Kebijakan Transportasi Online

Kebijakan Transportasi Online

Pemerintah Kota

Menanggapi aksi mogoknya sopir angkutan kota (angkot) dan aksi demo ojek online Senin (20/03/17) malam menjadi salah satu fokus pembahasan jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam Breifing Staf di ruang Paseban Sri Bima, Balaikota Bogor. Selasa (21/03/17). Sementara itu, Pemerintah pusat melalui Kementrian Perhubungan (Kemenhub) tengah merevisi aturan transportasi berbasis aplikasi (online).

Wali Kota Bogor Bima Arya

Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, aksi kemarin sebenarnya aksi dari sopir angkot yang berasal dari Kabupaten Bogor. Sementara itu, sopir angkot di kota Bogor tidak ada rencana untuk melakukan aksi demo karena sudah melakukan koordinasi dengan baik dan sopir bisa menahan diri, namun di lapangan sopir-sopir tersebut dihalangi (sweeping) dan kemudian pada malam hari ada info ojeg online ditabrak supir angkot. “Saat ditemui di rumah sakit korban dari ojeg online menceritakan kalau saat itu ia sedang off, kemungkinan ini kecelakaan murni, tapi kemudian ada yang memprovokasi ditambah dengan beredarnya foto yang tidak benar alias hoax,” jelas Bima.

Pemerintah Kota

Bima menerangkan, kejadian ini bukan hal sederhana dan sudah menjadi gejolak di Indonesia. para supir angkot menuntut kebijakan tegas Pemerintah untuk menindak ojek online karena dianggap membuat pendapatan berkurang. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor juga terus berkoordinasi terus dengan Pemerintah Pusat dan Kementerian. “Saat ini Pemerintah pusat sedang merevisi Peraturan Menteri Perhubungan (Nomer 32 tahun 2016) untuk mengatur lebih detail. Nantinya sebagain besar teknis diberikan kepada Pemerintah Daerah, mulai dari pembatasan jumlah dan jangkauan trayek,” ungkapnya..

Selanjutnya kata Bima

Setelah revisi tersebut rampung pemerintah daerah akan membuat SK Wali Kota terlebih dahulu dan selanjutnya dijadikan Peraturah Daerah (Perda). “Semua kebijakan akan diatur dan memerlukan kerja keras dari semua, karena akan ada persoalan di wilayah,” terangnya.

Sekretaris Daerah

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Ade Sarip Hidayat menilai harus segera dilakukan upaya yang terstruktur dari pemerintah pusat sebagai pegangan bagi pimpinan daerah mengambil sikap. Pemkot Bogor memang sedang menunggu ketentuan secara nasional bagaimana pemberlakuan kebijakan terkait transportasi online. “Sekarang harapannya bisa berjalan seperti biasa, jangan ribut karena sama-sama warga kota Bogor yang sama-sama mencari nafkah,” pungkasnya.

 

Artikel terkait :

DxOMark Revisi Skor LG V40 ThinQ

DxOMark Revisi Skor LG V40 ThinQ

 

SEOUL

DxOMark telah menerbitkan pembaruan untuk ulasan LG V40 ThinQ sehingga total menjadi 94,1 atau naik dari hasil sebelumnya. Koreksi ini disebabkan oleh kesalahan yang mereka temukan di salah satu tesnya.

Sub-skor yang diubah adalah untuk eksposur dan peningkatan dari 83 menjadi 88 dan skor foto dari 96 menjado 98. Inilah yang pada gilirannya menyebabkan peningkatan marginal dalam hasil total.

V40

Pada akhirnya, penguji memuji V40 untuk eksposur dalam ruangan yang akurat tapi kurang sedikit tentang cara ponsel mengekspos di luar ruangan. Warna jelas dan menyenangkan, kata mereka, dan detail ditampilkan dengan baik di bidikan luar ruangan.

LG V40

LG V40 dikenal sebagai smartphone flagship yang dirilis tahun lalu oleh LG. Dijajarannya, keluarga “V” selalu mengedepankan kekuatan fotografi yang umumnya banyak dipuji.

MWC 2019

Tahun ini, LG bersiap meluncurkan V50 yang sempat dikenalkan di MWC 2019. Bahkan handphone tersebut bakal mendukung internet supercepat berbasis 5G.

