Ikhtiar di Bidang Pendidikan Agar Menjadi yang Terbaik di Asia

Ikhtiar di Bidang Pendidikan Agar Menjadi yang Terbaik di Asia\

Ikhtiar di Bidang Pendidikan Agar Menjadi yang Terbaik di Asia

Ikhtiar di Bidang Pendidikan Agar Menjadi yang Terbaik di Asia

 

 

Setelah infrastruktur, pembangunan sumber daya manusia (SDM) menjadi fokus pemerintah. Berbagai langkah dan upaya dilakukan untuk menjadikan SDM Indonesia sebagai yang terbaik.

Pendidikan tinggi memiliki peran yang signifikan dalam ikhtiar ini. Kondisi pendidikan tinggi saat ini masih banyak tantangan yang harus dihadapi. Mulai akreditasi, kualitas dosen, publikasi riset, sampai sarana dan prasarana. Kepala Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) Tjan Basarudin menyebut ada peningkatan dalam kaitannya perbaikan kualitas pendidikan tinggi.

Hal itu bisa dilihat dari bertambahnya perguruan tinggi yang mendapatkan akreditasi A pada 2018 ini. Dari 4.600-an perguruan tinggi, hanya 1.700 yang sudah terakreditasi. Sementara dari 1.700 yang sudah diakreditasi, 73 perguruan tinggi terakreditasi A, 608 terakreditasi B, dan 1.019 terakreditasi C.

Dari hasil penilaian akreditasi kami, ada peningkatan. Misalnya dalam empat tahun terakhir, jumlah perguruan tinggi yang dapat A cukup signifikan meningkat dua kali lipat. Bahkan, tahun 2015 itu kurang dari setengah jumlah yang sekarang. Termasuk juga program studi yang akreditasinya A,” ungkapnya.

Namun, dia menyayangkan masih banyak perguruan tinggi yang belum terakreditasi. Padahal, sesungguhnya hal ini tidak dibenarkan, tetapi masih belum ada tindakan bagi perguruanperguruan tinggi tersebut. Ini diperparah dengan ketidakpedulian masyarakat terkait status perguruan tinggi.

“Ini macam-macam penyebabnya. Mungkin belum punya waktu ataupun komitmen.
Dari sisi undang-undang, itu kan sudah wajib. Masyarakat kita baru melihat prodi tanpa institusi. Padahal, keduanya harus diurus. Dampaknya, kemarin saat rekrutmen CPNS pada kebingungan dan tidak bisa ikut karena tak ada akreditasi,” ujarnya.

Dari segi kualitas dosen, Tjan menyebut ada peningkatan dari segitingkat pendidikan, yang saat ini sudah tidak ada lagi dosen dengan latar belakang pendidikan strata satu (S-1). Jumlah dosen bergelar S-2 dan S-3 pun semakin meningkat. Kondisi ini masih perlu ditingkatkan karena belumlah cukup.

“Seharusnya yang jadi dosen S-3 semua dan yang S-2 makin sedikit. Kalau dilihat sekarang proporsinyakan masih banyak S-2 daripada S-3. Kemudian kalaupun S-3 itu lulusan mana? Jadi PR-nya masih banyak,” ungkapnya.

Terkait dengan dosen, dia juga menyoroti kemampuan dalam mengelola pembelajaran. Hal ini tidak kalah dengan latar belakang pendidikan dosen sehingga masih perlu dikembangkan. Terlebih lagi, bagi dosen-dosen di perguruan tinggi vokasi seperti politeknik.

 

Baca Juga :

 

 

Bertemu Para Santri di Lamongan, Mendikbud Sampaikan Rumus 5 C

Bertemu Para Santri di Lamongan, Mendikbud Sampaikan Rumus 5 C

Bertemu Para Santri di Lamongan, Mendikbud Sampaikan Rumus 5 C

Bertemu Para Santri di Lamongan, Mendikbud Sampaikan Rumus 5 C

 

 

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud)

Muhadjir Effendy berkunjung ke sejumlah pondok pesantren di Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Minggu (17/10/18).

Dia meninjau sekolah-sekolah yang diasuh oleh pondok pesantren (ponpes) tersebut dan memberi tausiah di depan ribuan santri dan pengurus.

Sejumlah ponpes itu, yakni Ponpes

Karangasem Muhammadiyah, Ponpes Modern Muhammadiyah dan Ponpes Al-Islah Sendang Agung di Paciran Lamongan. Mendikbud juga menyerahkan bantuan komputer untuk SMP Muhammadiyah Karangasem, SMP Muhammadiyah Modern, SMP Muhammadiyah 12 Al Islah dan SMK Muhammadiyah Karangasem.

Di hadapan santri, alumni, guru dan ustaz di Ponpes Karangasem, Mendikbud mengajak santri untuk menyiapkan diri menghadapi revolusi industri 4.0.

“Santri harus lebih siap dan terbuka menghadapi tantangan,” ujarnya.

Mantan rektor Universitas Muhammadiyah

Malang (UMM) ini berpesan agar memperhatikan rumus 5C, yakni critical thinking (berpikir kritis), creativity (kreatif), communication skill (kemampuan berkomunikasi), collaboration (berkolaborasi) dan confidence (percaya diri).

Meski dalam tradisi pesantren dikenal ketat dengan pelajaran teks agama, dia berpesan agar santri diajak berpikir kritis melihat dunia luar.

Menurut dia, ilmu harus digali secara lebih luas dan mendalam, sesuai konteks, tetapi harus tetap kuat memegang akidah.

Di sisi lain, kreativitas juga harus ditunjukkan sepanjang waktu dengan cara membuat terobosan dan menemukan sesuatu yang baru.

