfaatkan betul oleh kita sendiri sebagai modal utama” ujar Enny.

Kedua keunggulan itu menurut Enny jika tidak bisa dimanfaatkan sendiri, bisa jadi dalam era MEA ini malah menjadi peluang bagi negara Asean lain untuk memanfaatkannya.

“Sumber daya manusia yang produktif

, bisa jadi malah lari ke negara lain karena di Indonesia sendiri tidak mendapat peluang, kemudian sumber daya alam yang melimpah justru disedot negara lain menjadi sumber daya mereka” ujarnya.

Jika itu yang terjadi, dalam era MEA ini, Indonesia hanya akan menjadi pasar yang menjanjikan bagi negara ASEAN lainnya. (Pun)

 

Sumber :

https://www.kiwibox.com/alistudio/blog/entry/148436723/apa-itu-voc/

Bendungan Leuwikeris Segera Dibangun

Bendungan Leuwikeris Segera Dibangun

Bendungan Leuwikeris Segera Dibangun

Bendungan Leuwikeris Segera Dibangun

BANDUNG-Pemprov Jabar berencana membangun Bendungan Leuwikeris,

yang berlokasi di Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis.

Sekda Pemprov Jabar Iwa Karniwa mengatakan untuk mrealisasikan proyek itu memerlukan dana sekitar Rp 1,5 triliun.

“Untuk tahap pertama adalah pembebasan lahan

. Prosesnya masih terus berlangsung. Saat ini, memasuki proses pembebasan lahan.
Mudah-mudahan, pada pertengahan 2016, pembebasan lahan sudah berlangsung sehingga pada 2017, pembangunan bergulir,” tandasnya.

Pembangunan bendungan yang mencakup Kabupaten Ciamis dan Tasikmalaya ini untuk menahan dan menampung air Sungai Citanduy. Luas proyek memerlukan lahan seluas 88 hektare.

Menurutnya, pihaknya terus menjalin komunikasi

dengan Kabupaten Ciamis demi terealisasinya proyek pembangunan tersebut. Rencananya, jelas Iwa, keberadaan Bendungan Leuwikeris ini adalah untuk memperkuat ketahanan pangan. jo

 

Sumber :

https://www.kiwibox.com/alistudio/blog/entry/148436557/apa-itu-tabel-periodik-unsur/

CONTOH KATA PENGANTAR MAKALAH DAN SKRIPSI

CONTOH KATA PENGANTAR MAKALAH DAN SKRIPSI

CONTOH KATA PENGANTAR MAKALAH DAN SKRIPSI

CONTOH KATA PENGANTAR MAKALAH DAN SKRIPSI

 

Oke disini saya akan memberikan dua contoh kata pengantar makalah

yang mungkin bisa digunakan untuk makalah atau paper anda, baik untuk tugas kuliah atau tugas sekolah. Silahkan anda modifikasi sendiri contoh kata pengantar makalah berikut, sesuai dengan judul makalah anda, sesuaikan pula waktu dan tempatnya serta nama-nama orang yang bersangkutan dalam pembuatan makalah anda.

 

Contoh Kata Pengantar I

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang mana telah memberi kita taufiq dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyusun makalah sosiologi yang berjudul “SILAHKAN TULIS JUDUL MAKALAH ANDA”. Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan para sahabatnya yang telah membimbing kita dari jalan kegelapan menuju jalan yang terang benderang.

Kami berharap makalah ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan bagi kami khususnya, dan segenap pembaca umumnya.

Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari berbagai pihak sangat kami harapkan untuk menuju kesempurnaan makalah ini.

Tak lupa kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu/Bapak “silahkan tulis nama guru/dosen anda”. selaku pembimbing yang telah banyak memberikan saran dalam menyusun makalah ini.

Penulis menyadari bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun demi kesempurnaan makalah ini.

Akhirnya penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat.

“Tulis alamat”, …..bln…..thn……

Penyusun

 

Contoh Kata Pengantar II

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Syukur Alhamdulillah kami ucapkan kehadirat Allah SWT. Atas limpahan rahmat dan karunia-Nya lah sehingga saya dapat menyelesaikan paper ini, yang berjudul : Peran Remaja dalam penanggulangan narkotika. Sholawat serta salam tetap tercurahkan kepada junjungan kita nabi besar Muhammad Saw. Adapun tujuan dari penyusunan paper ini adalah salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk mengikuti (UAS) ujian akhir sekolah dan juga merupakan kurikulum yang ditetapkan bagi siswa kelas III.