 

Sumber : https://www.ram.co.id/

Huawei P30 Series Resmi Tantang Keluarga Samsung

Huawei P30 Series Resmi Tantang Keluarga Samsung

 

JAKARTA

Setelah diperkenalkan di Paris, Prancis, akhirnya Huawei P30 Series resmi mendarat di Indonesia. Dipasarkan secara offline, handphone flagship ini siap bertarung dengan lineup Galaxy S10 yang lebih dulu menangguk sukses di Tanah Air.

Bertempat di Mal Taman Anggrek

Jakarta Barat, Sabtu (20/4/2019), Huawei memboyong Huawei P30, P30 Pro, dan Huawei P30 Lite untuk konsumen Indonesia. Selain smartphone, raksasa teknologi asal China ini juga membawa Watch GT, jam tangan pintar terbaru Huawei.

“Terima kasih untuk pelanggan yang yang membuat kami semangat untuk menghadirkan produk highend ke Indonesia. Ada empat produk yang hadir di bulan April ini, yaitu P30 Pro, P30, P30 Lite, dan Watch GT, ” kata Lo Khing Seng, Deputy Country Head Huawei kepada wartawan saat peluncuran Huawei P30 Series.

Meski sudah bisa didapatkan di pasar offline, kata Seng, pembeli tetap mendapat promo-promo menarik seperti saat masa pre-order. Untuk varian tertinggi dari P30 Series, yakni P30 Pro yang dihargai Rp13 juta, konsumen mendapatkan bundling dalam bentuk charger mobil Super Charge senilai Rp600.000.

Sedangkan P30

Huawei menawarkan harga Rp10 juta yang juga berkesempatan membawa charger mobil Super Charge dan cashback Rp1 juta.

Sementara dalam promosi yang berlaku sampai 30 April, P30 Lite dijual seharga Rp4,3 juta. Pembeli bisa membawa pulang Bluetooth Huawei SoundStone senilai Rp600.000.

“Kami tetap memberikan bundling, seperti super car charger 40watt, speakerBluetooth, dan cashback,” sebutnya.

Handphone teranyar Huawei

Handphone teranyar Huawei ini bisa didapati lewat Huawei High End Shop yang berada di Mall Taman Anggrek, Erafone Store, maupun melalui pemesanan onlineseperti di Lazada.

 

Sumber : https://merkterbaik.com/

Samsung Galaxy Fold Mulai Dijual

Samsung Galaxy Fold Mulai Dijual

Samsung Galaxy Fold Mulai Dijual

Samsung Galaxy Fold Mulai Dijual

 

Samsung telah meluncurkan ponsel lipat pertamanya

Galaxy Fold pada 20 Februari 2019. Kali ini, casing khusus sebagai pelindung ponsel tersebut dikabarkan mulai dijual. Dilansir dari laman GSM Arena, Senin (8/4/2019) lengkapnya pengecer online yang berbasis di Inggris, MobileFun baru saja menerbitkan listing untuk case kulit asli resmi yang dibuat oleh Samsung untuk Galaxy Fold.

Ada dua warna casing sejauh ini yakni putih dan hitam

Masing-masing casing kabarnya dibanderol dengan harga yang tak sedikit yakni USD119,99 atau sekira Rp1,73 jutaan. Meskipun sudah dapat dipesan, casing tersebut belum tersedia dipasarn dalam waktu dekat.

 

Kabarnya pembeli juga memiliki beberapa opsi non-resmi di MobileFun

dan ini lebih murah yakni masing-masing dibanderol USD43,99 dan USD65,49. Galaxy Fold akan dijual lebih dulu di pasar Eropa termasuk Inggris pada 26 April, dan akan tersedia di ritel offline pada 3 Mei.

Dipasar Eropa ponsel ini dibanderol sekira EUR2.000 atau Rp31 jutaan. Galaxy Fold mungkin menjadi ponsel termahal yang dibuat oleh Samsung saat ini.

Sumber : https://ngelag.com/

Kelemahan menggunakan jaringan nirkabel (Wireless)

Kelemahan menggunakan jaringan nirkabel (Wireless)

Kelemahan menggunakan jaringan nirkabel (Wireless)

Kelemahan menggunakan jaringan nirkabel (Wireless)

 

Jaringan Wifi memiliki lebih banyak kelemahan dibanding

Dengan jaringan kabel. Saat ini perkembangan teknologi wifi sangat signifikan sejalan dengan kebutuhan system informasi yang mobile. Banyak penyedia jasa wireless seperti hotspot komersil, ISP, Warnet, kampus-kampus maupun perkantoran sudah mulai memanfaatkan wifi pada jaringan masing masing, tetapi sangat sedikit yang memperhatikan keamanan komunikasi data pada jaringan wireless tersebut. Hal ini membuat para hacker menjadi tertarik untuk mengexplore keamampuannya untuk melakukan berbagai aktifitas yang biasanya ilegal menggunakan wifi. Pada artikel ini akan dibahas berbagai jenis aktivitas dan metode yang dilakukan para hacker wireless ataupun para pemula dalam melakukan wardriving.

