Trik Memburu Sunset dan Sunrise Lewat Google

Trik Memburu Sunset dan Sunrise Lewat Google

Trik Memburu Sunset dan Sunrise Lewat Google

Trik Memburu Sunset dan Sunrise Lewat Google

Mau tahu kapan matahari terbit atau terbenam di suatu wilayah? Google memiliki sebuah cara sederhana untuk melakukan itu.

Saat mengunjungi suatu wilayah, ada kalanya kita perlu tahu kapan waktu matahari terbit dan terbenam di tempat itu. Kegunaannya cukup banyak, misalnya untuk memperkirakan kapan waktu Subuh berakhir dan Maghrib dimulai bagi pemeluk agama Islam.

Fungsi lainnya, ini akan berguna sekali bagi mereka yang mau melakukan sesi pemotretan. Mengetahui kapan waktu matahari tenggelam untuk dijadikan latar akan sangat membantu dalam membuat rencana pergi ke lokasi.

Nah, lewat Google, hal itu bisa dilakukan dengan langkah mudah berikut ini:

  1. Buka Google.com
  2. Ketikkan “sunrise [nama kota]” (tanpa tanda kutip, ganti [nama kota] dengan kota yang diinginkan). Contohnya: “Sunrise Jakarta” akan memunculkan informasi waktu 5:49 pm ditambah keterangan ‘6 hours 58 minutes from now‘ di bawahnya
  3. Untuk waktu matahari terbenam, ganti “sunrise” dengan “sunset”

Baca Juga :

UPAYA-UPAYA MENGATASI MASALAH LINGKUNGAN HIDUP

UPAYA-UPAYA MENGATASI MASALAH LINGKUNGAN HIDUP

UPAYA-UPAYA MENGATASI MASALAH LINGKUNGAN HIDUP

UPAYA-UPAYA MENGATASI MASALAH LINGKUNGAN HIDUP

Usaha Mengatasi berbagai Masalah Lingkungan Hidup Pada umumnya permasalahan yang terjadi dapat diatasi dengan cara-cara sebagai berikut:

  1. Menerapkan penggunaan teknologi yang ramah lingkungan pada pengelolaan sumber daya alam baik yang dapat maupun yang tidak dapat diperbaharui dengan memperhatikan daya dukung dan daya tampungnya.
  2. Untuk menghindari terjadinya pencemaran lingkungan dan kerusakan sumber daya alam maka diperlukan penegakan hokum secara adil dan konsisten.
  3. Memberikan kewenangan dan tanggung jawab secara bertahap terhadap pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup.
  4. Pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup secara bertahap dapat dilakukan dengan cara membudayakan masyarakat dan kekuatan ekonomi.
  5. Untuk mengetahui keberhasilan dari pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup dengan penggunaan indicator harus diterapkan secara efektif.
  6. Penetapan konservasi yang baru dengan memelihara keragaman konservasi yang sudahada sebelumnya.
  7. Mengikutsertakan masyarakat dalam rangka menanggulangi permasalahan lingkungan global.

6.2 Pengelolaan Sumber Daya Alam Berwawasan Lingkungan Hidup dan Berkelanjutan Untuk menanggulangi masalah kerusakan yang terjadi pada lingkungan perlu diadakan konservasi. Konservasi dapat diartikan sebagai upaya untuk memelihara lingkungan mulai dari lingkungan keluarga, masyarakat sampai bangsa.

Pengelolaan sumber daya alam merupakan usaha secara sadar dengan cara menggali sumber daya alam, tetapi tidak merusak sumber daya alam lainnya sehingga dalam penggunaannya harus memperhatikan pemeliharaan dan perbaikan kualitas dari sumber daya alam tersebut. Adanya peningkatan perkembangan kemajuan di bidang produksi
tidak perlu mengorbankan lingkungan yang dapat menimbulkan kerusakan lingkungan.

Apabila lingkungan tercemar maka akan berdampak buruk bagi kelanjutan dari keberadaan sumber daya alam yang akhirnya dapat menurunkan kehidupan masyarakat. Dalam pengelolaan sumber daya alam perlu diperhatikan keserasiannya dengan lingkungan. Keserasian lingkungan merupakan proses pembentukan lingkungan yang
sifatnya relatif sama dengan pembentukan lingkungan. Pengelolaan sumber daya alam agar berkelanjutan perlu diadakannya pelestarian terhadap lingkungan tanpa menghambat kemajuan.

