Pembelajaran Dengan Interactive Skill Station Berbasis TI

Pembelajaran Dengan Interactive Skill Station Berbasis TI

Pembelajaran Dengan Interactive Skill Station Berbasis TI

Pembelajaran Dengan Interactive Skill Station Berbasis TI

Pendahuluan

Sekolah dalam rangka meningkatkan daya saing memerlukan pembelajaran yang lebih efektif dan padu antara dimensi pengetahuan dan dimensi pengetahuan dengan dimensi proses kognitif pembelajarannya di dalam domain pilar pendidikan. Tujuan kompetensi akan dicapai melalui kurikulum. Kompetensi dinyatakan dalam bentuk penguasaan dimensi prosedural pengetahuan dan dimensi kognitif pada jenjang kreativitas, melalui berbagai cara/metode pembelajaran. Di dalam materi pembelajaran tersebut dimensi afektif dan psikomotorik pengetahuan telah disatukan dengan kognitif.

Oleh karena itu materi dan proses pembelajaran di sekolah tidak lagi berbentuk teachercentered contentoriented (TCCO), tetapi diganti dengan menggunakan prinsip studentcentered learning (SCL). Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi menyediakan banyak cara mendapatkan informasi sumber belajar. Hal ini memberikan peluang untuk mengembangkan metode pembelajaran baru yang secara optimal memanfaatkan teknologi tersebut untuk mencapai kompetensi yang diharapkan.


Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 19 ayat 1 menyatakan proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas dan kemandirian sesuai dengan minat, bakat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Berdasarkan hal tersebut disimpulkan terdapat tuntutan adanya pergeseran paradigma pengajaran ke paradigma pembelajaran.

Paradigma pengajaran yang lebih menitikberatkan peran pendidik dalam mentransformasikan pengetahuan kepada peserta didiknya bergeser pada paradigma pembelajaran yang memberikan peran lebih banyak kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi dan kreativitas dirinya dalam rangka membentuk manusia yang memiliki kekuatan spiritual keagamaan, berakhlak mulia, berkepribadian, memiliki kecerdasan, memiliki estetika, sehat jasmani dan rohani, serta keterampilan yang dibutuhkan bagi dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.


Pola pembelajaran yang terpusat pada guru sudah tidak memadai untuk mencapai tujuan pendidikan. Permasalahan yang dihadapi karena disebabkan:

  1. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) dan seni yang sangat pesat menghasilkan berbagai kemudahan bagi siswa untuk mengakses sumber-sumber belajar yang sulit dapat dipenuhi oleh seorang guru,
  2. Perubahan kompetensi kekaryaan yang berlangsung sangat cepat memerlukan materi dan proses pembelajaran yang lebih fleksibel,
  3. Kebutuhan untuk mengakomodasi demokratisasi partisipasif dalam proses pembelajaran di perguruan tinggi. Oleh karena itu pembelajaran sekolah ke depan di dorong menjadi berpusat pada siswa (SCL) dengan memfokuskan pada tercapainya kompetensi yang diharapkan. Hal ini berarti siswa harus didorong untuk memiliki motivasi dalam diri mereka sendiri, kemudian berupaya keras mencapai kompetensi yang diinginkan.

Kurikulum merupakan seperangkat usaha sekolah untuk mempengaruhi siswa belajar, mencakup pengalaman, lingkungan belajar, kemampuan, dan minat siswa. Oliva (1992:4) mengemukakan that in every school in which teachers are instructing student a curriculum exists. Setiap sekolah di mana guru mengajar siswa itu mencerminkan terdapat kurikulum. Disimpulkan dalam mengelola kurikulum di sekolah, salah satu aktivitas terpenting adalah mengelola kegiatan pembelajaran sebagai aplikasi kurikulum di sekolah. Penguasaan materi oleh guru dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran merupakan hal penting, media dan metode menyesuaikan dengan materi pelajaran.

Penggunaan media dan metode pembelajaran diharapkan dapat meningkatkan daya serap siswa terhadap materi pelajaran. Kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan diupayakan aktif, kreatif, dan menyenangkan, agar siswa termotivasi dalam belajar. Mutu kegiatan pembelajaran menjadi faktor yang berpengaruh terhadap mutu pendidikan. Efektivitas kegiatan pembelajaran dipengaruhi oleh 1) lama waktu belajar, 2) materi, metode, dan media pembelajaran, 3) penilaian, umpan balik, dan bentuk penghargaan bagi siswa, dan (4) jumlah siswa dalam satu kelas.


  1. Konsep Interactive Skill Station

Pengembangan metode pembelajaran Interactive Skill Station (ISS) yang merupakan pendekatan dalam upaya peningkatan optimalisasi kegiatan pembelajaran, dilaksanakan secara sinergis dan aplikatif. Secara garis besar penerapan kegiatan pembelajaran dengan ISS menurut Sakti, dkk. (2008) ialah dengan membagi peserta di dalam kelas menjadi sejumlah kelompok kecil dengan tugas masing-masing untuk mempersiapkan materi ajar, mempelajari topik bahasan sesuai dengan penugasan yang diberikan. Setiap topik bahasan didiskusikan, dan menjadi tugas setiap anggota kelompok untuk menjelaskan kembali apa yang telah dipelajari kepada peserta belajar di luar kelompoknya.

Peran guru di dalam metode ISS ialah sebagai fasilitator dan nara sumber di dalam setiap kelompok diskusi, dan di dalam diskusi pleno yang dilakukan sesudah diskusi kelompok berlangsung. Metode ISS menurut Sakti, dkk. (2008) memberikan beberapa manfaat, yaitu 1) melatih rasa percaya diri siswa untuk menyatakan pendapat dan berbicara di depan umum, 2) melatih kreativitas siswa, dan 3) ada penilaian obyektif antarsiswa.


 

Cara sebabkan kompos

Cara sebabkan kompos

Kompos merupakan pupuk yang dibuat berasal dari sisa-sisa mahluk hidup baik hewan maupun tumbuhan yang dibusukkan oleh organisme pengurai. Organisme pengurai atau dekomposer sanggup berupa mikroorganisme ataupun makroorganisme. Kompos berfaedah sebagai sumber hara dan sarana tumbuh bagi tanaman.

Cara sebabkan kompos

Dilihat berasal dari proses pembuatannya terkandung dua macam langkah sebabkan kompos, yaitu lewat proses aerob (dengan udara) dan anaerob (tanpa udara). Kedua metode ini menghasilkan kompos yang serupa baiknya hanya saja bentuk fisiknya agak sedikit berbeda.

Cara sebabkan kompos metode aerob
Proses pembuatan kompos aerob sebaiknya dikerjakan di daerah terbuka dengan sirkulasi udara yang baik. Karakter dan style bahan baku yang sesuai untuk pengomposan aerob adalah material organik yang mempunyai perbandingan unsur karbon (C) dan nitrogen (N) kecil (dibawah 30:1), kandungan air 40-50% dan pH kurang lebih 6-8. Contohnya adalah hijauan leguminosa, jerami, gedebog pisang dan kotoran unggas.