Dengan terselesaikannya paper ini

Penulis ingin menyampaikan terima kasih semua pihak yang telah membantu dalam penyusunannya terutama kepada :

1. Bpk Abd. Wahid Efendi, M.Ag. selaku Kepala Sekolah Madrasah Aliyah.

2. Ibu Dra. Khusnul Maziyah, selaku Guru Pembimbing dalam pembuatan paper ini.

3. Teman-teman dan semua pihak yang telah membantu di dalam proses penyusunan paper ini.

Penulis menyadari bahwa isi dari paper ini jauh dari sempurna, penulis berharap pembaca bersedia kesempurnaan paper ini.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Sidoarjo, ……………

Penyusun

Mungkin itu saja, contoh kata pengantar yang bisa saya berikan, silahkan diambil jangan lupa diedit dulu (dirubah) Judulnya namanya, alamatnya waktu dan tempatnya. Biar sesuai dengan makalah anda.

Oh ya.. hampir lupa, saya belum sempat memberikan contoh kata pengantar skripsi karena, belum sempat, tapi anda bisa juga kok menggunakan contoh kata pengantar makalah diatas untuk dijadikan kata pengantar skripsi, tinggal dirubah-rubah dikit aja. Oke sekali lagi terimakasih sudah berkunjung diblog saya, sekian dan terimakasih, mudah-mudahan contoh kata pengantar makalah dan skripsi diatas bermanfaat.

Baca Juga :

APA PERBEDAAN MAKALAH DAN SKRIPSI

APA PERBEDAAN MAKALAH DAN SKRIPSI

APA PERBEDAAN MAKALAH DAN SKRIPSI

APA PERBEDAAN MAKALAH DAN SKRIPSI

 

Ok.. .mungkin sebagian orang sudah tau, tapi bisa jadi sebagian besar orang juga tidak tau apa perbedaan antara makalah dan skripsi, sebenarnya dari kata-katanya juga sudah cukup jelas berbeda. Dan bila dipikir atau dikaji lagi dari dua kata makalah dan skripsi tersebut yang pasti juga berbeda, jadi untuk apa dibahas lagi.

Mungkin ada yang belum jelas dan butuh penjelasan disini

Baiklah saya akan sedikit menjelaskan perbedaan antara makalah dan skripsi:
1. Makalah adalah karya ilmiah yang ditulis untuk mendapatkan “nilai”
2. Skripsi adalah karya ilmiah yang dibuat untuk mendapatkan gelar sarjana (sarjana yang dimaksud S1)

Jelas banget beda kan?? kalau makalah itu disusun untuk mendapatkan nilai, sedangkan skripsi disusun untuk mendapatkan gelar sarjana.

Oke… mungkin ada yang kurang setuju karena penjelasannya kurang akademik, kurang ilmiah, kurang didukung dengan teori dan sumber yang relevan dan lain-lain. Baiklah saya akan menjelaskan lagi secara rinci Apa Perbedaan Makalah dan Skripsi?

 

Makalah adalah karya tulis ilmiah yang menyajikan suatu masalah

yang pembahasannya berdasarkan data di lapangan yang bersifat empiris-objektif. Makalah menyajikan masalah dengan melalui proses berpikir deduktif atau induktif. Makalah disusun, biasanya untuk melengkapi tugas-tugas ujian mata kuliah tertentu atau untuk memberikan saran pemecahan tentang suatu masalah secara ilmiah. Makalah menggunakan bahasa yang lugas dan tegas. Jika dilihat bentuknya, makalah adalah bentuk yang paling sederhana di antara karya tulis ilmiah yang lain. Di samping itu, makalah dapat merupakan karya tulis tentang suatu pokok persoalan yang tujuan utamanya untuk diterbitkan dalam suatu majalah (Arifin, 1987).

 

Skripsi adalah tulisan ilmiah untuk mendapatkan gelar akademik sarjana strata satu (S1)

(Indriati, 2001). Skripsi mengemukakan pendapat penulis berdasarkan pendapat orang lain. Pendapat yang diajukan harus didukung oleh data dan fakta empiris-objektif, baik berdasarkan penelitian langsung (observasi lapangan) maupun penelitian tidak langsung (studi kepustakaan). Skripsi ditulis biasanya, untuk melengkapi syarat guna memperoleh gelar sarjana muda/diploma atau sarjana dan penyusunannya dibimbing oleh seorang dosen atau tim yang ditunjuk oleh suatu lembaga pendidikan tinggi. Dengan demikian, data atau fakta boleh didasarkan pada pengalaman empiris, hasil kerja lapangan (fieldwork) atau diperoleh dari data kepustakaan (Arifin, 1987).

 

Masih belum jelas, kalau masih belum jelas juga

silahkan kembali kesekolah, atau tanyakan kepada dosen anda masing-masing, karena hanya itu batas kemampuan saya untuk menjelaskan perbedaan antara makalah dan skripsi, Sebelumnya terimakasih banyak sudah berkunjung ke blok saya, semoga semuanya menjadi varokah, dan anda tidak bosan-bosannya untuk kembali lagi di blog ini. Mohon maaf bila ada penyampaian yang salah.

