Dapat Gelar Honoris Causa dari ITS, Susi Menangis Ingat Keluarganya

Dapat Gelar Honoris Causa dari ITS, Susi Menangis Ingat Keluarganya

Dapat Gelar Honoris Causa dari ITS, Susi Menangis Ingat Keluarganya

Dapat Gelar Honoris Causa dari ITS, Susi Menangis Ingat Keluarganya

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menerima gelar kehormatan Doktor Honoris

Causa dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, Jumat pagi (10/11). Pemberian gelar itu bersamaan dengan peringatan Dies Natalis ITS ke-57 dan Hari Pahlawan. Gelar kehormatan itu adalah yang kedua, sebelumnya Susi juga pernah mendapatkannya dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.

Susi sendiri tak kuasa menahan haru saat berpidato terkait pemberian gelar tersebut. Tidak terasa air matanya menetes. Usai menyampaikan pidato, Susi mengungkapkan alasan dirinya menangis. “Saya ingat anak dan ibu-bapak yang telah menjadikan saya seperti ini. Saya bangga bisa berbagi, Indonesia menang untuk mendapat kedaulatan laut,” jelas Susi pada sesi konfrensi pers.

Susi sendiri mengaku bahwa dirinya sebenarnya tidak terlalu mempedulikan soal gelar Doktor Honoris Causa itu. Untuk saat ini dia tidak terlalu membutuhkannya. Akan tetapi, dia ingin menjadi sosok yang profesional. Sebagai seorang pejabat negara yang bertanggung jawab, gelar itu adalah bentuk legitimasi yang diberikan kepadanya. Artinya para akademisi memberi pengakuan dari hasil kerja kerasnya selama ini.
Menteri KKP Susi Pujiastuti

Menteri KKP Susi Pujiastuti (kiri) menerima gelar Doktor Honoris Causa

dari Rektor Institut Teknologi Sepuluh November Prof. Joni Hermana (kanan) di Graha 10 November, Surabaya, Jawa Timur. (Pandu Pratama/JawaPos.com)

“Ini menjadi motivasi untuk meneruskan kebijakan yang telah kami buat,” tegas Menteri yang dikenal dengan jargon “Tenggelamkan” tersebut.

Pada kesempatan itu, Susi juga menyampaikan orasi ilmiah berjudul Mempertahankan Keberlanjutan Peningkatan Produktivitas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan. Menurutnya, para nelayan saat ini patut berbangga, sebab stok panen ikan secara perlahan terus meningkat.

Susi lantas membandingkan stok ikan yang bisa dipanen nelayan

empat tahun lalu yang hanya sebesar 6,5 juta ton. Jumlah itu secara berangsur-angsur naik. Sampai akhirnya tahun 2016, nelayan mampu memanen ikan sebanyak 9,9 juta ton. “Dan tahun ini meningkat 12,5 juta ton,” sebut Susi lantas disambut aplaus audiens.

Secara terpisah, Rektor ITS Prof Joni Hermana mengatakan bahwa Susi memang layak mendapatkan gelar kehormatan tersebut. Susi menjadi orang ketiga yang mendapat gelar Doktor Honoris Causa dari ITS setelah Hermawan Kertajaya dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. “Beliau (Susi) telah menunjukkan kinerja yang sangat baik dan signifikan. Kita butuh orang yang mampu membuat pembangunan bagi bangsa,” jelas Joni. (did/JPG)

Baca Juga :