Apabila kekurangan bahan yang megandung karbon, sanggup ditambahkan arang sekam padi ke dalam adonan pupuk.

Cara sebabkan kompos aerob memakan sementara 40-50 hari. Perlu ketelatenan lebih untuk sebabkan kompos dengan metode ini. Kita wajib mengontrol dengan seksama suhu dan kelembaban kompos sementara proses pengomposan berlangsung. Secara berkala, tumpukan kompos wajib dibalik untuk menyetabilkan suhu dan kelembabannya.

Berikut ini langkah sebabkan kompos aerob:

Siapkan lahan seluas 10 meter persegi untuk daerah pengomposan. Lebih baik bila daerah pengomposan diberi peneduh untuk jauhi hujan.
Buat bak atau kotak persegi empat berasal dari papan kayu dengan lebar 1 meter dan panjang 1,5 meter. Pilih papan kayu yang punya lebar 30-40 cm.
Siapkan material organik berasal dari sisa-sisa tanaman, sanggup termasuk dicampur dengan kotoran ternak. Cacah bahan organik selanjutnya hingga menjadi potongan-potongan kecil. Semakin kecil potongan bahan organik tambah baik. Namun jangan hingga terlampau halus, supaya aerasi sanggup berjalan prima sementara pengomposan berlangsung.
Masukan bahan organik yang telah dicacah ke dalam bak kayu, kemudidan padatkan. Isi seluruh bak kayu hingga penuh.

Siram bahan baku kompos yang telah tersusun dalam kotak kayu untuk menambahkan kelembaban. Untuk mempercepat proses pengomposan sanggup ditambahkan starter mikroorganisme pembusuk ke dalam tumpukan kompos tersebut. Setelah itu, naikkan bak papan ke atas sesudah itu tambahkan ulang bahan-bahan lain. Lakukan terus hingga ketinggian kompos kurang lebih 1,5 meter.
Setelah 24 jam, suhu tumpukan kompos akan naik hingga 65oC, biarkan situasi yang panas ini hingga 2-4 hari. Fungsinya untuk membunuh bakteri patogen, jamur dan gulma. Perlu diperhatikan, proses pembiaran jangan hingga lebih berasal dari 4 hari. Karena berpotensi membunuh mikroorganisme pengurai kompos. Apabila mikroorganisme dekomposer ikut mati, kompos akan lebih lama matangnya.
Setelah hari ke-4, menurunkan suhu untuk menghambat kematian mikroorganisme dekomposer. Jaga suhu optimum pengomposan pada kisaran 45-60oC dan kelembaban pada 40-50%. Cara melindungi suhu adalah dengan membolak-balik kompos, sedang untuk melindungi kelembaban siram kompos dengan air. Pada situasi ini penguapan relatif tinggi, untuk mencegahnya kami sanggup menutup tumpukan kompos dengan terpal plastik, sekaligus termasuk melindungi kompos berasal dari siraman air hujan.
Cara membalik kompos sebaiknya dikerjakan dengan metode berikut. Angkat bak kayu, lepaskan berasal dari tumpukan kompos. Lalu letakan persis disamping tumpukan kompos. Kemudian pindahkan anggota kompos yang paling atas kedalam bak kayu selanjutnya sambil diaduk. Lakukan layaknya isikan kompos di step awal. Lakukan terus hingga seluruh tumpuka kompos berubah kesampingnya. Dengan begitu, seluruh kompos dipastikan telah terbalik semua. Proses pembalikan sebaiknya dikerjakan tiap tiap 3 hari sekali hingga proses pengomposan selesai. Atau balik bila suhu dan kelembaban melebihi batas yang ditentukan.
Apabila suhu telah stabil di bawah 45oC, warna kompos hitam kecoklatan dan volume berkurang hingga 50% hentikan proses pembalikan. Selanjutnya adalah proses pematangan selama 14 hari.
Secara teoritis, proses pengomposan selesai setelah 40-50 hari. Namun kenyataannya sanggup lebih cepat atau lebih lambat tergantung berasal dari situasi dekomposer dan bahan baku kompos. Pupuk kompos yang telah matang dicirikan dengan warnanya yang hitam kecoklatan, teksturnya gembur, tidak berbau.
Untuk memperbaiki penampilan (apabila pupuk kompos hendak dijual) dan supaya sanggup disimpan lama, sebaiknya kompos diayak dan di kemas dalam karung. Simpan pupuk kompos di daerah kering dan teduh.

Cara sebabkan kompos metode anaerob
Cara sebabkan kompos dengan metode anaerob umumnya perlu inokulan mikroorganisme (starter) untuk mempercepat proses pengomposannya. Inokulan terdiri berasal dari mikroorganisme pilihan yang sanggup menguraikan bahan organik dengan cepat, layaknya efektif mikroorganime (EM4).

Di pasaran terkandung termasuk style inokulan berasal dari beraneka brand layaknya superbio, probio, dll. Apabila tidak ada dana yang cukup, kami termasuk sanggup sebabkan sendiri inokulan efektif mikroorganisme. www.budidayaternak.com

Bahan baku yang digunakan sebaiknya material organik yang mempunyai perbandingan C dan N tinggi (lebih berasal dari 30:1). Beberapa diantaranya adalah serbuk gergaji, sekam padi dan kotoran kambing. Waktu yang diperlukan untuk sebabkan kompos dengan metode anaerob sanggup 10-80 hari, tergantung pada efektifitas dekomposer dan bahan baku yang digunakan. Suhu optimal selama proses pengomposan berkisar 35-45oC dengan tingkat kelembaban 30-40%.

Cara membawa dampak arang sekam padi

Cara membawa dampak arang sekam padi

Arang sekam punyai banyak kegunaan baik di dunia pertanian maupun keperluan industri. Para petani memanfaatkan arang sekam sebagai penggembur tanah, bahan pembuatan kompos, bokashi, takakura, sarana tanam dan sarana persemaian.

Cara membawa dampak arang sekam padi

Arang sekam dibikin dari pembakaran tak prima atau pembakaran parsial sekam padi. Bahan baku arang sekam dapat didapatkan dengan gampang di tempat-tempat penggilingan beras. Bahkan di sebagian tempat, sekam padi diakui sebagai limbah. Sebanyak 20-30% dari proses penggilingan padi dapat dibuang dalam bentuk sekam padi.

Cara membawa dampak arang sekam
Ada berbagai langkah membawa dampak arang sekam padi. Berikut ini dapat diuraikan langkah simple dan efektif untuk membawa dampak arang sekam sendiri. Terdapat dua tahapan, yakni bagian penyiapan alat pembakaran dan bagian proses pembakaran sekam padi.