 

 

Sumber :

http://ojel.student.umm.ac.id/gambar-kulit-beserta-strukturnya/

Lewat Kompetisi Ejaan, Dorong Peningkatan Berbahasa Inggris

Lewat Kompetisi Ejaan, Dorong Peningkatan Berbahasa Inggris

Lewat Kompetisi Ejaan, Dorong Peningkatan Berbahasa Inggris

Lewat Kompetisi Ejaan, Dorong Peningkatan Berbahasa Inggris

 

 

EF English First Centers for Kids

and Teens mengajak siswa-siswi tingkat Sekolah Dasar dan
Menengah Pertama unjuk kemampuan dan keterampilan mengeja kata dalam bahasa Inggris melalui EF Spelling Bee.Kompetisi ini terbuka untuk umum, terbagi dalam 4 grup yakni, 3 grup untuk Sekolah Dasar; Grup A (kelas 1-2), B (kelas 3-4), C (kelas 5-6) dan Grup D untuk tingkat SMP (kelas 7-9).
Ditargetkan total 15 ribu peserta akan mengikuti kompetisi regional di seluruh center EF di
34 kota yang berlangsung hingga 11 November 2018. Enam ratus peserta yang lolos di tingkat
regional akan maju ke kompetisi tingkat nasional untuk merebut 3 pemenang dari masing-
masing grup, pada 25 November mendatang di SMESCO Indonesia, Jakarta.

Spelling, adalah seni

untuk menggabungkan secara benar sebuah kata dari huruf-huruf yang
membentuknya. Keterampilan ini akan membantu menguatkan hubungan yang ada antara suara dan huruf.Oleh karenanya, Spelling merupakan pondasi dasar keterampilan bahasa Inggris yang memiliki peran penting dan berdampak positif terhadap keterampilan lainnya seperti Listening, Reading dan Writing.
“Melihat urgensi ini, kami mengajak siswa-siswi SD dan SMP untuk menguji dan meningkatkan keterampilan tersebut. Selain itu, tentunya kegiatan ini juga kami tujukan untuk membangun kepercayaan diri mereka melalui sebuah kompetisi yang memiliki skala nasional. Sekarang
siswa siswi sudah bisa mendaftar untuk kompetisi ini melalui www.ef.id/spellingbee2018,”
ujar Erditya Arfah, Marketing Director EF English First for Kids & Teens, kemarin.Kemampuan mengeja dapat membantu siswa lebih percaya diri dalam segala aspek dari literasi. Sebuah studi telah menunjukkan bahwa mengeja, membaca, menulis saling berhubungan erat dan telah terbukti membantu meningkatkan pemahaman atau comprehension skills.Studi yang dilakukan oleh L.C. Ehri untuk the Scientific Study of Reading juga menemukan bahwa instruksi mengeja dapat meningkatkan kemampuan membaca, karena membangun pengetahuan pelajar akan alphabetic system yang digunakan dalam membaca.

Agar bisa memberikan

lebih banyak kesempatan kepada lebih banyak siswa di Indonesia untuk mengikuti kompetisi Spelling Bee, EF English Centers for Kids and Teens juga mengadakan kompetisi yang sama secara live di akun Instagram resmi EF English Centers for Kids and Teens ef_englishfirst, pada tanggal 24 Oktober dan 8 November 2018 dengan hadiah jutaan rupiah.”Akhirnya bukan hanya siswa yang berhasil sampai tahap akhir yang mendapatkan manfaat dari kegiatan ini, akan tetapi semua peserta juga mendapatkan kesempatan untuk melatih kepercayaan diri yang berguna untuk menunjang masa depannya. Itulah tujuan utama dari kompetisi ini,” tutup Erditya.

 

Sumber :

http://student.blog.dinus.ac.id/blogtekno/penjelasan-fungsi-kulit/

Cetak KTP-el Hingga H-2 Lebaran, Silahkan Cek Statusnya

Cetak KTP-el Hingga H-2 Lebaran, Silahkan Cek Statusnya

 

Cetak KTP-el Hingga H-2 Lebaran, Silahkan Cek Statusnya

Ratusan warga pagi ini

Senin (04/06/2018) sudah memadati kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bogor yang berlokasi di Jalan Adnan Wijaya, Kota Bogor. Tak ayal, antrean panjang warga yang ingin mencetak KTP-el hingga ke ruas jalan raya.

Banyaknya antrean ini bukan tanpa alasan, terhitung hari ini Senin (04/06) Disdukcapil Kota Bogor sudah mulai membuka kembali pelayanan cetak KTP-el hingga 13 Juni 2018 atau H-2 Lebaran. Sebab, beberapa bulan ini yang menjadi kendala Disdukcapil tidak bisa mencetak KTP-el disebabkan tinta habis. Namun kini sudah kembali tersedia. “Tinta sudah tersedia. Insya Allah tinta dan blanko mencukupi,” ujar Kepala Disdukcapil Kota Bogor, Dody Ahdiat

Dody mengatakan

Diperkirakan jumlah warga yang akan datang untuk mencetak KTP-el hari ini bisa mencapai 700 hingga 800 orang. Untuk mengakomodir seluruh permohonan pencetakan KTP-el yang sudah Print Ready Record (PRR) atau siap cetak pihaknya akan membuka pelayanan sampai menjelang H-2 Lebaran. “Kami akan buka sampai 13 Juni karena yang PRR mencapai 17 ribu KTP-el akibat sempat tertunda beberapa bulan,” jelasnya.

KTP-el

Ia menuturkan, permohonan cetak KTP-el yang sudah PRR bisa jadi dalam waktu sehari. Dirinya menyarankan agar sebelum datang ke kantor terlebih dahulu mengecek status KTP-el yang bersangkutan di web disdukcapil.kotabogor.go.id untuk mengetahui status KTP-el apakah sudah PRR atau masih dalam penunggalan data di Kemendagri. Jika status KTP-el sudah PRR silahkan datang ke kantor dengan membawa Kartu Keluarga (KK) atau suket (surat keterangan) atau KTP-el yang rusak atau bawa surat keterangan hilang.