6.3 Pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan
Dalam pengelolaan sumber daya alam agar tetap lestari maka dapat dilakukan uasaha atau upaya sebagai berikut:

  1. Menjaga kawasan tangkapan hujan seperti kawasan pegunungan yang harus selalu hijau karena daerah pegunungan merupakan sumber bagi perairan di darat.
  2. Untuk mengurangi aliran permukaan serta untuk meningkatkan resapan air sebagia air tanah, maka diperlukan pembuatan lahan dan sumur resapan.
  3. Reboisasi di daerah pegunungan, dimana daerah tersebut berfungsi sebagai reservoir air, tata air, peresapan air, dan keseimbangan lingkungan.
  4. Adanya pengaturan terhadap penggunaan air bersih oleh pemerintah.
  5. Sebelum melakukan pengolahan diperlukan adanya pencegahan terhadap pembuangan air limbah yang banyak dibuang secara langsung ke sungai.
  6. Adanya kegiatan penghijauan di setiap tepi jalan raya, pemukiman penduduk, perkantoran, dan pusat-pusat kegiatan lain.
  7. Adanya pengendalian terhadap kendaraan bermotor yang memiliki tingkat pencemaran tinggi sehingga menimbulkan polusi.
  8. Memperbanyak penggunaan pupuk kandang dan organik dibandingkan dengan penggunaan pupuk buatan sehinnga tidak terjadi kerusakan pada tanah.
  9. Melakukan reboisasi terhadap lahan yang kritis sebagai suatu bentuk usaha pengendalian agar memiliki nilai yang ekonomis.
  10. Pembuatan sengkedan, guludan, dan sasag yang betujuan untuk mengurangi laju erosi.
  11. Adanya pengendalian terhadap penggunan sumber daya alam secara berlebihan.
  12. Untuk menambah nilai ekonomis maka penggunaan bahan mentah perlu dikurangi karena dianggap kurang efisien.
  13. Reklamasi lahan pada daerah yang sebelumnya dijadikan sebagai daerah penggalian.

6.4 Pengelolaan Daur Ulang Sumber Daya alam Tingkat pencemaran dan kerusakan lingkungan dapat dikurangi dengan cara melakukan pengembangan usaha seperti mendaur ulang bahan-bahan yang sebagian besar orang menganggap sampah, sebenarnya dapat dijadikan barang lain yang bisa bermanfaat dan tentunya dengan pengolahan yang baik. Pengelolaan limbah sangat efisien dalam upaya untuk mengatasi masalah lingkungan. Langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam pengelolaan limbah dengan menggunakan konsep daur ulang adalah sebagai berikut:

  1. Melakukan pengelompokan dan pemisahan limbah terlebih dahulu.
  2. Pengelolaan limbah menjadi barang yang bermanfaat serta memilki nilai ekonomis.
  3. Dalam pengolahan limbah juga harus mengembangkan penggunaan teknologi.

6.5 Pelestarian Flora dan Fauna
Untuk menjaga kelestarian flora dan fauna, upaya yang dapat dilakukan adalah mendirikan tempat atau daerah dengan memberikan perlindungan khusus yaitu sebagai berikut:

  1. Hutan Suaka Alam merupakan daerah khusus yang diperuntukan untuk melindungi alam hayati.
  2. Suaka Marga Satwa merupakan salah satu dari daerah hutan suaka alam yang tujuannya sebagai tempat perlindungan untuk hewan-hewan langka agar tidak punah.
  3. Taman Nasional yaitu daerah yang cukup luas yang tujuannya sebagai tempat perlindungan alam dan bukan sebagai tempat tinggal melainkan sebagai tempat rekreasi.
  4. Cagar alam merupakan daerah dari hutan suaka alam yang dijadikan sebagai tempat perlindungan untuk keadaan alam yang mempunyai ciri khusus termasuk di dalamnya meliputi flora dan fauna serta lingkungan abiotiknya yang berfungsi untuk kepentingn kebudayaan dan ilmu pengetahuan.

Sumber : https://merkbagus.id/

PENYEBAB &DAMPAK MASALAH LINGKUNGAN HIDUP

PENYEBAB &DAMPAK MASALAH LINGKUNGAN HIDUP

PENYEBAB &DAMPAK MASALAH LINGKUNGAN HIDUP

PENYEBAB &DAMPAK MASALAH LINGKUNGAN HIDUP

Perubahan ekosistem lingkungan yang paling utama disebabkan oleh perilaku masyarakat yang kurang baik dalam pemanfaatan sumber-sumber daya dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya. Hal inilah yang menyebabkan adanya perubahan ekosistem. Perubahan ekosistem suatu lingkungan terjadi dengan adanya kegiatan masyarakat seperti pemanfaatan lahan yang dijadikan sebagai daerah pertanian sehingga dapat mengurangi luas lahan lainnya. Adanya pertambahan jumlah penduduk dalam memanfaatkan lingkungan akan membawa dampak bagi mata rantai yang ada dalam suatu ekosistem. Selain itu kerusakan hutan yang terjadi karena adanya penebangan dan kebakaran hutan dapat mengakibatkan banyak hewan dan tumbuhan yang punah. Padahal hutan merupakan sumber kehidupan bagi sebagian masyarakat yang berfungsi sebagai penghasil oksigen, tempat penyedia makanan dan obat-obatan.

