Layanan Context Aware dan Event-Based

Layanan Context Aware dan Event-Based

Layanan Context Aware dan Event-Based

Layanan Context Aware dan Event-Based

Di dalam ilmu komputer menyatakan bahwa perangkat komputer memiliki kepekaan dan dapat

bereaksi terhadap lingkungan sekitarnya berdasarkan informasi dan aturan-aturan tertentu yang tersimpan di dalam perangkat. Gagasan inilah yang diperkenalkan oleh Schilit pada tahun 1994 dengan istilah context-awareness. Context-awareness adalah kemampuan layanan network untuk mengetahui berbagai konteks, yaitu kumpulan parameter yang relevan dari pengguna (user) dan penggunaan network itu, serta memberikan layanan yang sesuai dengan parameter-parameter itu.

Beberapa konteks yang dapat digunakan antara lain lokasi user, data dasar user, berbagai

preferensi user, jenis dan kemampuan terminal yang digunakan user. Sebagai contoh : ketika

seorang user sedang mengadakan rapat, maka context-aware mobile phone yang dimiliki user

akan langsung menyimpulkan bahwa user sedang mengadakan rapat dan akan menolak seluruh

panggilan telepon yang tidak penting. Dan untuk saat ini, konteks location awareness dan

activity recognition yang merupakan bagian dari context-awareness menjadi pembahasan utama

di bidang penelitian ilmu komputer.

Tiga hal yang menjadi perhatian sistem context-aware menurut Albrecht Schmidt, yaitu:

 

1.The acquisition of context.

Hal ini berkaitan dengan pemilihan konteks dan bagaimana cara memperoleh konteks

yang diinginkan, sebagai contoh : pemilihan konteks lokasi, dengan penggunaan suatu

sensor lokasi tertentu (misalnya: GPS) untuk melihat situasi atau posisi suatu lokasi

tersebut.

 

2.The abstraction and understanding of context.

Pemahaman terhadap bagaimana cara konteks yang dipilih berhubungan dengan kondisi

nyata, bagaimana informasi yang dimiliki suatu konteks dapat membantu meningkatkan

kinerja aplikasi, dan bagaimana tanggapan sistem dan cara kerja terhadap inputan dalam

suatu konteks.

 

3.Application behaviour based on the recognized context.

Terakhir, dua hal yang paling penting adalah bagaimana pengguna dapat memahami

sistem dan tingkah lakunya yang sesuai dengan konteks yang dimilikinya serta

bagaimana caranya memberikan kontrol penuh kepada pengguna terhadap sistem.

Sumber : https://www.dosenmatematika.co.id/