KTP-e

“Pemohonan KTP-el boleh juga diwakilkan dengan surat kuasa dari yang bersangkutan untuk menghindari penyalahgunaan KTP-el sebagai identitas pribadi oleh orang yang tidak bertanggung jawab,” pungkasnya.

 

Artikel terkait:

Operasi Pasar Murah Tekan Kenaikan Harga

Operasi Pasar Murah Tekan Kenaikan Harga

 

Operasi Pasar Murah Tekan Kenaikan Harga

Operasi Pasar Murah

Operasi Pasar Murah (OPM) Kebutuhan Pokok tahun 2018 yang digagas Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan Disperindag Kota Bogor adalah sebagai upaya untuk menekan kenaikan harga-harga kebutuhan pokok menjelang Lebaran.

Kepala Disperindag Provinsi Jawa Barat

Seperti disebutkan Kepala Disperindag Provinsi Jawa Barat yang diwakili Kepala Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu pada Disperindag Provinsi Jawa Barat, Bambang Satriadi saat pembukaan OPM di Kantor Kecamatan Bogor Timur, Jalan Pajajaran, Kota Bogor, Senin (04/06/2018), anggaran yang disediakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebesar Rp. 20 miliar.

“OPM ini sudah dilaksanakan sejak tahun 2012, meski memang animo masyarakat di tahun ini belum menggembirakan. Dimana dari dana yang dialokasikan hanya terserap Rp. 15 juta. Sementara di tahun 2017 lalu dari dana yang dialokasikan sebesar Rp. 15 miliar yang terserap hingga mencapai Rp. 14 miliar,” jelas Bambang.

OPM tahun 2018

Sementara untuk pelaksanaan OPM tahun 2018 yang dilakukan di seluruh kabupaten/kota se-Jawa Barat, ia mengatakan bahwa ditargetkan dapat terserap hingga Rp. 19 miliar untuk 235.015 rumah tangga miskin.

“Jadi Alhamdulillah pada tahun ini semua kabupaten/kota berpartisipasi dalam penyelenggaraan OPM yang anggarannya berasal dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” imbuhnya.

Bambang menerangkan

Untuk komoditi yang disubsidi pada pelaksanaan OPM tahun 2018 ini ada enam jenis. Yaitu beras premium, gula kristal putih, minyak goreng, telur ayam, daging ayam broiler, dan daging sapi beku dengan harga yang ditawarkan hanya sebesar. Rp 71.500 dari yang seharusnya Rp. 150.000.

 

Sumber : http://bkpsdm.pringsewukab.go.id/blog/gambar-jaringan-tumbuhan-dan-contohnya/

Geunah Tumaninah HJB Ke-536, Wujudkan Pilkada Damai

Geunah Tumaninah HJB Ke-536, Wujudkan Pilkada Damai

 

Geunah Tumaninah HJB Ke-536, Wujudkan Pilkada Damai

Hari Jadi Bogor

Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka Hari Jadi Bogor (HJB) ke-536 digelar penuh syukur Minggu (03/06/2018) sore di Gedung Paripurna DPRD Kota Bogor, Jalan Kapten Muslihat, Kota Bogor.

Pasalnya, HJB tahun ini kembali bertepatan pada bulan Suci Ramadhan dan Pilkada Serentak 2018. Sehingga HJB tahun ini ditetapkan tema Geunah Tumaninah yang memiliki arti Enak, Tenang, Nyaman dan Damai.

Pemerintah Kota

Tidak hanya anggota DPRD Kota Bogor dan jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor turut hadir pula mantan Wali Kota Bogor dan Wakil Wali Kota Bogor serta Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor.

Plt. Wali Kota Bogor Usmar Hariman mengatakan, dalam beberapa bulan terakhir sampai nanti (27/06) warga Bogor tengah dihadapkan pada tahapan-tahapan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Jawa Barat serta Walikota dan Wakil Walikota Bogor.

“Ada dua indikator kesuksesan setiap pelaksanaan pesta demokrasi. Yakni tingkat partisipasi masyarakat dan kebersamaan di tengah masyarakat tetap terjaga di antara perbedaan pilihan politik,” ujarnya.

Ia menjelaskan

Pada indikator pertama, Pemkot Bogor harus mendukung kerja keras Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor yang terus mensosialisasikan setiap tahapan dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Jawa Barat serta Walikota dan Wakil Walikota Bogor.

Sebagai gambaran, berdasarkan data KPU Kota Bogor

Tingkat partisipasi masyarakat dalam dua Pilwalkot terakhir masih di atas 60 persen dari seluruh Daftar Pemilih Tetap (DPT). Pada Pilwalkot 2013, tingkat partisipasi masyarakat baru mencapai 63,04 persen dari seluruh DPT. Sedangkan pada Pilwalkot 2008, tingkat partisipasi masyarakat lebih tinggi mencapai 68,79 persen dari seluruh DPT.

“Tentu kita berharap di dua pesta demokrasi di 2018 ini tingkat partisipasi masyarakat Kota Bogor akan jauh lebih baik dibandingkan dua Pilwalkot sebelumnya,” tuturnya.

Usmar menambahkan, kaitan indikator ke dua

Pemkot Bogor harus terus memahamkan dan mengajak warga untuk selalu merawat kebersamaan di tengah perbedaan pilihan politik yang ada. Sekaligus meyakinkan warga bahwa pilihan politik yang beda pada saat pesta demokrasi merupakan hal biasa. Hal terpenting dari Pilkada yakni senantiasa merawat dan menjaga kebersamaan sebagai warga Kota Bogor yang sejak lama dikenal guyub.