Jumlah kerusakan flora dan fauna akan terus bertambah dan berlangsung lama jika dalam penggunaannya masyarakat tidak memperhatikan keseimbangan terhadap ekosistem lingkungan. Dampak dari perubahan ekosistem akan berkurang jika masyarakat mengetahui dan memahami fungsi dari suatu ekosistem tersebut. Kerusakan ekosistem membawa dampak bukan hanya pada keanekaragaman terhadap flora dan fauna juga dapat mmbawa pengaruh lain terhadap masyarakat itu sendiri seperti longsor, banjir dan erosi. Selain itu kerusakan lingkungan bisa di sebabkan oleh sampah. Sampah yang semakin banyak dapat menimbulkan penguapan sungai dan kehabisan zat asam yang sangat dibutuhkan bagi mikroorganisme yang hidup di sungai. Serta dapat pula disebabkan dari pembuangan limbah cair dari kapal dan pemanfaatan terhadap penggunaan air panas yang dapat menimbulkan laut menjadi tercemar.

Sumber : https://www.anythingbutipod.com/

Indonesia Darurat Matematika

Indonesia Darurat Matematika

Indonesia Darurat Matematika

Indonesia Darurat Matematika

Peneliti dari Research on Improvement of System Education (RISE) 2018, Niken Rarasati,

mengatakan, berdasarkan hasil penelitian terbaru yang dilakukan oleh pihaknya, Indonesia saat ini sedang darurat matematika. Hasil studi menunjukkan bahwa kemampuan siswa memecahkan soal matematika sederhana tidak berbeda secara signifikan antara siswa baru masuk sekolah dasar (SD) dan yang sudah lulus sekolah menengah atas (SMA) .

Menanggapi hal tersebut, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, menyambut baik. Menurut dia, semua langkah yang bermaksud ingin memecahkan persoalan pendidikan Indonesia harus disambut dan diapresiasi.

“Semua langkah yang bermaksud ingin memecahkan persoalan pendidikan di Indonesia

harus disambut dan diberi apresiasi, termasuk deklarasi tersebut. Syukur jika deklarasi tersebut terus diikuti dengan langkah-langkah konkret,” kata Muhadjir kepada SP, Senin (12/11).

Muhadjir menuturkan, Kemdikbud saat ini sedang mempercepat dan memperluas pelatihan guru matematika, IPA dan bahasa untuk mendalami strategi pembelajaran kemampuan berpenalaran tinggi (high order thinking skills atau HOTS).

Menurut Muhadjir, salah satu faktor rendahnya kemampuan matematika juga IPA dan bahasa adalah standar yang diberlakukan selama ini yang masih memakai kemampuan berpenalaran sebagai dasar.

Dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis, menurut Muhadjir, pemerintah

sudah mulai melakukannya melalui memperkenalkan soal HOTS dalam ujian nasional (UN).

Sementara itu, Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Hamid Muhammad mengaku belum membaca hasil riset tersebut sehingga ia enggan untuk menanggapi.

“Saya belum membaca hasil risetnya. Kalau punya, saya mau baca dulu baru saya komentar,” kata Hamid menjawab pertanyaan SP.

Rendahnya kemampuan matematika Indonesia ini juga terlihat dari hasil The Programme for International Student Assessment (PISA) tahun 2000 hingga 2015. Secara konsisten, PISA menempatkan siswa Indonesia yang berusia 15 tahun pada peringkat bawah dibandingkan negara-negara Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) lainnya.

“Jika ini dibiarkan, generasi emas Indonesia terancam bisa gagal membangun peradaban Indonesia di masa yang akan datang,” ujar Niken dalam Deklarasi Gerakan Nasional Pemberantasan Buta Matematika (Gernas Tastaka) di Universitas Indonesia (UI) Depok, Sabtu (10/11).