Membuat alat pembakaran
Cari tong silinder atau drum yang terbuat dari besi, seng, alumunium atau logam yang tahan api lainnya. Sebaiknya berukuran tidak cukup lebih 20 liter. Kemudian buang keliru satu dari alas atau atap silinder tersebut.
Pada anggota alas atau atap silinder yang tidak dibuang, membuat lubang berupa lingkaran dengan diameter 10 cm. Usahakan lubang terkandung pas ditengah-tengah lingkaran atau berada di titik pusat diameter silinder.
Kemudian membuat lubang-lubang dengan paku atau pahat pada dinding silinder (diamater tidak cukup lebih 0,5 cm) dengan jarak antar lubang kurang lebih 2-3 cm. Lubang ini berfaedah untuk membuang panas dari bahan bakar ke tumpukan sekam padi, tanpa mesti membakar sekam secara langsung.
Cari atau membuat pipa seng selama 1 cm dengan diamater 10 cm. Masukkan pipa seng selanjutnya kedalam lubang yang sudah dibikin pada alas atau atap silinder, agar berfaedah sebagai cerobong asap bagi kamar pembakaran yang tersedia di silinder utama.
Rekatkan pipa dengan langkah dilas agar pipa berdiri tegak lurus di atas silinder. Atau tempatkan pipa cerobong pada lubang yang tersedia di silinder, ganjal dengan paku dan ikat dengan kawat besi agar pipa cerobong dapat berdiri tegak dan tidak melesak ke basic silinder.

Proses pembakaran arang sekam
Pilih wilayah pembakaran yang jauh dari perumahan atau jalan, sebab proses pembakaran sekam padi dapat mengakibatkan asap yang tebal. Sebaiknya alas tempat pembakaran terbuat dari lantai keras yang tahan panas, atau alasi anggota bawah dengan plat seng sebelum saat melakukan pembakaran. Hal ini untuk memudahkan pengambilan arang sekam.
Buat api unggun seukuran silinder yang sudah kita membuat sebelumnya. Bahan bakarnya dapat memanfaatkan kertas koran, kayu bakar atau daun-daun kering. Kemudian nyalakan api, lantas tutup api selanjutnya dengan silinder yang sudah diberi cerobong asap tadi.
Timbun ruang pembakaran silinder yang didalamnya sudah tersedia nyala api dengan sebagian karung sekam padi. Penimbunan dilakukan menggunung ke atas setinggi tidak cukup lebih 1 meter dengan puncak timbunan cerobong asap yang menyembul keluar.
Setelah 20-30 menit atau pas puncak timbunan sekam padi keluar menghitam, naikkan sekam yang masih berwarna coklat di bawah ke arah puncak. Lakukan konsisten sampai semua sekam padi menghitam sempurna.
Setelah semua sekam beralih jadi hitam, siram dengan air sampai merata. Penyiraman dilakukan untuk menghentikan proses pembakaran. Apabila proses pembakaran tidak dihentikan maka arang sekam dapat beralih jadi abu.
Setelah disiram dan suhunya menurun, bongkar gunungan arang sekam dan keringkan. Kemudian masukkan ke dalam karung dan simpan di tempat kering.

Manfaat arang sekam padi
Di dalam tanah, arang sekam bekerja dengan langkah memperbaiki susunan fisik, kimia dan biologi tanah. Arang sekam dapat meningkatkan porositas tanah agar tanah jadi gembur sekaligus termasuk meningkatkan kapabilitas tanah menyerap air.

Secara biologis, tanah yang gembur merupakan sarana yang baik bagi tumbuh dan berkembangnya organisme hidup. Baik yang berupa mikroorganisme layaknya bakteri akar maupun makroorganisme layaknya cacing tanah. Kelebihan lainnya, arang sekam tidak mempunyai mikroorganisme patogen. Karena proses pembuatannya yang melalui pembakaran agar relatif steril.

Secara kimia, arang sekam punyai kadar unsur hara mutlak layaknya nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), kalsium (Ca) dan Magnesium (Mg). Keasamannya netral sampai alkalis dengan kisaran pH 6,5 sampai 7. Arang dari sekam padi tidak punya kandungan garam-garam yang merugikan tanaman.

Arang sekam kaya dapat kadar karbon, di mana unsur karbon benar-benar diperlukan dalam membawa dampak kompos. Dari sebagian penelitian diketahui termasuk kapabilitas arang sekam sebagai absorban yang dapat menekan jumlah mikroba patogen dan logam beresiko dalam pembuatan kompos. Sehingga kompos yang dihasilkan bebas dari penyakit dan zat kimia berbahaya.

Diperkotaan, arang sekam banyak diperlukan untu sarana tanam tanaman hias. Kelebihan sarana ini adalah bobotnya yang gampang dan gampang dibersihkan dari akar tanaman. Sifat layaknya ini diperlukan untuk tanaman-tanaman yang dapat didistribusikan.

Kedudukan Pendidik Suatu Telaah dalam Pendidikan Islam

Kedudukan Pendidik Suatu Telaah dalam Pendidikan Islam

Kedudukan Pendidik Suatu Telaah dalam Pendidikan Islam

Kedudukan Pendidik Suatu Telaah dalam Pendidikan Islam

Pendidik diidentikan dengan gudang ilmu pengetahuan atau khazanah ilmu pengetahuan, sehingga pendidik dengan keilmuan yang dimiliki mendapatkan tempat yang terhormat di tengah masyarakat, dengan gelar yang diberikan pahlawan tanpa tanda jasa, walaupun gelar ini banyak mendapat sindiran dari berbagai unsur, namun tidak mengurangi pengabdian pendidik dalam menjalankan tugasnya.

Bahkan setiap berbagai kesempatan harapan-harapan selalu diberikan kepada pendidik, yang terbaru adalah harapan yang diberikan dalam bentuk sertifikasi guru (guru merupakan salah satu unsur pendidik), pada intinya akan adanya harapan penambahan “penghasilan”. Pertanyaan yang muncul, apakah keikhlasan pendidik diukur dengan lulus sertifikasi? Tentu jawabanya: Tidak. Dalam konteks ini, penulis ingin mengungkap kedudukan pendidik pada sisi lain, yakni kedudukan pendidik dalam perspektif pendidikan Islam.


Orang yang mempunyai ilmu pengetahuan, dalam Islam mendapatkan tempat yang dimuliakan, karena Islam sangat menghormati yang demikian, Islam tidak dapat dikembangkan dan dilestarikan tanpa orang yang mempunyai ilmu. (Samsul Nizar, 2002: 41) Ini dapat ditemukan dalam al-Qur’an surat al-Mujadalah ayat 11 di mana Allah sangat meninggikan orang yang beriman dan berilmu pengetahuan.

Abuddin Nata (2002: 169-170) membuat analisa implikasi kependidikan yang terkandung dalam surat al-Mujadalah ayat 11 adalah pertama, tujuan akhir pendidikan adalah agar menjadi seorang muslim yang terbina seluruh potensi dirinya sehingga dapat melaksanakan fungsinya sebagai khalifah dalam rangka beribadah kepada Allah. Kedua, dalam kegiatan pengajaran, pendidik (guru) mau tidak mau harus mengajarakn ilmu pengetahuan, karena dalam ilmu pengetahuan itulah akan dijumpai berbagai informasi, teori, rumus dan konsep-konsep yang diperlukan mewujudkan tujuan pendidikan.