“Sebagai pelaksana tugas Walikota, saya terus berupaya untuk mendorong tercapainya dua indikator tersebut dan pada saat yang sama, memastikan birokrasi tetap pada jalur yang netral, hanya fokus pada pelayanan publik, dan tidak terkait politik praktis,” katanya.

 

Sumber : http://bkpsdm.pringsewukab.go.id/blog/teks-editorial-dan-contohnya/

Pengertian, Sistem, Dasar, Metode, Penerapan dan Persamaan Akuntansi Perbankan

Pengertian, Sistem, Dasar, Metode, Penerapan dan Persamaan Akuntansi Perbankan

 

Akuntansi yaitu proses pencatatan, pengklarifikasian, penganalisaan, dan penafsiran data keuangan. Kaprikornus disimpulkan pengertian Akuntansi Perbankan yaitu proses akuntansi bank yang mencakup pencatatan, pengklarifikasian, evaluasi dan penafsiran data keuangan bank yang dilakukan secara sistematis untuk memenuhi kebutuhan pihak yang berkepentingan baik intern ataupun ekstern.

Bank sebagai mediator anatar pihak kelebihan dana dengan pihak kekurangan dana serta pihak yang memperlancar kemudian lintas pembayaran. Laporan keuangan bank dalam akuntansi perbankan juga harus sesuai dengan prinsip akuntansi yangsudah diteri,a secara luas atau teknik pembukuan, posting dan pencatatan aneka macam transaksi dilakukan dalam kegiatan operasional bank.

Sistem Akuantansi Perbankan

Adapun target akuntansi perbankan diantaranya:
  • Sebagai sistem akunyansi manajemen
  • Sebagai sistem costing
  • Sebagai sistem pengawasan
  • Sebagai sistem sistem laporan terhadap penguasa moneter.

Dasar-Dasar Akuntansi Perbankan

Adapun dasar akuntansi perbankan diantaranya:

  • Accrual basis dalam pencatatan biaya
  • Cash basis dalam pencatatan pendapatan
  • Dasar rancang pembangunana akuntansi perbankan

Selain tiga hal tersebut, dasar-dasar akuntansi perbankan yang lain yaitu:

  • Harus ada perincian asset sehingga sanggup menggambarkan jumlah dana yang diinvestasikan pada masing-masing aset tersebut.
  • Harus ada perincian hutang yang disusun berdasarkan jatuh waktu dan tingkat kekekalannya.
  • Harus sanggup menggambarkab keuntungan rugi yang didapatkan dari hasil kegiatan dengan jelas
  • Harus sanggup menyediakan informasi secara periodik mengenai efisiensi dari hasil kegiatan usaha
  • Harus mempunyai sistem intenal control yang ketat
  • Harus sanggup menyediakan data bagi penguasa moneter.

Metode Pencatatan Pada Akuntansi Perbankan

Pada umumnya, proses akuntansi bank sama dengan akuntansi umum, namun lebih banyak diperlukan buku pembantu umum untuk mencatat dan mengikuti arus data keuangan daru seluruh transaksi yang terjadi di bank. Selain itu juga banyak dijumpai dokumen dasar/formulir untuk mencatat setiap transaksi.

Terdapat 2 proses akuntansi bank yaitu secara manual maupun komputerisasi:

Manual
Semua pekerjaan mulai dari pencatatan sampai pengikhtisaran dilakukan tangan manuasi
Unsur insan berperan penting dalam melaksanakan proses akuntansi
Kecermatan dan ketepatan waktu dalam mencatat data keuangan dan penyajian laporan keuangan merupakan hal kritis.
Perlu dilakukan pemisahan petugas yang menyiapkan buku harian, jurnal dan buku besar.
KomputerisasiHanya dalam proses key in atau mencatata dokumen bisnis kedalam komputer yang melibatkan tangan
manusia.
Kecermatan dan ketepatan waktu pencatatan dan penyajian informasi keuangan terjamin komputer
Unsur terkrisi yaitu aktivitas komputer yang dipakai dalam kegiatan akuntansi.

Penerapan Teknologi Informasi Pada Sistem Perbankan

Semakin berkembangnya teknologi didunia transaksi perbankan memakai teknologi komputer guna mempermudah transaksi dengan nasabah yang tadinya melayani nasabah dengan bertemu atau nasabah tiba ke cabang bank untuk mabung atau investasi kini semakin lebih gampang dengan teknologi berbasis komputer bahkan kini sanggup diakses melalui mobile dengan SMS yang diterapkan bank.

Perkembangan teknologi informasi menciptakan perusahaan mengubah seni administrasi bisnis dengan menempatkan teknologi sebagai unsur penting dalam penemuan produk dan jasa menyerupai adanya transaksi uang via mobile maupun via teller, adanya ATM yang pengambilan uangnya secara cash dan sanggup dilakukan 24 jam dan lain sebagainya.

Persamaan Akuntansi Bank

Harta Bank = Hutang + Modal

Harta Bank

Penempatan dana dalam kredit
Penyaluran dana dalam kredit
Penanaman dana aktiva tetap dan penanaman lainnya.
Hutang Bank
Dana masyarakat
Dana Pinjaman dan dana lainnya.
Modal Bank
Modal saham
Premium saham
Laba ditahan
Laba tahun berjalan.

Tujuan Laporan Keuangan Bank

Tujuan laporan keuangan yaitu membetikan informasi keuangan yang dapa dipercaya mengenai keuangan perusahaan, hasil perjuangan perusahaan selama periode akuntansi tertentu, Membantu pihak berkepentingan menilai atau mengintepretasikan kondidi dan potensi perusahaan diadaptasi dengan kebutuhan. Bentuk laporan keuangan bank sanggup berupa laporan neraca, neraca perhitungan laba/rugi dan laporan perubahan posisi keuangan.