 

Baca Juga :

Tangkal Radikalisme, Pemerintah Berdayakan Asosiasi Masjid Kampus

Tangkal Radikalisme, Pemerintah Berdayakan Asosiasi Masjid Kampus

Tangkal Radikalisme, Pemerintah Berdayakan Asosiasi Masjid Kampus

Tangkal Radikalisme, Pemerintah Berdayakan Asosiasi Masjid Kampus

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan,

pemerintah melakukan berbagai upaya untuk mencegah masuknya paham radikal dan intoleran ke lingkungan kampus. Salah satunya adalah dengan meminta pimpinan perguruan tinggi (PT) memberikan pengawasan kepada masjid yang berada di lingkungan kampus.
Nasir juga berharap kepengurusan masjid kampus berasal dari pihak kampus dan tidak oleh pihak luar kampus agar tidak disisipi paham-paham radikal dan intoleran.

“Keberadaan Asosiasi Masjid Kampus Indonesia (AMKI) ini sangat penting bagi penguatan pengelolaan masjid di PT. Dengan adanya asosiasi ini, masjid-masjid kampus dapat bersinergi. Masjid kampus juga dapat melakukan inovasi seperti membuat sistem informasi jadwal pengajian, siapa yang menjadi penceramah,” ujar Nasir usai kegiatan workshop nasional AMKI bersama Wakil Presiden RI Jusuf Kalla yang bertemakan “Penguatan Fungsi Masjid Kampus dalam Pembangunan Karakter Mahasiswa” di Gedung Kemristekdikti, Jakarta, Sabtu (10/11).

Nasir menuturkan, pengawasan terhadap masjid kampus bertujuan agar pimpinan PT mengetahui

segala jenis kegiatan yang ada di kampus. Ia mencontohkan, dulu di Universitas Gadjah Mada (UGM), seluruh kegiatan masjid kampus berada di bawah kendali orang luar kampus. Namun kini sudah bisa diambil alih setelah muncul organisasi AMKI yang disertai dorongan dari pemerintah.

“Tujuannya apa, supaya kegiatannya bisa dikontrol dengan baik oleh rektor. Asosiasi ini (AKMI, red) memiliki fungsi penguatan terhadap kampus dengan masjid untuk bersinergi,” terangnya.

Meski begitu, Nasir menuturkan, Kemristekdikti hanya memberi arahan dan imbauan. Sedangkan terkait dengan regulasi, pemerintah menyerahkan kembali kepada pimpinan PT masing-masing sehingga semua kegiatan dikoordinasikan dengan rektor.

Selain itu, Nasir juga meminta para pengurus masjid kampus untuk saling berkoordinasi dan berkolaborasi.

Menurutnya, masjid dengan pengelolaan yang baik dapat menjadi contoh bagi masjid kampus lainnya.

“Jangan jadikan masjid itu sebagi pusat radikalisme, tapi pusat peradaban, ilmu pengetahuan, dan pengembangan kesehatan, teknologi, dan ekonomi yang bisa memajukan bangsa. Semua biar berkembang dalam peradaban Islam, pengetahuan yang bisa diimplentasikan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Nasir

 

Sumber :

https://vidmate.co.id/

Guru Harus Dilatih agar Paham Konsep Pembelajaran HOTS

Guru Harus Dilatih agar Paham Konsep Pembelajaran HOTS

Guru Harus Dilatih agar Paham Konsep Pembelajaran HOTS

Guru Harus Dilatih agar Paham Konsep Pembelajaran HOTS

Seiring perkembangan teknologi, sistem pembelajaran di kelas tidak hanya menghafal materi,

tetapi anak harus memahami masalah dengan berpikir kritis. Bahkan Kementerian Pendidikan Kebudayaan (Kemdikbud) mengimbau para guru untuk terus mengembangkan belajar di sekolah dengan skema higher order thingking skills (HOTS)

Rektor Univeritas Terbuka (UT) Ojat Darojat mengatakan, model berpikir kritis atau HOTS ini tidak dapat langsung dimiliki siswa. Semua harus dimulai dari guru. “Untuk itu, guru harus dilatih bagaimana cara mendidik siswa,” kata dia, Sabtu (10/11).

Menurut Ojat, saat ini berpikir kritis di kalangan guru masih minim. Untuk itu, diperlukan pembinaan yang mengarahkan cara berpikir guru. “HOTS yang dimaksud bukan sekedar tingkat kesulitan soal, tetapi, bagaimana siswa memahami materi yang disampaikan,” kata dia.

Guru kata dia, bukan hanya menguasai materi kurikulum, tetapi harus memahami bagaimana

cara membangun anak agar berpikir kritis. “Yang sangat penting bukan hanya hafalan, tetapi memahami. Ini tentu harus ada pembinaan bagi para guru,” kata Guru Besar bidang Kurikulum UT ini.