 

Wardriving adalah

Kegiatan atau aktivitas untuk mendapatkan informasi tentang suatu jaringan wifi dan mendapatkan akses terhadap jaringan wireless tersebut. Umumnya bertujuan untuk mendapatkan koneksi internet, tetapi banyak juga yang melakukan untuk maksud-maksud tertentu mulai dari rasa keingintahuan, coba coba, research, tugas praktikum, kejahatan dan lain lain.

 

Kelemahan Wireless

Kelemahan jaringan wireless secara umum dapat dibagi menjadi 2 jenis, yakni kelemahan pada konfigurasi dan kelemahan pada jenis enkripsi yang digunakan. Salah satu contoh penyebab kelemahan pada konfigurasi karena saat ini untuk membangun sebuah jaringan wireless cukup mudah. Banyak vendor yang menyediakan fasilitas yang memudahkan pengguna atau admin jaringan sehingga sering ditemukan wireless yang masih menggunakan konfigurasi wireless default bawaan vendor. Penulis sering menemukan wireless yang dipasang pada jaringan masih menggunakan setting default bawaan vendor seperti SSID, IP Address , remote manajemen, DHCP enable, kanal frekuensi, tanpa enkripsi bahkan user/password untuk administrasi wireless tersebut.

WEP (Wired Equivalent Privacy) yang menjadi standart keamanan wireless sebelumnya, saat ini dapat dengan mudah dipecahkan dengan berbagai tools yang tersedia gratis di internet. WPA-PSK dan LEAP yang dianggap menjadi solusi menggantikan WEP, saat ini juga sudah dapat dipecahkan dengan metode dictionary attack secara offlinekelemahan pada jaringan wireless yang bisa digunakan attacker adalan sebagai berikut :

  1. Celah Keamanan

    Banyak pengguna jaringan wireless tidak bisa membayangkan jenis bahaya apa yang sedang menghampiri mereka saat sedang berasosiasi dengan wireless access point (WAP), misalnya seperti sinyal WLAN dapat disusupi oleh hacker. Berikut ini dapat menjadi ancaman dalam jaringan wireless, di antaranya:
    – Sniffing to Eavesdrop
    Paket yang merupakan data seperti akses HTTP, email, dan Iain-Iain, yang dilewatkan oleh gelombang wireless dapat dengan mudah ditangkap dan dianalisis oleh attacker menggunakan aplikasi Packet Sniffer seperti Kismet.
    – Denial of Service Attack
    Serangan jenis ini dilakukan dengan membanjiri (flooding) jaringan sehingga sinyal wireless berbenturan dan menghasilkan paket-paket yang rusak.
    – Man in the Middle Attack
    Peningkatan keamanan dengan teknik enkripsi dan authentikasi masih dapat ditembus dengan cara mencari kelemahan operasi protokol jaringan tersebut. Salah satunya dengan mengeksploitasi Address Resolution Protocol (ARP) pada TCP/IP sehingga hacker yang cerdik dapat mengambil alih jaringan wireless tersebut.
    – Rogue/Unauthorized Access Point
    Rogue AP ini dapat dipasang oleh orang yang ingin menyebarkan/memancarkan lagi tranmisi wireless dengan cara ilegal/tanpa izin. Tujuannya, penyerang dapat menyusup ke jaringan melalui AP liar ini.
    – Konfigurasi access point yang tidak benar
    Kondisi ini sangat banyak terjadi karena kurangnya pemahaman dalam mengkonfigurasi sistem keamanan AP.
    Kegiatan yang mengancam keamanan jaringan wireless di atas dilakukan dengan cara yang dikenal sebagai Warchalking, WarDriving, WarFlying, WarSpamming, atau WarSpying. Banyaknya access point/base station yang dibangun seiring dengan semakin murahnya biaya berlangganan koneksi Internet, menyebabkan kegiatan hacking tersebut sering diterapkan untuk mendapatkan akses Internet secara ilegal. Tentunya, tanpa perlu membayar.