Potensi Diri yang Negatif

Potensi Diri yang Negatif

Potensi Diri yang Negatif

Potensi Diri yang Negatif

1. Mudah diadu domba

Semua kelebihan yang dimiliki dapat hilang percuma jika seseorang masih mudah diadu domba. Dalam berbagai aspek kehidupan hendaknya harus berhati-hati karena seseorang bisa diadu domba atau bahkan mungkin tergoda untuk menjadi pelakunya. Hal ini arus dihindari, karena sangat merugikan diri sendiri.

2. Kurang berhati-hati

Pepatah “biar lambat asal selamat” memang bisa diganti dengan “biar cepat tapi selamat”, tetapi tetap harus
waspada dan berhati-hati. Mengapa demikian? Oleh karena kita sering terburu-buru tanpa memperhatikan
resiko lainnya asalkan tujuan tercapai. Akibatnya memang tujuan tercapai tetapi ada resiko besar yang didapatkan.

3. Emosional

Emosional merupakan suatu keadaan perasaan atau kondisi kejiwaan yang sedang labil sehingga dapat mengganggu hubungan dengan orang lainnya. Biasanya muncul pada saat keadaan tidak normal, sehingga individu yang sedang emosional kurang bisa mengendalikan diri.

Dia bisa marah, berteriak ataupun menangis. Sebenarnya semua aktivitas tadi boleh saja dilakukan asalkan tetap terkendali dan tidak mengganggu orang lain. Potensi diri yang positif adalah jika kita tidak mudah
emosional yaitu kita memiliki kecerdasan emosi (emotional quotient) yang baik.

4. Kurang percaya diri

Banyak dari generasi muda yang belum mengerjakan sesuatu sudah menyerah dengan mengatakan tidak mampu melaksanakannya. Jadi generasi muda menyerah atau kalah sebelum bertanding. Sebenarnya ada kemampuan tetapi karena kurang percaya diri menjadi tidak mau melakukan sesuatu.

Sungguh disayangkan karena kesempatan emas menjadi hilang. Hal ini berarti harga diri (self esteem) mereka adalah negatif karena cenderung merasa bahwa dirinya tidak mampu dan tidak berharga. Potensi diri yang positif adalah jika kita memiliki rasa percaya diri yang besar.

Ciri-ciri individu yang kurang percaya diri :

  • Berusaha menunjukkan sikap konformis, sematamata demi mendapatkan pengakuan dan penerimaan kelompok
  • Menyimpan rasa takut /kekhawatiran terhadap penolakan
  • Sulit menerima realita diri (terutama dalam menerima kekurangan diri) dan memandang rendah kemampuan diri sendiri-namun di lain pihak memasang harapan yang tidak realistik terhadap diri sendiri
  • Pesimis, mudah menilai segala sesuatu dari sisi negatif
  • Takut gagal, sehingga menghindari segala resiko dan tidak berani memasang target untuk berhasil
  • Cenderung menolak pujian yang ditujukan secara tulus (karena undervalue diri sendiri)
  • Selalu menempatkan/memposisikan diri sebagai yang terakhir, karena menilai dirinya tidak mampu
  • Mempunyai external locus of control (mudah menyerah pada nasib, sangat bergantung pada keadaan dan pengakuan/penerimaan serta bantuan orang lain).

Apakah kalian termasuk orang yang kurang percaya diri? Jika ya, maka sebaiknya hindarilah sifat tersebut. Karena hal tersebut akan merugikan diri kita. Jika tidak, maka bersyukurlah dan pertahankan karena itu merupakan sesuatu yang berharga bagi diri kalian dalam mencapai prestasi.

5. Kurang mempunyai motivasi

Manusia bukanlah benda mati yang bergerak hanya bila ada daya dari luar yang mendorongnya, melainkan makhluk yang mempunyai daya dalam dirinya untuk bergerak. Inilah yang dinamakan motivasi. Sehingga
motivasi sering disebut penggerak perilaku (the energizer of behaviour).

Motivasi adalah bidang yang amat sering dipelajari oleh para psikolog karena pengetahuan akan determinan perilaku ini akan banyak membantu dalam meramalkan dan mengendalikan dampak dari suatu keadaan tertentu terhadap kehidupan manusia.

Ini berhubungan dengan prestasi diri sebagai suatu perilaku yang muncul karena potensi diri yang ada dengan didorong motivasi yang kuat.

Motivasi adalah dorongan baik yang berasal dari dalam diri seseorang maupun yang berasal dari luar diri seseorang tersebut, misalnya dari keluarga, sekolah maupun lingkungan masyarakat. Adanya motivasi akan mempercepat tercapainya tujuan untuk berprestasi.

Oleh karena itu kita harus punya motivasi supaya kebutuhan hidup terpenuhi, mulai dari yang paling rendah sampai yang paling tinggi sebagaimana dikemukakan oleh Abraham H Maslow, yaitu dari kebutuhan fisiologis dasar, kebutuhan rasa aman, kebutuhan untuk dicintai dan disayangi, kebutuhan untuk dihargai dan paling tinggi kebutuhan aktualisasi diri yang berupa kesempatan dan kebebasan untuk mewujudkan cita-cita sesuai kemampuan yang dimiliki setiap individu.

Orang yang punya potensi disebut juga dengan manusia unggul terlebih jika dia dapat mewujudkan potensinya dengan baik, akan tetapi jangan sampai menjadi sombong. Ciri-ciri manusia unggul adalah :

  1. Memiliki keimanan yang utuh.
  2. Melaksanakan amal ibadah
  3. Memiliki akhlak mulia, yang terdiri dari amanah, ikhlas, tekun, berdisiplin, bersyukur, sabar, dan adil.