Ojat menambahkan, UT sejak awal mendesain kurikulum pembelajaran mengarah pada model berpikir kritis. Pengembangan model tersebut, dapat menghasilkan anak-anak berpikir kritis, keterampilan berkomunikasi yang baik, berkolaborasi, berpikir kreatif, dan percaya diri.

Secara terpisah, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan(Mendikbud) Muhadjir Effendy

mengatakan, untuk menyiapkan siswa berpikir kritis, pemerintah melakukan evaluasi kurikulum setiap semester. Pemerintah juga mendapat masukan dari lapangan yang dijadikan patokan untuk membenahi diri. “Sistem evaluasi semakin disederhanakan dari perubahan perencanaan belajar menjadi rencana pembelajaran di sekolah,” kata dia.

Dijelasksan dia, sistem pembinaan kepada guru ini menjadi bagian dari tahap evaluasi. Pasalnya, kurikulum apa pun yang digunakan saat ini hanya masalah nama. Tetapi fokus utama adalah guru. Untuk itu, Kemdikbud berupaya melakukan penguatan pada guru melalui berbagai kebijakan.

Muhadjir mengajak para guru untuk memperkuat perilaku siswa dengan komponen berpikir kritis, bersikap, dan bertindak. “Ajak siswa untuk berpikir kreatif dan kritis membangun kerja sama atau kolaborasi. Mohon guru jangan berikan pendidikan yang tidak kreatif, harus memberikan yang terbaik pada anak,” kata mantan rektor Univeritas Muhammadiyah Malang (UMM) ini.

 

Sumber :

https://daftarpaket.co.id/

Tim Olimpiade Komputer Indonesia Raih Emas di Ajang IOI 2019

Tim Olimpiade Komputer Indonesia Raih Emas di Ajang IOI 2019

Tim Olimpiade Komputer Indonesia Raih Emas di Ajang IOI 2019

Tim Olimpiade Komputer Indonesia Raih Emas di Ajang IOI 2019

Tim Olimpiade Komputer Indonesia (TOKI) berhasil meraih 1 medali emas, 2 perak,

dan 1 perunggu, dalam ajang International Olympiad in Informatics (IOI) 2019, di Baku, Azerbaijan.

IOI merupakan olimpiade sains di bidang informatika (khususnya pemrograman) yang diselenggarakan setiap tahun. Bersaing dengan 323 peserta lain dari 87 negara, tim Indonesia berhasil menempati posisi ke-10, mengalahkan puluhan negara lain, seperti Singapura, Kanada, dan Australia.

Tim Olimpiade Komputer Indonesia (TOKI) berhasil meraih 1 medali emas, 2 perak, dan 1 perunggu, dalam ajang International Olympiad in Informatics (IOI) 2019, di Baku, Azerbaijan.

Adapun empat siswa anggota Tim Olimpiade Komputer Indonesia terdiri dari Abdul Malik Nurrokhman

(Amnu) dari SMA Semesta BBS Semarang, Vincent Ling dari SMA Pribadi Bandung, Fausta Anugerah Dianparama dari SMA Negeri 1 Yogyakarta, dan Moses Mayer dari SMA Jakarta Intercultural School.

Untuk mempersiapkan diri mengikuti IOI, tim ini telah mengikuti pembinaan selama berbulan-bulan, yang dilaksanakan oleh Direktorat Pembinaan SMA, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) bekerja sama dengan UI, ITB, IPB, ITS, UGM dan Binus University.

“Sejak terpilih menjadi TOKI, saya berkomitmen untuk memberikan yang terbaik.

Tujuan pribadi saya adalah membuktikan Indonesia tidak kalah dari negara lain dalam hal teknologi dan informatika. Walaupun dalam proses pelatihan sempat merasa lelah dan kangen keluarga, sekarang saya sudah lega karena bisa memberikan kado untuk ulang tahun Indonesia,” kata Amnu yang sudah dua kali menyumbangkan medali di ajang IOI, yaitu medali perak pada IOI 2018 dan medali emas pada IOI 2019, dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, Selasa (13/8/2019).

Sementara itu, Adi Mulyanto sebagai ketua delegasi dan Brian Marshal sebagai deputy leader mengaku bangga melihat keberhasilan anak-anak didik yang berhasil membawa nama Indonesia ke kancah internasional. Dengan umur yang masih muda, mereka yakin para siswa ini dapat menjadi pemimpin dan talenta luar biasa yang akan memajukan Indonesia melalui informatika.