Baca Juga 

Ikhtiar di Bidang Pendidikan Agar Menjadi yang Terbaik di Asia

Ikhtiar di Bidang Pendidikan Agar Menjadi yang Terbaik di Asia\

Ikhtiar di Bidang Pendidikan Agar Menjadi yang Terbaik di Asia

Ikhtiar di Bidang Pendidikan Agar Menjadi yang Terbaik di Asia

 

 

Setelah infrastruktur, pembangunan sumber daya manusia (SDM) menjadi fokus pemerintah. Berbagai langkah dan upaya dilakukan untuk menjadikan SDM Indonesia sebagai yang terbaik.

Pendidikan tinggi memiliki peran yang signifikan dalam ikhtiar ini. Kondisi pendidikan tinggi saat ini masih banyak tantangan yang harus dihadapi. Mulai akreditasi, kualitas dosen, publikasi riset, sampai sarana dan prasarana. Kepala Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) Tjan Basarudin menyebut ada peningkatan dalam kaitannya perbaikan kualitas pendidikan tinggi.

Hal itu bisa dilihat dari bertambahnya perguruan tinggi yang mendapatkan akreditasi A pada 2018 ini. Dari 4.600-an perguruan tinggi, hanya 1.700 yang sudah terakreditasi. Sementara dari 1.700 yang sudah diakreditasi, 73 perguruan tinggi terakreditasi A, 608 terakreditasi B, dan 1.019 terakreditasi C.

Dari hasil penilaian akreditasi kami, ada peningkatan. Misalnya dalam empat tahun terakhir, jumlah perguruan tinggi yang dapat A cukup signifikan meningkat dua kali lipat. Bahkan, tahun 2015 itu kurang dari setengah jumlah yang sekarang. Termasuk juga program studi yang akreditasinya A,” ungkapnya.

Namun, dia menyayangkan masih banyak perguruan tinggi yang belum terakreditasi. Padahal, sesungguhnya hal ini tidak dibenarkan, tetapi masih belum ada tindakan bagi perguruanperguruan tinggi tersebut. Ini diperparah dengan ketidakpedulian masyarakat terkait status perguruan tinggi.

“Ini macam-macam penyebabnya. Mungkin belum punya waktu ataupun komitmen.
Dari sisi undang-undang, itu kan sudah wajib. Masyarakat kita baru melihat prodi tanpa institusi. Padahal, keduanya harus diurus. Dampaknya, kemarin saat rekrutmen CPNS pada kebingungan dan tidak bisa ikut karena tak ada akreditasi,” ujarnya.

Dari segi kualitas dosen, Tjan menyebut ada peningkatan dari segitingkat pendidikan, yang saat ini sudah tidak ada lagi dosen dengan latar belakang pendidikan strata satu (S-1). Jumlah dosen bergelar S-2 dan S-3 pun semakin meningkat. Kondisi ini masih perlu ditingkatkan karena belumlah cukup.

“Seharusnya yang jadi dosen S-3 semua dan yang S-2 makin sedikit. Kalau dilihat sekarang proporsinyakan masih banyak S-2 daripada S-3. Kemudian kalaupun S-3 itu lulusan mana? Jadi PR-nya masih banyak,” ungkapnya.

Terkait dengan dosen, dia juga menyoroti kemampuan dalam mengelola pembelajaran. Hal ini tidak kalah dengan latar belakang pendidikan dosen sehingga masih perlu dikembangkan. Terlebih lagi, bagi dosen-dosen di perguruan tinggi vokasi seperti politeknik.

 

Baca Juga :

 

 

Apa Itu Kamera Go Pro

Apa Itu Kamera Go Pro

Apa Itu Kamera Go Pro

Apa Itu Kamera Go Pro

Melihat sekilas, kamera ini kamera main-main.

Mungkin ada yang menganggap kamera dari Mekkah, khas oleh-oleh yang baru datang dari tanah suci. Tapi sebenarnya, kamera ini tangguh. Asal, bersama aksesorisnya. Jika hanya bodi saja, daya gunanya tak maksimal. Itulah kamera GoPro. Tentang kamera ini ada banyak review-nya di internet, khususnya yang berbahasa Inggris.

 

Tak pernah berpikir ada kamera jenis ini.

Nanti pernah ada tamu yang datang ke rumah mengenalkan kamera aksi ‘action camera’, wawasan itu baru ada. Untuk berpikir menjadi salah satu alat kerja tak terlalu utama. Belakang, setelah ada banyak publikasi mengenai kamera aksi di Youtube, harapan itu mulai ada. Khususnya tentang kamera GoPro Hero 3, yang publikasinya di dunia maya cukup masif. Menggoda untuk memilikinya.