 

Sumber : https://kidblog.org/class/kelas-biologi-online/posts/7he7ner6kijj0sdxh8pca05bc?fbclid

Kelas Unggulan sebagai Model Bimbingan bagi Murid Cerdas dan Berbakat

Penyelenggaraan Kelas Unggulan sebagai Model Bimbingan bagi Murid Cerdas dan Berbakat

Model Bimbingan bagi Murid Cerdas dan Berbakat

Model Bimbingan bagi Murid Cerdas dan Berbakat

Pengertian Kelas Unggulan

Kelas unggulan adalah kelas yang terdiri atas sejumlah siswa yang karena prestasinya menonjol dikelompokkan di kelas tertentu pada SD Inti (Depdikbud,1996).Program pengajaran pada kelas unggulan adalah program pengajaran yang sesuai dengan kurikulum yang berlaku ditambah dengan pendalaman materi Matematika/Berhitung dan IPA serta pelajaran Bahasa Inggris.

Pengelompokan ini dimaksudkan untuk memudahkan membina siswa oleh guru dalam mengembangkan kemampuan dan potensi yang ada pada siswa seoptimum mungkin sesuai dengan bakat dan kemampuannya. Tujuan pendidikan kelas unggulan di SD secara rinci mencakup :

  1. Mempersiapkan peserta didik yang cerdas, beriman dan bertakwa pada Tuhan YME, memiliki budi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan serta sehat jasmani dan rohani.
  2. Memberikan kesempatan kepada siswa yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata normal untuk mendapat pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan potensi yang dimiliki siswa.
  3. Memberikan kesempatan kepada siswa yang lebih cepat mentransfer ilmu pengetahuan dan teknologi yang diperlukan sesuai dengan perkembangan pembangunan.
  4. Memberikan penghargaan kepada siswa yang berprestasi baik.
  5. Mempersiapkan lulusan kelas unggulan menjadi siswa unggul dalam bidang pengetahuan dan teknologi sesuai dengan perkembangan mentaln anak.

Siswa yang direkrut adalah siswa kelas IV dengan pertimbangan bahwa siswa kelas IV telah mulai dapat berpikir rasional baik pada SD Inti maupun pada SD Imbas. Cara mendapatkan siswa kelas unggulan dengan cara merekrut semua siswa yang memenuhi persyaratan yang berada di lingkungan gugus tempat diselenggarakan kelas unggulan.

 

Persyaratan kandidat siswa kelas unggulan antara lain :

  1. Siswa peserta kelas unggulan harus bersekolah pada SD Inti/Imbas pada gugusnya.
  2. Merupakan murid pada jenjang kelas tinggi dimulai kelas IV pada tahun ajaran baru.
  3. Memiliki bakat dan minat serta prestasi yang konsisten mulai dari kelas I s.d III melalui rekaman pengamatan dan tes psikologi.
  4. Merupakan murid berprestasi di sekolahnya dan memiliki rangking 1 s.d 10.
  5. Lulus seleksi Tes Kemampuan Akademik dan Kesehatan.
  6. Mendapat rekomendasi dari kKepala Sekolah tempa asal siswa bersekolah.
  7. Mendapat ijin tertulis dari orangtua/wali murid yang isinya bersedia patuh mengikuti tata tertib penyelenggarakan kelas unggulan.
  8. Apabila pada setiap akhir tahun pelajaran tidak mampu menunjukan keberhasilan prestasi belajarnya, ditempatkan pada kelas biasa di SD yang bersangkutan.
  9. PMB di kelas unggulan

 

PMB di kelas unggulan diupayakan memiliki keunggulan daripada kelas biasa

Oleh karena itu seluruh komponen pendidikan seperti, guru, materi ajar, bahan sarana belajar-mengajar dan waktu belajar di kelas unggulan harus lebih baik dari kelas biasa. Mengingat tuntutan prestasi belajar bagi siswa kelas unggulan sangat tinggi, diperlukan adanya guru pembimbing yang tugas khususnya mengawasi/ memantau, membimbing serta mengarahkan siswa di kelas unggulan agar dapat berprestasi dengan baik. Hal ini dimaksudkan agar siswa unggulan lebih mendapatkan pelayanan pengembangan minat dan bakat yang dimilikinya.