“Dengan pencapaian yang diraih dalam kompetisi IOI kali ini, kita patut memberikan penghargaan setinggi-tingginya untuk semangat, perjuangan dan juga pengorbanan yang telah dilakukan oleh para siswa, pembina, alumni dan Direktorat Pembinaan SMA, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Kemdikbud yang telah bekerja keras dalam mengupayakan hasil yang maksimal demi mengharumkan nama baik bangsa dan negara,” kata Adi Mulyanto.

Adi menambahkan, setelah menuntaskan partisipasi di IOI 2019, saat ini Indonesia sedang mempersiapkan diri untuk menjadi tuan rumah ajang IOI ke-34 pada tahun 2022 dan APIO 2020 yang akan datang.

“Pencapaian tahun ini secara otomatis akan menjadi pemicu semangat seluruh tim untuk terus meningkatkan kualitas seleksi dan proses pembinaan para siswa, sehingga Indonesia bisa sukses menyelenggarakan IOI dan menyabet medali sebanyak-banyaknya,” pungkas Adi Mulyanto.

 

Baca Juga :

PJI Lanjutkan Ajang Indonesia Student Company Competition 2019

PJI Lanjutkan Ajang Indonesia Student Company Competition 2019

PJI Lanjutkan Ajang Indonesia Student Company Competition 2019

PJI Lanjutkan Ajang Indonesia Student Company Competition 2019

Sebagai wujud konsistensi dalam memberikan pembekalan kewirausahaan kepada generasi muda Indonesia

, Prestasi Junior Indonesia (PJI) bersama mitra sponsor program meneruskan kembali inisiatif terobosan, Indonesia Student Company Competition (ISCC) 2019.

Pada penyelenggaraan kesepuluh ini, ISCC 2019 telah berhasil menjaring sepuluh perusahaan siswa (student company) dari SMA atau SMK berbagai wilayah Indonesia. Pemenang berkesempatan mewakili Indonesia di kejuaraan bisnis level Asia Pasifik di Guam pada Maret 2020 mendatang.

Chairman of The National Board PJI, Siddharta Moersjid, mengatakan, Global Entrepreneurship Index 2018

yang merupakan riset untuk mengukur kualitas dan dinamika ekosistem kewirausahaan suatu negara menyatakan, Indonesia berada di posisi ke-94 dari 137 negara di dunia. Laporan tersebut secara rinci mengindikasikan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Indonesia untuk memulai bisnis masih rendah yang terlihat dari indikator startup skills yang hanya memperoleh angka 29 persen dan human capital sebesar 16 persen.

“Kami percaya kompetensi sumber daya manusia merupakan kunci dalam menumbuhkan kewirausahaan di tahah air, inilah yang mendorong PJI untuk mengimplementasikan program ISCC,” ujar Siddharta dalam siaran persnya, Sabtu (17/8/2019).

Siddharta menambahkan, PJI secara aktif membina para pelajar setingkat SMA dan SMK

untuk membangun ide-ide bisnis dan mengelola usaha mikro di sekolah.

“Harapannya, para pelajar sebagai representasi generasi muda Indonesia bisa mengasah pengalaman dan termotivasi untuk terus berkiprah sebagai wirausaha,” tandas Siddharta.

Head of Corporate Affairs Citi Indonesia, Elvera Makki, mengatakan, di Indonesia, kegiatan sosial Citi Indonesia berfokus pada pemberdayaan generasi muda dalam hal edukasi dan literasi keuangan serta memberikan pengetahuan mengenai dasar dasar kewirausahaan.

Director, Country Head of Corporate Affairs Citi Indonesia, Elvera N. Makki, mengungkapkan, di Indonesia, kegiatan sosial kemasyarakatan Citi Indonesia berfokus pada pemberdayaan generasi muda, dalam hal edukasi dan literasi keuangan serta memberikan pengetahuan mengenai dasar-dasar kewirausahaan.

“Peran generasi muda untuk masa depan perekonomian Indonesia sangatlah penting. Kami percaya melalui mentoring, peningkatan pengetahuan dan kompetensi kalangan muda secara berkelanjutan, salah satunya lewat inisiatif Student Company, dapat membantu pertumbuhan wirausahawan muda di Indonesia. Ini selaras dengan komitmen Citi Indonesia terhadap generasi muda Indonesia serta mendukung implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya di bidang pemberdayaan ekonomi masyarakat,” jelas Elvera.

ISCC 2019 dan program perusahaan siswa (JA Student Company) menerapkan metode implementasi terkini yang melibatkan siswa secara langsung dalam pembelajaran bisnis aplikatif yang menempatkan mereka pada posisi strategis dalam pelaksanaan bisnis sekaligus sebagai pengambil keputusan dan pemecah masalah.