Butuh waktu hampir dua tahun hingga akhirnya bisa memiliki jenis kamera ini

sebagai salah satu kelengkapan alat kerja di lapangan. Ya, memang saya sudah memiliki Nikon D300s beserta housing-nya serta Nikon Coolpix AW-100 yang walau tanpa housing bisa dibawa menyelam di kedalaman 10 meter ke bawah serta ada fasilitas GPS. Tapi, ada beberapa ‘kelemahan’ dua kamera tersebut dibanding kamera aksi GoPro. Demikian juga sebaliknya. Apa itu?

Kamera ukurannya kecil

seukuran wadah korek api GoGo, tapi GoPro lebih tebal setengah senti. Lebih tampak sebagai mainan daripada kamera serius untuk profesional. Kedua, tak ada lubang intip (view finder) atau LCD untuk melihat bagaimana posisi obyek (kecuali membeli khusus LCD yang bisa dipasang di belakang bodi yang harganya hampir 1 juta). Itu jadi masalah besar bagi yang tak terbiasa; masalah besar sebab kita tak tahu komposisi obyek.

Fitur-fitur yang sangat sederhana

Bila di kamera digital lain tombol-tombol fitur minimal lima, maka di GoPro hanya tiga. Tombol power yang juga jadi mode, tombol shutter juga untuk enter, dan satu tombol wifi. Kombinasi dua tombol awal adalah pemilihan menu. Untuk isinya tak banyak, jadi bisa mudah memahaminya tapi gampang lupa. Sedikitnya tombol menjadikan kamera ini 99% auto (1% itu hanya pilihan pada Spot Meter alias Yes atau Not). Tak ada pengaturan kecepatan, tak ada pengaturan bukaan, tak ada pengaturan ISO, dan pengaturan-pengaturan lain seperti yang ada di kamera digital pada umumnya.

 

Kekurangan di atas memberi kesimpulan bahwa sepertinya kamera GoPro kamera jadul

Satu-satunya LCD yang ada di situ masih monokrom, seperti kalkulator, dan tak ada lampu flash. Betul-betul ketinggalan jaman. Begitu kira-kira.
Tapi ternyata, kekurangan di atas memang disengaja. Dugaan saya, selain memang ada yang tidak terlalu penting, juga untuk menghemat baterei. Dengan kata lain, kamera ini betul-betul hanya mengandalkan dua bagian utama pada kamera, yaitu lensa dan sensor. Kan memang itu yang penting ada pada kamera. Jika itu tak ada, kamera tak bisa apa-apa. Kalau yang lain sih masih bisa tidak ada.

Nah, lalu apa kelebihan kamera ini. Pertama adalah kualitas gambar, khususnya GoPro Hero 3 seri Black. Bagi yang gemar mendokumentasikan aksi-aksi di lingkungan ekstrem atau aktivitas berbahaya dengan kualitas sangat bagus, kamera ini bisa diandalkan. Malah bisa dikatakan, kualitasnya mungkin terlalu berlebihan, alias mubasir juga sebab akan sangat jarang digunakan. Nanti saya jelaskan mengapa akan jarang digunakan.

Saya akan membandingkan kualitas video GoPro Hero 3 Black dengan dua kamera yang saya punyai (di atas sudah saya sebut) dan kamera merk lain yang saya tahu kualitas videonya, seperti Canon 7D.
GoPro Hero 3 Black resolusi videonya bisa sampai 4 K atau 4 K Cin atau kalau dalam resolusi layar sampai 4096 x 2160. Bandingkan dengan Nikon D300s yang hanya 1080 x 720 atau Coolpix AW-100 yang beresoulsi 1920 x 1080 alias sudah full HD, tapi pada GoPro telah ultra HD.

Frame per detiknya juga belum pernah saya temukan di kamera digital biasa

yang berkisar 12.5, 24, 25, 48, 50, 60 sampai 100. Apa artinya, bagi yang gemar membuat atau menghasilkan adegan lambat (slow motion), fps yang tinggi amat memanjakan. Singkat kata, ada sekitar sembilan kombinasi antara resolusi dengan fps-nya, tergantung film mau dipake apa nantinya.