 

Ketiga, melalui pendidikan diharapkan pula lahir manusia yang kreatif, sanggup berpikir sendiri, sanggup mengadakan penelitian dan penemuan. Keempat, pelaksanaan pendidikan harus mempertimbangkan prinsip pengembangan ilmu pengetahuan sesuai dengan petunjuk al-Qur’an. Kelima, pengajaran berbagai ilmu pengetahuan dalam proses pendidikan yang sesuai dengan ajaran al-Qur’an, akan menjauhkan manusia dari sikap takabur, sekuler dan ateistik. Keenam, pendidikan harus mampu mendorong anak didik agar mencintai ilmu pengetahuan, yang terlihat dari terciptanya semangat dan etos keilmuan yang tinggi, memelihara, menambah dan mengembangkan ilmu pengetahuan yang dimilikinya.


Orang yang berilmu atau ‘aalim, menurut Ahmad Tafsir (2002: 76), merupakan realisasi ajaran Islam itu sendiri. Islam memuliakan pengetahuan; pengetahuan didapat dan diperoleh dari proses pembelajaran, yang belajar adalah calon guru dan yang mengajar adalah guru. Dalam konteks ini proses pembelajaran dalam kelas dapat terjadi adanya pendidik dan peserta didik, pendidik menyampaikan ilmu (transfer of knowledge), peserta menerima ilmu pengetahuan (given of knowledge) serta tanpa pendidik tidak bisa pembelajaran berjalan dan tanpa peserta didik pun pembelajaran mustahil dapat dilaksanakan.

Ahmad Tafsir lebih jauh menjelaskan umat Islam amat menghargai pendidik, disebabkan oleh pandangan bahwa ilmu pengetahuan itu semuanya bersumber pada Tuhan. Ilmu datang dari Tuhan; guru pertama adalah Tuhan. Pandangan yang menembus langit tidak boleh tidak telah melahirkan sikap pada orang Islam bahwa ilmu itu tidak terpisah dari Allah, ilmu tidak terpisah dari guru, maka kedudukan guru amat tinggi dalam Islam.

Al-Ghazali dalam bukunya Ihya ’Ulumuddin menempatkan pendidik pada kedudukan yang amat tinggi, kedudukan langsung setelah para nabi. Hadis Nabi Muhammad saw. al ulama wa ratsah al-anbiyaa (ulama adalah pewaris nabi), ulama dalam ungkapan hadis tersebut termasuk para pendidik, karena pendidik juga menyampaikan risalah nabi Muhammad saw.


Apabila ditelusuri lebih jauh tentang pewaris nabi, maka didapat ungkapan bahwa nabi merupakan sebagai pendidik yang sangat konsekuen dengan peningkatan sumber daya manusia. Sebagai pendidik, nabi tentu saja telah dibekali Allah swt. tidak hanya dengan al-Qur’an tetapi juga dengan kepribadian dan karakter istimewa. Sebagai pendidik dan Rasul, misi kependidikan pertama Muhammad saw. adalah menanamkan aqidah yang benar yakni aqidah tauhid. Ketika Nabi Muhammad di Mekkah, misi utama beliau adalah membangun masyarakat yang bertauhid, meletakkan dasar-dasar fundamental bagi pembentukan nucleus masyarakat yang viable untuk menjawab tantangan zaman. Ketika Nabi di Medinah, beliau melaksanakan fungsi sebagai pendidik utama dalam pembangunan masyarakat sosial politik, masyarakat politik-keagamaan Islam Madinah. Dalam kaitan ini, Nabi Muhammad saw. sendiri mengidentifikasikan pesan dakwahnya sebagai pendidik atau pengajar (mu’allim). (Azyumardi Azra, 2000: 55-56)

Pendidik digambarkan oleh Kamal Muhammad Isa (1994: 64) adalah pemimpin sejati, pembimbing dan pengarah yang bijaksana, pencetak para tokoh dan pemimpin ummat. Justru karena itu menurut Kamal Muhammad Isa pendidik merupakan manusia pilihan, yang siap memikul amanah dan menunaikan tanggungjawab dalam pendidikan peserta didiknya.


Sedangkan al-Hasyimi (2001: 166) mengibaratkan bahwa pendidik merupakan faktor yang asasi dalam hidup manusia dan ia menempati posisi yang kuat dengan pengaruhnya dalam membentuk pribadi individu, di mana pengaruh-pengaruhnya itu berkelanjutan sepanjang hidupnya. Keberadaan pendidik sebagai yang asasi dalam hidup manusia, karena ia dapat membantu peserta didik atas perkembangan dari makhluk hidup yang berjisim saja menuju manusia yang memiliki kepribadian sebagaimana juga akan membantunya atas pertumbuhan yang sempurna sebagai manusia.

Melihat begitu tingginya Islam menempatkan orang yang memiliki ilmu pengetahuan, maka sudah sepatut dan sepantasnya setiap elemen yang mempergunakan jasa pendidik juga ikut memuliakan, sehingga pendidik dengan senang dan menyenangkan dapat melaksanakan proses pembelajaran. Pembelajaran menyenangkan dikembangkan dalam bentuk pembelajaran aktif, inovetif, kreatif, efektif dan menyenangkan. Menyenangkan di sini, dilihat dalam hal pembelajaran dan hubungan dengan siswa serta dengan rekan-rekan kerja dalam wadah majelis guru.

Dari uraian di atas, dapat dipahami bahwa Allah swt. dan Rasulullah saw. menempatkan pendidik pada tempat yang mulia dan terhormat. Oleh karenanya sudah saatnya semua komponen menempatkan pendidik pada tempat terhormat pula. Dalam kontek kebijakan sertifikasi guru, penulis menempatkan pada salah satu upaya untuk memberikan tempat yang terhormat kepada pendidik (guru). Semoga demikian …..


Sumber : https://www.gurupendidikan.co.id/

Multidemensi penerbitan buletin sekolah

Multidemensi penerbitan buletin sekolah

Kegiatan Jurnalistik Sebagai Upaya Mempercepat Pengembangan Karakter Siswa, menjadi tema Lomba Karya Jurnalistik Siswa (LKJS) tingkat SMP 2015 lagi digelar Kemdikbud. SMP sebagai wadah resmi pembinaan generasi muda diharapkan dapat mengoptimalkan selagi studi di sekolah. Siswa ikuti pendidikan di sekolah hanya lebih kurang 7 jam per hari, atau tidak cukup dari 30%. Selebihnya (70%), siswa berada dalam keluarga dan lingkungan sekitarnya. Akan tetapi sepanjang ini, keluarga belum beri tambahan kontribusi berarti dalam mendukung pencapaian pembentukan karakter siswa (Panduan Pendidikan karakter di Sekolah Menengah Pertama terbitan Kemdikbud 2011). Kesibukan orang tua dalam mencukupi keperluan hidup, efek pergaulan, berbagai persoalan dekadensi moral udah hingga terhadap taraf meresahkan. Pengaruh fasilitas elektronik ditengarai mempersulit implementasi pendidikan karakter.