Kurikulum yang digunakan adalah kurikulum yang berlaku secara nasional (termasuk di dalamnya muatan lokal) dan kurikulum plus yang terdiri atas mata pelajaran Matematika, IPA, dan Bahasa Inggris selama  4 jam. Dengan demikian diperlukan penambahan waktu belajar di sekolah. Metode mengajar diharapkan dapat lebih mengaktifkan siswa dengan merangsang siswa untuk berpikir mengembangkan berbagai pertanyaan. Variasi pembelajaran cukup beragam (individu dan kelompok). Tugas-tugas PR lebih disesuaikan dengan kehendak siswa untuk mengingat prestasinya. Umpan balik terhadap PMB harus sering dilakukan. Evaluasi hendaknya mendorong siswa untuk belajar. Baik dari segi alat evaluasi proses maupun tindak lanjut dari hasil evaluasi.

 

Model-model Penyelenggaraan Kelas unggulan di SD

Berdasarkan pengamatan di kodya Bandung, Kabupaten Sumedang, dan Kabupaten Bekasi, serta Kabupaten Tasikmalaya, ternyata bentuk penyelenggaraan kelas unggulan di berbagai daerah bermacam- macam disesuaikan dengan kondisi masing-masing

  1. Penyelenggaran Kelas Unggulan di SD Inti dalam Satu Kompleks Sekolah

Model penyelenggaran kelas unggulan yang paing banyak adalah diselenggarakan di SD Inti tetapi hanya melibatkan SD-SD dalam satu kompleks, SD-SD di luar kompleks SD tersebut meskipun ada dalam satu gugus keberatan untuk mengikutsertakan peserta didiknya dalam dalam kelas unggulan apalagi bagi SD swasta. Contoh model ini diselenggarakan oleh SD Merdeka Bandung dan SD Gentra Masekdas Bekasi.

  1. Penyelenggraan Kelas Unggulan Kecamatan

Penyelenggaraan kelas unggulan di SD inti di Kota Kecamatan dengan menampung siswa tebaik dari SD-SD di seluruh Kecamatan. Contoh model ini diselenggarakan di Kecamatan Buahdua Kabupaten Sumedang dan di Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat.

  1. Penyelenggaraan Kelas Unggulan dalam Satu Kompleks secara Bergiliran

Pada model penyelenggaraan kelas unggulan diselenggarakan di SD dalam satu kompleks secara bergiliran. Sebagai contoh di SD Sukaraja Kabupaten Sumedang. Penyelenggaraan kelas unggulan tahun ajaran 1996/ 1997 dilaksanakan oleh SD Sukaraja I, sedangkan pada tahun ajaran 1997/1998 diselenggarakan oleh SD Sukaraja II (khusus untuk kelas baru)

  1. Penyelenggaraan Kelas Unggulan pada Seluruh Jenjang Kelas.

Model ini menyelenggarakan kelas unggulan pada seluruh jenjang kelas dengan menambah waktu belajar selama 2 jam pelajaran. Model ini diselenggarakan oleh SD Marga Mukti Kecamatan Cimalaka Kabupaten Sumedang. Penambahan waktu yang lebih lama lagi diselenggarakan oleh SD Salman Al Farizi yang lebih dikenal dengan full day school.

 

Kelebihan dan Kekurangan Model Kelas Unggulan

Mencermati  penyelenggaraan kelas unggulan di SD inti, pada hakekatnya adalah model pengelompokan berdasarkan kemampuan ( ability grouping). Model ini akan mempermudah bagi guru dalam mengembangkan kemampuan atau potensi siswa optimum mungkin. Model kelas unggulan memungkinkan guru mengembangkan suasana belajar kompetitif sehingga terjadi persaingan sehat antar siswa dalam memperoleh prestasi terbaik. Menurut hasil penelitian Mulyono (Mimbar  Pendidikan No. 4 Tahun XI Desember 1992 :22) suasana belajar kompetitif unggul atas suasana belajar kooperatif. Jika kemampuan dan kecerdasan peserta didik homogen.

Studi Halinan dan Sorensen (dalam Sunaryo Kartadinata 1993-45) menunjukkan bahwa pengelompokan kecakapan ini memiliki keunggulan dan kelemahan dalam perkembangan sosial peserta didik. Keunggulannya ialah bahwa model ini bisa memperkuat ikatan sosial sesama anggota kelompok, tetapi dipihak lain jika tingkat kecakapan itu berkaitan dengan status sosial ekonomi, etnis atau kelompok berlatar belakang sama maka model ini akan menumbuhkan klik-klik yang tidak sehat.

 

Bimbingan bagi Siswa Kelas Unggulan

Bertolak dari antisipasi terjadinya dampak negatif penyelenggaraan kelas unggulan maka penulis mengajukan gagasan agar siswakelas unggulan tetap merupakan siswa dari kelas biasa di sekolah masing-masing atau lazim dikenal dengan pull out enrichment (Conny Semiawan, 1997:256). Alternatif pertama, siswa unggul bergabung dalam kelas unggulan hanya dalam kurikulum plus yaitu: mata pelajaran Matematika, IPA, dan Bahas Inggris. Alternatif kedua, siswa unggul bergabung dalam kelas unggulan pada setiap mata pelajaran Matematika, IPA, dan Bahas Inggris baik dalam pelaksanaan kurikulum biasa maupun kurikulum plus.