Saya katakan demikian, ini juga sekaligus menjelaskan maksud mubasir di atas, sebab kalau menggunakan resolusi maksimalnya, yaitu kelas cinema (sinema alias setingkat dengan kualitas film bioskop) maka, pertama, kartu memori akan cepat penuh. Jika menggunakan kualitas itu, minimal menggunakan kartu microSD kapasitas 32 atau 64 GB yang berkelas 10 (kecepatan tulis paling cepat). Kalau kartu 2 GB saja, itu bisanya 3 menit video kualitas bagus.

Kedua, ketika file sudah ada di komputer, bila file-nya langsung masuk perangkat editing, akan sangat berat dan (dalam bahasa Mandar) akan “tekke-tekke”. Itu sempat saya alami padahal saya sudah menggunakan MacBook Pro 17” prosesor Core i7 dengan RAM 8 (diolah di Final Cut 10).

Untuk kualitas foto, biasa-biasa saja. MB-nya sampai 12 saja (seri Silver dan White masing-masing 11 dan 5 MB). Tapi yang membuat decak kagum adalah burst-nya, bisa sampai 30 foto dalam 1 detik! Kalau Nikon D300s, paling banter 8 sampai 9 foto dalam 1 detik. Bedanya, sesaat setelah mengutip burst, butuh kamera butuh waktu beberapa detik menuliskan file foto ke kartu memori. Alias leg-nya cukup lama dibanding kamera DSLR.
Lalu bagaimana dengan kualitas warnanya? Kualitas warna, baik foto maupun film juga biasa-biasa. Tapi khusus kualitas warna video, biasa di sini kira-kira sama maknanya penampakan warna RAW pada foto DSLR. Maksudnya, warnanya memang tampak biasa-biasa, tapi sebenarnya file tersebut memberi keleluasaan untuk memperbaiki warnanya. Sebabnya apa? Sebab file video yang dihasilkan bisa dianggap file RAW. Itu sebabnya, walau sensor GoPro kecil (dibanding DSLR), tapi pengolahan filenya tidak sama.

Untuk mengatur ulang warna dan kompresi file, sebelum masuk ‘meja’ editing akhir, file dianjurkan melalui dulu program GoPro CineForm yang bisa didownload gratis dari web gopro.com. Faktor lain, jika sudah dikonversi di CineForm, file tidak akan berat lagi diolah, tapi kualitasnya tetatp terjaga (kompresinya khusus, tidak seperti kompresi lainnya, yang menurunkan kualitas gambar).

Kelebihan lainnya, bila ingin mencoba atau yang gemar membuat film tiga dimensi

Menggunakan GoPro relatif mudah dan murah dibanding bila membeli kamera 3D betulan. Dengan menggunakan dua bodi kamera GoPro dalam satu wadah khusus dan setelah melalui penyatuan file dari kamera kanan dan kiri di GoPro CineForm, film tiga dimensi sudah bisa dihasilkan. Pun sudah bisa dipakai menyelam (anti air). Dianjurkan untuk menggunakan kacamata tiga dimensi untuk melihat hasilnya walau itu hanya di monitor komputer (bukan monitor khusus).
Berikutnya adalah aksesoris yang bisa disiapkan khusus untuk GoPro. Bila dibandingkan dengan jenis kamera lain, aksesoris GoPro cukup lengkap dan relatif murah. Misalnya harga housing yang bisa membawa kamera sampai ke kedalaman 60 meter, yang harganya tidak sampai 1 juta (housing-nya malah sudah ada saat beli kamera ini). Bandingkan dengan housing poket sejenis Canon PowerShot yang harganya di atas dua juta

Baca Juga : 

Cara Merakit Komputer Dijamin Tuntas

Cara Merakit Komputer Dijamin Tuntas

Cara Merakit Komputer Dijamin Tuntas

Cara Merakit Komputer Dijamin Tuntas

Siapkan Motherboard

Siapkanlah motherboard yang akan anda gunakan, lalu buka pengunci socket prosesornya dengan perlahan. Lihat petunjuk di buku yang ada bersama motherboard di dalam kardus yang anda beli.

Prosesor

Posisikan tanda segitiga di sudut prosesor, ke tanda segitiga socket prosesor di motherboard. Kalau pasangnya benar artinya prosesor tidak bisa digerakkan ke kanan ataupun ke kiri. Setelah pemasangan prosesor dengan benar ke motherboard, kuncilah prosesor dengan cara tekan tuas ke bawah kemudian kaitkan dengan pengunci yang ada.