Ke tiga hal ini akan semakin lengkap jika didukung oleh hal-hal positif yang dimiliki oleh seseorang. Prestasi
diri seseorang akan semakin bermakna jika dilandasi oleh keimanan yang kuat terhadap Tuhan Yang Maha
Esa.

Mereka berprestasi bukan semata kepentingan pribadi tetapi demi kepentingan yang lebih luas lagi. Untuk kepentingan nusa, bangsa dan negara.

 

Baca Artikel Lainnya:

Potensi Diri yang Positif

Potensi Diri yang Positif

Potensi Diri yang Positif

Potensi Diri yang Positif

1. Memiliki idealisme

Sebagai generasi muda kita harus memiliki ide yang kita yakini kebenarannya dengan didukung fakta dan berusaha untuk mewujudkannya dalam tujuan hidup kita.

2. Dinamis dan kreatif

contoh teks ulasan – Sifat dinamis dan kreatif dalam arti selalu berkembang mengikuti perkembangan jaman tanpa berhenti untuk berkreasi dalam mencapai tujuan tanpa mengabaikan norma-norma yang ada dalam kehidupan sehari-hari, baik norma agama, norma hukum, norma kesusilaan dan norma kesopanan.

3. Keberanian mengambil resiko

Setiap tindakan yang dilakukan bukan tanpa resiko, karena jika ada sebab pasti akan ada akibat. Untuk itu sebelum bertindak harus selalu mempertimbangkan masak-masak resiko yang akan timbul dan berusaha menghadapi serta mengatasinya dengan baik.

4. Optimis dan kegairahan semangat

Manusia yang hidup di era globalisasi sekarang ini tidak boleh pesimis, maka sebagai bagian dari dunia seseorang harus selalu optimis dan memiliki kegairahan semangat supaya tidak putus asa dan lemah sebelum
bertanding.

Para pahlawan telah berjuang merebut kemerdekaan Indonesia tetapi kita yang harus mempertahankan dan mengisinya melalui karya yang positif.

Bangsa yang maju adalah bangsa yang rakyatnya mau bekerja keras, ulet dan tangguh dalam mewujudkan sebuah prestasi. Sebab perlu diingat bahwa Tuhan sendiri tidak akan mengubah kondisi suatu bangsa jika bangsa tersebut tidak mau berubah.

5. Kemandirian dan disiplin murni

Kita adalah bagian dari bangsa yang mandiri dan berdiri di atas kaki sendiri dan memiliki disiplin yang tinggi. Pendidikan disiplin bukan hanya sekedar patuh terhadap aturan tetapi juga harus terwujud dalam bentuk
pengakuan terhadap hak dan keinginan orang lain, serta mau mengambil bagian dalam memikul tanggung jawab sosial secara manusiawi.

6. Fisik yang kuat dan sehat

Apa artinya jiwa yang meledak-ledak penuh semangat dengan berbagai ide jika tidak ditunjang oleh fisik yang kuat dan sehat? Tentu tidak akan ada artinya. Untuk itu potensi diri yang positif harus memperhatikan
masalah yang satu ini karena sangat penting peranannya.

Ingatkah kalian dengan pepatah: “di dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang kuat (mensana in corpore sano)“? Nah potensi diri yang positif adalah yang menjaga kekuatan dan kesehatan fisik.

7. Sikap ksatria

Ksatria adalah sikap yang sportif yaitu berani mengakui kesalahan dan kekalahan jika mengalaminya, serta bersedia meminta maaf untuk tidak mengulangi lagi perbuatan.

Dalam falsafah masyarakat Jawa, seseorang baru pantas bergelar ksatria jika dia dapat“ menang tanpa mengalahkan, kemudian mengalahkan tanpa merendahkan dan menyerang tanpa menyakiti.”

8. Terampil dalam menerapkan IPTEK

Melalui pendidikan dan pelatihan para siswa diharapkan dapat melatih keterampilannya dengan memanfaatkan fasilitas yang ada di sekolah. Jika memungkinkan dapat diperdalam di luar sekolah, sehingga menjadi generasi muda yang tidak gagap teknologi, dan mampu bersaing dengan bangsa lain di dunia.

Setelah itu mereka diharapkan dapat menerapkan IPTEK dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya dengan mengikuti lomba komputer daerah atau nasional. Ini merupakan peran serta yang baik dari masyarakat dalam menunjang potensi diri siswa dalam berprestasi sehingga terampil dalam menerapkan IPTEK.

9. Kompetitif

Di tengah persaingan dunia seperti sekarang ini setiap individu harus mampu menunjukkan kelebihan dirinya, diantaranya dengan berkompetisi dengan bangsa lainnya.

Kompetisi berasal dari bahasa Latin to competere yang kalau di Inggriskan menjadi to seek together (mencari bersama), to agree (menyetujui) atau to coincide (menyepakati bersama).

Sebenarnya dalam berkompetisi tidak ditemukan adanya ajaran yang menjadikan orang lain sebagai objek atau musuh. Jadi kompetitif adalah orang lain dijadikan sebagai mitra dalam mencapai suatu prestasi.

Masalah yang muncul jangan sampai kata kompetisi menjadi konkurensi (to conquer defeat/overcome enemy) mengalahkan orang lain/musuh.

Oleh karena hasil yang dicapai bukan lagi kemenangan (winning) melainkan memukul mundur (beating). Selain itu jika kompetisi mensyaratkan adanya kompetensi atau keahlian, maka dalam konkurensi akan ada komparasi, gaya hidup membandingkan secara tidak sehat, dan praktik konkurensi adalah produk muatan pikiran irrasional yang bertentangan dengan logika hidup rasional.