Multidemensi penerbitan buletin sekolah

Lulusan SMP yang berkarakter baik, selain dibentuk lewat pembelajaran di kelas, aktivitas ekstra kurikuler, terhitung benar-benar dipengaruhi oleh managemen sekolah. Managemen sekolah yang berkarakter baik adalah pemakaian dan pemberdayaan semua sumber kekuatan yang dimiliki sekolah, lewat proses dan pendekatan dalam rangka mencapai target secara efisien dan efisien. Menurut Mochtar Buchori (2007), pendidikan karakter seharusnya membawa siswa ke pengenalan secara kognitif, penghayatan nilai secara afektif, dan selanjutnya ke pengalaman nilai secara nyata.

Penerbitan buletin sekolah dapat dijadikan fasilitas untuk melatih keterampilan baca, dan keterampilan menulis. Dengan aspek pendukung perpustakaan dan laboratorium computer. Proses utama dalam jurnalistik adalah melacak bahan berita, mengolah berita, menyajikan berita dan menyebarluaskan berita kepada publik. Tidaklah mudah menuliskan inspirasi dan inspirasi dalam bentuk tulisan. Perlu latihan secara terus menerus serta fasilitas untuk mengekspresikan dan mengaktualisasikan diri, sehingga siswa dapat menuangkannya dalam bentuk tulisan.

Ada lebih dari satu demensi terkait penerbitan buletin sekolah. Mulai dari pengembangan kecerdasan bahasa (Linguistic Intelligence), meliputi kekuatan memanfaatkan kalimat secara efisien dalam membaca, menulis, dan berbicara. Mengasah kecerdasan intrapersonal dan kecerdasan interpersonal kala membangun kerjasama tim redaksi. Dua keterampilan pokok itu merupakan kekuatan untuk mengetahui dan terima perbedaan antar individu dan kekuatan untuk mengetahui emosi, keadaan hati, perspektif, dan semangat orang. Di segi lain, dengan memfasilitasi pengembangan potensi siswa untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki; kompetensi pedagogik guru pembimbing ikut teraktualisasi. Kompetensi kepribadian ditunjukkan lewat etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru, dan rasa percaya diri. Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat sebagai realisasi kompetensi sosial. Dan tindakan reflektif dikerjakan untuk mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan.

Kehadiran pers sekolah memudahkan penyampaian Info dan tingkatkan pengetahuan siswa. Kedua, penerbitan buletin menjadi wadah kreativitas remaja untuk melahirkan ide, kekuatan cipta dan imajinasi yang mengiringi perkembangan jiwanya. Ketiga, menanamkan formalitas membaca yang dapat tingkatkan pengetahuan dan memperluas wawasan. Keempat, pengisi selagi luang secara cerdas. Kelima, melatih berpikir kritis. Keenam, melatih berorganisasi. Dalam buletin sekolah, tersedia redaktur yang menanggulangi penerbitannya. Mereka terdiri atas pemimpin redaksi (pemred), reporter, editor atau penyunting kebahasaan, tenaga tata letak (lay outer), tenaga ilustrator dan grafis, serta tim pemasaran dan distribusi. Secara tidak langsung, tim buletin sekolah dapat mendapat pengalaman mengenai mengelola dan mobilisasi roda organisasi. Ketujuh, melatih siswa bekerja secara disiplin. Sebab, tersedia deadline untuk penerbitan.

Kedelapan, penyemai demokrasi. Sebelum buletin sekolah terbit, tim redaksi mengadakan musyawarah untuk menentukan tema dan rubrik apa saja yang dapat dimuat terhadap edisi selanjutnya. Dalam musyawarah tersebut, tentu keluar ide-ide baru dan awak redaksi lain dapat beri tambahan tanggapan, mana yang lebih baik demi keperluan penerbitan buletin sekolah. Seluruh inspirasi yang masuk didiskusikan lagi di internal redaksi dengan melibatkan guru pembimbing. www.ruangguru.co.id

Kesembilan fasilitas promosi. Buletin sekolah merupakan alat promosi paling ampuh bagi suatu lembaga sekolah. Pihak lain atau pembaca dapat mengerti berlebihan apa saja yang dimiliki sekolah terkait dari majalah tersebut. Misalnya, prestasi yang diraih siswa, guru, ataupun sekolah, kiprah sekolah di sosial kemasyarakatan, dan lain-lain. Juga pembaca dapat mengerti program apa yang udah dikerjakan oleh sekolah. Dengan begitu, pembaca dapat menilai bagaimana kualitas sekolah yang bersangkutan.

Dalam rangka buat persiapan generasi penerus, sekolah perlu menerbitkan buletin sebagai fasilitas Info dan komunikasi yang benar-benar sederhana. Akan tetapi dapat menjadi wadah untuk berekspresi. Sehingga dapat bermunculan potensi siswa dalam hal menulis. Karya mereka dihargai dan tidak dibuang begitu saja. Dengan demikianlah maka sekolah udah memfungsikan diri sebagai daerah pembentukan generasi yang siap berkompetisi di masa global. Semua lagi terhadap sebuah hasrat yang kuat untuk bersama membangun generasi muda lewat lembaga sekolah.

Disiplin Aja

Disiplin Aja

Kekaguman seluruh orang, lebih-lebih civitas akademik di sekolah kami, tertuju kepada keliru seorang peserta didik yang baru-baru ini berhasil raih juara 1 lomba bridge tingkat propinsi 2015. Ada perihal menarik yang dilakukannya sepanjang mengejar tujuan juara, ‘tak tersedia yang dapat mengalahkan manusia-manusia yang disiplin’. Begitulah sepenggal komitmen sang juara bridge tersebut. Nampak dalam kesehariannya memegang teguh komitmen disiplin tersebut, baik disiplin sekolah maupun disiplin berlatih bridge.

Disiplin Aja

Kata disiplin disini bukan artinya sempit seperti halnya ideologi militerisme, yang berasumsi cuma militer saja yang punyai kedisiplinan, integritas, tanggung jawab, berseragam lengkap, singgah tepat waktu, dll. Disiplin disini lebih artinya terhadap sebuah komitmen. Ketika peserta didik kami mengambil keputusan untuk mengejar tujuan juara propinsi, maka beliau berkomitmen bersama berdisiplin diri lakukan hal-hal yang menopang dirinya dapat menjadi juara.

Tipe kedisiplinan yang diterapkan oleh sang juara selanjutnya juga terhadap forced disiplin berkombinasi bersama self discipline. Sejatinya tersedia tiga jenis disiplin yang kami kenal, peserta didik maupun guru yang dambakan menjadi juara dalam segala bidang, maka kudu secara menyadari pandai pilih dan memakai tiga jenis disiplin. Forced discipline, Self discipline, Indisiplin.

Forced discipline dimunculkan atau terjalin dalam sebuah proses yang digerakkan berasal dari luar oleh instansi tempat kami belajar atau bekerja, orang tua, guru, pelatih. Jenis disiplin ini bakal mengharuskan kami menjadi teristimewa yang punyai nilai-nilai ketaatan, kesetiaan, keteraturan, dan ketertiban. Hasil berasal dari situasi yang tercipta selanjutnya adalah bentuk komitmen diri terhadap apa yang dambakan dicapai, seperti halnya memperoleh juara bridge yang tidaklah ada problem untuk didapatkan dikala forced disiplin ini udah terbentuk bersama baik.

