Tawuran Pelajar, Pj. Walkot Cirebon Ingatkan Program Jabar Masagi

Tawuran Pelajar, Pj. Walkot Cirebon Ingatkan Program Jabar Masagi

Tawuran Pelajar, Pj. Walkot Cirebon Ingatkan Program Jabar Masagi

Tawuran Pelajar, Pj. Walkot Cirebon Ingatkan Program Jabar Masagi

Ribuan siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Kota Cirebon

dapatkan arahan dan bimbingan langsung dari Pj. Wali Kota Cirebon. Pasalnya, mereka terlibat tawuran pelajar pada Kamis (6/12) kemarin.

Ribuan siswa SMKN 1 duduk bersila, berkumpul di lapangan basket yang ada di sekolah tersebut. Sementara, Pj Walikota Cirebon Dedi Taufik, berdiri di depan, ditemani Kepala SMKN 1 Kota Cirebon, D. Kimono serta Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Jaja Sulaeman.

Tak ketinggalan, guru-guru yang ada di sekolah tersebut juga terlihat di lapangan basket tersebut. Diawali dengan yel-yel semangat pagi, Pj Wali Kota Cirebon Dedi Taufik, memuji semangat dari anak-anak SMKN 1 Kota Cirebon.

“Spirit dan semangatnya luar biasa. Mata-matanya pun menatap dengan penuh senyuman,

” ungkap Dedi.

Di hadapan ribuan anak-anak itu, Dedi pun memuji jiwa korsa yang dimiliki oleh mereka. Spirit tersebut, kata Ia, sesuai dengan jiwa anak-anak muda, setia dengan teman, serta memiliki jiwa korsa yang kuat.

“Ini yang harus kita tanamkan sejak muda,” kata Dedi.

Dalam kesempatan itu, Dedi meminta jiwa korsa yang ada dan rasa setia kawan

yang telah terbangun sejak muda hendaknya bisa disalurkan dengan baik.

“Bukan dengan cara yang negatif,” kata Dedi.

Apalagi dengan cara tawuran dengan sekolah lain. Karena tawuran hanya akan menimbulkan kerugian. Bukan hanya kerugian untuk orang lain dan lingkungan, tapi juga kerugian untuk diri sendiri

Karena itu, Dedi kembali meminta agar jiwa korsa dan semangat setia kawan lebih disalurkan untuk bersama-sama membangun cita-cita. Untuk masa depan yang lebih baik di masa yang akan datang. Karena mereka adalah tunas-tunas muda, generasi penerus bangsa.

“Apalagi saat ini kita sudah menerapkan Jabar Masagi,” ujarnya.

Yaitu generasi muda yang beriman, berilmu, berakhlak dan sehat. Jika masih ada yang memancing mereka untuk melakukan tawuran, Dedi meminta lebih baik dilaporkan kepada kepolisian.

Sementara itu Kepala SMKN 1 Kota Cirebon, D. Kimono menjelaskan, sebenarnya saat kejadian penyerangan kemarin, siswa di SMKN 1 Kota Cirebon tengah melakukan kegiatan Maulid Nabi.

“Tapi ke depannya akan terus kita evaluasi,” ungkap Kimono.

Diantaranya dengan membuat berbagai macam kegiatan yang mendidik. Sehingga, waktu anak-anak didik mereka akan tersita untuk berbagai macam kegiatan yang bermanfaat untuk menghindari terulangnya kembali tawuran tersebut.

Di saat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon Jaja Sulaeman, mengungkapkan untuk menghentikan persoalan tawuran ini harus dilakukan secara komprehensif.

“Awalnya mungkin hanya pancingan, lalu timbullah tawuran. Atas nama pembelaan diri dan atas nama sekolah,” ungkap Jaja.

Karena itu, menurut Jaja memang perlu dibuatkan jaringan antar siswa, misalnya antar ketua OSIS saling berkumpul, sehingga nantinya akan meningkatkan kebersamaan diantara siswa.

 

Sumber :

http://www.disdikbud.lampungprov.go.id/perencanaan/pengertian-ihsan.html