Keunggulan metode ini dalah siswa unggul tetap berbaur dengan siswa biasa, siswa tidak merasa elit dan perkembangan sosial anak tidak terganggu. Secara administratif SD Imbas tidak merasa ditinggalkan oleh siswa-siswa terbaiknya.

Tujuan bimbingan dan konseling anak berbakat  adalah membantu perkembangan pribadi mereka dalam menyingkirkan halangan emosional lingkungan, serta membantu agar mampu menggunakan kemampuannya seoptimal mungkin (Conny R Semiawan. 1992:68). Anak berbakat tidak saja diidentifikasikan karena kemampuannya yang luar biasa dalam segi intelektual akademis, tetapi juga dalam bidang berpikir kreatif. Milgram (1991) berpendapat bahwa kebutuhan bimbingan dan konseling dari anak berbakat meliputi tiga kategori : kognitif-akademik, personal-sosial, dan pengalaman luar sekolah ( experimental needs ).

Menurut Conny Semiawan (1992:73) berpendapat bahwa konselor harus mampu bertindak berdasarkan pendekatan perkembangan. Oleh karena itu model bimbingan yang dikembangkan adalah model bimbingan dan konseling perkembangan ( development counseling ). Faktor lain yang dipertimbangkan dengan penyelenggaraan kelas unggulan adalah tidak adanya reward bagi siswa unggulan. Mereka sepertinya dijejali dengan kurikulum plus, tugas-tugas tambahan tetapi tidak dari peluang untuk naik kelas lebih cepat seperti jaman keemasan SD PPSP atau seperti yang dilakukan di Sekolah Adik Irma Jakarta. Program penyelenggaraan kelas unggulan di SD tanpa peluang untuk percepatan kenaikan kelas, dikhawatirkan menjadi beban siswa unggul.

 

Sumber : https://penzu.com/public/dffb634b?fbclid

Kekuatan Karakter Bagi Masa Depan Anak

Kekuatan Karakter Bagi Masa Depan Anak

“Orang barangkali tidak mengetahui tujuan kehidupannya, tetapi ia wajib mengetahui cara meniti kehidupan”

Saya lihat tidak benar seorang siswa di lingkungan area tinggal saya sangat tekun belajar. Sampai-sampai, ia tidak sempat meluangkan kala untuk bermain bersama teman sebayanya. Tuntutan sekolah yang begitu banyak membuatnya wajib berlama-lama di kamar untuk mentransfer Info yang ada di buku ke di dalam otak atau memorinya. hidroponik sederhana

Saya sangat kasihan bersama siswa tersebut. Mengapa? Di satu sisi, siswa tersebut memang terasah kekuatan kognitifnya. Namun di sisi lain, ia mengalami ketimpangan atau kelumpuhan emosional (afektif). Hidup itu seperti naik sepeda, wajib sekali merawat keseimbangan. Jika keseimbangan tidak terjaga maka dapat jatuh.

Melihat siswa tersebut, saya anjurkan terhadap orangtuanya untuk menolong menyesuaikan waktu, sehingga ia tidak terkurung di di dalam kamar, kala kawan-kawannya asyik bermain. Yang tidak ia sadari, bahwa bermain memang terhitung anggota dari sistem belajar.

Seperti yang kita ketahui, manusia memang memiliki kekuatan cipta, rasa dan karsa. Karena itu, ketika hanya kekuatan cipta (IQ) saja yang diasah, maka berjalan ketidakseimbangan. Lalu apa yang terjadi? Tentunya, efek dari pola pendidikan yang hanya menitik beratkan terhadap kekuatan cipta (kognisi / IQ) saja dan meremehkan rasa (afeksi / EQ) dan karsa (action) dapat menjadi dan terlihat di kala si anak tumbuh dewasa. Si anak tersebut dapat lumpuh sosial.

Mengapa saya katakan lumpuh sosial? Lumpuh sosial berjalan ketika si anak tidak dapat menjalin pertalian di lingkungan sosialnya. Padahal, di dalam tiap-tiap pergaulan di masyarakat, baik pergaulan di dalam pekerjaan, pergaulan organisasi, pergaulan di sekolah dan lain-lain tentu butuh untuk menjalin pertalian dan bekerjasama bersama sesama. Pada pada akhirnya dapat menahan perkembangan potensi dirinya.