Self discipline adalah jenis disiplin yang kedua. Disiplin ini berasal berasal dari diri tiap-tiap yang dibentuk secara konsisten dan melawan ketidaknyamanan-ketidaknyamanan diri. Ketika kawan sebaya nikmati hari-harinya bersama bermain game dan lain-lain, seseorang yang punyai self discipline, untuk raih prestasi maka bakal lewat masa-masa ketidaknyamanan dan pemberontakan diri dan dikala ditunaikan bersama konsisten serta tetap berkembang, maka hasil yang dikehendaki tinggal menunggu selagi saja.

Jenis disiplin yang ketiga yaitu indisiplin. Adalah pilihan yang paling disukai oleh sifat basic manusia, yaitu malas. Human being is a lazy organism, manusia adalah makhluk yang malas. Masyarakat Indonesia lebih suka pilih jenis disiplin yang ketiga ini, dalam berbagai bidang udah menjadi tradisi penduduk lakukan hal-hal yang berbau indisiplin. Tidak bakal tersedia prestasi seumpama konsisten indisiplin, yang tersedia adalah manusia-manusia konsumtif yang tanpa prestasi apapun.

SBY, Jokowi, hingga Nurbeti yang ahli membuat kerajinan tangan, dikala ditanya bagaimana kunci suksesnya, pasti keliru satunya adalah kepandaian mereka pilih jenis kedisiplinan dan menerapkannya dalam aktivitas sehari-hari. Seperti budaya bushido yang tersedia di negeri Matahari Terbit yaitu kerja keras, disiplin tingggi, dan pantang menyerah, bakal membuahkan prestasi-prestasi yang luar biasa. Pilihannya tersedia dua yaitu berdisiplin diri atau didisiplinkan oleh orang lain.

Sang juara bridge pasti setuju bersama yang dikatakan Michael angelo bahwa terkecuali kamu menyadari berapa kerasnya saya bekerja untuk memperoleh keahlian saya maka sesungguhnya tidak tersedia yang kudu mereka kagumi. Semua orang sesungguhnya tidak bakal mengagumi sang juara bridge seumpama menyadari bahwa perjuangan menjadi juara yang dilandasi oleh disiplin tidaklah menganggumkan. Sehingga pribadi-pribadi yang biasa-biasa saja pun bakal dapat berprestasi dan menjadi juara bilamana pandai pilih dan memakai jenis disiplin yang dipakai oleh para sang juara.

PERAN GURU SEBAGAI PENGELOLA KELAS

PERAN GURU SEBAGAI PENGELOLA KELAS

PERAN GURU SEBAGAI PENGELOLA KELAS

PERAN GURU SEBAGAI PENGELOLA KELAS

. Pengertian Pengelolaan Kelas

Sekolah sebagai organisasi kerja terdiri dari beberapa kelas, baik yang bersifat paralel maupun yang menunjukkan perjenjangan. Oleh karena itu setiap guru atau wali kelas sebagai pimpinan menengah atau administrator kelas, menempati posisi dan peranan yang penting. Karena memiliki tanggung jawab mengembangkan dan memajukan kelas masing-masing yang berpengaruh dan perkembangan dan kemajuan sekolah secara keseluruhan.

Dengan melihat urain di atas yang merupakan usaha kegiatan pengelolaan kelas, maka penulis akan mengemukakan pengertian pengelolaan kelas, namun sebelum penulis bicarakan tentang pengertian pengelolaan kelas, terlebih dahulu kita mengetahui apa sebenarnya yang dimaksud dengan kelas.

Menurut , (Abdurrahman, 1994: 199).Kelas dalam arti sempit adalah ruangan tempat sejumlah warga belajar terlibat dalam proses balajar mengajar. Kelas dalam arti luas adalah suatu masyarakat kecil (warga belajar) sebagai bagian bagian dari masyarakat sekolah, merupakan satu kesatuan unit kerja yang terorganisir di dalam penyelenggara proses belajar mengajar secara aktif, kreatif dan positif untuk mencapai tujuan pendidikan dan pengajaran dalam luas.

Dalam pelaksanaan selalu ada tahap – tahap pengurusan, pencatatan dan penyimpanan dokumen. Pengurusan akan mudah dan lancar apabila di dalam perencanaan dan pengorganisasian cukup mantap. Pemantapan kedua kegiatan tersebut ditunjang adanya data yang lengkap teruji kebenarannya. Sedangkan pencatatan perlu dilaksanakan secara kontinyu dan tetap waktunya sehingga memudahkan pengawasan serta pengumpulan dokumen. Pengumpulan dokumen yang tertib dan teratur akan melancarkan pencarian data dan memantapkan pembuatan rencana.

  • Fungsi Pengelolaan Kelas

Pengelolaan kelas dan pengelolaan pengajaran adalah kegiatan yang sangat erat kaitannya, namun dapat dan harus dibedakan satu sama lain karena tujuannya berbeda. Kalau pengajaran mencakup semua kegiatan yang secara langsung dimaksudkan untuk mencapai tujuan khusus pengajaran, maka pengejaran, maka pengelolaan kelas menunjukkan kepada kegiatan – kegiatan yang menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal bagi terjadinya proses belajar mengajar.

Untuk itu masalah pengelolaan kelas dapat dikelompokkan menjadi dua kategori yaitu masalah individual dan masalah kelompok. Meskipun sering kali ada perbedaan antara dua kelompok tersebut, namun perbedaan itu hanya merupakan tekanan saja. Tindakan pengelolaan kelas seorang guru akan efektif apabila ia dapat mengidentifikasi dengan tepat hakikat yang dihadapi, sehingga pada gilirannya ia dapat memilih strategi penanggulangannya yang tepat pula.

Jika dilihat keberadaan pembahasan tersebut di atas, fungsi pengelolaan kelas tidak terlepas dari keberadaan individu dan kelompok.

Untuk lebih jelasnya fungsi pengelola kelas secara umum di atas, maka di bawah ini penulis akan mengemukakan fungsi pengelolaan ditinjau dari beberapa problema sebagai berikut:

Memberikan dan melengkapi fasilitas kelas untuk segala maacam tugas antara lain:

  1. Membantu pembentukan kelompok
  2. Membantu kelompok dlam pembagian tugas
  3. Membantu kerja sama dalam menemukan tujuan-tujuan kelompok
  4. Membantu individu agar dapat bekerja sama dalam kelompok atau kelas
  5. Membantu prosedur kerja
  6. merubah kondisi kelas

Memelihara tugas agar dapat berjalan lancar antara lain:

  1. Mengenal dan memahami kemampuan murid
  2. Mempengaruhi kehidupan individu, terutama dengan teman-teman sebaya dalam kelas
  3. Organisasi sekolah dapat membantu memelihara tugas- tugas
  4. Mampu menciptakan iklim belajar mengajar berdasarkan hubungan manusiawi yang harmonis dan sehat.