 

Sumber :

https://www.emailmeform.com/builder/form/5V74fpaeKI7

RAPBN 2020, Anggaran Pendidikan Rp 505,8 Triliun

RAPBN 2020, Anggaran Pendidikan Rp 505,8 Triliun

RAPBN 2020, Anggaran Pendidikan Rp 505,8 Triliun

RAPBN 2020, Anggaran Pendidikan Rp 505,8 Triliun

Pemerintah mengalokasikan anggaran pendidikan pada tahun 2020 sebesar Rp 505,8 triliun.

Nilai itu meningkat 29,6% dibandingkan realisasi anggaran pendidikan di tahun 2015 yang sekitar Rp 390,3 triliun.

“Dengan anggaran pendidikan yang meningkat tersebut, diharapkan tidak ada lagi anak Indonesia yang tertinggal. Kemampuan dasar anak-anak Indonesia harus terus dibangun, mulai dari pendidikan usia dini dan pendidikan dasar. Terutama untuk meningkatkan kemampuan literasi, matematika, dan sains, sehingga menjadi pijakan bagi peningkatan pengetahuan dan keterampilan anak di jenjang pendidikan yang lebih tinggi,” ujar Presiden Joko Widodo, saat menyampaikan keterangan pemerintah mengenai RAPBN 2020 di hadapan Sidang Paripurna DPR, di Jakarta, Jumat (16/8/2019).

Presiden menjelaskan, di jenjang pendidikan menengah dan tinggi, pemerintah merancang

pendidikan dan pelatihan sesuai dengan kebutuhan industri. Pemerintah juga berusaha mencetak calon-calon pemikir, penemu, dan entrepreneur hebat di masa depan. Kebijakan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia juga akan ditekankan pada perbaikan kualitas guru, mulai dari proses penyaringan, pendidikan keguruan, pengembangan pembelajaran, dan metode pengajaran yang tepat dengan memanfaatkan teknologi.

Pada pendidikan dasar dan menengah, dalam rangka pemerataan akses pendidikan dan percepatan wajib belajar 12 tahun, pemerintah melanjutkan program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) kepada 54,6 juta siswa pada tahun 2020. Selain itu, pemerintah juga melanjutkan Program Indonesia Pintar (PIP) dengan memberikan beasiswa hingga 20,1 juta siswa.

Presiden menambahkan, setelah pemenuhan wajib belajar 12 tahun, pemerintah juga merasa perlu

untuk memberikan akses yang lebih luas kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu, untuk mengenyam pendidikan hingga jenjang pendidikan tinggi. “Hanya lewat pendidikan yang lebih baik kita dapat memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi,” ujar Presiden.

Oleh sebab itu, pemerintah pada tahun 2020 memperluas sasaran beasiswa untuk melanjutkan pendidikan tinggi kepada 818.000 mahasiswa yang berasal dari keluarga tidak mampu, yang memiliki prestasi akademik melalui Kartu Indonesia Pintar-Kuliah (KIP-Kuliah), termasuk lanjutan bidik misi. Beasiswa KIP-Kuliah ini juga diberikan untuk mahasiswa pendidikan vokasi dan politeknik, serta pendidikan sarjana pada program studi sains dan teknologi.

Untuk meningkatkan akses keterampilan bagi anak-anak muda, para pencari kerja, dan mereka yang mau berganti pekerjaan, pemerintah pada tahun 2020 akan menginisiasi program kartu Pra-Kerja. “Di mana mereka dapat memilih jenis kursus yang diinginkan, antara lain coding, data analytics, desain grafis, akuntansi, bahasa asing, barista, agrobisnis, hingga operator alat berat,” ungkap Presiden.

 

Sumber :

https://www.anythingbutipod.com/sejarah-g30s-pki/

Pentingnya Keanekaragaman Makhluk Hidup Dalam Pelestarian Ekosistem

Pentingnya Keanekaragaman Makhluk Hidup Dalam Pelestarian Ekosistem

Pentingnya Keanekaragaman Makhluk Hidup Dalam Pelestarian Ekosistem
Keanekaragaman makhluk hidup amat penting bagi kelangsungan & pelestarian makhluk hidup. Keanekaragaman makhluk hidup bersifat tidak stabil/tidak tetap. Beberapa kelakuan manusia yang dapat menurunkan keanekaragaman makhluk hidup antara lain;

Perburuan yang tidak bertanggung jawab
Pembuangan limbah industri sembarangan
Penggunaan pestisida, insektisida, & sejenisnya yang tidak bertanggung jawab
Pembabatan, hutan, alam, untuk jalur raya, pabrik, perumahan dsb.
Makhluk hidup yang tersedia dipermukaan bumi ini telah diketahui ± 2,5 juta spesies/jenis, selagi itu yang telah diberi nama ± 1,5 juta jenis spesies/jenis. Kenyataan itu memperlihatkan betapa makhluk hidup membawa keanekaragaman yang tinggi. Keanekaragaman adalah perbedaan-perbedaan makhluk hidup yang tidak sama jenis (spesies). Perbedaan tersebut dapat dijumpai terhadap sifat-sifat yang terlihat antara lain; bentuk, warna, faedah organ, tempat hidup dll. Sedangkan perbedaan yang dijumpai terhadap individu-individu sejenis dinamakan variasi.