Bukankah udah jadi keperluan mendasar kita sebagai manusia untuk saling bekerjasama. Dengan bekerjasama, memang kita mengakses banyak peluang untuk mempelajari banyak hal. Dengan begitu kita dapat menaikkan peluang untuk mengeksplore diri kita. Inilah letak pentingnya pergaulan dan pertalian sosial.

Dulu, orangtua memang mengarahkan anak-anaknya untuk mengasah IQ-nya. Sebab, IQ yang tinggi diartikan sebagai tingkat kecerdasan yang tinggi pula (dan konon jadi resep sukses kalo IQ tinggi). Namun, sebuah kesadaran baru pada akhirnya terlihat bahwa ada kecerdasan lain yang terhitung tidak dapat diabaikan, yakni kecerdasan emosional.

Keseimbangan pada kecerdasan kognitif (pengetahuan), perasaan (afektif) dan tindakan (action) dapat membangun kekuatan pembawaan diri yang baik. Karakter diri sangatlah perlu peranannya. Sebab, pembawaan diri adalah cara pikir dan perilaku yang khas dari individu untuk hidup dan bekerjasama bersama sekitarnya.

Terkadang, pembawaan diri seseorang menjadi tidak seimbang. Ada orang yang memiliki ide-ide brilian tetapi tidak dapat bekerjasama bersama teamworknya. Itu menyatakan orang tersebut memiliki kecerdasan IQ yang baik sedang kecerdasan emosionalnya buruk. Ada terhitung orang yang memiliki otak cemerlang, dia terhitung baik, tetapi malas bekerja. Itu menyatakan actionnya lebih lemah dibanding IQ dan EQ nya.

Karakter diri dapat jadi kuat kecuali ketiga segi tersebut terpenuhi. Karakter diri yang baik ini dapat sangat memilih sistem pengambilan keputusan, berperilaku dan cara pikir kita. Yang terhadap pada akhirnya dapat memilih kesuksesan kita.

Lihat saja, seorang Nelson Mandela capai simpati dunia bersama inspirasi perdamaiannya. Bunda Teresa menggetarkan dunia bersama rasa cinta dan kepedulian terhadap sesamanya. Bung Karno bersama ide, kegigihan dan kecerdasannya tetap menjadi bagi kita bangsa Indonesia yang udah lewat tahun millennium.

Semua itu adalah bentuk dari kekuatan pembawaan yang mereka miliki. Ini meyakinkan bahwa, pembawaan seseorang memilih kesuksesan individu. Dan menurut penelitian, kesuksesan seseorang justru 80 persen ditentukan oleh kecerdasan emosinya, namun kecerdasan intelegensianya mendapat porsi 20 persen.

Pada diri tiap-tiap individu memiliki karakternya masing-masing. Lingkungan memiliki peran perlu di dalam pembentukan karakter. Karakter kita, memiliki peran perlu di dalam sistem kehidupan. Sebab, pembawaan mengendalikan pikiran dan perilaku kita, yang tentu saja memilih kesuksesan, cara kita meniti hidup, capai obsesi dan merampungkan masalah.

Sebenarnya tiap-tiap dari kita memiliki pembawaan yang khas. Dan, kekhasan pembawaan tersebut merupakan kekuatan pembawaan kita. Sebab, kekhasan atau keunikan itulah yang membedakan kita bersama individu lainnya.

Si penghibur dapat menebarkan semangat, si pengatur dapat memanajemen organisasi. Mereka yang bijak dan tidak senang konflik dapat jadi pendamai. Itu seluruh adalah kekuatan karakter. Dan, tiap-tiap pembawaan dapat diperlukan di dalam tiap-tiap pergaulan, baik pergaulan kerja, organisasi atau masyarakat.

Ingatlah! Kekuatan pembawaan wajib dibangun sejak awal. Membangun kekuatan pembawaan dapat dilakukan lewat pendidikan pembawaan baik di lingkungan formal seperti sekolah, atau non-formal seperti keluarga dan masyarakat.

Pendidikan pembawaan diberikan lewat penanaman nilai-nilai karakter. Bisa berwujud pengetahuan, kesadaran atau hasrat dan tindakan untuk melakukan nilai-nilai tersebut. Output pendidikan pembawaan dapat terlihat terhadap terciptanya pertalian baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama, lingkungan, penduduk luas dan lain-lain.

Pendidikan pembawaan tidak hanya diberikan secara teoritik di sekolah, tetapi terhitung wajib diterapkan di dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga dapat jadi kebiasaan. Kebiasaan itu adalah bukti bahwa pendidikan yang diberikan udah merasuk di dalam diri seseorang.

Ketika makan bersikap sopan, ketika hendak tidur membaca doa, ketika terlihat rumah berpamitan, tekun dan stimulan mewujudkan obsesi dan cita-cita, jujur, berbuat baik kepada hewan dan tumbuhan, tidak membuang sampah di sembarang area dan lain-lain.