Bersaing itu sehat karena ada acuan, akan mendorong terciptanya energi dan akan dapat memacu prestasi diri seseorang, asal jangan menghalalkan segala cara, dan harus selalu ingat dosa dan Tuhan selalu mengawasi perilaku umatnya. Jika harus bersaing seharusnya dimulai dengan langkah sebagai berikut :

  • Berani memulai
  • Fokus pada keunggulan
  • Transformasi energi konkurensi

Maksudnya seseorang jika hendak bersaing harus mempersiapkan ke tiga hal di atas yaitu berani memulai
tidak menunda, kemudian memfokuskan pada keunggulan yang dimiliki serta yang tidak kalah pentingnya adalah mengubah energi persaingan yang bersifat negatif menjadi sesuatu yang positif, supaya terjadi persaingan yang sehat dan mencapai hasil yang optimal.

10. Daya pikir yang kuat

Untuk mencapai keberhasilan, seseorang harus memiliki daya pikir yang kuat dan didukung dengan motivasi
yang kuat pula dalam dirinya. Karena hal ini merupakan penggerak untuk melakukan aktivitas, sebagaimana yang dikemukakan oleh Descartes “Aku berfi kir maka aku ada”.

Jika orang mempunyai kemampuan dan kemauan untuk berpikir dengan kuat maka dia akan mampu berprestasi dengan baik.

11. Memiliki bakat

Seseorang yang memiliki bakat yaitu mempunyai potensi yang dimilikinya sungguh beruntung karena akan
mudah dalam mewujudkan prestasi dirinya. Untuk itu perlu dukungan dari keluarga dan lingkungan. Bakat yang besar tadi harus didukung dengan motivasi yang kuat dari dalam dirinya.

Seorang pemimpin yang hebat selain bisa dipersiapkan melalui pendidikan dan pelatihan akan lebih hebat jika dia memiliki bakat terpendam sebagai potensi dirinya.

Dalam upaya mengembangkan potensi diri ada 4 tahapan yang perlu diperhatikan, antara lain :

  • Mengenali diri sendiri
  • Memposisikan diri
  • Mendobrak diri
  • Aktualisasi diri

Bentuk dan Susunan Pemerintah Daerah

Bentuk dan Susunan Pemerintah Daerah

Bentuk dan Susunan Pemerintah Daerah

Bentuk dan Susunan Pemerintah Daerah

Di daerah dibentuk DPRD sebagai badan Legislatif Daerah dan Pemerintah Daerah sebagai Badan Eksekutif
Daerah. Pemerintah Daerah terdiri atas Kepala Daerah beserta perangkat daerah lainnya. DPRD sebagai lembaga perwakilan rakyat di daerah merupakan wahana untuk melaksanakan demokrasi berdasarkan Pancasila.

DPRD sebagai Badan Legislatif Daerah berkedudukan sejajar dan menjadi mitra dari Pemerintah Daerah. Pasal 40 UU Republik Indonesia No. 32 Tahun 2004 menyatakan, bahwa DPRD merupakan lembaga perwakilan rakyat daerah dan berkedudukan sebagai unsur penyelenggaraan pemerintahan daerah. Sementara itu pasal 41 menyatakan, bahwa DPRD memiliki fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan.

Bagaimana cara pemilihan anggota DPRD? dalam pasal 18 ayat (3) UUD 1945 ditegaskan, bahwa ”pemerintah daerah provinsi, daerah kabupaten, dan kota memiliki Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang anggotaanggotanya dipilih melalui pemilihan umum”. Pemilihan umum untuk memilih anggota DPRD waktu pelaksanaannya bersamaan dengan pemilihan umum untuk anggota DPR dan DPD.

a. Tugas dan Wewenang DPRD

Adapun tugas dan wewenang DPRD sebagaimana diatur dalam pasal 42 UU Republik Indonesia nomor
32 Tahun 2004 adalah sebagai berikut:

  • membentuk Peraturan Daerah yang dibahas dengan kepala daerah untuk mendapat persetujuan bersama;
  • membahas dan menyetujui rancangan Peraturan Daerah tentang APBD bersama dengan Kepala Daerah;
  • melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan Perda dan peraturan perundang-undangan lainnya, peraturan kepala daerah, APBD, kebijakan pemerintah daerah dalam melaksanakan program pembangunan daerah, dan kerjasama internasional di daerah;
  • mengusulkan pengangkatan dan pemberhentian Gubernur/Wakil kepala daerah/wakil kepala daerah kepada Presiden melalui Menteri Dalam Negeri bagi DPRD Propinsi dan kepada Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur bagi DPR kabupaten/kota;
  • memilih wakil kepala daerah dalam hal terjadi kekosongan jabatan wakil kepala daerah;
  • memberikan pendapat dan pertimbangan kepada pemerintah daerah terhadap rencana perjanjian internasional di daerah;
  • memberikan persetujuan terhadap rencana kerjasama internasional yang dilakukan oleh pemerintah daerah;
  • menerima laporan keterangan pertanggungjawaban kepala daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah;
  • membentuk panitia pengawas pemilihan kepala daerah;
  • melakukan pengawasan dan meminta laporan KPUD dalam penyelenggaraan pemilihan kepala daerah;
  • memberikan persetujuan terhadap rencana kerjasama antar daerah dan dengan pihak ketiga yang membebani masyarakat dan daerah.