Keanekaragaman dapat meningkat maupun menurun. Meningkatnya keanekaragaman makhluk hidup disebabkan terdapatnya moment perkawinan/reproduksi, selagi itu faktor-faktor yang menyebabkan menurunnya keanekaragaman antara lain;

1. Faktor alam
Faktor alam yakni bencana alam seperti banjir, tanah longsor, gunung meletus, gempa bumi, maupun tsunami. Peristiwa ini dapat menyadarkan manusia bahwa mereka punya tanggung jawab untuk memelihara keseimbangan & kelestarian keanekaragaman makhluk hidup.

2. Faktor manusia
Faktor manusia dapat menyebabkan penurunan kuantitas keanekaragaman misalnya;
Perburuan hewan-hewan untuk diperdagangkan
Penebangan hutan (legal maupun ilegal logging)
Penggunaan bahan peledak di dalam melacak ikan
Penggunaan pestisida & bahan kimia lainnya di dalam pemberantasan hama
Pembuangan limbah tanpa pengolahan terlebih dahulu.
Usaha-usaha yang dijalankan pemerintah untuk memelihara kelestarian makhluk hidup adalah bersama dengan menetapkan kawasan dukungan seperti;

1. Cagar alam
Cagar alam adalah suatu tempat yang dilindungi baik berasal dari faktor tanaman maupun hewan yang hidup didalamnya yang nantinya dapat dipergunakan untuk beragam keperluan di era kini & mendatang. Misal; Cagar alam ujung kulon, way kambas,dll.

2. Suaka Margasatwa
Suaka Margasatwa adalah dukungan yang diberikan kepada hewan yang hampir punah, seperti komodo, harimau, orangutan, tapir, dll.

3. Perlindungan Hutan
Perlindungan hutan adalah suatu dukungan yang diberikan kepada hutan agar selamanya terjaga berasal dari kerusakan, misal; hutan lindung, hutan wisata, hutan buru.

4. Taman Nasional
Taman nasional adalah dukungan yang diberikan kepada suatu tempat yang luas yang meliputi layanan & prasarana pariwisata di dalamnya. Seperti; Taman Nasional Lorentz, Taman Nasional Komodo, Taman Nasional Gunung Leuser, dll.

5. Taman Laut
Taman laut adalah suatu laut yang dilindungi oleh undang-undang sebagai tehnik usaha untuk memelihara kelestariannya bersama dengan bentuk cagar alam, suaka margasatwa, taman wisata, dll. Misal; Taman Laut Bunaken (Sulut), Taman Laut Taka Bonerae (Sulsel), Taman Laut Selat Pantar (NTT), Taman Laut Togean (Sulteng), dll.

6. Kebun Binatang/Kebun Raya
Kebun Binatang/Kebun Raya adalah suatu dukungan lokasi yang dijadikan sebagai tempat objek penelitian/objek wisata yang membawa koleksi flora & fauna yang masih hidup.

7. Kebun Palsma Nutfah
Kebun Palsma Nutfah, adalah pengembangan berasal dari kebun koleksi yang membawa cakupan lebih luas untuk memelihara tanaman unggul & sumber hayati yang lain.

8. Pelestarian secara in situ & ex situ
Pelestarian secara in situ & ex situ, adalah pelestarian suatu organisme yang dijalankan di habitat aslinya (in situ) misal; hutan lindung & taman nasional, tetapi untuk pelestarian ex situ adalah pelestarian terhadap suatu organisme yang dijalankan di luar habitat aslinya, misal; kebun koleksi. apakah kaitan antara ciri khusus makhluk hidup dengan karakteristik habitatnya

Demikianlah ulasan tentang Pentingnya Keanekaragaman Makhluk Hidup Dalam Pelestarian Ekosistem, yang terhadap peluang kali dapat di bahas bersama dengan lancar. Semoga ulasan di atas dapat berfaedah bagi kita semua yang membaca. Kiranya cukup sekian tidak cukup lebihnya mohon maaf & terima kasih atas kunjungannya.

Baca Juga :