Membangun kekuatan pembawaan dilakukan bersama melibatkan seluruh elemen. Sebab, tiap-tiap elemen dapat berpengaruh di dalam sistem pembentukan pembawaan individu. Seorang anak dapat meniru dan mengidentifikasi apa yang ada di sekelilingnya.

Role model positif dapat membentuk pembawaan yang positif dan sebaliknya role model negatif dapat membentuk keprbadian dan pembawaan negatif. Karena itu, tiap-tiap unsur lingkungan hendaknya dibangun secara positif, sehingga pembawaan anak dapat terbentuk secara positif juga.

Lalu bagaimana cara membangun kekuatan pembawaan itu? Kekuatan pembawaan dapat terbentuk bersama sendirinya kecuali ada dukungan dan stimulan dari lingkungan sekitar. Bayangkan sebuah lidi tidak dapat memiliki kekuatan untuk menyingkirkan sampah-sampah. Namun, kecuali mendapat dukungan oleh ratusan lidi yang lain dapat membentuk satu kekuatan untuk bersihkan halaman rumah.

Begitu terhitung bersama karakter, dapat jadi kuat ketika mendapat dukungan oleh lingkungan. Peran keluarga, sekolah, penduduk sangat dominan di dalam menolong dan membangun kekuatan karakter. Karakter yang kuat terhadap pada akhirnya dapat berperan optimal di tiap-tiap pertalian sosial. Sehingga, individu bersama pembawaan kuat tersebut dapat mengimbuhkan sumbangsih –baik moril atau spirituil- yang berdaya kegunaan bagi sekitarnya.

Semoga bermanfaat.

Pentingnya Membangun Lingkungan Berkarakter

Pentingnya Membangun Lingkungan Berkarakter

Kita wajib berperilaku bersama langkah yang terlalu mungkin kita berkata kepada semua orang,
“Berperilakulah layaknya aku”

Banyak sekali yang menanyakan “Apa kunci berhasil pendidikan karakter?” Nah, Kali ini kita dapat mengkaji mengenai kunci tersebut, kita dapat bahas pentingnya sebuah lingkungan yang berkarakter bagi keberhasilan pendidikan karakter.

Setujukah anda, bahwa untuk meraih pendidikan pembawaan yang bermutu dan maksimal, di awali bersama membangun sebuah lingkungan yang berkarakter? contoh surat penawaran harga

Baiklah, sebelum akan kita ulas, ada sebuah pepatah kuno menyatakan “Apabila kita berteman bersama penjual minyak wangi, maka kita dapat turut wangi. Sedangkan berteman bersama penjual ikan, maka kita dapat turut amis.”

Marilah kita renungkan sejenak. Sebenarnya ungkapan tersebut sangat sesuai menggambarkan peran lingkungan di dalam kehidupan kita. Lingkungan sangat memilih sistem pembentukan pembawaan diri seseorang.

Lingkungan yang positif bisa membentuk kita jadi spesial berkarakter positif, sebaliknya lingkungan yang negatif dan tidak sehat bisa membentuk spesial yang negatif pula. Lingkungan memiliki peran yang sangat penting di dalam membangun karakter-karakter individu yang ada di dalamnya.

Seorang anak kecil yang miliki kebiasaan berkata kotor, tentu saja ia mengikuti berasal dari sekitarnya. Anda tidak wajib jauh-jauh melacak penyebab anak tersebut senang berkata kotor. Tentu saja itu adalah hasil mengikuti berasal dari lingkungannya. Untuk mengatasinya, lebih baik anda menangani berasal dari sumber masalahnya.

Untuk menangani penyakit, janganlah anda menunggu keliru satu anggota keluarga anda sakit sesudah itu mengobatinya. Bukankah lebih baik anda merasa menyesuaikan pola hidup sehat, agar penyakit tidak dapat menyerang dan menjangkiti anda. Inilah yang dimaksud bersama menangani persoalan berasal dari sumbernya.

Lalu, apakah sumber persoalan anak kita berkata kotor? Anda tentu dapat memerintah anak anda untuk berhenti berkata kotor, selanjutnya kecuali anak anda ulang ulangi dan tidak patuh bersama perintah anda, anda dapat memukulnya. Namun, anak anda justru makin lama menjadi-jadi dikarenakan ia merasa tidak diberi hak untuk menyesuaikan dirinya sendiri.

Anda tidak dapat gampang meminta si anak yang miliki kebiasaan berkata kotor itu untuk berhenti berkata, saat orang lain termasuk laksanakan yang sama. Untuk itu, titik pemecahannya adalah bersama menciptakan lingkungan yang sehat bagi anak-anak dan individu yang tinggal di dalamnya.