Kipas Pendingin Prosesor

Pasanglah heatsink (kipas pendingin prosesor) tepat di atas posisi prosesor lalu kunci / kuatkan kipas pendingin tersebut ke motherboard dengan sekrup / mur yang bentuknya khusus untuk pendingin prosesor tersebut. Jika kita menggunakan 4 buah pengunci di 4 titik sekitar pendingin, maka gunakanlah semua kunci tersebut tekan terlebih dahulu kemudian putar kekanan. Setelah dirasa sudah selesai menguncinya, cek dengan cara angkat kipas pendingin prosesor itu, jika kipas itu masih bisa terlepas dari motherboard artinya pemasangan anda belum benar.

Pasang RAM

Buka dahulu pengunci RAM yang ada di motherboard, dengan cara lepaskan pengunci tersebut ke arah samping bagian luar, kemudian masukan RAM ke dalam slot memori dengan cara tekanlah cukup kuat secara hati-hati, lalu pasanglah pengunci RAM itu kembali, jika penguncian itu terdengar bunyi klik maka anda memasangnya sudah benar.

Casing 

Buka bagian samping casing dengan cara buka sekrupnya, cek casing apakah kuat untuk menopang elemen hardware. Kemudian posisikan casing dalam keadaan tidur lalu pasang motherboard tepat berada di dudukan posisi casing dalam keadaan tidur (cari dimana lubang yang cocok untuk pemasangan motherboard). Selanjutnya pasang seluruh mur atau sekrup motherboard ke casing. Jangan lupa cek apakah pemasangan sudah benar atau kuat, caranya angkat motherboard tersebut jika terlepas dari casing artinya anda memasangnya belum benar.

Pemasangan Harddisk

Carilah sekrup / mur yang cocok untuk harddisk, kemudian pasanglah sekrup tersebut secara benar. Untuk kabel-kabelnya nanti saja setelah semua komponen terpasang.

Selanjutnya pemasangan Optical Drive

Copot panel drive yang ada di bagian depan casing (biasanya ada di bagian bawah) lalu tempatkanlah Optical Drive itu dengan benar, kunci dengan sekrup agar tidak bergerak.

Pada langkah yang terakhir adalah Anda harus memasang kabel-kabel penghubung ke motherboard, untuk menghubungkan kabel-kabel tersebut sesuaikan saja mana yang cocok, jika tidak cocok berarti kabel tersebut bukan di colok kesitu, cari lagi mana yang kira-kira cocok. Tapi ada kabel yang paling membingungkan bentuknya itu kecil-kecil dan tidak ada petunjuk pasangnya disebelah mana, kabel itu memiliki ciri yaitu ada tulisannya seperti HDD LED, POWER LED, SW, dan POWER SW. Karena kabel ini sulit harus di colok ke mana karena tidak ada buku petunjuknya, maka saya akan menjelaskannya.

Sumber: https://www.ram.co.id/

Vivo Bakal Umumkan Smartphone dengan Desain Baru?

Vivo Bakal Umumkan Smartphone dengan Desain Baru

 

Vivo Bakal Umumkan Smartphone dengan Desain Baru

Sama seperti sejumlah vendor smartphone lain, Vivo dilaporkan sedang menyiapkan pengumuman produk barunya dengan kode nama The Waterdrop. Smartphone tersebut akan diumumkan pada 24 Januari 2019.

Dilansir Phone Arena, Rabu (16/1/2019)

sebuah poster terkait smartphone tersebut dilaporkan telah beredar di ranah maya. Akun pembocor Ice Universe mengunggahnya di Twitter.

“Vivo ‘The Waterdrop’ invitation

released on January 24. Probably the most subversive phone, I will experience it at the press conference”, atau “Undangan ‘The Waterdrop’ Vivo, akan dirilis pada 24 Januari. Kemungkinan adalah ponsel paling subversif, dan saya akan mencobanya di dalam acara konferensi pers,” tulis Ice Universe dengan akun Twitter @UniverseIce.

Sejauh ini belum ada konfirmasi dari Vivo tentang smartphone baru tersebut, termasuk konfirmasinya tentang laporan ini. Selain itu, bocoran tentang spesifikasinya pun tidak banyak beredar.

Menurut sumber Phone Arena

smartphone Vivo ini akan menyuguhkan desain berbeda dibandingkan yang ada di pasaran saat ini. “Saya bisa menjamin kalian tidak pernah merlihat desain ponsel seperti ini. Ini akan menjadi kali pertama dalam sejarah ponsel,” tuturnya.