Berangkat dari fungsi pengelolaan kelas tersebut, maka akan menjadi titik tolak atau sentral dalam pengelolaan kelas tersebut tidak  terlepas dari mengantarkan suatu kondisi-kondisi yang memungkinkan untuk tercapainya belajar mengajar. Kenyataan ini seyogyanya bahwa komponen yang berada dalam ruangan menjadi sasaran yang dioptimalkan, lebih-lebih lagi yang berkaitan dengan diri siswa sebagai individu dan siswa dalam kedudukannya terhadap kelompok.

Demikian pula halnya organisasi pengelolaan kelas dalam proses pengajaran, bahwa di mana ketergantungannya dari tujuan pengelolaan kelas menjadi tata laksana yang berperan aktif untuk menentukan dan menciptakan kondisi fisiologi dan psikologi untuk memfokuskan pada belajar. Suasana perasaan, fikiran dan ingatan untuk tertuju kepada materi yang diberikan.

Dari fungsi pengelolaan kelas telah dipaparkan di atas, maka penulis dapat menarik kesimpulan bahwa fungsi pengelolaan kelas tidak terlepas dari menciptakan kondisi kelas untuk tercapainya tujuan pendidikan dan pengajaran, atau dengan kata lain untuk mengoptimalkan komponen – komponen dalam kelas, berupa ketatalaksanan, aturan-aturan yang menentukan terjadinya proses belajar mengajar. Referensi :  www.kuliahbahasainggris.com

Lagi, Dua Smart TV Terbaru Coocaa Muncul di Program 9.9 Lazada

Lagi, Dua Smart TV Terbaru Coocaa Muncul di Program 9.9 Lazada

Setelah menggebrak pasar televisi di Indonesia bersama menghadirkan Coocaa 50S5G, Coocaa lagi sebabkan kejutan bersama dua style TV pintarnya, yaitu Coocaa 40S5G yang memiliki layar 40 inci dan Coocaa 32S5C bersama ukuran layar 32 inci.

Lagi, Dua Smart TV Terbaru Coocaa Muncul di Program 9.9 Lazada

Dua style TV pandai besutan Coocaa ini singgah bersama fitur Infinity View plus layar tanpa bingkai alias zero bezels yang memanfaatkan teknologi Frameless Open-Cell Lock-in (FOCL). Coocaa termasuk mengemas layar TV ini bersama sudut pandang sampai 178 derajat dan screen-to-body sebesar 97 persen.

Jika Coocaa 40S5G singgah bersama proses operasi Android 8.0 plus fitur Google Assistant, Coocaa 32S5C hanya dibekali proses operasi Coocaa Lite yang terintegrasi bersama Cooccaa Lite Market. Selain itu, Coocaa 40S5G termasuk sudah dilengkapi bersama teknologi DTS TruSurround.

Jika kalian tertarik untuk membelinya, Coocaa akan menggelar flash sale bersama berbagai penawaran menarik di toko resmi Coocaa di Lazada.co.id. Kalian pun akan diberikan kesempatan untuk memburu Coocaa 40S5G bersama harga paling rendah sekitar Rp3.000.000.

Melengkapi penawaran yang ada, costumer termasuk sanggup memperoleh voucher senilai Rp200.000 untuk Coocaa 32S5C dan Rp500.000 untuk Coocaa 50S5G dan 40S5G. Penawaran ini sendiri akan di awali terhadap tanggal 9 September 2018 di dalam Program 9.9 yang digelar oleh Lazada.

sumber : https://www.hargaponsel.net/

Harga dan Spesifikasi Nokia 6.1 Plus

Harga dan Spesifikasi Nokia 6.1 Plus

Setelah memperkenalkan Nokia 1, HMD Global mengakibatkan kejutan di pasar Indonesia bersama dengan menghadirkan Nokia 6.1 Plus. Ya! Seperti yang kita tahu, Nokia 6.1 Plus adalah nama lain dari Nokia X6 yang cuma dipasarkan di Cina dan hadir untuk menyasar kastemer kelas menengah.

Harga dan Spesifikasi Nokia 6.1 Plus

Memiliki desain kekinian, Nokia 6.1 Plus dikemas bersama dengan layar berponi. Bisa dikatakan, inilah smartphone pertama Nokia yang mempunyai poni. Daya tarik lainnya adalah perlindungan dual-camera belakang dan smartphone ini masuk ke di dalam proyek Android One.

Layar 5,8 inci FullHD+
HMD Global meracik Nokia 6.1 Plus bersama dengan layar IPS LCD berukuran 5,8 inci. Resolusi layar smartphone ini pun sudah FullHD+ dan mempunyai faktor rasio 19:9. Untuk menjaga layarnya, HMD Global termasuk sudah menyematkan proteksi 2.5D curved Corning Gorilla Glass.

Poni di anggota atas layar yang memadai mencolok dialokasikan untuk berisi kamera depan, earpiece dan sebagian sensor pendukung. Bezel anggota bawah berisi logo Nokia tanpa tersedia tombol navigasi yang kini didorong ke di dalam layar.

Ditujukan untuk kelas menengah, bodi belakang Nokia 6.1 Plus sudah dibalut material kaca bersama dengan frame alumunium. Ada perlindungan dual-camera and LED flash yang diposisikan secara vertikal di anggota tengah. Tepat di bawahnya tersedia sensor pemindai sidik jari dan termasuk logo Nokia serta Android One.

Snapdragon 636 Octa-core
Home » Article » Tech News
Published 1 week ago, 2018-09-06 3:30 pmBy Eko Lannue Ardy
Spesifikasi dan Harga Nokia 6.1 Plus
Harga Rp3.399.000
Platform
Chipset Qualcomm Snapdragon 636
CPU Octa-core 1.8 GHz Kryo 260
GPU Adreno 509
Sistem Operasi Android Oreo (Android One)
Memori
RAM 4 GB
Internal 64 GB
Eksternal microSD, up to 400 GB (uses SIM 2 slot)
Bodi
Dimensi 147.2 x 71 x 8 mm
Berat 151 gram
Slot SIM Hybrid Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by)
Layar
Tipe IPS LCD
Ukuran 5,8 inci
Resolusi FullHD+ 1.080 x 2.280 piksel, faktor rasio 19:9
Kamera
Belakang 16 MP, f/2.0
Depan 5 MP, f/2.4
Video 1080p@30fps (gyro-EIS)
Fitur Dual-LED dual-tone flash, panorama, HDR
Jaringan
Data GSM / CDMA / HSPA / LTE
WLAN Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, dual-band, WiFi Direct, hotspot
Bluetooth Ya
GPS Ya
NFC –
Lainnya
Sensor Fingerprint (rear-mounted), accelerometer, gyro, proximity, compass
USB 2.0, Type-C 1.0 reversible connector, USB On-The-Go
Jack audio Ya
Baterai Non-removable Li-Ion 3060 mAh
Vivo V11 Pro
Setelah memperkenalkan Nokia 1, HMD Global mengakibatkan kejutan di pasar Indonesia bersama dengan menghadirkan Nokia 6.1 Plus. Ya! Seperti yang kita tahu, Nokia 6.1 Plus adalah nama lain dari Nokia X6 yang cuma dipasarkan di Cina dan hadir untuk menyasar kastemer kelas menengah.

