Tips Mendidik Anak Tugas Rumah

Sudah kita ketahui ya bund, bahwasannya mendidik anak adalah tanggung jawab bagi para orangtua, dan yang demikian ini tentunya sudah menjadi tugas bagi Anda agar nantinya masa depan sih anak bisa lebih cerah lagi di masa yang akan datang. Akan tetapi di dalam mendidik anak, khususnya untuk anak balita atau usia dini seperti ini tak hanya mengajarkan mereka tentang membaca, menulis, berhitung, atau bersosialisasi, akan tetapi sih anak juga perlu diajarkan atau pun dididik mengenai tugas-tugas rumah tangga.

Tips Mendidik Anak Tugas Rumah

Tips Mendidik Anak Tugas Rumah

Agar nantinya sih anak juga bisa jadi anak yang lebih disiplin, tidak manja, dan menjadi anak yang rapi. Berikut ini adalah beberapa tips mudahnya mendidik anak tugas-tugas rumah yang harus Anda tahu.

Tips mendidik anak tugas-tugas rumah

Memasak

Jangan hanya ajarkan anak perempuan saja untuk memasak ya bund, anak laki-laki pun juga harus belajar memasak. Contohnya saja seseorang yang bernama Toni, dia sudah menikah dan belajar memasak dari bundanya sejak dia masik kecil, sebab dia anak sulung saat belum ada adiknya kemana bundanya pergi dia selalu membuntuti. Nah, dari situlah Toni belajar tentang bagaimana menanak nasi, memasak sayur dan lain-lain. Toni sendiri dikarenakan sering sekali membantu bunda memasak, mengerti apa saja yang dibutuhkan untuk memasak suatu makanan. Mulai dari rasa yang dikecap dia bisa membedakan apa bumbu yang digunakan.

Menjaga adik

Anak denganĀ  usia yang lebih besar bisa diberikan tugas untuk menjaga adiknya. Dengan begitu hubungan antara saudara jadi lebih akrab. Sih kakak pun jadi terbiasa melindungi dan juga memperhatikan adiknya. Tergantung berapa usia sih kakak, Anda bisa memberikan tugas yang sesuai ya bund.

Belanja ke warung

Apabila memang jalan menuju ke warung di dekat rumah Anda tak berbahaya lalu lintasnya, maka anak-anak yang agak besar pun bisa membantu belikan kebutuhan rumah tangga. Dengan begitu mereka uga belajar menghitung uang dan juga belanjaan.

Membersihkan halaman rumah

Untuk menjadikan rumah terlihat asri dan juga bersih, anak-anak bisa diberikan tugas dalam mengurus halaman depan rumah. Menyiram tanaman, menyapu daun yang rontok, dan juga memotong rumput bisa dikerjakan oleh anak yang lebih besar,sedangkan untuk anak usia dini bisa memungut sampai yang berceceran di halaman tersebut.

Anda juga bisa buat daftar untuk menjadwalkan tugas di rumah kepada anak atau bahkan semua anggota keluarga. Anak atau keluarga yang bisa mengerjakan tugasnya dengan baik akan mendapatkan bintang disamping anmanya atau pun diberih hadiah.

Demikianlah tadi informasi tentang tips mendidik anak tugas-tugas rumah yang bisa kami bagikan untuk Anda semuanya. Semoga saja bisa bermanfaat. sumber : www.dosenpendidikan.com

Permainan Aktif Memupuk Kepercayaan Diri pada Anak

Permainan Aktif Memupuk Kepercayaan Diri pada Anak

Sekitar usia 2 tahun, sebagian besar anak sudah bisa berjalan dan siap melangkah ke tahapan perkembangan social serta fisik yang selanjutnya. Di usia inilah sangat penting sekali buat Anda untuk kenalkan anak pada jenis-jenis permainan aktif yang libatkan gerakan fisik demi kembangkan kemampuan motorik fundamental secara menyeluruh atau pun full range of fundamental motor skills.

Permainan Aktif Memupuk Kepercayaan Diri pada Anak

Permainan Aktif Memupuk Kepercayaan Diri pada Anak

Mengajak buah hati bermain secara aktif ini artinya ikut dalam berpartisipasi main bersama dengan anak, jadi role model yang sangat baik sekali untuknya sekaligus juga bersenang-senang bersama. Aktif secara fisik juga sangat bermanfaat sekali bagi anak Anda juga Anda sendiri sebagai orangtuanya. Aktif fisik bagi balita memberi banyak manfaat kesehatan diantaranya kembangkan dan kuatkan oto, kembangkan kemampuan koordinasi antara otak dan gerak fisik, serta menunjjang perkembangan serta kekuatan tulang.

Anak yang sudah terbiasa aktif sejak kecil umumnya akan terdorong untuk lebih aktif lagi pada saat sudah besar. Tak hanya itu saja, permainan yang aktif ini juga bisa memupuk rasa percaya dirinya, kembangkan motorik kasar, dan juga menimbulkan rasa gembira serta nyaman di dalam diri anak.

National Association for Sport & Activity sarankan supaya anak balita dan juga pra sekolah ini mempunyai setidaknya 2 jam waktu bermain bebas yang libatkan gerakan fisik di setiap harinya. Jaga anak supaya tak berdiam diri saja selama lebih dari 1 jam pada saat permainan sedang berlangsung. Pastinya kecuali bila anak jatuh tertidur.

Cara mendorong anak untuk aktif dalam bermain

Terutama untuk anak yang baru saja belajar berjalan, Anda bisa berdiri jarak satu atau pun dia meter dari anak Anda, kemudian minta sih kecil untuk berjalan ke arah Anda, agar nantinya anak Anda lebih tertarik lagi, maka Anda bisa menggunakan mainan favoritnya sebagai salah satu rangsangan. Cara lainnya adalah dengan menyetel music atau pun Anda sendiri yang menyanyi sembari berdansa atau menarik gembira. Ajak anak Anda untuk ikut bernyanyi dan juga berdansa bersama-sama.

Dan khususnya untuk anak yang sudah lancara berlari maupun berjalan, maka sebagai orangtua Anda bisa mengajak sih kecil untuk bermain tangkap bola atau pun bola sepak. Permainan yang satu ini bukan permainan yang dibatasi oleh gender atau pun jenis kelamin. Tidak masalah bila anak perempuan Anda misalnya saja suka sekali menendang-nendang bola. Pada saat motorik halus dan juga kasarnya semakin berkembang, Anda bisa ajak sih kecil untuk berolahraga bersama, saja jogging atau bersepeda.

Demikianlah tadi sekilas informasi yang dapat kami bagikan tentang permainan aktif memupuk kepercayaan diri pada anak. Semoga bermanfaat. sumber : https://www.gurupendidikan.co.id/contoh-surat-kuasa/