Lingkungan yang berkarakter sangatlah penting bagi pertumbuhan individu. Lingkungan yang berkarakter adalah lingkungan yang menunjang terciptanya perwujudan nilai-nilai pembawaan di dalam kehidupan, layaknya pembawaan cinta Tuhan dan segenap ciptaan-Nya.

Kemandirian dan tanggung jawab, kejujuran / amanah, diplomatis, hormat dan santun, dermawan, senang tolong-menolong, gotong royong / kerjasama dan lain-lain. Karakter tersebut tidak hanya pada langkah pengenalan dan pemahaman saja, tapi jadi kebiasaan di dalam kehidupan sehari-hari.

Barangkali di dalam benak anda terbayang betapa susahnya membentuk lingkungan yang berkarakter. Semua itu wajib di awali berasal dari diri sendiri yang seterusnya diteruskan di dalam lingkungan keluarga. Diri sendiri wajib dibenahi lebih-lebih dahulu sebelum akan membenahi orang lain.

Biasakan membangun pola pikir positif, laksanakan kebiasaan-kebiasaan yang baik, membangun pembawaan diri yang pantang menyerah dan seterusnya. Dalam kehidupan sehari-hari di dalam keluarga kita biasakan menerapkan nilai-nilai tersebut.

Misalnya, miliki kebiasaan jujur dan terbuka pada anak, berikan peluang anak berpendapat di dalam mengambil keputusan bahan dekorasi rumah, mengajak anak berunding mengenai tempat les sekolah, dan mengajak anak untuk turut share peran di dalam selesaikan pekerjaan tempat tinggal tangga. Hal itu anggota berasal dari sistem membangun pembawaan anak.

Salinglah tolong-menolong sesama anggota keluarga. Biasakan anak mengeksplor dirinya. Memberi peluang pada anak untuk mengambil keputusan untuk dirinya. Itu merupakan sistem demokrasi di dalam keluarga.

Kebiaasaan-kebiasaan positif semacam itu pada pada akhirnya dapat diteruskan oleh si anak pada lingkungan sosial yang lebih besar, yakni di sekolah dan masyarakat. Keluarga adalah institusi pertama tempat anak membangun karakternya. Kita sebagai orangtua hendaknya menerapkan pola asuh dan pendidikan yang sehat dan baik di dalam keluarga.

Dengan begitu, anak-anak kita yang sudah tertanam kepribadiannya dapat jadi spesial yang menyebarkan pembawaan positif pada lingkungan. Di sekolah, pendidikan pembawaan termasuk hendaknya diwujudkan di dalam tiap tiap sistem pembelajaran, layaknya pada metode pembelajaran, muatan kurikulum, penilaian dan lain-lain.

Pernahkah anda berikan peluang pada anak anda meluangkan saat untuk bermain? Atau mendorong anak anda untuk menekuni bakat dan minat yang dimilikinya. Sebenarnya peluang bergaul bersama sebaya merupakan sistem pengembangan pembawaan anak. Dengan bergaul, anak dapat belajar sadar dirinya dan orang lain. Dengan demikian ia dapat belajar bagaimana membangun jalinan bersama orang dan lingkungannya.

Di lingkungan sekolah sesungguhnya anak didik memiliki wadah untuk mengembangkan diri dan membangun pembawaan diri lewat kegiatan ekstrakulikuler. Pendidikan ekstrakulikuler merupakan tempat untuk membangun rasa tanggung jawab, kekuatan bersosialisasi dan interaksi, toleransi, bekerjasama dan lain-lain.

Namun, seiring bersama tuntutan sekolah bersama beraneka mata pelajaran dan pelatihan untuk Ujian Nasional sudah mengambil saat untuk mengembangkan diri mereka. Apakah anda termasuk orangtua yang hanya mendorong anak untuk terus belajar dan mengabaikan minat dan hobi yang dimilikinya? Jika iya, cepat-cepatlah mempengaruhi langkah pandang anda dan beri peluang anak untuk membagi saat belajar dan bermain.

Kenyataan bahwa keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh prestasi sekolah hendaknya kita sadari. Benar ada bahwa kekuatan menjalin jalinan dan kecerdasan emosional sebagian besar memilih sistem pengembangan diri dan meraih keberhasilan.

Jika sesungguhnya demikian, marilah kita ciptakan lingkungan yang berkarakter. Sehingga, putra-putri kita kelak dapat jadi generasi berkarakter yang tidak pantang menyerah disaat hadapi tantangn di dalam hidupnya. Dan mereka dapat selamanya optimis di dalam meraih keberhasilan bersama bekal nilai-nilai yang sudah tertanam di dalam lingkungan yang berkarakter tersebut.

Semoga bermanfaat.