Vivo Buka-bukaan soal Smartphone 5G dan Layar Lipat

Media gathering Vivo di Lembang, Bandung, Rabu (9/1/2019). Liputan6.com/Surya Handika
Teknologi 5G, smartphone layar lipat, hingga Artificial Intelligence (AI), disebut akan mendominasi tren smartphone pada 2019.

Menanggapi hal ini, Global Product Manager Vivo, Charles Ding, mengungkap 5G sudah diterapkan pada perangkat Vivo di Tiongkok. Lantas, Indonesia kapan?

“Untuk Indonesia sendiri segera menyusul, kami masih melihat dari segi infrastruktur pendukungnya,” kata Ding kepada Tekno Liputan6.com di Lembang, pada Kamis (10/1/2019).

Mengenai smartphone layar lipat, Ding masih melihat kompatibilitasnya dengan pengguna. Selain itu, ada beberapa komponen yang dinilainya masih cukup riskan jika diterapkan di smartphone layar lipat.

Ding pun berkata tidak akan terburu-buru dalam mengembangkannya. “Fokus utama Vivo bukanlah pada persaingan, melainkan inovasi dan kepuasan costumer,” ucap Ding.

Sementara, AI besutan vendor asal Tiongkok tersebut telah rampung dikembangkan. AI ini diberi nama Jovi.

Kemampuan AI Jovi dapat diandalkan dalam hal prediksi cuaca, konfigurasi file, dan dapat memberi saran sesuai dengan aktivitas pengguna. Teknologi ini juga dapat membantu dalam hal terjemahan dokumen secara cepat.

Teknologi Kamera Smartphone Masih Jadi Fokus Vivo Tahun Ini

Vivo Nex dengan layar nyaris tanpa bezel dan kamera pop-up yang tersembunyi. (Foto: The Verge)
Vivo pun terus mengembangkan teknologi kamera smartphone. Kebutuhan masyarakat, khususnya anak muda, yang gemar mengabadikan momen menarik, memerlukan spesifikasi kamera tinggi.

Vivo menjawab tantangan tersebut dengan pengembangan teknologi kamera dalam setiap smartphone yang dikeluarkannya. “Kebutuhan akan kamera yang sangat cepat menjadi alasan Vivo berfokus dalam pengembangan kameranya,” ungkap Ding.

Baru-baru ini, Vivo mengeluarkan inovasi pada kamera depan, yaitu elevating camera yang disematkan di Vivo Nex. Vivo menerapkan layar ultra full screen dengan konsep kamera pop up.

“Dalam pengembangannya, Vivo harus mandiri dalam segala hal. Mulai dari IT, komponen, design, dan research. Kemudian, meyakinkan vendor akan teknologi ini pun cukup sulit,” kata Ding.

 

Sumber : http://situsiphone.com/

Cara Menggandakan Aplikasi di Android

Cara Menggandakan Aplikasi di Android

Google Play Store mempunyai segudang aplikasi unik untuk dicoba di smartphone Android. Tidak jarang pengguna perlu aplikasi yang sama tapi bersama account berbeda. Untuk menanggulangi perihal tersebut, terciptalah sebuah aplikasi yang berfungsi menggandakan aplikasi lain.

Menggandakan aplikasi Android

Salah satu aplikasi pengganda terbaik di Android adalah App Cloner yang dibuat oleh App Listo. Tertarik untuk mencobanya? Pertama-tama download aplikasi App Cloner dan install seperti biasa di Android.

Selanjutnya buka aplikasinya dan memilih aplikasi yang menginginkan digandakan. Sebagai perumpamaan di sini kami mencoba untuk menggandakan aplikasi Spotify.

Cara Menggandakan Aplikasi di Android

Pilih aplikasi selanjutnya dan pada jendela baru Anda bisa mengedit bermacam hal, seperti nama aplikasi, warna, dan icon untuk mempermudah membedakan bersama aplikasi aslinya. Klik tombol ceklis untuk memulai penggandaan.

Jika sudah, akan tersedia file APK baru hasil penggandaan aplikasi tadi yang bisa Anda install. Setelah sistem instalasi selesai, secara otomatis Anda mempunyai dua aplikasi sama tapi bersama account berbeda. cara hack wifi di android

Itulah cara gampang untuk menggandakan aplikasi di Android. Untuk menghapus aplikasi clone tersebut, Anda bisa masuk ke tab “Clone Apps”. Selamat mencoba!