 

b. Hak DPRD

Selain itu DPRD juga mempunyai hak-hak sebagaimana diatur dalam Pasal 43 UU Republik Indonesia No. 32 Tahun 2004, yaitu hak interpelasi, angket dan menyatakan pendapat. Pelaksanaan hak angket sebagaimana dimaksud di atas adalah dilakukan setelah diajukan hak interpelasi dan mendapat persetujuan dari Rapat Paripurna DPRD yang dihadiri sekurang-kurangnya ¾ (tiga perempat) dari jumlah anggota DPRD dan putusan diambil dengan persetujuan sekurang-kurangnya 2⁄3 (dua pertiga) dari jumlah anggota DPRD yang hadir. Dalam melaksanakan hak angket dibentuk panitia angket yang terdiri atas semua unsur fraksi DPRD yang bekerja dalam waktu paling lama 60 hari telah menyampaikan hasil kerjanya kepada DPRD.

c. Hak Anggota DPRD

Selain DPRD sebagai lembaga yang mempunyai berbagai hak, maka anggota DPRD juga mempunyai
hak-hak sebagaimana diatur dalam Pasal 44 UU Republik Indonesia No. 32 Tahun 2004, yaitu mengajukan
rancangan Peraturan Daerah; mengajukan pertanyaan; menyampaikan usul dan pendapat; memilih dan dipilih; membela diri; imunitas; protokoler dan keuangan serta administratif.

d. Kepala Daerah

Dilihat dari susunannya, pada pemerintahan daerah terdapat dua lembaga yaitu Pemerintah Daerah dan DPRD. Pemerintah daerah provinsi dipimpin oleh Gubernur, sedangkan pemerintah daerah kabupaten/
kota dipimpin oleh Bupati/Walikota. Gubernur/Bupati/Walikota yang biasa disebut Kepala Daerah
memiliki kedudukan yang sederajat dan seimbang dengan DPRD masing-masing daerah.

Kepala Daerah dan DPRD memiliki tugas/wewenang dan mekanisme pemilihan yang berbeda. Kepala Daerah memiliki tugas dan wewenang sebagai berikut:

  • memimpin penyelenggaraan pemerintahan daerah berdasarkan kebijakan yang ditetapkan bersama DPRD;
  • mengajukan rancangan Peraturan Daerah;
  • menetapkan Peraturan daerah yang telah mendapat persetujuan bersama DPRD;
  • menyusun dan mengajukan rancangan Peraturan daerah tentang APBD kepada DPRD untuk dibahas dan ditetapkan bersama;
  • mengupayakan terlaksananya kewajiban daerah;
  • mewakili daerahnya di dalam dan di luar pengadilan, dan dapat menunjuk kuasa hukum untuk mewakilinya sesuai dengan peraturan perundangundangan; dan
  • melaksanakan tugas dan wewenang lain sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

bpupki – Pemilihan Kepala Daerah baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota dilakukan secara demokratis dan transparan. Mekanisme pemilihan kepala daerah dikenal dengan istilah PILKADA langsung. Coba perhatikan ketentuan berikut ini. Setiap Daerah dipimpin oleh seorang Kepala Daerah sebagai Kepala Eksekutif yang dibantu oleh Wakil Kepala Daerah. Kepala Daerah Provinsi disebut Gubernur, yang karena jabatannya adalah juga sebagai Wakil Pemerintah.

Sebagai Kepala Daerah, Gubernur bertanggung jawab kepada DPRD, sebagai Wakil Pemerintah, Gubernur berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Kepala Daerah Kabupaten disebut Bupati, sedangkan Daerah Kota disebut Walikota yang dalam menjalankan tugas dan wewenangnya selaku Kepala Daerah bertanggung jawab kepada DPRD Kabupaten/Kota.

Sebagai alat Pemerintah Pusat, Gubernur melaksanakan tugas-tugas antara lain.

  • Membina ketenteraman dan ketertiban di wilayahnya;
  • Menyelenggarakan koordinasi kegiatan lintas sektor mulai dari perencanaan sampai pelaksanaan dan pengawasan kegiatan dimaksud
  • Membimbing dan mengawasi penyelenggaraan pemerintah daerah
  • Melaksanakan usaha-usaha pembinaan kesatuan bangsa sesuai kebijaksanaan yang ditetapkan pemerintah
  • Melaksanakan segala tugas pemerintahan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang diberikan kepadanya
  • Melaksanakan tugas pemerintahan yang tidak termasuk dalam tugas instansi lainnya.

 

e. Keuangan Daerah

Sumber-sumber keuangan daerah dalam pelaksanaan desentralisasi adalah : Pendapatan Asli Daerah (PAD); Dana Perimbangan; Pinjaman Daerah ; dan lainlain penerimaan yang sah. Sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) terdiri atas Hasil Pajak Daerah; Hasil Restribusi Daerah; Hasil Perusahaan Milik Daerah dan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah lainnya yang dipisahkan serta lainlain pendapatan daerah yang sah.

Dana Perimbangan terdiri atas bagian daerah dari penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan, dan Penerimaan dari sumber daya alam; Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK).

Penerimaan Negara dari Pajak Bumi dan Bangunan dibagi dengan imbangan 10% untuk Pemerintah Pusat dan 90% untuk Daerah. Penerimaan Negara dari Bea Perolehan Hak atas tanah dan Bangunan dibagi dengan imbangan 20% untuk Pemerintah Pusat dan 80% untuk Daerah.

Sebesar 10% dari penerimaan PBB dan 20% dari penerimaan Bea Perolehan hak atas tanah dan bangunan dibagikan kepada seluruh kabupaten dan kota. Penerimaan Negara dari sumber daya alam sektor kehutanan, sektor pertambangan umum dan sektor perikanan dibagi dengan imbangan 20% untuk pemerintah pusat dan 80% untuk Daerah.

Sedangkan penerimaan negara dari pertambangan minyak setelah dikurangi pajak dibagi dengan imbangan 85% untuk pemerintah pusat dan 15% untuk pemerintah daerah. Sementara itu penerimaan negara dari sektor gas alam setelah dikurangi pajak dibagikan dengan imbangan 70% untuk Pemerintah Pusat dan 30% untuk Daerah.