Terumbu Karang bisa jadi Pengganti Tulang

Terumbu Karang bisa jadi Pengganti Tulang

Terumbu Karang bisa jadi Pengganti Tulang

Terumbu Karang bisa jadi Pengganti Tulang

Kanker tulang atau osteosarcoma merupakan salah satu tipe kanker yang menyerang bagian tulang manusia. Gejala penyakit ini seringkali diabaikan, karena acapkali dianggap nyeri biasa. Penanganan dari kanker tulang dapat berupa pengangkatan massa tulang sampai amputasi.

Berangkat dari permasalahan itulah, lima mahasiswa Teknik Biomedik Universitas

Airlangga Hana Zahra Aisyah, Juliani Nurazizah Setiadiputri, Agisa Prawesti, Danang Pristiono, dan Ferisya Kusuma Sari memanfaatkan kekayaan hayati laut Indonesia berupa terumbu karang untuk dimanfaatkan menjadi bahan pengganti massa tulang.

Hana Zahra Aisyah menjelaskan, bersama empat temannya melakukan penelitian ini untuk menemukan alternatif atas permasalahan yang terjadi, dimana kasus kanker tulang di Indonesia semakin bertambah. “Di luar negeri sudah ada yang memanfaatkan terumbu karang sebagai bahan bone graft, namun terumbu karang sendiri termasuk kekayaan hayati laut yang dilindungi dibalik potensinya yang besar. Untuk itu kami ingin memaksimalkan potensinya tanpa merusak kekayaan hayati laut, jadi kami gunakan serpihan terumbu karang hasil gerusan ombak yang banyak terdapat di pasir-pasir pantai,” kata Hana Zahra.

Penelitiannya diajukan dalam program PKM-PE

dengan judul Coral Grains sebagai Bahan Baku Pembuatan Hidroksiapatit – Alginat untuk Aplikasi Bone Graft pada Kanker Tulang (Osteosarcoma). Setelah melewati penilaian yang ketat, Durjen Dikti penelitian ini layak memperoleh dana penelitian dari Kemenristekdikti dalam Program Kreativitas Mahasiswa 2017.

Untuk meningkatkan kekuatan terumbu karang ini, kandidat bone graft ini juga ditambahkan dengan Alginat. Alginat merupakan bahan yang kompatibel dengan tulang dan berfungsi untuk meningkatkan kekuatan bone graft agar tidak rapuh.

’’Kami ingin memberikan harapan bagi penderita kanker tulang bahwa

kehilangan sebagian tulang bukanlah akhir dari segalanya. Mudah-mudahan inovasi kami ini bisa membantu mereka untuk beraktivitas kembali,” tambah Agisa Prawesti.

 

Sumber :

https://harare.storeboard.com/blogs/education/material-about-building-a-beam-room/965003