Ikhtiar di Bidang Pendidikan Agar Menjadi yang Terbaik di Asia

Ikhtiar di Bidang Pendidikan Agar Menjadi yang Terbaik di Asia\

Ikhtiar di Bidang Pendidikan Agar Menjadi yang Terbaik di Asia

Ikhtiar di Bidang Pendidikan Agar Menjadi yang Terbaik di Asia

 

 

Setelah infrastruktur, pembangunan sumber daya manusia (SDM) menjadi fokus pemerintah. Berbagai langkah dan upaya dilakukan untuk menjadikan SDM Indonesia sebagai yang terbaik.

Pendidikan tinggi memiliki peran yang signifikan dalam ikhtiar ini. Kondisi pendidikan tinggi saat ini masih banyak tantangan yang harus dihadapi. Mulai akreditasi, kualitas dosen, publikasi riset, sampai sarana dan prasarana. Kepala Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) Tjan Basarudin menyebut ada peningkatan dalam kaitannya perbaikan kualitas pendidikan tinggi.

Hal itu bisa dilihat dari bertambahnya perguruan tinggi yang mendapatkan akreditasi A pada 2018 ini. Dari 4.600-an perguruan tinggi, hanya 1.700 yang sudah terakreditasi. Sementara dari 1.700 yang sudah diakreditasi, 73 perguruan tinggi terakreditasi A, 608 terakreditasi B, dan 1.019 terakreditasi C.

Dari hasil penilaian akreditasi kami, ada peningkatan. Misalnya dalam empat tahun terakhir, jumlah perguruan tinggi yang dapat A cukup signifikan meningkat dua kali lipat. Bahkan, tahun 2015 itu kurang dari setengah jumlah yang sekarang. Termasuk juga program studi yang akreditasinya A,” ungkapnya.

Namun, dia menyayangkan masih banyak perguruan tinggi yang belum terakreditasi. Padahal, sesungguhnya hal ini tidak dibenarkan, tetapi masih belum ada tindakan bagi perguruanperguruan tinggi tersebut. Ini diperparah dengan ketidakpedulian masyarakat terkait status perguruan tinggi.

“Ini macam-macam penyebabnya. Mungkin belum punya waktu ataupun komitmen.
Dari sisi undang-undang, itu kan sudah wajib. Masyarakat kita baru melihat prodi tanpa institusi. Padahal, keduanya harus diurus. Dampaknya, kemarin saat rekrutmen CPNS pada kebingungan dan tidak bisa ikut karena tak ada akreditasi,” ujarnya.

Dari segi kualitas dosen, Tjan menyebut ada peningkatan dari segitingkat pendidikan, yang saat ini sudah tidak ada lagi dosen dengan latar belakang pendidikan strata satu (S-1). Jumlah dosen bergelar S-2 dan S-3 pun semakin meningkat. Kondisi ini masih perlu ditingkatkan karena belumlah cukup.

“Seharusnya yang jadi dosen S-3 semua dan yang S-2 makin sedikit. Kalau dilihat sekarang proporsinyakan masih banyak S-2 daripada S-3. Kemudian kalaupun S-3 itu lulusan mana? Jadi PR-nya masih banyak,” ungkapnya.

Terkait dengan dosen, dia juga menyoroti kemampuan dalam mengelola pembelajaran. Hal ini tidak kalah dengan latar belakang pendidikan dosen sehingga masih perlu dikembangkan. Terlebih lagi, bagi dosen-dosen di perguruan tinggi vokasi seperti politeknik.

 

Baca Juga :