Memiliki desain kekinian, Nokia 6.1 Plus dikemas bersama dengan layar berponi. Bisa dikatakan, inilah smartphone pertama Nokia yang mempunyai poni. Daya tarik lainnya adalah perlindungan dual-camera belakang dan smartphone ini masuk ke di dalam proyek Android One.

Layar 5,8 inci FullHD+
Nokia 6.1 Plus 2

HMD Global meracik Nokia 6.1 Plus bersama dengan layar IPS LCD berukuran 5,8 inci. Resolusi layar smartphone ini pun sudah FullHD+ dan mempunyai faktor rasio 19:9. Untuk menjaga layarnya, HMD Global termasuk sudah menyematkan proteksi 2.5D curved Corning Gorilla Glass.

Poni di anggota atas layar yang memadai mencolok dialokasikan untuk berisi kamera depan, earpiece dan sebagian sensor pendukung. Bezel anggota bawah berisi logo Nokia tanpa tersedia tombol navigasi yang kini didorong ke di dalam layar.

Ditujukan untuk kelas menengah, bodi belakang Nokia 6.1 Plus sudah dibalut material kaca bersama dengan frame alumunium. Ada perlindungan dual-camera and LED flash yang diposisikan secara vertikal di anggota tengah. Tepat di bawahnya tersedia sensor pemindai sidik jari dan termasuk logo Nokia serta Android One.

Snapdragon 636 Octa-core
Snapdragon 636

Untuk memacu seluruh mesin Nokia 6.1 Plus, HMD Global rupanya memadai yakin diri untuk menyematkan chipset Snapdragon 636 sebagai otaknya. CPU yang terpasang Octa-core 1.8 GHz Kryo 260 yang terintegrasi bersama dengan GPU Adreno 509.

Sementara itu, HMD Global termasuk membekali smartphone ini bersama dengan RAM sebesar 4 GB yang dipasangkan bersama dengan penyimpanan internal berkapasitas 64 GB. Tak harus khawatir, smartphone ini termasuk sudah dibekali slot microSD yang bisa menampung data tambahan sampai 400 GB.

Bagimana bersama dengan catu energi yang tersedia di di dalam smartphone ini? Nokia 6.1 Plus singgah bersama dengan baterai berkapasitas standar, yakni 3.060 mAh. Dukungan lainnya yang ikut disematkan adalah USB Type-C, OTG, jack audio 3.5mm, dan Bluetooth 5.0.

Dual-camera 16 MP + 5 MP
Nokia 6.1 Plus singgah bersama dengan perlindungan dual-camera belakang. Adapun konfigurasi kamera ganda yang dipasang mempunyai resolusi 16 MP bersama dengan aperture f/2.0 + 5 MP sebagai lensa sekunder yang mempunyai aperture f/2.4. HMD Global termasuk melengkapinya bersama dengan dual tone flash.

Untuk mencukupi kemauan para penyuka selfie, Nokia 6.1 Plus termasuk sudah ditambah bersama dengan kamera depan yang mempunyai resolusi 16 MP Untuk menghasilkan foto selfie yang lebih optimal, kamera depannya termasuk ditopang bersama dengan aperture f/2.2 dan ukuran piksel 1.0um.

Bagian dari proyek Android One
Selain disokong dual-camera belakang dan perlindungan hardware yang tak kalah menarik, Nokia 6.1 Plus termasuk tetap mempunyai nilai menjual lainnya. Ya! Smartphone ini masuk ke di dalam proyek Android One yang digagas oleh Google dan sistem operasi yang disematkan adalah Android Oreo yang terlalu murni.

Dipasarkan di Indonesia, Nokia 6.1 Plus tersedia di dalam tiga pilihan warna, yakni Gloss Black, Gloss Midnight Blue, dan Gloss White. Ingin sadar harganya dan tertarik untuk membelinya? HMD Global menjual smartphone ini bersama dengan harga Rp3.399.000 lewat Blibli.com dan Dinomarket.com.

Tujuan Diberikan Pendidikan Seksual Di Sekolah

Mungkin memang menjadi hal yang tabuh ketika ada wacana bahwa anak – anak diberikan pendidikan seksual di sekolah. Padahal sebenarnya pendidikan seksual di sekolah memang menjadi sebuah aspek yang sangat penting untuk diberikan kepada anak – anak. Ada berbagai macam tujuan pendidikan seksual di sekolah yang sangat penting.

Tujuan Diberikan Pendidikan Seksual Di Sekolah

Tujuan Diberikan Pendidikan Seksual Di Sekolah

Karena itu sebenarnya bagi para orang tua pendidikan seksual bagi anak – anak menjadi suatu aspek yang tidak boleh diremehkan. Lantas apa saja tujuan diberikan pendidikan seksual bagi anak – anak di sekolah? Anda bisa langsung coba simak informasi lengkapnya tentang tujuan diberikan pendidikan seksual berikut ini. Cek informasinya

Tujuan Diberikan Pendidikan Seksual Di Sekolah

Menciptakan sikap yang sehat tentang seksualitas

Salah satu tujuan yang dapat ditemukan dari pendidikan seksualitas yang diberlakukan dan diberikan di sekolah yaitu timbulnya pendidikan seks. Dan tentu akan bisa menciptakan sikap yang sehat pada diri seseorang atas seks dan seksualitas. Dengan begini sikap yang jauh lebih baik juga akan ditemukan dari anak didik. Jangan khawatir akan terjadi penyimpangan pergaulan karena dengan adanya pendidikan seks tentu akan semakin memberikan dampak yang baik pada pergaulan antara pria dan wanita di sekolah.

Anak mengartikan kehidupan seks dengan baik

Dengan adanya pendidikan seks di sekolah, salah satu manfaat atau tujuan yang akan diberikan yaitu diharapkan dapat mengartikan kehidupan seks yang terdapat pada manusia yaitu untuk dapat memberikan penjelasan dan informasi tentang seks manusia serta memahami nilai – nilai manusiawi atas kehidupan seks dengan baik.

Mendidik anak menjadi pribadi yang dewasa

Tujuan lain yang dapat diberikan tentang pendidikan seks di sekolah yaitu dapat mendidik anak agar dapat menjadi pribadi yang lebih dewasa. Selain itu peran pendidikan seks di sekolah bagi peserta didik yaitu dijadikan sebagai sebuah wadah untuk remaja dalam mendapatkan pengetahuan tentang pendidikan seks secara tepat dan sistematis. Kemudian juga akan memberikan pendekatan secara sosial dan individu dengan tujuan agar dapat mengurangi adanya pergaulan bebas diantara pelajar. Karena itu sebenarnya soal pendidikan seks ini bagi pelajar menjadi suatu aspek yang sangat penting.

Sudah paham bukan apa saja Tujuan Diberikan Pendidikan Seksual Di Sekolah? Semoga menjadi informasi yang bermanfaat. Karena itu mulai dari sekarang mari pahami pendidikan seks dan berikan pemahaman yang tepat pada anak. referensi  https://www.sekolahbahasainggris.com/